...****************...
Saat hempasan debu-debu dari ledakan yang diakibatkan oleh senjata Kai mulai menghilang, secara perlahan sosok bayangan nampak berdiri tegak dari balik debu-debu, dan satu tangannya dalam keadaan bertahan saat itu terlihat tampak seperti sedang mengeluarkan sebuah cakra pelindung.
Awalnya Kai sempat mengira kalau sosok bayangan itu adalah Xavier yang berhasil selamat dari serangannya.
Namun ia tidak menyangka setelah lapisan debu-debu itu menghilang, ternyata tidak lain tidak bukan sosok bayangan yang dilihat olehnya itu adalah Kenz.
Dimana sebelumnya sewaktu ketika serangan senjata Kai hampir mengenai Xavier, saat itu Xavier menggunakan sihir penghenti waktu miliknya.
"Majig terminus sigan." seketika itupun juga waktu berhenti berputar dan semua yang hidup yang berada dalam batas radius ruang lingkup sekitar tempat itupun ikut berhenti bergerak.
"Witcher kaum Noblesse." Kenz bertemu Xavier.
Kenz yang baru saja datang tentunya tidak terkena mantra sihir milik Xavier, iapun langsung berjalan dari kejauhan untuk mendekati Xavier.
"Rupanya masih ada satu sammu yang tersisa..." senyum sinis dan tatapan mata Xavier pun berubah dratis.
Xavier tampak telah banyak menguras energi miliknya hingga tenggelam dalam kekuatan darah dari para kaum Noblesse.
"Pih...!"
"Aku tidak menyangka beratus ribu tahun kami manusia menginginkan kekuatan seperti kaum Noblesse, sampai kami menjadi mahluk terkutuk tapi kami tidak juga mendapatkan kekuatan seperti kalian."
"Tapi apa yang terjadi sekarang?" sindir tanya Kenz.
"Apa hanya sampai disini batasan seorang Noblesse?"
"Atau memang benar kami para manusia yang telah menjadi demon beast telah bertransformasi begitu cepatnya, sehingga sekarang kami telah melampaui batasan kalian." lanjut sindir Kenz tegas namun tetap dalam ekspresi yang dingin.
Ckkk... cckkk...!
Senyum tipis diwajah Xavier pun berubah bagai sebilah pisau kecil yang tajam dengan warna mata merah pekat layaknya gumpalan darah.
"Apa kau ingin merasakan batasan ini juga?" Xavier yang langsung menghilang dan berpindah ke lokasi Kyorin dari hadapan Kenz dengan sangat cepat sampai-sampai Kenz tidak dapat melihat gerakan Xavier sama sekali walaupun saat itu Kenz masih membuka mata sekigan miliknya.
"Ini...!"
"Apa ini ?!"
"Setelah mencapai batasan saja ia masih bisa secepat itu?!"
"Pantas saja ia bisa mendorong Kai menggunakan sihir manjutsu."
"Bahkan sekarang Kai juga sampai mengeluarkan dark soul weapon miliknya."
"Apa kaum Noblesse benar begitu kuat?" tanya Kenz di dalam hati kecilnya.
Slassshh...!!!
(Suara pedang frantz blitz menebas punggung tubuh Kyorin).
"Beraninya kau mengambil kesempatan disaat aku sedang bertarung dengan rekanmu...!" Xavier yang saat itu telah berada dibelakang Kyorin langsung menebaskan frantz blitz dan menusuk tubuh Kyorin dari belakang.
"Untunglah aku segera menyadarinya, kalau saja aku telat sedikit saja..." Xavier tidak melanjutkan ucapannya dalam hati, dirinya tidak sanggup harus membayangkan kalau sampai ada hal yang buruk terjadi.
Kemudian Xavier merebut putra mahkota dari tangan Kyorin yang saat itu hampir dijatuhkan ke jurang lubang hitam.
Lalu dengan sengaja Xavier langsung melepaskan sihir penghenti waktu, agar saat itu senjata Kai mengenai Kenz.
Ketika waktu kembali berjalan, tiba-tiba saja senjata dark soul weapon milik Kai mendarat mengenai Kenz persis seperti apa yang telah diprediksikan oleh Xavier.
...****************...
"SHINU BAKUDAN HAMMER...!" teriak Kai memukul pertahanan Xavier, namun ternyata sosok yang ada didepannya adalah Kenz.
BOOMMM...!!!
Hahaha... hahaha... !
Tawa Kai yang begitu lantangnya terdengar diiringi suara ledakan senjata dark soul weapon miliknya.
"Rasakan kematiamu witcher yang payah..."
Namun begitu debu-debu yang mengepul menghalangi pandangan mata itu menghilang,
"A-apa yang terjadi?!" mendadak kata-kata Kai terhenti berikut pula dengan suara tawanya tadi disaat ia menyadari kalau serangannya tidak mengenai Xavier dan malah mengenai Kenz.
"Bagaimana mungkin bisa?" mata Kai menjadi terbelalak melihat Kenz yang sedang berdiri dengan jubahnya yang telah terkoyak dan rusak akibat serangan dark soul weapon milik Kai.
Kenz pun menahan ledakan dari senjata shinu bakudan hammer itu dengan sebelah tangannya, dan sebelah tangannya lagi mengepal erat kantung kecil yang mengikat dipinggangnya, karena kantung itu berisi abu Saiyaka.
"Dia...?"
"Kemana dia?!" Kai yang keheranan mulai celingak-celinguk mencari-cari Xavier disekelilingnya.
"Hei...! Kenz kenapa jadi kau yang ada disana?"
"Lalu dimana Noblesse witcher kesasar itu?" lanjut tanya Kai pada Kenz, namun ekspresi Kenz sangat dingin dan tidak membalas ujaran Kai yang masih sempat-sempatnya bertingkah konyol dan tidak jelas.
(Kesasar...katanya...!!!).
"Apa dia tidak pernah berbahasa yang benar sedikit?" Xavier jengkel ketika mendengar percakapan Kai, terutama dengan kata, 'kesasar'.
Xavier memandang Kai dan Kenz dari kejauhan, dapat dilihat dari sudut pandang kacamata Xavier kalau Kenz yang memiliki aura dingin seperti itu, mereka tampak sedang berselisih.
"Tapi aku tidak menyangka orang itu masih berdiri disana tanpa terluka sedikitpun, dan hanya baju yang dikenakan olehnya sedikit terkoyak." Xavier menyadari kalau sammu yang satu itu tampak lebih kuat dari yang lainnya.
Namun Kenz menahan emosinya, ia hanya menarik nafas dalam-dalam berpura-pura tidak peduli pada apapun yang terjadi.
"Lain kali hati-hati kalau ingin melepaskan senjata gila itu." ucap kecil Kenz saat itu yang lalu berjalan menyingkir dari tempat pertarungan memilih untuk tidak ikut campur.
Kenz yang merasakan kekuatan Xavier memilih untuk diam dan hanya ingin menilik pertarungan antara Kai dan Xavier si Noblesse witcher itu.
Namun tiba-tiba ekspresi wajah Kai menjadi begitu marah ketika melihat Kyorin yang telah tertusuk magical soul weapon, pedang frantz blitz milik Xavier.
Ggggrrrr... gggrrrr...!
"BERANINYA KAU. ..!"
"Akan kubuat kau mati tanpa jasad...!" Kai yang marah besar tampak mulai menggila.
"Berani-beraninya kau melukai makanan penutupku...!" geram Kai yang langsung kembali mengahantamkan senjata shinu bakudan hammer miliknya ke arah belakang Xavier.
BOOMMM...!!!
Xavier yang saat itu sedang memeluk putra mahkota langsung menghadang ledakan serangan senjata Kai dengan belakang punggung tubuhnya untuk melindungi putra mahkota, sehingga iapun menjadi terluka.
"Uhhuuukk....!"
(Xavier terbatuk dan memuntahkan darah segar dsri sudut bibirnya).
"Kali ini akan aku antar kau ke neraka...!" sebuah ledakan besar pun terjadi lagi dan kali ini dark soul weapon milik Kai tepat mengenai sasarannya.
Hahahaha... hhhhaaaa...!
Tawa Kai yang tanpa ia sadari, tiba-tiba saja pedang frantz blitz milik Xavier terbang dengan cepat ke arah belakang Kai.
Lalu pedang itu menusuk belakang punggung Kai, dan tepat menembus bilik jantung Kai.
Aaarrrggghhh...!!!
"Ba-bagaimana mungkin?"
"Kenapa aku tidak bisa melihat gerakan pedangnya." ucap Kai yang terbata-bata sambil memuntahkan darah hitam pekat.
"Cih...!"
"Seharusnya kau tidak bermain belakang."
"Pedang ini dari dahulu mempunyai pikirannya sendiri."
"Atau dia akan mengikuti cara lawannya." Xavier meracau tidak jelas dalam keadaan terluka sambil tertawa sinis menyindir Kai.
Kemudian pedang frantz blitz yang sedari tadi masih berterbangan kembali menusuk tembus bilik jantung Kai, dan lalu akhirnya kembali ketangan tuannya
Kai kembali memuntahkan darah hitamnya lagi, dan berteriak kesakitan tapi dia sangat menyukai rasa sakit itu.
"A-apa katamu?!" sahut Kai dengan geram tidak menerima kekalahan, ia menjilat darah yang ada disudut bibirnya sendiri.
...****************...
Lalu Kai melihat kearah Kyorin yang saat itu sedang sekarat dan terkapar di tanah dekat dimana Xavier berdiri, kemudian Kai menghimpun sebuah energi besar dan menarik tubuh Kyorin agar berada dalam genggamannya.
Hhhaaa... hhhaaahahah...
Tawa Kai yang begitu lantang terdengar setelah Kyorin berada dalam genggamannya, dan seketika itu juga Kai pun langsung menghisap jiwa Kyorin untuk menambah kekuatannya berkali-kali lipat ganda.
Kenz yang melihat hal tersebut menjadi geram, "apa yang kau lakukan, Kai?!" seru Kenz yang berteriak dari kejauhan.
"Kenapa apanya?"
"Jangan sia-siakan makanan lezat didepan matamu." jawab Kai yang haus akan kekuatan.
"Bagaimana bisa kau melakukan hal itu padanya?!" Kenz semakin tidak dapat menerima prilaku Kai.
Apalagi hal tersebut membuatnya teringat kembali pada reka ulang sebuah proyeksi yang dibuat oleh genma-genma saat ia berada dipohon besar wisteria tadi.
Sementara Xavier sendiri tidak menyangka apa yang sedang dilihatnya,
"Mahluk gila itu memakan jiwa temannya sendiri, padahal mereka berasal dari Ras Demon Beast yang sama." ujar kecil Xavier yang masih terdengar oleh Kai.
"Apa katamu?"
"Satu Ras?!"
Hahahaha... hahahaha...!
"Satu Ras!"
"Kau dengar itu Kenz satu Ras katanya..."
"Apa menurutmu ia satu Ras denganku?!"
"Wanita ular ini hanya makananku saja, aku tidaklah bodoh sampai harus memakan rekanku sendiri." ucap Kai yang tak lama wujud Kyorin berubah menjadi ular.
"Aku biarkan dia hidup dan bermain lama dengannya hanya untuk hiburanku saja." ungkap Kai dengan segera menyelesaikan makanan lezatnya.
"Lalu kenapa kau melakukan hal yang sama pada Saiyaka?" selang tanya kecil Kenz saat itu dengan geram dan didengar oleh Xavier.
Kai yang saat itu masih menghisap jiwa Kyorin, mendadak menjadi terhenti ketika mendengar Kenz yang sedang mempertanyakan mengenai Saiyaka.
Saiyaka...!!!
Sambil mengucapkan nama Saiyaka, Kai pun lalu menjatuhkan tubuh Kyorin palsu itu kebawah tanah dan memandang ke arah Kenz.
"Ayolah Kenz, aku yakin kau juga sudah tau kalau dia bukan Kyorin saat di Istana tadi."
"Lalu apa hubungannya dengan Saiyaka?" berpura-pura tidak mengerti.
"Kenapa kau menghabisi mereka semua Kai?" tanya Kenz sekali lagi.
"Apa maksudmu?"
"Saiyaka tewas?"
"Siapa yang melakukan semua itu?" Kai malah berpura-pura tidak tau-menau sama sekali.
"Berhenti berpura-pura Kai?!" seru Kenz dengan geramnya.
"Siapa yang berpura-pura, yang aku tau saat itu ia melarikan diri dengan manusia-manusia gagal itu."
"Kau tau darimana Saiyaka telah tiada?" ujar tanya Kai yang berpura-pura dengan memasang wajah sedihnya, iapun langsung mendekati Kenz dengan menggunakan teleportasi.
"Lagi pula Saiyaka pergi sudah lama, dengan wujud setengah manusia begitu..."
"Aku rasa 800 tahun itu cukup lama setelah kepergiannya, jadi wajar saja kalau ia tiada." ucap Kai sambil menepuk pundak Kenz memberi rasa simpatik.
Melihat tangan Kai menyentuh bahunya, Kenz pun langsung menepis tangan itu dengan perlahan.
"Saiyaka bukanlah mahluk ciptaan gagal...!"
"Jangan berpura-pura Kai, aku melihat kau menghabisi Saiyaka bersama dengan manusia-manusia yang lari bersamanya."
"Aku juga menemukan tempat dimana kau membuang jasad mereka." tegas Kenz mempertanyakan semuanya.
Ccckkkeee... kkekkee...
"Kalau masalah itu..."
"Itu bukan salahku." Kai tertawa sambil berjalan mundur sedikit menjauh dari Kenz dan berakting seperti sedang melakukan peregangan pada sendi-sendinya.
"Itu... itu salahnya sendiri, kenapa dia memilih melindungi mereka." ucap Kai menggaruk kepalanya sambil terus menjauh.
"Hmmm..., seingatku saat itu aku telah melepaskannya." memegang dagunya berpura sedang berpikir.
"Tapi dia datang kembali dari jauh dan memohon agar aku melepaskan mereka semua." jelas Kai berdalil tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Kau tau dia memohon sambil menangis."
"Aku ingat, Saiyaka juga bilang ia menyesal menjadi mahluk terkutuk setengah manusia serasa hidupnya telah berakhir."
"Aku sampai terharu dibuatnya." Kai kembali menceritakan peristiwa itu sambil memasang wajah sedihnya.
"Karena aku tidak tega melihat ia begitu sedihnya, maka aku pun menghilangkan penderitaannya seketika itu juga." Kai pun tersenyum tanpa dosa.
"Tapi aku terus memberi kesempatan untuknya dengan membunuhnya paling terakhir, dan aku juga memberikan kehormatan terbesar untuknya."
"Kau tau apa itu?!"
"Sebuah kehormatan karena ia bisa menjadi orang pertama kalinya yang merasakan kekuatan dark soul weapon shinu bakudan hammer ketika senjata terkuatku itu baru saja terbuat."
Kai lantas tertawa terbahak-bahak, sampai berjongkok memegang perutnya menahan gelak tawanya sendiri.
"Jadi kematiannya bukanlah kesalahanku, tapi itu keinginannya sendiri." lanjut ujar Kai memperjelas keadaan dan tidak ingin dipersalahkan.
"Dasar gila!" cetus Xavier dengan suara kecil, namun terdengar Kai lagi.
Tiba-tiba Kai menghilang dari pandang Kenz dan muncul dibelakang Xavier, dan menendang dengan keras, untungnya xavier dapat mengelak.
Kai terus berpindah tempat dengan cepat tanpa terlihat yang lalu menghantamkan dark soul weapon miliknya tepat dijantung Kenz.
Aaarrrggghhh....!
"Apa yang kau lakukan?!"
"Ke-kenapa?" tanya Kenz menahan lukanya.
"Oooppss..."
"Maafkan aku Kenz, ini perintah raja."
"Jika kau menanyakan tentang Saiyaka, maka kau harus menyusulnya." Kai semakin terlihat bagai mahluk buas yang dipenuhi oleh hasrat akan kekuatan semakin kehilangan sifat manusianya.
"Bagaimana bisa kau jadi...?" ucap Kenz yang terpotong.
"Jadi lebih kuat darimu, benar bukan?" sambung Kai yang tertawa dengan sinisnya.
"Tentu saja, energi ular itu membuatku jadi berkali-kali lipat lebih kuat darimu."
"Lalu sekarang kekuatanku akan meningkat delapan puluh persen, jika saja Kyorin yang asli berada disini juga... hahaha...." lanjut tawa Kai.
"Uhuk..., uhuk...!"
"Apa maksudmu?" tanya Kenz kembali sambil terbatuk-batuk.
"Ayolah, bayangkan jika kekuatanmu menjadi satu dengan diriku."
"Tapi aku tidak menyangka kau akan mempertanyakan hal ini setelah sekian lamanya, dan tepat sekali disaat aku membutuhkan banyak kekuatan." sambung Kai sambil tertawa terkikik yang kemudian mencabut senjata shinu bakudan hammer miliknya dari tubuh Kenz.
Lalu Kai mengangkat tubuh Kenz yang dalam keadaan terluka parah serta setengah sadar itu dengan sebelah tangannya, yang kemudian iapun mulai menghisap jiwa Kenz agar menyatu dengan dirinya.
"Cih..!"
"Mahluk hina itu, bahkan ia menghisap jiwa rekannya sendiri."
"Benar-benar menjijikkan...!" ujar kecil Xavier saat itu ketika melihat semua perbuatan Kai, dan perdebatan diantara Kai dan Kenz tadi.
mendengar ucapan Xavier, Kai pun kembali melirik ke arah Xavier sambil tersenyum dengan sinisnya bagai sebilah belatih yang siap dilepaskan.
Ckckck...ckckckkk...!
"Hey, kau witcher!"
"Ayo kita sambung pertarungan kita tadi." Kai pun tertawa sambil diiringi dengan ciri khas senyumnya yang lebarnya itu, dengan penuh antusias serta tanpa banyak basa-basi lagi iapun langsung menjatuhkan tubuh Kenz dan menyisakan separuh energi jiwa milik Kenz.
Lalu kemudian kembali menantang Xavier untuk segera melanjutkan pertarungan mereka tadi yang sempat tertunda cukup lama, karena beberapa drama nostalgia Kenz...
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
White Lotus
jadi dia udin tau itu ular /Joyful/
2024-08-12
0
White Lotus
keren /Applaud/
2024-08-12
0
★Lord★『T』『ä』『ñ』★
/CoolGuy/si bos komen
2024-08-11
0