***
Sementara itu sosok bayangan yang memakai jubah dan kerudung hitam, yang mana sedang dikejar oleh Kenz saat itu.
Sosok bayangan itupun memasuki sebuah lubang yang terdapat pada pohon besar wisteria, dan menaikinya sampai ke tempat paling tinggi di atas pohon besar wisteria.
"sejak kapan ada pohon besar wisteria di hutan kabut ini..." Kenz yang baru saja sampai menjadi begitu keheranan ketika melihat tempat tersebut, iapun menjadi bertanya-tanya akan keberadaan sosok bayangan itu.
Kenz melihat kesekeliling tempat dekat pohon wisteria, dengan mata tembus pandangnya mencari-cari sosok bayangan yang dikejarnya itu dari balik gelapnya kabut malam di hutan.
(Suara tawa dan tangis terdengar mengalun merdu berasal dari sebuah pohon wisteria yang sangat besar).
Alangkah terkejutnya Kenz saat ia melihat ke arah pohon besar wisteria itu, ternyata didalam pohon tersebut terdapat banyak jiwa-jiwa orang yang telah mati sedang berkumpul hidup di dalam pohon besar itu.
Ketika Kenz hendak melangkah lebih dekat lagi, tiba-tiba saja ia diserang oleh beberapa jarum beracun yang melesat lepas dengan cepat dari arah atas pohon besar wisteria.
Kenz yang menyadari hal itu langsung bersalto mundur kebelakang, dan kemudian iapun segera melakukan sebuah teleportasi ke atas pohon besar wisteria itu, tepat di belakang sosok bayangan berjubah hitam yang dikala itu sedang asik duduk menggantung sambil melepaskan jarum-jarum beracunnya itu.
Saat sosok bayangan berjubah hitam itu menyadari kalau target sasarannya menghilang, iapun segera berdiri diatas dahan kokoh pohon wisteria dan melihat ke sekitar bawah pohon wisteria dari atas.
Ketika sosok bayangan itu mau menengok kearah belakang, didapatinya Kenz telah berdiri tepat dibelakangnya dan siap melepaskan sekumpulan kekuatan bola energi kegelapan dakuboru yang dapat meledakan lawannya.
Boom...!!!
Suara ledakan dari bola energi dakuboru milik Kenz yang saat itu tepat mengenai sasarannya, sehingga membuat sosok bayangan berjubah hitam itupun tejatuh ke bawah.
Lalu dengan sangat cepat Kenz pun kembali turun kebawah menggunakan kemampuan teleportasinya.
"Errggghhh...!!"
(Rintihan suara kembali terdengar pilu).
Sosok bayangan itu yang hampir seluruh tubuhnya dibalut jubah hitam menggeliat tanpa rasa sakit, namun akibat terkena ledakan bola energi dakuburo milik Kenz, membuat tubuhnya mengeluarkan asap hitam.
Begitu sampai dibawah tepat disamping sosok bayangan berjubah hitam itu, Kenz pun langsung mendaratkan kakinya dan menginjak belakang punggung sosok berjubah hitam itu.
"Mari kita lihat siapa kau sebenarnya?!!"
Kenz lalu sedikit membungkukkan tubuhnya dan menarik jubah berkerudung hitam itu, ia sangat ingin melihat siapa sebenarnya sosok bayangan berjubah hitam yang menutupi wajahnya?
Saat keredung itu terbuka, keluarlah banyak gumpalan asap menyerupai genma yang merupakan sekumpulan roh dari jiwa-jiwa mahluk hidup yang telah binasa dan menjadi gumpalan energi jiwa.
...****************...
Ratusan genma yang keluar dari sosok berjubah hitam itu lantas berterbangan berputar-putar di atas langit-langit dan lalu memasuki lubang-lubang pohon besar wisteria yang ada didekat Kenz saat itu, sedangkan jubah hitam yang dikenakannya lenyap menjadi butiran debu yang terbakar oleh percikan api hitam.
"Sial, ternyata sosok bayangan itu hanyalah sekumpulan genma liar!"
Kenz memandang ke arah pohon besar wisteria itu, ia merasa tidak menyangka kalau jiwa-jiwa genma itu malah bersarang disana.
"Kalau begitu, untuk apa aku berlama-lama disini."
"Lebih baik aku segera meninggalkan tempat ini dan menyusul yang lainnya."
Kenz yang baru melangkahkan kakinya dan hendak beranjak pergi, tiba-tiba tertahan karena merasa ada sesuatu yang tidak asing baru saja terbang dengan cepat menembus tubuhnya.
Wuzzzhh...
Genma yang berwarna putih itu mengitari tubuh Kenz, dan beberapa kali menembus tubuhnya lagi dan lagi.
"Apa dia mengenaliku?" tanya Kenz dalam hati.
Tangan Kenz bergerak dengan sendirinya ingin mencoba menyentuh genma itu, namun lagi-lagi genma itu menembus wajah Kenz bagai sebuah angin lembut yang sedang membelai wajahnya.
"Kenapa aku tidak asing dengannya?"
"Aroma ini?"
"Ini seperti aroma yang kukenal!" Kenz merasa hal familiar dalam matanya yang terpejam.
Dalam benaknya yang gelap dan dingin seakan berubah seolah ada kupu-kupu putih berterbangan memberi sedikit cahaya yang terasa hangat.
Ketika Kenz membuka matanya, ia hanya menatap lembut satu genma yang berwarna putih itu yang kini ada tepat dihadapannya.
Genma tersebut seperti sedang bercanda dengan Kenz, dan sebentar-sebentar mahluk tak berbentuk itu kembali menembus tubuh Kenz kembali.
Genma itu seperti ingin supaya Kenz mengikutinya agar dapat merasakan keberadaan dirinya ditempat ini.
Genma itu menarik lembut Kain merah yang menjuntai panjang yang terikat dipinggang Kenz dan menuntun Kenz menuju ke pohon besar wisteria.
Sesampai di dekat pohon besar wisteria, genma itu keluar masuk melalui lubang besar yang tertutupi dahan dan bunga-bunga merambat wisteria.
Genma itu seolah sedang menunjukkan ke Kenz ada sebuah lubang, dan mengajaknya untuk masuk kesana.
Kenz yang terbuai pada perasaannya yang tidak asing terhadap roh genma itu, iapun mengikutinya masuk kedalam pohon besar wisteria tersebut.
Sampailah Kenz di lubang bawah tanah pohon besar wisteria, alangkah kagetnya saat ia melihat banyak tulang belulang dari jasad manusia ataupun binatang buas berada di dalam bawah pohon.
"Pantas saja banyak roh dari jiwa-jiwa genma dipohon ini." Kenz menatap kesekeliling bagian dalam lubang pohon yang cukup besar, sambil terus mengikuti roh genma itu menuntunnya.
Namun tidak sengaja kaki Kenz menginjak sesuatu dan membuatnya tersandung, Kenz terjatuh tepat didepan sesosok jasad wanita yang masih berbentuk utuh dalam posisi terbalik.
Lalu Kenz pun mencoba membalikan tubuh jasad wanita itu untuk melihat wajahnya,
"ini...!" mata Kenz membesar dan sangat terkejut.
"Saiyaka...!" teriak Kenz yang mengenali jasad wanita itu, dan langsung memeluknya.
Tak lama kemudian ketika Kenz memeluk tubuh jasad wanita yang bernama Saiyaka itu, muncullah roh jiwa-jiwa genma yang lainnya dari balik semua jasad tulang belulang yang ada disana.
Genma-genma itu berkumpul dihadapan Kenz dan lalu mereka menjadi satu, merekapun seolah-olah sedang membuat sebuah layar proyeksi yang menceritakan riwayat mereka kalau mereka adalah orang-orang yang pernah dikenal oleh Kenz.
"apa-apaan ini?!" betapa kagetnya Kenz saat ia melihat semua rekaan cerita para genma-genma itu, yang tidak lain tidak bukan mereka adalah orang-orang yang pernah diselamatkan olehnya diam-diam.
Kenz sangat tidak menyangka semua orang-orang yang diselamatkannya itu bukannya hidup melainkan malah tewas ditangan Kai, termasuk juga dengan Saiyaka orang yang paling berarti di dalam hatinya.
"Tidak mungkin... ini semua tidak mungkin!"
"Jadi mereka yang selama ini diam-diam telah kulepaskan...!"
"Semua dihabisi oleh Kai!"
Lalu semua para roh genma tersebut menghilang kembali kedalam jasad mereka, sedangkan roh genma Saiyaka berjalan mendekati Kenz dan memegang tangan Kenz.
"Semua telah terjadi Kenz, aku menunggu dirimu lama disini."
"Sejak saat itu aku selalu menunggu dirimu disini, namun amarah dan kemarahan yang lainnya terlalu besar."
"Sehingga membuat kami kehilangan kesadaran dan menjadi sosok mahluk bayangan."
"Kami akan membunuh setiap demon beast yang memasuki tempat kami, karena dengan begitu satu persatu dari jiwa-jiwa kami baru bisa tenang." roh Saiyaka menjelaskan kepada Kenz.
"Sekarang penantianku sudah berakhir."
"Akhirnya aku melihatmu kembali dan bisa menyampaikan semuanya padamu."
"Sekarang aku dapat pergi dengan tenang." lanjut Saiyaka sambil menyentuh wajah Kenz dengan tangannya yang hanya menembus kulit bagian luar Kenz,
Perlahan Saiyaka pun memudar dan masuk kedalam jasadnya kembali, dan setelah itu jasad Saiyaka hancur menjadi debu.
Namun disela-sela saat Saiyaka menjadi debu, terdengar bisik suara Saiyaka yang terasa bagai hembusan angin.
"Ingat Kenz kau masih punya satu janji untukku, kau akan menjaga dan melindunginya walau apapun yang terjadi."
"Tidak Saiyaka...!"
"Saiyaka...!" teriak Kenz yang dipenuhi amarah.
"Kai...!!!"
"Kau hutang satu penjelasan padaku...!" dengan sangat marah Kenz menggenggam segenggam debu dari jasad Saiyaka dan menaruhnya kedalam kantung Kain berbentuk bulat yang terikat dipinggangnya.
Lalu Kenz keluar dari pohon wisteria tersebut dan kemudian iapun membakar pohon itu.
"semoga dengan begitu kalian dapat tenang dan tidak terkurung lagi di dunia ini!" kemudian Kenz segera pergi menyusul Kai ketempat dimana Kai sedang bertarung.
...****************...
Sementara jauh disana Kai sendiri sedang bertarung dengan sengitnya melawan xavier, Kai yang saat itu telah berubah menjadi mahluk besar menjadi lawan tanding yang sangat tangguh bagi xavier.
Ting... Ting...
Suara pedang frantz blitz yang berkali-kali berbenturan kekuatan, berusaha menerobos titik pertahanan Kai yang saat itu mulai kewalahan.
"Cih...! Pedang sialan...!" Kai memaki kesal karena merasa terganggu dengan pedang sihir milik xavier yang berterbangan disekelilingnya dan terus menyerang dirinya bertubi-tubi.
Aaarrrggghhh...!
"Kau membuatku kesal...!" karena merasa terpojok Kai menjadi sangat geram dan Kai semakin menjadi bertambah marah.
Sesaat terlihat selentingan senyuman tipis dibibir xavier karena berhasil menyudutkan Kai, menyindir dengan sinis.
"Dasar kau Witcher dari kaum Noblesse yang bodoh...!"
"Menyebalkan...!"
"Kau benar-benar membuat darahku mendidih...!" Kai dengan amarah yang begitu membabi buta iapun tidak mau kalah.
Ggggrrrr...!
"Shinu Bakudan Hammer...!" Kai yang sangat marah langsung memanggil dan mengeluarkan dark soul weapon miliknya yang berbentuk sebuah palu besar bercakra gelap dengan dipenuhi banyak duri tajam.
BOOM...!!!
Suara ledakan besar pun terjadi yang disebabkan oleh sebuah pukulan keras dari dark soul weapon milik Kai yang diarahkan tepat pada xavier.
Hahahaha...!
Kai tertawa dengan sangat kencang dan terbahak-bahak karena mengira kalau lawannya kini telah tewas karena senjata dark soul weapon miliknya.
"Memangnya hanya kalian para Noblesse saja yang memiliki magical soul weapon."
"Kami para demon beast yang telah bertransformasi juga memilikinya." ucap Kai saat itu yang seraya mentertawakan kekalahan lawannya.
"Kamipun menamai senjata yang telah menyatu dengan jiwa dan darah kami sebagai dark soul weapon, karena senjata ini sangat gelap dan mematikan."
"Kami membuat semuanya serupa seperti kalian, bahkan bisa lebih 3x lipat ataupun berlipat-lipat ganda kuatnya tergantung banyaknya jiwa-jiwa yang kami berikan untuk dimakan olehnya!" jelas Kai saat itu yang tertawa geli.
Hhhhiiiii... hhhiii...
"Tapi aku tidak menyangka di alam demon ini masih ada seseorang Witcher dari kaum Noblesse, bukankah seharusnya kalian telah kami kirim ke neraka?!"
"Lalu bagaimana bisa ada seseorang Noblesse lagi?" Kai menggaruk-garuk kepalanya sambil tertawa terkekeh.
"Tapi sudahlah kau juga sudah tewas bukan."
"Anggap saja aku sedang beruntung hari ini karena mendapat dua makanan yang lezat." ucap Kai saat itu sambil tertawa terbahak-bahak.
Namun belum lama Kai tertawa bahagia, ketika debu-debu yang berkerumun dari ledakan shinu bakudan hammer milik Kai mulai mereda.
Mendadak terlihat sosok bayangan seseorang dari balik kerumunan debu-debu dan kabut tebal yang masih bergerumuh disaat itu.
"Apa?!" Kai terkejut kecil ketika melihat sesosok bayangan yang ada didepannya itu.
"Bagaimana mungkin?!
"Ini pasti adalah sebuah tipuan sihir, bagaimana bisa dia selamat dari serangan senjataku...!" Kai yang benar-benar tidak menyangka akan apa yang dilihat olehnya dikala itu, dengan begitu geramnya Kai kembali menggenggam erat shinu bakudan hammer yang merupakan dark soul weapon miliknya itu.
Ggggrrrrr... gggrrrr...!!!
"Kurang ajar...!"
"Akan kubuat kau mati tanpa jasad...!" seru Kai pada saat itu, yang tampak mulai semakin menggila.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
White Lotus
bisa bgt?
2024-08-12
0
White Lotus
ooh begitu /Joyful/
2024-08-12
0
✰͜͡Quͥᴇҽɳ✰͜͡🅻❥𝚒ɴᷤ❥ҽ✰͜͡➹
wah tanpa jasad
2024-08-11
0