Chapter 3 - Rencana Jahat

***

Tiba-tiba datang seorang prajurit demon beast menghampiri Dreezel. ia datang dari kejauhan dengan tergesa-gesa membawa berita yang tidak baik untuk Dreezel.

"Tuan Dreezel."

Dreezel yang saat itu ditengah sedang asik bermain dengan Drako mendadak berhenti dan menoleh ke arah prajurit itu yang ternyata adalah prajurit tangan kanan Dreezel sendiri,

"Ada apa lagi?" pikir Dreezel yang melihat kedatangan prajuritnya itu.

"Mengganggu sekali,"

"Cepat katakan...!" perintah Dreezel.

Lalu prajurit itupun membisikkan sesuatu kepada Dreezel, sehingga membuatnya mengerutkan keningnya.

Seketika itu juga tatapan mata tajam Dreezel langsung tertuju pada Drako yang sedang terkapar di tanah,

"Jadi ini maksud kedatanganmu kemari," gumam kecil Dreezel, dengan senyum sinis tipisnya.

"Pengawal...!" teriak Dreezel yang saat itu sekaligus membuat ketiga Demon Beast Onimusha temannya itupun ikut berdiri keheranan.

"Ada apa Dreezel?"

"Apa yang terjadi...?" tanya salah seorang dari ketiga demon beast itu, namun terhenti ketika ia melihat tangan Dreezel yang memberi isyarat seolah-olah untuk tidak bertanya-tanya terlebih dahulu.

"Pengawal...!"

"Tangkap Drako dan masukan ia ke penjara bawah tanah sekarang!" lanjut tegas Dreezel kembali memberi perintah kepada para penjaga istana terlarang tersebut, yang saat tadi berada disana menyaksikan Dreezel bermain dengan Drako.

Seusai itu Dreezel langsung berbalik badan dan berjalan kearah ketiga Demon Beast Onimusha itu,

"Cepatlah, kita harus menghadap Yang Mulia Raja Demon!" seru Dreezel menginfokan kepada ketiga Demon Beast Onimusha itu.

"Untuk lebih jelasnya, nanti akan aku beritahukan saat kita bertemu Yang Mulia Raja Demon." sambung ucap Dreezel yang lalu segera pergi bersama ketiga Demon Beast Onimusha itu meninggalkan Taman Paviliun Istana terlarang untuk menemui Raja Demon Beast, yaitu Raja Azzriel Yang Agung.

***

Istana Terlarang...

Tempat Kediaman Yang Mulia Selir Abbystera...

Sesampainya disana Dreezel bersama dengan ketiga Demon Beast Onimusha itu, mereka bergegas langsung menghadap Paduka Raja Demon Beast.

Namun saat itu mereka melihat kalau Raja Demon Beast Azzriel sedang bersama dengan Selir Abbystera lagi bersenda gurau dan bermain riang mengganggu putranya yang baru saja dilahirkan.

Ha... Ha... Ha...

Gelak tawa Raja Demon Beast Azzriel yang saat itu terdengar lepas karena merasa bahagia atas kelahiran putranya dari Selir Abbystera memecah keheningan di istana terlarang.

"Kau lihat...!"

"Pangeran kecilku... begitu tangguh dan kuat!"

"Pangeran kecil Pewaris Tahta KeRajaan Demon Beast selanjutnya!" sambung Raja Azzriel.

"Akhirnya setelah beratus-ratus tahun lamanya,"

"KeRajaan ini telah mendapatkan pewaris yang sesungguhnya!" pandang Raja Azzriel kepada putranya yang baru saja dilahirkan oleh Selir Abbystera.

Raja Azzriel terus menerus memanggil putranya itu dengan sebutan 'Pangeran kecil ' dengan begitu bangganya.

Namun kebahagiaan itu tiba-tiba terusik dengan kedatangan Dreezel dan ketiga Onimusha Sammu, karena datang memberikan laporan yang tidak menyenangkan hati Raja Azzriel.

Begitu mendengar berita tentang Putra Mahkota dari Ratu Azarya yang diculik, Raja Azzriel menjadi sangat marah dan murka.

Raja Azzriel langsung melepaskan amarahnya kepada Dreezel dari genggaman tangannya keluar bola api yang dengan cepat dilepaskan ke arah Dreezel.

Bola api itu tepat mengenai tubuh Dreezel sehingga membuat dirinya terpental jauh keluar dari ruang kamar Selir Abbystera.

Akan tetapi salah seorang pria Onimusha Sammu yang berwajah pucat dan memaKai topeng bernoda darah kering itu, yang bernama Kenziro atau biasa disapa dengan sebutan Kenz.

Saat itu Kenz bergerak dengan sangat cepat, ia langsung berada dibelakang Dreezel dan segera menahan tubuh Dreezel dari belakang agar Dreezel tidak terhempas sampai jauh lagi.

"Tetaplah disini agar kau tidak terkena amarah Raja Demon Beast lagi," ucap Kenz yang kemudian berjalan masuk kembali ke ruang kamar Selir Abbystera dan meninggalkan Dreezel diluar sendiri.

Sementara itu didalam ruang kamar Selir Abbystera sedang terjadi drama, waktu itu Selir Abbystera sedang mengatur sebuah siasat.

...

Selang waktu 'tak lama Kenz pun kembali memasuki ruang kamar Selir Abbystera,

"Bagaimana bisa ada penyusup? " sentak Raja Azzriel yang begitu marah kepada kedua demon Onimusha Sammu.

"Siapa begitu berani mencari masalah denganku?!" lanjut Raja Azzriel merasa geram sampai naik pitam, namun berhasil diredamkan oleh Selir Abbystera saat itu juga.

"Mengapa kau begitu emosi didepan putramu yang baruku lahirkan?!" seru tanya Selir Abbystera yang langsung beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil putranya yang tiba-tiba menangis karena mendengar kerasnya suara Raja Azzriel dan lalu menenangkannya di dalam amben ranjang tidur bayinya itu.

"Kenapa kau harus marah mendengar putramu yang lain diculik?"

"Sehingga kau membuat putra yang baru kulahirkan menangis ketakutan," lanjut Selir Abbystera sambil kembali menidurkan putranya.

"Bukankah kau memang ingin menyingkirkan bayi manusia itu?"

"Lalu kenapa kau menjadi naik pitam?"

"Bukankah itu berita bagus!"

"Seharusnya ini menjadi waktu yang tepat!" dengan liciknya Selir Abbystera menyiasati keadaan yang sedang terjadi.

Raja Azzriel saat itu langsung melirik ke arah Selir Abbystera, seolah mempertanyakan maksud kata-kata yang baru saja diucapkan oleh Selir kesayangannya itu.

"Anggap kata-kata yang aku ucapkan tadi adalah kesalahan "

"Tapi coba Yang Mulia pikirkan kembali,"

"Bagaimana jika seluruh rakyat demon beast di KeRajaan ini tau kalau Putra Mahkota negeri demon beast ini adalah Manusia!" sambung tukas Selir Abbystera dengan sengaja berdalih untuk menyingkirkan putra mahkota yang dilahirkan oleh Ratu Azarya.

Waktu itu Raja Azzriel hanya diam mendengarkan ucapan Selir Abbystera,

"Namun jika Paduka membunuh putramu sendiri,"

"Maka berita besar itu akan terdengar sampai ke telinga..." Selir Abbystera sengaja tidak melanjutkan ucapanya itu.

"Apa yang mulia lupa perjanjian itu?" lanjut Selir Abbystera kembali berdalih dengan mencoba mengingatkan tentang perjanjian yang sudah ada turun-temurun di KeRajaan Demon Beast ini.

...

Perjanjian yang telah dibuat oleh Mahluk Demon Beast dengan Para Iblis dan Demonic sebelum adanya KeRajaan Demon Beast ini, seusai peperangan besar itu sehabis mereka berhasil mengurung Sang Deblesslayer Nobeast.

Perjanjian itu berisi tentang persekutuan mereka untuk terbebas dari ikatan hukum perjanjian yang lama, dimana setelah itu manusia yang telah bersekutu dan mendapatkan kekuatan dari Para Iblis dan Demonic bisa berkuasa atas seluruh negeri Demon Beast selama mereka masih memiliki Pewaris Tahta KeRajaan.

Akan tetapi Sang Pewaris haruslah yang berdarah Demonic, oleh karena itu jika Pewaris Tahta KeRajaan Demon Beast ini bukan berdarah Demonic maka Kaum Demon Beast akan musnah perlahan-lahan.

...

"Jika begitu artinya...,"

"Maka sebagai seorang Raja Demon Beast Yang Agung, Paduka adalah orang pertama yang akan dipersalahkan," bisik Selir Abbystera.

"Itu semua karena Sang Ratu!"

"Keturunan pertama yang dilahirkan oleh Ratu Demon Beast adalah Manusia!" tukas bisik Selir Abbystera menitik beratkan penjelasannya.

"Tapi apa mereka semua bisa memahami hal itu?" Selir Abbystera terus bermain dengan kata-kata, menghasut dan mengendalikan pikiran Raja Azzriel.

Raja Azzriel saat itu hanya diam dan membatin, karena mendengar ucapan Selir Abbystera.

Akan tetapi semua yang diungkapkan Selir kesayangannya itu adalah benar apa adanya, dan itu pula yang menjadi beban di dalam hati Raja Azzriel selama bertahun-tahun.

Namun diamnya Raja Azzriel langsung dipahami oleh Selir Abbystera, seolah ia dapat membaca pikiran Raja Azzriel.

"Jika Yang Mulia ingin mendengar usulanku..."

Selir Abbystera berhenti berbicara dan melanjutkannya dengan berbisik memberikan usulannya kepada Raja Azzriel.

Masukan usulan yang disarankan Selir Abbystera kepada Raja saat itu bagaikan sebuah belatih bermata dua yang memiliki bisa beracun disetiap ujungnya.

"Bagaimana menurut yang mulia?"

"Dengan begitu tidak akan ada yang tau kalau Putra Mahkota adalah manusia, dan jika Para Iblis mendengar kalau Putra Mahkota telah tiada ditangan penyusup itu..."

"Apa kau yakin Para Iblis tidak akan tau tentang hal ini?" ucap Raja Azzriel memotong penjelasannya Selir Abbystera.

Selir Abbystera saat itu hanya tersenyum dengan tatapan merayu dan menggoda, ia berusaha meyakinkan Raja Azzriel untuk meluruskan siasatnya itu agar tercapai tujuannya yang sebenarnya.

"Apa yang mulia meragukanku?" sela tanya Selir Abbystera, sambil merayu.

Namun Raja Azzriel saat itu hanya tetap diam, yang sesungguhnya ia sedang berpikir dan mencoba menilik lagi keadaan sambil mempertimbangkan kata-kata yang diucapkan Selir Abbystera.

Selir Abbystera yang melihat Raja berdiam begitu lama berpikir kalau Raja Azzriel ragu dan bimbang,

Selir Abbystera hanya dapat menghela nafas dan langsung berusaha menarik perhatian Raja dan mulai berakting lagi.

"Apalah dayaku disini...?" gerutu kecilnya yang ditambah dengan ekspresi manja menabur drama sehingga berhasil menarik fokus pikiran Raja yang saat itu hilang terombang-ambing.

"Aku hanya memberikan sebuah saran kecil, yang memiliki peranan disini adalah Paduka sendiri,"

"Jadi biarlah saranku itu berlalu begitu saja, tak perlu Yang Mulia hiraukan." Selir Abbystera pun mendramatisir keadaan dengan berpura-pura sedikit ngambek untuk meyakinkan Raja Azzriel yang sedikit bimbang pada saat itu.

"Lupakan saja saranku barusan karena sepertinya Yang Mulia sekarang...mengabaikanku..." ucap datar Selir Abbystera, merajuk kecil.

"Yang Mulia tidak peduli padaku, sehingga membuatku malu pada Pangeran yang baru saja kulahirkan!" iapun berpura-pura sedikit bersedih akan sikap Raja Azzriel yang hanya diam, lalu marah dengan membalikan badan.

"Tidak, bukan seperti itu," membujuk Selir Kesayangannya.

"Aku hanya sedang berpikir terlalu banyak, bukan berarti tidak mempedulikan dirimu." bujuk Raja Azzriel kembali.

"Lagi pula aku sedang mencari cara untuk mejalankan saran darimu," lanjut ucap Raja Azzriel saat itu yang masih saja membujuk selir kesayangannya itu.

"Benarkah?"

"Tapi kau mendiamkan aku sangat lama,"

"Mungkin kini Raja tidak lagi sayang padaku."

"Apalagi setelah aku melahirkan putra bagimu..."

"Pastinya kini kasih dan sayangmu hanya untuk putramu saja." ucap kecil Selir Abbystera merajuk manja kembali.

"Kata siapa aku tidak sayang padamu?!"

"Mana mungkin aku tidak sayang padamu lagi,"

bujuk rayu Raja Azzriel mencoba membuat Selir Abbystera tidak merajuk lagi.

"Kau adalah ibu dari putraku, Pewaris dari KeRajaan Demon Beast ini!"

"Jadi tidak mungkin aku melupakanmu ataupun tidak menyayangi dirimu lagi." jelas Raja Azzriel.

"Percayalah padaku dan jangan merajuk lagi," tutur Raja Azzriel pada Selir Abbystera yang kemudian menghantar Selir kesayangannya itu untuk berbaring diatas tempat tidurnya kembali.

"Kau beristirahatlah dahulu, ingat kau masih baru saja pasca melahirkan,"

"Jadi harus lebih banyak beristirahat, dan jangan banyak beranjak turun dari tempat tidurmu." tegas Raja Azzriel yang menunjukkan perhatiannya kepada Selir kesayangannya.

"Biar aku menyelesaikan masalah ini dahulu di ruang yang lainnya agar tidak mengganggu istirahatmu dan putra kita,"

"Sekarang kau istirahatlah dan tetaplah disini menjaga putra kita." Raja Azzriel memeluk Selir Abbystera agar tidak marah lagi, akan tetapi dari balik pelukan itu tersirat senyum penuh kelicikan dari ekspresi wajah Selir Abbystera yang menandakan bahwa rencananya baru saja dimulai.

Lalu Raja Azzriel meninggalkan ruang kamar Selir Abbystera bersama Dreezel dan ketiga Onimusha Sammu, mereka pergi menuju ke tempat Aula Tengah di Istana Terlarang.

Namun disaat Raja Azzriel baru saja melangkah keluar dari kamar, seketika itu juga Selir Abbystera melemparkan senjata rahasia pada salah seorang wanita Onimusha Sammu yang biasa dipanggil Kyorin.

Senjata itu memang sengaja tidak dilemparkan terlalu kencang agar tidak diketahui Raja Azzriel dan supaya bisa ditangkap oleh Kyorin, karena disenjata rahasia itu terikat sebuah pesan dari secarik kertas.

Pesan tersebut berisi kalau Selir Abbystera meminta Kyorin untuk menemui dirinya nanti ditengah malam hari, di Taman Pohon Bunga Mei Hua yang berada dekat Gazebo Kayu di Istana Terlarang.

***

Sebelum sampai diaula tengah, langkah kaki Raja Azzriel berhenti sejenak menatap sebuah ruangan terkunci dengan rantai dan gembok sihir.

"Tempat apa itu?"

"Kenapa aku baru melihatnya di istana ini?" tanya Raja Azzriel di dalam hatinya.

"Ada apa disana sampai harus dikunci dengan gembok dan rantai sihir?" tanyanya kembali didalam hati menaruh curiga.

"Lagi pula sejak kapan ditempat ini ada pintu terkunci?"

"Bukankah disini seharusnya hanya ada dinding dan lemari besar." pikir Raja Azzriel sambil bertanya-tanya dalam hatinya.

Entah mengapa Raja seperti terhipnotis akan ruangan itu, seolah-olah ada yang memanggil dirinya sehingga Raja Azzriel pun memutar langkah kakinya mendekati ruangan tersebut.

"Yang Mulia...!"

suara Dreezel dan ketiga Onimusha Sammu memanggil Raja Azzriel sehingga membuat Raja Azzriel tersadarkan dari pengaruh hipnotis itu.

Namun saat Raja Azzriel kembali melihat kearah pintu yang terkunci itu, didapatinya kalau pintu itu sudah tidak ada dan yang ada hanyalah dinding dan lemari besar saja.

Raja Azzriel pun merasa heran dengan apa yang terjadi pada dirinya,

"Ada apa denganku?" jawab Raja Azzriel saat itu kepada Dreezel dan ketiga Onimusha Sammu.

"Apa yang mulia baik-baik saja?" tanya seorang pria Onimusha Sammu yang bertelinga lancip itu yang biasa disapa dengan nama Kai.

...

Waktu itu mimik wajah Kai juga langsung berubah,

"Sepertinya ada yang aneh disini," Kai merasakan ada sesuatu mengganjal namun tidak tau apa itu.

Lalu Kai mencoba memperhatikan kearah dinding yang dilihat Raja Azzriel tadi dengan penuh saksama, namun tidak didapatinya apa-apa.

"Ada apa Kai?"

"Apa kau merasakan sesuatu?" sela tanya Kenz menepuk bahu Kai saat itu, sehingga membuat Kai hilang fokus kepada dinding itu dan kembali fokus ke Raja azzriel.

"Ah..., tidak ada apa-apa." ujar Kai menjawab Kenz.

"Kalau memang tidak ada apa-apa, lebih baik kita segera tinggalkan tempat ini." sambung tukas Kyorin menyela pembicaraan.

"Kau benar!"

"Lebih baik kita segera pergi dari tempat ini." sela Raja Azzriel melanjutkan ucapan Kyorin.

"Lagi pula kita masih ada urusan yang harus segera diselesaikan." lanjut tegas Raja Azzriel kembali.

Kemudian mereka semua melanjutkan perjalanan menuju ruang aula tengah, walaupun sesungguhnya waktu itu Raja Azzriel masih betanya-tanya akan ruangan tersebut di dalam hatinya.

Sesampainya di ruang aula tengah istana terlarang, merekapun kembali membahas masalah penculikan itu.

Seperti yang disarankan Selir Abbystera kepada Raja azzriel, iapun memerintahkan Dreezel untuk mengejar penyusup itu.

"Tangkap penyusup itu hidup atau mati, dan bawa ia kehadapanku...!" perintah Raja Azzriel kepada Dreezel.saat itu.

"Segera hamba laksanakan yang mulia!" hatur sembah Dreezel pada Raja Azzriel yang lalu berjalan pergi keluar dari Aula Tengah Istana Terlarang.

Saat melihat Dreezel telah berjalan pergi meninggalkan aula, Raja Azzriel pun memerintahkan ketiga Onimusha Sammu itu untuk mengikuti Dreezel dari belakang.

"Ikutilah Dreezel dari kejauhan,"

"Jangan sampai kalian katahuan olehnya," perintah Raja azzriel.

"Aku tidak peduli dengan penyusup itu,"

"Kalian hanya perlu fokus pada putraku saja."

"Tidak ada yang boleh tau kalau Putra Mahkota yang dilahirkan oleh Ratu Azarya adalah manusia!" lanjut tegas Raja Azzriel.

"Bila ia telah tiada kalian harus segera menculiknya dan jangan biarkan jasadnya kembali atau diketahui oleh Prajurit Demon Beast kalau Putra Mahkota adalah manusia!" perintah Raja Azzriel kembali pada ketiga Onimusha Sammu itu.

"Namun jikalau putraku masih hidup..." ucap Raja Azzriel yang sempat terdiam sejenak.

"Segera bunuh dan habisi nyawanya!"

"Begitu pula seluruh prajurit demon beast yang ikut dalam pencarian ini, baik yang sudah melihat ataupun yang belum melihat sosok Putra Mahkota,"

"Habisi mereka semua tanpa terkecuali, termasuk Dreezel itupun kalau dia ikut dalam pencarian ini!" tegas perintah Raja Azzriel tanpa belas kasihan.

"Baik yang mulia...!" serempak ketiga Onimusha Sammu itu mejawab dan lalu memberi haturan hormat, dan segera pergi menyusul Dreezel.

"Kenz...!"

"Jangan sampai Dreezel tau tentang rencana ini...!" lanjut perintah Raja Azzriel kepada Kenz.

"Baik yang mulia, hamba laksanakan." jawab Kenz yang lalu berjalan pergi dengan kawanannya dan segera menyusul Dreezel.

...

Namun saat itu Kyorin sengaja berlambat-lambat,

"kalian berangkat lebih dahulu saja." ujarnya yang tiba-tiba berhenti ditengah jalan dekat taman istana terlarang.

Kenz dan Kai langsung ikut berhenti saat itu, mereka lalu menatap Kyorin dan hendak bertanya.

"Ada sesuatu yang tertinggal," ujar Kyorin.

"Aku harus kembali mengambilnya dahulu,"

"Nanti aku akan segera menyusul kalian." jelas Kyorin yang langsung meninggalkan Kenz dan Kai.

"Dia...! dia itu aneh sekali akhir-akhir ini," gerutu Kai.

"Sudah ayo kita harus segera menyusul Dreezel sebelum terlambat!" sambung ujar Kenz, yang mengajak Kai untuk segera menyusul Dreezel.

¤¤¤

Sementara itu Selir Abbystera telah lama menunggu Kyorin di bawah Gazebo Kayu yang ada di Istana Terlarang.

Tak lama kemudian dari balik pepohonan bunga Mei Hua, muncul sesosok bayangan hitam berjalan semakin mendekati Gazebo Kayu tempat dimana Selir Abbystera sedang menunggu.

"Siapa disana?"

"Kyorin..., akhirnya kau datang..." ucapan Selir Abbystera terhenti menaruh curiga,

"Kyorin, apa kau disana?" tegur Selir Abbystera.

...

Terpopuler

Comments

🅼𝐲⨍🅰݊ꪀ𝐭𝐚𝐬𝐲𝕋𝕚🅼𝐔𝐑✰

🅼𝐲⨍🅰݊ꪀ𝐭𝐚𝐬𝐲𝕋𝕚🅼𝐔𝐑✰

𝐝𝐢𝐡 𝐬𝐨𝐦𝐬𝐞 𝐚𝐦𝐚𝐭

2024-08-23

1

Sun flower

Sun flower

selirnya licik banget

2024-07-07

0

✰͜͡Quͥᴇҽɳ✰͜͡🅻❥𝚒ɴᷤ❥ҽ✰͜͡➹

✰͜͡Quͥᴇҽɳ✰͜͡🅻❥𝚒ɴᷤ❥ҽ✰͜͡➹

off dulu ,sudah di sub besok lanjut baca lagi/Joyful/

2024-07-07

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Chapter 1 ~ Putra Mahkota Yang Terbuang
3 Chapter 2 - Drako vs Dreezel
4 Chapter 3 - Rencana Jahat
5 Chapter 4 - Twins of Queen
6 Chapter 5 - Hilangnya kyorin
7 Chapter 6 - Hutan Kabut Caridbian 1
8 Chapter 7 - Hutan kabut caridbian 2
9 Chapter 8 - Jurang Lubang Hitam 1
10 Chapter 9 - Jurang Lubang Hitam 2
11 Chapter 10 - Fierce Battle 1
12 Chapter 11 - Fierce Battle 2
13 Chapter 12 - Fierce Battle 3
14 Chapter 13 - Riddles And Revenge
15 Chapter 14 - Riddles And Revenge 2
16 Chapter 15 - Siasat dan Strategi
17 Chapter 16 - Death Smokes 1
18 Chapter 17 - Death Smokes 2
19 Chapter 18 - Aluna dan Artemis
20 Chapter 19 - Feeya dan Kenz
21 Chapter 20 - Feeya dan Kenz 2
22 Chapter 21 - Labirin Monstareum Mozzarck
23 Chapter 22 - Monstareum Mozzarck 1
24 Chapter 23 - Monstareum Mozzarck 2
25 Chapter 24 - Saiyaka & Erl Marline
26 Chapter 25 - Mekanisme Patung Batu
27 Chapter 26 - Makam Suci Erl Marline 1
28 chapter 27 - Makam Suci Erl Marline 2
29 Chapter 28 - Makam Suci Erl Marline 3
30 Chapter 29 - Kembalinya Kyorin
31 Chapter 30 - Pintu Perunggu besi
32 Chapter 31 - Ratu Azarya & Erl Marline
33 Chapter 32 - Kebangkitan Deblesslayer Nobeast
34 Chapter 33 - Kebangkitan Iblis Echi Damarun
35 chapter 34 - Asal Usul
36 Chapter 35 - Detik-detik Terakhir
37 Chapter 36 - Rebirth
38 Chapter 37 - DUNIA MANUSIA
39 Chapter 38 - Dunia Manusia - Xavier
40 Chapter 39 - Dunia Manusia : Kenz
41 Chapter 40 - Kematian dan Kehidupan 1
42 Chapter 41 - Kematian & Kehidupan 2
43 Chapter 42 - Kembalinya Dreezel
44 Chapter 43 - Sisi kehidupan 1
45 Chapter 44 - Sisi Kehidupan 2
46 chapter 45 - Sisi Kehidupan 3
47 Chapter 46 - Kebangkitan Sistem
48 Chapter 47 - DEMON SYSTEM
49 Chapter 48 - Pengemis Satu Lengan
50 Chapter 49 - My Data Profile
51 Chapter 50 - Relationship
52 Chapter 51 - Toko Hantu Sistem
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Prolog
2
Chapter 1 ~ Putra Mahkota Yang Terbuang
3
Chapter 2 - Drako vs Dreezel
4
Chapter 3 - Rencana Jahat
5
Chapter 4 - Twins of Queen
6
Chapter 5 - Hilangnya kyorin
7
Chapter 6 - Hutan Kabut Caridbian 1
8
Chapter 7 - Hutan kabut caridbian 2
9
Chapter 8 - Jurang Lubang Hitam 1
10
Chapter 9 - Jurang Lubang Hitam 2
11
Chapter 10 - Fierce Battle 1
12
Chapter 11 - Fierce Battle 2
13
Chapter 12 - Fierce Battle 3
14
Chapter 13 - Riddles And Revenge
15
Chapter 14 - Riddles And Revenge 2
16
Chapter 15 - Siasat dan Strategi
17
Chapter 16 - Death Smokes 1
18
Chapter 17 - Death Smokes 2
19
Chapter 18 - Aluna dan Artemis
20
Chapter 19 - Feeya dan Kenz
21
Chapter 20 - Feeya dan Kenz 2
22
Chapter 21 - Labirin Monstareum Mozzarck
23
Chapter 22 - Monstareum Mozzarck 1
24
Chapter 23 - Monstareum Mozzarck 2
25
Chapter 24 - Saiyaka & Erl Marline
26
Chapter 25 - Mekanisme Patung Batu
27
Chapter 26 - Makam Suci Erl Marline 1
28
chapter 27 - Makam Suci Erl Marline 2
29
Chapter 28 - Makam Suci Erl Marline 3
30
Chapter 29 - Kembalinya Kyorin
31
Chapter 30 - Pintu Perunggu besi
32
Chapter 31 - Ratu Azarya & Erl Marline
33
Chapter 32 - Kebangkitan Deblesslayer Nobeast
34
Chapter 33 - Kebangkitan Iblis Echi Damarun
35
chapter 34 - Asal Usul
36
Chapter 35 - Detik-detik Terakhir
37
Chapter 36 - Rebirth
38
Chapter 37 - DUNIA MANUSIA
39
Chapter 38 - Dunia Manusia - Xavier
40
Chapter 39 - Dunia Manusia : Kenz
41
Chapter 40 - Kematian dan Kehidupan 1
42
Chapter 41 - Kematian & Kehidupan 2
43
Chapter 42 - Kembalinya Dreezel
44
Chapter 43 - Sisi kehidupan 1
45
Chapter 44 - Sisi Kehidupan 2
46
chapter 45 - Sisi Kehidupan 3
47
Chapter 46 - Kebangkitan Sistem
48
Chapter 47 - DEMON SYSTEM
49
Chapter 48 - Pengemis Satu Lengan
50
Chapter 49 - My Data Profile
51
Chapter 50 - Relationship
52
Chapter 51 - Toko Hantu Sistem

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!