Chapter 5 - Hilangnya kyorin

***

Diatas menara Hardxindark...

Kai yang sengaja menepuk bahu Kenz dari belakang, sudah memasang mimik wajah yang dibanjiri air mata.

Namun seperti biasa, Kenz yang selalu bersikap dingin sama sekali tidak menghiraukan kekonyolan Kai,

"Kenz...! oh, ayolah!"

"Apa kau tidak bisa lebih ekspresif dikit?"

"Tidak bisa," Kenz hanya menjawab tanpa ekspresi.

"Apa kau tidak ada kerjaan lain?" lagi-lagi bertanya tanpa ekspresi.

"Tentu saja ada...aku sedang menemanimu menangis disini,"

"Memang kau tidak melihatku menangis dari tadi?" dengan konyolnya Kai terus mengekspresikan wajah sedihnya pada Kenz.

"Konyol...!"

"Singkirkan wajah konyolmu dariku!"

Kenz yang merasa malas meladeni tingkah konyol Kai, iapun segera pergi meninggalkan Kai.

Apalagi ia tau kalau Kai sengaja melakukan itu untuk menyindir dirinya.

"Hey...! kau mau kemana?" kejar Kai mengikuti Kenz.

"Ayolah Kenz...!"

"Kau tidak mungkin marah karena hal sepele tadi bukan?" Kai dengan segera merangkul Kenz dari belakang dan tertawa ceria.

Kenz melirik ke arah rangkulan tangan Kai yang melingkar di bahu pundaknya itu dengan tatapan mata yang dingin dan tajam.

"Ayolah, Kenz!"

"Santailah sedikit..., jangan terlalu kaku seperti itu!"

Kai melepaskan rangkulannya dari Kenz dan menggaruk-garuk kepalanya sambil menarik nafas panjang melihat Kenz berjalan begitu saja melewati dirinya,

"Ouhh...! tidak bisakah dia berakting sedikit saja?"

"Setidaknya ganti wajah atau wujud juga bisa, tapi dia...!"

"Lagi pula kenapa dia begitu suka wajah dingin tanpa ekspresi seperti itu."

"Masalahnya dia itu terlalu kaku!"

"Ouhh..., Kenapa dia terburu-buru sekali?!" tanpa disadari ternyata Kenz sudah semakin jauh, akhirnya Kai segera menyusul Kenz.

"Kenz! eh, kemana dia cepat sekali...?"

"Kenz... tunggu aku...!"

"Astaga kalau begini nafasku bisa putus hanya untuk mengejarnya." menggerutu terus menerus,

Kai yang tampak tersenggah-senggah nafasnya karena kelelahan mengejar Kenz, mau tidak mau akhirnya memakai jurus futaebuki miliknya, lalu segera berlari secepat bayangan dan menyusul Kenz.

...

"Kenz ! kenapa kau berlari begitu cepat?"

Kai yang berhasil mengejar Kenz bertanya sambil menyeka keringatnya, namun tidak taunya tiba-tiba Kenz berhenti mendadak sehingga membuat Kai pun ikut segera berhenti dan menabrak tiang pilar.

"Ahh...!"

"Kenapa kau tiba-tiba berhenti?!" kai membetulkan posisi kepalanya yang miring, karena tulang lehernya patah saat menabrak tiang tadi.

"Setidaknya kalau ingin berhenti, kasih aba-aba dahulu."

Tapi Kenz tidak menghiraukan Kai lagi, ia malah menatap ke sebelah utara, arah menuju Istana Terlarang.

"Kyorin...!" Kenz merasakan ada hal yang buruk terjadi pada Kyorin.

"Kyo... Kyorin?" Kai pun ikut melihat kearah yang dilihat oleh Kenz.

Dipikirnya Kyorin sudah kembali, tapi sayangnya Kai tidak melihat siapapun juga disekitar tempat itu.

"Mana Kyorin? tidak ada..." Kai pun celingak-celinguk mencari-cari Kyorin

"Tidak ada Kyorin disekitar sini, mungkin kau salah lihat!"

"Sign link Kyorin menghilang!" ucap Kenz memotong kata-kata Kai.

"Ma...mak... maksudmu... sign link?!"

"Hei..., jangan bercanda Kenz!"

"Mana mungkin... Kyorin..." belum selesai Kai berbicara,

"Aku merasa Kyorin dalam bahaya!"

"Cepat, kita harus menemukannya!" Kenz segera berlari kembali secepat kilat meninggalkan Kai.

"Bahaya!"

"Bahaya darimana?!"

"Hei..., Kenz...!" teriaknya memanggil-manggil, tapi Kenz terus belari tanpa mempedulikan Kai.

"Lagi-lagi dia meninggalkan aku."

"Kenz... tunggu...!"

Kai langsung menyusul Kenz dengan jurus futaebuki miliknya lagi, namun kali ini Kai menambah kecepatan tendensinya menjadi dua kali lipat.

****************

Kenz semakin tidak bisa merasakan sign link dari Kyorin, sehingga membuatnya semakin cemas dan meningkatkan kecepatan langkah kakinya.

Sampai akhirnya Kenz mengeluarkan ilmu sihir majutsu dengan kekuatan jiwa onimusha yang sedang dipakainya.

Sihir majutsu itu menghisap jiwa-jiwa genma yakni jiwa-jiwa mahluk buas ataupun manusia yang telah tiada, dengan itu Kenz menciptakan sebuah gerbang dimensi yang bisa membawa dirinya langsung berada disuatu tempat yang dituju.

"Jigen geto..."

Sebuah gerbang dimensi lantas terbuka dihadapan Kenz, dan lalu ia memasuki gerbang dimensi itu.

Dalam sekejap Kenz langsung berpindah tempat ke taman pohon bunga meihua yang berada di Istana Terlarang tempat kediaman Selir Abbystera.

"Aku yakin sign link terakhir Kyorin berada disekitar tempat ini." pikir Kenz menganalisa tempat itu.

Brak...!

Tiba-tiba Kai yang muncul dari belakang langsung menabrak Kenz,

"Maafkan aku Kenz, aku tidak sengaja." Kai pun menggaruk-garuk kepalanya.

"Kenapa kau bisa sampai disini juga?" kilas tanya Kenz yang keheranan.

"Aku mengikutimu dari tadi."

"Aku berlari sangat cepat hanya untuk menyusulmu, lalu aku melihat kau masuk ke dalam jigen geto."

"Maka dengan cepat juga aku langsung ikut memasukinya, sebelum portal jigen geto menghilang." jelas Kai yang masih menarik nafasnya karena kelelahan berlari tadi sehabis mengejar Kenz.

"Inikan...tempat...,"

Kai lalu melihat sekeliling, ia baru menyadari kalau dia ternyata telah kembali ke Istana Terlarang.

"Aku merasakan sign link terakhir kyorin ada ditempat ini."

tegas Kenz saat itu yang kembali memeriksa tempat itu.

"Apa kau yakin?"

"Kita ini bukan demon beast biasa."

"Kita ini Sammu, kita tidak mungkin bisa dilenyapkan begitu saja!"

Kai yang begitu yakin mencoba menjelaskan kepada Kenz kalau yang ia rasakan itu hanya sebuah kecemasan yang tidak beralasan.

Tapi Kenz tetap bersikeras akan apa yang ia rasakan...

Tanpa mempedulikan ucapan Kai, Kenz terus menelusuri sepanjang jalan sekitar taman bunga meihua

Sementara Kai yang terus menggerutu akhirnya hanya bisa mengikuti Kenz sambil terus menghela nafas,

Kai sadar kalau Kenz sangat peka dalam hal indera perasa dan membaca pikiran, bahkan lebih baik lagi dalam merasakan sign link dari sesama rekannya.

Akan tetapi, siapa yang bisa mengalahkan mereka di Istana Demon Beast ini...?

"Kecuali Raja, pastinya..."

(Secara Raja mana mungkin dikalahkan bawahannya)

"Aku rasa Kenz hanya terlalu cemas berlebihan," pikir Kai, sambil mengusap dagunya.

Tanpa Kai sadari, ia yang dari tadi mengikuti Kenz, akhirnya mereka berdua sampai di dekat Gazebo kayu yang berada di taman bunga meihua.

Dari kejauhan Kenz tampak melihat sesuatu sehingga membuatnya mendadak langsung berhenti.

"Hei..., kenapa kau selalu berhenti tiba-tiba?!" Kai ikut berhenti mendadak sampai terjatuh,

"Hah...! tulang-tulang ini sepertinya sangat rapuh,"

"Sepertinya sudah lama tidak bertarung membuat tulang dan otot ini sulit dikontrol." gerutu kecil Kai sambil membetulkan tulang kaki dan tangan.

"Apa sebaiknya ganti tubuh saja?"

"Tubuh yang kupakai ini sudah hampir 500 Tahun lamanya, pantas terasa rapuh."

"Benar, kali ini keluar aku akan mencari tubuh baru!"

Kenz yang dari tadi mendengar gerutu Kai hanya bisa mengerutkan dahinya karena merasa pening mendengarnya yang tidak bisa berhenti bicara.

Kenz lalu meninggalkan Kai lagi dan pergi mendekati Gazebo yang ada didepannya, Begitu sampai disana Kenz tampak kaget dengan apa yang sedang dilihatnya.

"Selir Abbystera...!!!"

Kai yang mendengar seruan Kenz bergegas segera menghampiri untuk melihat apa yang terjadi,

"Apa yang terjadi?!"

"Mengapa Selir Abbystera bisa pingsan disini?!" seru Kai yang tidak menyangka akan hal yang terjadi dihadapannya.

Malam itu, Selir Abbystera ditemukan sedang dalam keadaan tak sadarkan diri dengan nafas hampir putus, maka merekapun langsung bergegas menolong Selir Abbystera dan membawanya kembali ke dalam Istana Terlarang dan melaporkannya kepada Yang Mulia Raja Azzriel.

Namun Kenz dan Kai saat itu masih tidak menemukan Kyorin di sekitar sana.

***

Waktu mendengar apa yang terjadi dengan Selir Abbystera, Raja Azzriel bergegas menemui selir kesayangannya itu.

"Apa yang terjadi sebenarnya?"

"Dimana kalian menemukannya?" begitu banyak pertanyaan yang diajukan oleh Raja Azzriel kepada Kai dan Kenz, karena begitu cemas dan khawatir akan keselamatan Selir Abbystera yang sampai saat itu belum juga sadarkan diri walau sudah dipanggilkan seluruh peramu obat-obatan yang terbaik dari Istana Demon.

Lalu Kenz dan Kai menceritakan semua rentetan kejadian sampai mereka menemukan Selir Abbystera, sampai hilangnya Kyorin.

"Kyorin juga menghilang?!" tanya Raja Azzriel saat itu yang begitu dibingungkan oleh semua kejadian yang baru saja terjadi secara terus menerus.

Selang tak beberapa lama, terdengar derap langkah kaki yang datang dari kejauhan dan ternyata yang datang adalah Kyorin.

"Apa Yang Mulia baru saja memanggil namaku?" Kyorin yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.

"Kyo...Kyorin !"

"Lihat aku bilang juga apa, tidak akan terjadi sesuatu apapun padanya!" seru Kai saat itu yang langsung menghampiri Kyorin, dan mengendus bau yang ada disekeliling Kyorin.

Kai hanya tersenyum menyunggingkan bibirnya, namun Kenz hanya diam, sedang Raja Azzriel sendiri terus menatap Kyorin dengan penuh keraguan.

"Ingin bermain rupanya!" seru kecil Kai namun tidak didengar yang lainnya.

"Apa maksudmu Kai?"

"Memang apa yang terjadi padaku?" tanya Kyorin keheranan.

"Kalian yang darimana saja?"

"Aku justru mencari kalian berdua..." Kyorin lantas berjalan melewati Kenz,

"Kau tadi darimana?" tanya Kenz yang tanpa ekspresi namun merasa ada yang aneh.

Kyorin pun berhenti tepat dibelakang Kenz dan menoleh ke arahnya,

"Ada apa? aku tadi ada di benteng Hardxindark."

"Tapi kami menunggumu dan kau tidak kunjung kembali." curiga Kenz saat itu yang disaksikan sendiri oleh Raja Azzriel,

Namun Kai dengan sengaja memotong percakapan antara Kenz dan Kyorin untuk menghilangkan ketegangan

"Aku rasa kita tidak perlu membahas hal itu."

"Lagi pulakan sekarang ternyata Kyorin tidak menghilang." sela Kai,

"Lalu bagaimana kau tau kami ada disini?" tanya Kenz kembali,

"Hei...Kenz, sudahlah!" Kai kembali menyela pertanyaan Kenz sambil menepuk bahu Kenz.

"Kalau untuk itu aku mencari kalian sampai kesini menggunakan ini." sambung Kyorin yang menunjukkan suatu benda berbentuk sebuah cincin perak dengan batu onix.

Benda itu adalah silver link yang merupakan sebuah alat penanda untuk mereka sebagai sign link disaat mereka dalam bahaya atau kehilangan lokasi sesama rekan.

"Eh, inikan... silver link."

"Kenz inikan punyamu." ujar Kai yang mengambil silver link itu dari tangan Kyorin dan memperhatikan secara menerawang.

"Eh, tapi bagaimana punya Kenz ada padamu?" tanya Kai saat itu.

"Aku menemukannya saat di benteng Hardxindark."

"Ah, aku mengerti sekarang?" seru Kai saat itu.

"Itu sebabnya Kenz merasa kehilangan sign link milik Kyorin, mungkin karena ia menjatuhkan silver link ini." Kai lalu melemparkan silver link itu kepada Kenz.

"Saat aku sampai disini, aku mendengar dari beberapa pengawal, kalau baru saja terjadi penyerangan terhadap Selir Abbystera."

"Apa itu benar?" sambung tanya Kyorin saat itu.

"Iya itu benar, tapi sayangnya tidak ada yang tau apa yang sebenarnya terjadi." jawab Kenz yang lalu bermaksud meninggalkan tempat itu.

"Ah..., hampir saja aku lupa, Dreezel saat ini sudah berangkat lebih dahulu." Kyorin dengan sengaja mengucapkan itu agar membuat Kenz segera pergi.

Namun Raja Azzriel yang masih tampak cemas saat itu hanya memikirkan keadaan Selir Abbystera, dan sudah tidak mempedulikan hal yang lainnya.

Lalu mereka sepakat kalau Kenz berangkat lebih dahulu untuk mengejar Dreezel, sedangkan Kai dan Kyorin akan berjaga-jaga di Istana terlebih dahulu dan baru menyusul belakangan

...****************...

Selang beberapa jam setelah keberangkatan Kenz, tak lama kemudianpun tiga orang peramu obat keluar dari kamar Selir Abbystera dengan sangat ketakutan.

Tanpa mendengarkan para peramu obat itu, Raja Azzriel langsung memasuki ruang kamar Selir Abbystera.

Saat memasuki ruangan kamar itu, betapa kagetnya Raja Azzriel karena disambut oleh sebuah serangan yang dilakukan oleh Selir Abbystera.

Slash...!!!

Dengan wajah ketakutan, Selir Abbystera mengayunkan pedangnya tanpa peduli siapapun juga yang ada disana.

Tanpa henti Abbystera terus menyerang Raja Azzriel namun Raja Azzriel terus menghindari serangan itu.

Melihat kelakuan aneh yang terjadi pada Selir Abbystera membuat Raja Azzriel menahan tebasan pedang Selir Abbystera tanpa melakukan perlawanan, saat melihat semua itu Kyorin dan Kai tidaklah berdiam diri saja.

Kai langsung menangkis tebasan pedang Selir Abbystera, sementara Kyorin dengan cepat langsung memukul tungkak belakang leher Selir Abbystera, sehingga membuat Selir Abbystera kembali jatuh pingsan.

Saat itu Raja Azzriel langsung memapah tubuh Selir Abbystera ke tempat tidur, entah apa yang terjadi pada Selir Abbystera saat ia melihat beberapa dari peramu obat-obatan itu banyak yang tewas dan hanya bersisa tiga orang saja.

"Apa yang terjadi pada Selir Abbystera?"

"Mengapa ia membunuh semua para peramu obat ini?"

"Lalu, bagaimana mungkin ia ingin melukai diriku?" semua pemikiran itu terus berputar dalam hati Raja Azzriel.

Raja Azzriel lalu menanyakan semua itu kepada tiga peramu obat yang masih hidup saat itu.

Lalu mereka menjelaskan kepada Raja Azzriel bahwa Selir Abbystera sedang berada didalam tekanan batin sehingga membuat fisik, jiwa, dan mental Selir Abbystera menjadi sedikit terganggu.

Lalu tiga peramu obat itu kembali mengobati Selir Abbystera, sampai akhirnya Selir Abbystera sadarkan diri.

Begitu sadarkan diri, dengan masih tampak ketakutan Selir Abbystera langsung memeluk Raja Azzriel dan menceritakan semua yang terjadi kepada Raja Azzriel termasuk juga atas apa yang dilakukannya saat itu, bahwa ia tidak sengaja telah membunuh Kyorin.

Saat mendengar cerita dari Selir Abbystera, Raja Azzriel dan Kai menjadi tercengang kaget juga bingung.

"Kyorin...?!"

"Bagaimana mungkin?" Kai sangat kaget dan melihat kearah Kyorin lalu dengan saksama memperhatikan tubuh Kyorin.

"Apa maksudnya Kyorin yang ini?" tunjuk Kai saat itu yang berakting memeriksa diri Kyorin,

"Apakah benar Kyorin itu sudah tewas?" pikir Kai saat itu, berpura-pura bodoh.

"Jika itu benar, lalu siapa yang berdiri didepannya ini?" pikir Kai kembali, yang tersadar karena Kyorin dengan sengaja menginjak kaki Kai.

"Kau pikir aku ini mayat hidup!" seru kecil suara Kyorin berbisik disamping telinga Kai yang berbentuk lancip.

Sewaktu melihat Kyorin Selir Abbystera mendadak sangat shock dan kaget dan hampir histeris kembali, namun para peramu obat itu memberikan obat penenang kepada Selir Abbystera sehingga ia kembali tertidur.

"Sesungguhnya apa yang terjadi kepada selir kesayanganku?" Tegas Raja Azzriel mempertanyakan kesehatan Selir Abbystera kepada tiga peramu obat itu.

"Kami sudah memeriksa ke tempat dimana Selir abbystera ditemukan." ucap salah seorang peramu obat itu.

"Lalu disana kami menemukan beberapa benda ini." kemudian salah seorang peramu obat lainnya mengeluarkan suatu benda yang terbungkus oleh sehelai Kain, saat dibuka Kain tersebut ternyata didalamnya terdapat serbuk biji bunga hawaiian baby woodrose, serbuk biji pala, serbuk akar tanaman ayashuasca, serbuk bunga damiana.

"Serbuk bunga damiana dan serbuk biji pala kami temukan di cangkir minuman yang diminum oleh Yang Mulia Selir."

"Sementara serbuk akar tanaman ayashuasca dan serbuk biji bunga hawaiian baby woodrose kami temukan pada alat hisap shisha yang biasa dipakai Yang Mulia Selir." ke tiga peramu obat itu mencoba menjelaskan kepada Yang Mulia Raja Azzriel.

"Shisha...?!" seru yang mulia Raja Azzriel yang begitu kaget saat mendengar kalau selir kesayangannya itu menghisap shisha,

Sebab selama ini Raja Azzriel tidak pernah tau menau tetang kebiasaan Selir Abbystera selama ia tidak berada di Istana Terlarang.

"Lalu apa hubungannya dengan semua ini?!" tukas Raja Azzriel yang kembali mempertanyakan maksud para peramu obat itu.

"Tentu ada paduka, semua serbuk tanaman ini dapat menciptakan sebuah halusinasi bagi si pemakainya." jelas ketiga peramu obat itu.

"Racun halusinogen yang terdapat pada semua itu bila disatukan akan membuat pemakainya kehilangan kesadaran diri, lalu mereka akan membayangkan semua hal dan menganggap semua itu menjadi kenyataan." kembali jelas salah seorang peramu obat itu.

"Itu artinya tidak pernah ada penyerangan yang terjadi di Istana ini dan juga pada Selir Abbystera?" Kyorin mencoba mempertegas duduk persoalan yang terjadi pada Selir Abbystera.

"Kami bisa pastikan semua itu tidak ada." tegas para peramu obat itu memastikannya.

Lalu Raja Azzriel meminta ketiga peramu obat itu untuk segera pergi meninggalkan ruangan dan memeritahkan kalau hal tersebut tidak boleh diketahui oleh siapapun juga atau nyawa merekalah sebagai taruhannya.

Setelah para peramu obat itu pergi, tak lama kemudian Raja Azzriel kembali memerintahkan Kai dan Kyorin untuk segera menyusul Kenz, karena Raja Azzriel tidak ingin rencananya yang satu ini sampai gagal.

Terpopuler

Comments

Sun flower

Sun flower

seru im back /Joyful/

2024-08-20

0

★Lord★『T』『ä』『ñ』★

★Lord★『T』『ä』『ñ』★

woke mayan seru juga

2024-07-27

0

✰͜͡Quͥᴇҽɳ✰͜͡🅻❥𝚒ɴᷤ❥ҽ✰͜͡➹

✰͜͡Quͥᴇҽɳ✰͜͡🅻❥𝚒ɴᷤ❥ҽ✰͜͡➹

macam demon tengkorak x y si kai ni?
abis tulangnya copot mulu /Joyful//Joyful//Joyful/

2024-07-19

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Chapter 1 ~ Putra Mahkota Yang Terbuang
3 Chapter 2 - Drako vs Dreezel
4 Chapter 3 - Rencana Jahat
5 Chapter 4 - Twins of Queen
6 Chapter 5 - Hilangnya kyorin
7 Chapter 6 - Hutan Kabut Caridbian 1
8 Chapter 7 - Hutan kabut caridbian 2
9 Chapter 8 - Jurang Lubang Hitam 1
10 Chapter 9 - Jurang Lubang Hitam 2
11 Chapter 10 - Fierce Battle 1
12 Chapter 11 - Fierce Battle 2
13 Chapter 12 - Fierce Battle 3
14 Chapter 13 - Riddles And Revenge
15 Chapter 14 - Riddles And Revenge 2
16 Chapter 15 - Siasat dan Strategi
17 Chapter 16 - Death Smokes 1
18 Chapter 17 - Death Smokes 2
19 Chapter 18 - Aluna dan Artemis
20 Chapter 19 - Feeya dan Kenz
21 Chapter 20 - Feeya dan Kenz 2
22 Chapter 21 - Labirin Monstareum Mozzarck
23 Chapter 22 - Monstareum Mozzarck 1
24 Chapter 23 - Monstareum Mozzarck 2
25 Chapter 24 - Saiyaka & Erl Marline
26 Chapter 25 - Mekanisme Patung Batu
27 Chapter 26 - Makam Suci Erl Marline 1
28 chapter 27 - Makam Suci Erl Marline 2
29 Chapter 28 - Makam Suci Erl Marline 3
30 Chapter 29 - Kembalinya Kyorin
31 Chapter 30 - Pintu Perunggu besi
32 Chapter 31 - Ratu Azarya & Erl Marline
33 Chapter 32 - Kebangkitan Deblesslayer Nobeast
34 Chapter 33 - Kebangkitan Iblis Echi Damarun
35 chapter 34 - Asal Usul
36 Chapter 35 - Detik-detik Terakhir
37 Chapter 36 - Rebirth
38 Chapter 37 - DUNIA MANUSIA
39 Chapter 38 - Dunia Manusia - Xavier
40 Chapter 39 - Dunia Manusia : Kenz
41 Chapter 40 - Kematian dan Kehidupan 1
42 Chapter 41 - Kematian & Kehidupan 2
43 Chapter 42 - Kembalinya Dreezel
44 Chapter 43 - Sisi kehidupan 1
45 Chapter 44 - Sisi Kehidupan 2
46 chapter 45 - Sisi Kehidupan 3
47 Chapter 46 - Kebangkitan Sistem
48 Chapter 47 - DEMON SYSTEM
49 Chapter 48 - Pengemis Satu Lengan
50 Chapter 49 - My Data Profile
51 Chapter 50 - Relationship
52 Chapter 51 - Toko Hantu Sistem
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Prolog
2
Chapter 1 ~ Putra Mahkota Yang Terbuang
3
Chapter 2 - Drako vs Dreezel
4
Chapter 3 - Rencana Jahat
5
Chapter 4 - Twins of Queen
6
Chapter 5 - Hilangnya kyorin
7
Chapter 6 - Hutan Kabut Caridbian 1
8
Chapter 7 - Hutan kabut caridbian 2
9
Chapter 8 - Jurang Lubang Hitam 1
10
Chapter 9 - Jurang Lubang Hitam 2
11
Chapter 10 - Fierce Battle 1
12
Chapter 11 - Fierce Battle 2
13
Chapter 12 - Fierce Battle 3
14
Chapter 13 - Riddles And Revenge
15
Chapter 14 - Riddles And Revenge 2
16
Chapter 15 - Siasat dan Strategi
17
Chapter 16 - Death Smokes 1
18
Chapter 17 - Death Smokes 2
19
Chapter 18 - Aluna dan Artemis
20
Chapter 19 - Feeya dan Kenz
21
Chapter 20 - Feeya dan Kenz 2
22
Chapter 21 - Labirin Monstareum Mozzarck
23
Chapter 22 - Monstareum Mozzarck 1
24
Chapter 23 - Monstareum Mozzarck 2
25
Chapter 24 - Saiyaka & Erl Marline
26
Chapter 25 - Mekanisme Patung Batu
27
Chapter 26 - Makam Suci Erl Marline 1
28
chapter 27 - Makam Suci Erl Marline 2
29
Chapter 28 - Makam Suci Erl Marline 3
30
Chapter 29 - Kembalinya Kyorin
31
Chapter 30 - Pintu Perunggu besi
32
Chapter 31 - Ratu Azarya & Erl Marline
33
Chapter 32 - Kebangkitan Deblesslayer Nobeast
34
Chapter 33 - Kebangkitan Iblis Echi Damarun
35
chapter 34 - Asal Usul
36
Chapter 35 - Detik-detik Terakhir
37
Chapter 36 - Rebirth
38
Chapter 37 - DUNIA MANUSIA
39
Chapter 38 - Dunia Manusia - Xavier
40
Chapter 39 - Dunia Manusia : Kenz
41
Chapter 40 - Kematian dan Kehidupan 1
42
Chapter 41 - Kematian & Kehidupan 2
43
Chapter 42 - Kembalinya Dreezel
44
Chapter 43 - Sisi kehidupan 1
45
Chapter 44 - Sisi Kehidupan 2
46
chapter 45 - Sisi Kehidupan 3
47
Chapter 46 - Kebangkitan Sistem
48
Chapter 47 - DEMON SYSTEM
49
Chapter 48 - Pengemis Satu Lengan
50
Chapter 49 - My Data Profile
51
Chapter 50 - Relationship
52
Chapter 51 - Toko Hantu Sistem

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!