Disepanjang perjalanan Zira dan Juan saling diam. Zira memilih memejamkan matanya dan berpura pura tertidur. Dia malas berdebat dengan Juan.
Hati Zira masih terasa sangat sakit, karena papanya.
*Mengapa papa tidak pernah memperdulikan aku? Papa tak pernah menanyakan kabarku, apa keinginan ku. Papa tidak menyayangiku.
Setetes* airmata nya jatuh membasahi pipinya yang putih. Zira dengan cepat menghapusnya dan menutup wajahnya dengan tangannya.
Juan tahu Zira sedang menangis. Juan membelokkan mobilnya ke arah taman. Juan turun dan membeli jagung bakar serta minuman hangat untuk mereka berdua.
Juan menghampiri Zira.
" Ayo turun, aku tahu kau pura pura tidur." ucapnya.
Zira terpaksa membuka matanya dan melihat Juan. Tampak matanya memerah karena menangis. Zira segera turun dan mengikuti Juan. Ternyata Juan sudah menyewa sebuah tikar, diatasnya sudah tersedia jagung bakar, minuman dan bener macam cemilan.
Zira menatap Juan ingin menanyakan apa maksud semua itu.
"Duduklah, malam ini aku ingin mengajakmu berkencan. Dan inilah kencan ala rakyat biasa sepertiku, bukan di restoran bintang lima dengan fasilitas mewah dan mahal. Kau kan tahu suami mu ini miskin. Dan hanya ini yang bisa aku buat untuk mu". ucapnya.
"Aku mau pulang." ucap Zira.
Saat ini dia butuh waktu sendirian, bukan kencan.
"Aku tahu saat ini hatimu sedang gundah. Aku tidak ingin kau larut dalam kesedihan." Juan terus menarik tangan Zira menuju tempat duduk yang dia buat.
"Minum lah ini, aku berharap semua kesedihan mu akan berakhir." ucap.jua. memberikan minuman pada Zira.
Zira duduk dan menerima minuman yang di berikan Juan. Zira meminumnya sedikit, lalu menggenggamnya di tangan kanannya.
"Mengapa kau baik padaku?" tanya Zira
"Aku, karena aku suami mu." jawab Juan.
"Tapi kan pernikahan kita ini pernikahan kontrak, aku tidak mau berhutang Budi padamu.* ucap Zira.
"Dengar, kita sudah sepakat jika kita akan menjadi pasangan suami-istri seperti yang lainnya hingga masa perjanjian kita berakhir. lalu apa ada yang salah dengan semua ini." tanya Juan.
"ya, ini salah. Kau melakukan ini semua karena kasihan padaku kan? miris sungguh menyedihkan sekali diriku ini." ucap Zira .
Airmatanya kembali menetes deras.
"Aku tidak butuh di kasihani," ucap Zira dengan airmata yang turun semakin deras.
"Dengar, aku tidak mengasihani mu, aku lakukan ini semata karena aku adalah teman mu. Nona Zira maukah kau bersahabat dengan ku?" ucap Juan.
Tangannya terulur dihadapan Zira.
"Aku tidak butuh sahabat, dulu aku memiliki seorang sahabat yang sangat aku sayangi tapi apa dia mengkhianatiku dan menusukku dari belakang, kekasihku juga mengkhianati ku, bagaimana aku bisa percaya padamu. Mereka saja yang sudah aku kenal sejak lama tega mengkhianati kepercayaan ku. apalagi kau yang baru ku kenal kemarin."
"Terserah penilaian mu padaku, yang pasti aku tulus ingin berteman denganmu." ucap Juan.
"Mengapa kau baik sekali?" tanya Zira
dia menatap lekat wajah Juan, mata mereka beradu dengan tatapan saling mengunci.
"Aku juga tidak tahu, yang pasti aku merasa sedih melihat mu bersedih, maka hapus airmata mu dan tersenyumlah. aku akan membantu membalas semua sakit hatimu pada mantan tunangan mu, siapa namanya?" tanya Juan.
"Andika,"
"Ya Andika, hapus airmata mu dan berhenti lah menangisi nya, dia tak pantas untuk kau tangisi. Kau harus berubah menjadi Zira yang kuat, tegas dan juga cantik. Buat dirinya terpesona dan ingin kembali padamu, setelah itu kau tinggal mencampakkannya."
"Apa kau mau membantuku?"
"Tentu saja aku akan membantumu, mulai sekarang berhentilah menangis. Nanti orang orang akan menuduh ku telah berbuat macam macam." ucap Juan.
"Kau mau makan yang mana dulu jagung bakar atau ini ada goreng pisang keju." ucap juan.
Zira mengambil jagung bakar dan memakannya. Mereka berdua asyik makan sambil mengobrol. Juan sudah berhasil meyakinkan Zira untuk lebih terbuka padanya.
Mereka asyik mengobrol hingga tengah malam, Zira menceritakan tentang kuliahnya di luar negeri, bagaimana kehidupan dirinya disana dan perjuangannya hidup sendirian. cerita terus mengalir hingga pukul dua belas, mereka beranjak pulang ke rumah.
Tetap dukung penulis dengan like vote dan koin seiklasnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Radiah Hassan
Permulaan yg baik... Lanjut thor
2024-10-31
0
Wati_esha
Setidaknya Juan berhasil menenangkan Dira.
2023-08-09
0
Erny Manangkari
suami yang pengertian
2022-08-29
0