Marah

Juan kembali melajukan mobilnya pulang ke hotel. Jalanan yang ramai membuat Juan lambat tiba di hotel.

Juan memarkirkan mobilnya dan memasuki lobi hotel. Berjalan masuk ke dalam dan menaiki lift menuju kamarnya.

Didepan pintu kamar, Juan tampak diam dan berdiri lama. Ragu dan bingung antara mengetuk pintu dan masuk kedalam atau kembali pulang ke apartemen nya.

Ditengah keraguan nya, pintu kamar terbuka. Zira tampak bersiap siap untuk keluar. Juan menatap dengan tatapan sulit diartikan oleh Zira.

Zira menguatkan hatinya, berdiri tegak dan bersiap melangkah. Namun Juan berdiri di pintu dan menghalangi langkahnya.

Melihat Juan yang tidak juga minggir, Zira maju mendekat dan ingin melewati nya.

Juan sedikitpun tak bergeming dan tetap pada posisinya.

Zira yang kesal, sengaja menabrak pundak Juan. Namun Juan tak juga bergeming dari tempatnya. Tangannya mencekal kuat tangan Zira.

Zira menatapnya tajam, menatap penuh angkuh dan sombong. Sebagai bentuk perlawanannya.

Juan juga menatap tajam ke arah nya. Matanya menatap nya lekat, dingin dan datar. Jelas Juan sangat tidak suka dengan sikap Zira.

"Minggir!!" ucap Zira.

"Aku tidak mengijinkan mu pergi. Masuk ke dalam dan Tetap di tempatmu." ucap Juan.

"Aku tidak mau, aku akan kembali ke luar negeri. Setelah masa enam bulan aku akan kembali dan memberikan surat cerai serta kompensasi untukmu " ucap Zira

Ucapan Zira semakin menyulut emosi Juan.

"Hei nona, apa kau tahu saat ini kau sedang bicara dengan siapa?" ucap Juan dengan nada tinggi penuh emosi.

"Dengar nona Zira yang terhormat, aku Juan pria miskin dan hina ini adalah suami mu, apa kau tahu apa itu suami!!!"

"Aku akan jelaskan, agar kau tahu siapa aku bagimu." ucap Juan

Kemudian dia menggendong Zira di pundak ya dan membawanya masuk ke dalam kamar dan menguncinya.

Juan membanting tubuh Zira di kasur. Dengan santai dia membuka kancing kemejanya, Memperlihatkan otot perutnya yang sempurna.

Zira melotot, tiba tiba otaknya mendapat signal bahaya. Apa yang akan Juan lakukan padanya, Dia ketakutan dan beringsut mundur ke tepi tempat tidur, berusaha lari dari cengkeraman Juan.

Juan membaca pergerakan nya, tangan Juan segera menarik Zira dan kembali membanting tubuhnya di ranjang. Tubuh Juan dengan cepat menindih tubuh Zira.

Zira yang ketakutan terus meronta dan berontak dibawahnya. Juan memegang tangan Zira dan menaikkan keatas. Menguncinya dengan sebelah tangannya diatas kepala Zira.

Tubuh Zira terkunci. Namun tatapan matanya tetap menunjukkan sikap angkuh dan memberontak kearah Juan.

"Dengarkan aku, apa kau sudah mengerti siapa aku?" Tanya Juan.

Namun Zira tetap menantang Bram dengan tatapan angkuhnya. Matanya jelas menunjukkan kebencian.

"Aku bisa saja mengambil hak ku sebagai suami mu. Karena aku berhak melakukannya." ucap Juan dengan senyum mengejek nya.

Juan sengaja memajukan wajahnya ingin mencium Zira. Zira langsung memalingkan wajahnya sebagai bentuk penolakan dan perlawanan nya.

Juan terkekeh. "Sekarang apa yang akan kau katakan nona Zira! Opss. salah istriku tersayang!" ucap Juan.

Zira masih memalingkan wajahnya dan mendecih tak suka.

Juan ingin menakuti Zira. Sebelah tangannya mulai membuka kancing kemeja Zira. Zira yang ketakutan tak lagi meronta dan melawan, perlahan airmatanya mengalir deras. Juan tetap melanjutkan aksinya. Tangisan Zira berubah menjadi isakan.

Juan tidak tega melihat Zira yang sudah menangis ketakutan. Tubuhnya gemetar.

"Jangan pernah mencoba untuk melawan ku, atau kau akan tahu akibatnya. Apa kau tahu siapa aku??" Tanya Juan namun Zira Hanay menangis.

"Aku bisa melakukan apapun yang aku mau padamu. Ingat itu." ucapnya lagi.

Juan bangkit dari tubuhnya dan duduk di tepi tempat tidur. Zira langsung beringsut mundur dan duduk sambil memeluk lututnya. Isakan nya semakin kuat dan terdengar menyedihkan.

Juan didera rasa bersalah. Hatinya sakit melihat Zira menangis.

Lama keduanya duduk dan terdiam.dengan pikiran masing masing.

Hingga pada akhirnya Juan memecah kesunyian diantara mereka.

"Maaf!" ucap Juan lirih.

"Maafkan aku," ucap Juan setelah itu dia meninggalkan Zira dan berjalan menuju balkon kamar.

Juan termenung.

Apa yang telah aku lakukan? mengapa aku menakutinya. Aku sama saja dengan pria brengsek diluaran sana. Aku hampir saja memperkosanya. Bukannya semakin mendekat dia pasti akan semakin menjauhi ku, dia pasti ketakutan padaku. Aku bodoh...Bodoh...." ucapnya dalam hati.

Sementara Zira masih terus menangis dan memeluk lututnya.

Takdir apa yang engkau haruskan padaku ya Allah. Aku menikah dengan pria asing dan ternyata dia orang yang kasar dan dingin. Hampir saja dia memaksakan kehendaknya padaku. Aku takut...aku..."

lelah menangis Zira tertidur pulas, Juankembali masuk ke dalam kamar dan melihat Zira yang sudah tertidur meringkuk di tempat tidur nya.

Juan mendekat dan menyelimutinya. Kemudian dia mengambil bantal dan memilih tidur di sofa.

Hingga pagi hari tiba. Juan bangun dan mendekat kearah tempat tidur Zira. Tampak Zira masih terlelap tidur.

Juan mengusap lembut pipi istrinya. menyibak rambut yang menutupi sebagian wajahnya.

"Maafkan aku..." ucapnya lirih.

Kemudian dia bangkit dan berjalan ke kamar mandi. Juan membersihkan dirinya.

Zira membuka matanya saat dia merasa Juan sudah menjauh. Sebenarnya Zira sudah bangun saat tadi Juan duduk dan mengusap pipinya.

Benarkah dia mengatakan maaf dan menyesal atas kejadian semalam! benarkah dia menyesali nya!!

Juan keluar kamar mandi dengan berpakaian rapi. Zira bangun dan duduk di tempat tidur. Juan meliriknya.

"Segera mandi, setelah itu kita kembali ke apartemen ku." ucap Juan datar.

Zira bangkit, mengambil.pakaian gantinya dan berjalan ke kamar mandi. Lima belas menit kemudian dia keluar dengan pakaian rapi.

Ternyata Juan sudah sejak tadi menunggunya.

"Cepat lah." ucap Juan menarik koper Zira dan berjalan lebih dulu. Zira mengikuti Juan dari belakang.

Gimana kisah Juan dan Zira selanjutnya??

Apa yang akan dilakukan Juan untuk memenangkan hati istri nya?

Terus dukung novel ini dengan like vote dan koin seikhlasnya. Terima kasih.

Terpopuler

Comments

Wati_esha

Wati_esha

Makanya jangan sok nantang, jadi orang! Gunakan otakmu!

2023-07-04

0

Erny Manangkari

Erny Manangkari

apakah Juan bisa membuat zira jatu cinta

2022-08-29

0

Siti Aisyah

Siti Aisyah

zira jgn jd orang yg menyebalkan bagaimanapun juan suami.mu..yg wajib dihormati..kekayaan mu gak bisa membeli segala nya..juan orang baik dan bertanggung jwb tdk seperti tunangan mu itu...

2022-08-07

0

lihat semua
Episodes
1 Awal kisah
2 Permintaan Zira.
3 Rencana pernikahan
4 Pernikahan Zira
5 Resepsi
6 Malam Pertama
7 Aku tidak mau di kasihani
8 Menyesal
9 Visual
10 Takdir
11 Marah
12 Pulang
13 Tugas Baru
14 Kembali ke rumah zira
15 Rumah Mertua
16 Mengunjungi tomi
17 Mertua Vs Menantu
18 Makan malam
19 Dia istriku
20 Nyaman
21 Pindah kantor
22 Jabatan baru
23 Zira sakit
24 Dia Perhatian
25 Cinta???
26 Mesum
27 Penjelasan
28 Dokter Nisa
29 ketemu cinta
30 Lunch
31 Persiapan
32 Pagi yang indah
33 Aku takut mas
34 Damai
35 Pembalasan
36 MAKAN SIANG
37 Putus
38 Cemburu
39 Ketemu Bunda
40 Kiss
41 Canggung
42 Mengunjungi Juan
43 Pengakuan
44 Mawar Merah Muda
45 Pengumuman
46 Kegalauan Zira
47 Saling selidik
48 Malu Malu Cinta
49 Keinginan Zira
50 Hampir Gagal
51 Maaf
52 Ke Desa
53 Mandi
54 Kembali ke Jakarta
55 Rencana siska
56 Persiapan
57 Di pantai
58 Dinner
59 Lagi
60 Daster
61 Jakarta
62 Oleh oleh
63 Ketemu Cinta
64 Makan Bakso
65 Memulai Rencana
66 Zira Marah
67 Gagal
68 Kedatangan Siska
69 Mengunjungi Tomi
70 Kejujuran Zira
71 Pengumuman
72 Semakin kesal
73 Andika kembali
74 Persiapan ultah
75 Kebenaran
76 Pecel
77 Undangan
78 Kejutan
79 Permintaan papa
80 Kebersamaan
81 Hartanto POV
82 Positif
83 Dendam
84 Siasat
85 Gagal lagi
86 Rujak
87 Jebakan
88 Diculik
89 Tertangkap
90 Ke rumah sakit
91 Heart to Heart
92 Siska tertangkap
93 Keputusan Juan
94 Harapan hartanto
95 Perayaan
96 Mila
97 Pindah
98 Mudik
99 Mudik 2
100 Balik ke Jakarta
101 Kejutan tuk zira
102 Rencana Piknik
103 Piknik (1)
104 Piknik (2)
105 Kau milik ku
106 Panas
107 Akhirnya
108 Kecewa
109 Ber bunga bubga
110 Kembar?
111 Tingkepan
112 Shopping
113 Si kembar
114 Pernikahan daren
115 Hot dady
116 Bulan madu daren
117 Hadiah buat di kembar
118 Reuni
119 Revi yang posesif.
120 Di rumah Daren
121 Kunjungan Kakek
122 Wasiat
123 Kenyataan
124 Berserah
125 Sebuah harapan
126 Ngidam
127 Sate padang
128 Rindu kampung halaman
129 Di rumah nenek
130 Dean Kembali
131 Permintaan Siska
132 Mabuk
133 Mencari kebenaran
134 Sadar
135 Maafkan aku Ma
136 Lahiran
137 Bonchap 1 - Ulangtahun kakek
138 bonchap 2 _ Minta adik
139 bonchap 3 : aku bahagia
140 Bonchap : Suami Siapa
141 Bonchap : Sahabat selamanya
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Awal kisah
2
Permintaan Zira.
3
Rencana pernikahan
4
Pernikahan Zira
5
Resepsi
6
Malam Pertama
7
Aku tidak mau di kasihani
8
Menyesal
9
Visual
10
Takdir
11
Marah
12
Pulang
13
Tugas Baru
14
Kembali ke rumah zira
15
Rumah Mertua
16
Mengunjungi tomi
17
Mertua Vs Menantu
18
Makan malam
19
Dia istriku
20
Nyaman
21
Pindah kantor
22
Jabatan baru
23
Zira sakit
24
Dia Perhatian
25
Cinta???
26
Mesum
27
Penjelasan
28
Dokter Nisa
29
ketemu cinta
30
Lunch
31
Persiapan
32
Pagi yang indah
33
Aku takut mas
34
Damai
35
Pembalasan
36
MAKAN SIANG
37
Putus
38
Cemburu
39
Ketemu Bunda
40
Kiss
41
Canggung
42
Mengunjungi Juan
43
Pengakuan
44
Mawar Merah Muda
45
Pengumuman
46
Kegalauan Zira
47
Saling selidik
48
Malu Malu Cinta
49
Keinginan Zira
50
Hampir Gagal
51
Maaf
52
Ke Desa
53
Mandi
54
Kembali ke Jakarta
55
Rencana siska
56
Persiapan
57
Di pantai
58
Dinner
59
Lagi
60
Daster
61
Jakarta
62
Oleh oleh
63
Ketemu Cinta
64
Makan Bakso
65
Memulai Rencana
66
Zira Marah
67
Gagal
68
Kedatangan Siska
69
Mengunjungi Tomi
70
Kejujuran Zira
71
Pengumuman
72
Semakin kesal
73
Andika kembali
74
Persiapan ultah
75
Kebenaran
76
Pecel
77
Undangan
78
Kejutan
79
Permintaan papa
80
Kebersamaan
81
Hartanto POV
82
Positif
83
Dendam
84
Siasat
85
Gagal lagi
86
Rujak
87
Jebakan
88
Diculik
89
Tertangkap
90
Ke rumah sakit
91
Heart to Heart
92
Siska tertangkap
93
Keputusan Juan
94
Harapan hartanto
95
Perayaan
96
Mila
97
Pindah
98
Mudik
99
Mudik 2
100
Balik ke Jakarta
101
Kejutan tuk zira
102
Rencana Piknik
103
Piknik (1)
104
Piknik (2)
105
Kau milik ku
106
Panas
107
Akhirnya
108
Kecewa
109
Ber bunga bubga
110
Kembar?
111
Tingkepan
112
Shopping
113
Si kembar
114
Pernikahan daren
115
Hot dady
116
Bulan madu daren
117
Hadiah buat di kembar
118
Reuni
119
Revi yang posesif.
120
Di rumah Daren
121
Kunjungan Kakek
122
Wasiat
123
Kenyataan
124
Berserah
125
Sebuah harapan
126
Ngidam
127
Sate padang
128
Rindu kampung halaman
129
Di rumah nenek
130
Dean Kembali
131
Permintaan Siska
132
Mabuk
133
Mencari kebenaran
134
Sadar
135
Maafkan aku Ma
136
Lahiran
137
Bonchap 1 - Ulangtahun kakek
138
bonchap 2 _ Minta adik
139
bonchap 3 : aku bahagia
140
Bonchap : Suami Siapa
141
Bonchap : Sahabat selamanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!