Tangan Juan gemetar saat Vira mencium tangannya. Sebaliknya dia mencium kening zira. Zira memejamkan matanya, entah perasaan apa yang ada di hatinya saat ini.
Radit dan Tomi memeluk sahabat mereka setelah nya,
Zira dan Juan melakukan sesi photo pernikahan, setelahnya Zira di bawa keruangan nya kembali untuk mengganti pakaiannya dan bersiap siap untuk acara resepsi.
Juan masih merasa ini semua bagai mimpi, tapi ini nyata. Dadanya bergemuruh, sesak, dan dia tak mampu mengungkapkannya dalam kata kata.
Sungguh luar biasa, Juan berani mengambil keputusan untuk bersedia menikahi Zira, gadis yang sama sekali tidak di kenal Radit dan Tomi. Bahkan sekalipun Juan tak pernah menyebutkan namanya.
Setelah ijab kabul mereka bertiga bersiap siap di kamar yang disediakan khusus untuk pengantin pria.
Tomi langsung memberondong Juan dengan pertanyaan. Rasa penasaran yang sejak tadi dia simpan tak dapat lagi disembunyikan.
"Selamat bro, akhirnya loe ngikutin jejak kita berdua, tapi sumpah pernikahan loe ini buat gue syok. Loe lebih gila dari Radit." ucap Tomi pada Juan.
"Kok jadi bawa bawa gue?" Ucap Radit protes.
"Loe ma Juan nggak jauh beda, bedanya loe dah kenal dekat ma Alya, lah Juan!! ini yang buat gue penasaran. Sekarang loe jelasin, siapa Zira dan dimana loe mengenal tuh cewek, setau gue dia baru pulang dari luar negeri." ucap Tomi.
"Gue juga nggak begitu kenal dengannya, untuk lebih jelasnya ntar gue ceritain, yang pasti gue dah pernah ketemu dia sebelumnya, dan dia pernah meminta gue menikahinya." ucap Juan.
Radit dan Tomi seketika membuatkan matanya. Tomi maju dan memegang kerah baju Juan.
"Jangan bilang loe udah ngapa ngapain tuh cewek!" ucapnya.
Juan segera menghempaskan tangan Tomi di lehernya.
"Sialan, loe pikir gue jerk. Gue nggak seburuk itu. Ntar gue ceritain tapi nggak sekarang."
"Sudah, sekarang loe siap siap. Bentar lagi acara resepsi akan di mulai. Gue tinggal dulu, mungkin bentar lagi Alya sampai, dan gue mau menyambutnya."! Ucap Radit meninggalkan mereka berdua.
"Gue juga mau jempat bini gue dulu, dia pasti marah. Loe sih nikah nya dadakan. Gue tinggal dulu, kan ada Radit. Lagian loe juga dah ada bini, jadi nggak perlu lagi di temenin."
Sementara di kamar pengantin wanita, Zira masih duduk termenung.
Pikirannya kacau, hatinya masih belum mampu menerima semua yang terjadi.
Zira POV
Akhirnya aku menikah juga, tadinya aku pikir, pernikahan ini akan batal. Setelah Andika dan keluarganya pergi, tapi om itu datang dan dia mengatakan jika dia bersedia menikah denganku.
Awalnya aku pikir ini sebuah mimpi, tapi ternyata ini nyata. Pria yang belum aku kenal bersedia menikahi ku, menutup malu keluarga ku dan meredam amarah papa.
Aku tidak tahu apa yang dia katakan hingga akhirnya papa menyetujui nya.
Aku sedih melihat papa, papa selalu menyalahkan aku untuk semua nya. Padahal harusnya dia memeluk ku dan mendukung ku disaat saat aku seperti ini. Tapi ini papa mengusirku.
Papa tak pernah bertanya dan tak pernah mau mendengarkan penjelasan ku, aku merasa bagai bukan putrinya. Aku merasa terbuang.
Juan Alfiansyah itulah nama suami ku. Aku baru mengetahuinya saat ijab kabul diucapkan.
Dengan lantang dia menyebut namaku dan menghalalkan ku menjadi istrinya, menjadi pendamping hidup nya seumur hidup.
Bagaimana dan seperti apa sifatnya aku tidak tahu, yang aku tahu dia baik, karena dia juga yang telah menyelamatkan aku saat aku mencoba bunuh diri kemaren.
Aku hanya berdoa dan memohon padamu ya Allah, semoga dia adalah kekasih, dan pelindung yang engkau kirimkan untukku.
Zira POV end
Perias datang dan kembali memperbaiki riasan Zira. Mengganti kebayanya dengan gaun yang indah.
Zira terlihat cantik. Gaun putih yang dia pakai saat pas ditubuhnya. Bunda nya datang menghampiri Zira.
"Sayang, ada yang ingin bunda tanyakan?"
"Ada apa Bun?"
"Siapa pria itu, apa dia kekasihmu?" tanya Siska dengan nada curiga.
"Zira tidak mengenalnya Bun, Zira pernah sekali bertemu dengannya saat Zira mengantar berkas bunda yang tertinggal, nggak sengaja Zira menabraknya."
"Zira juga kaget karena dia mau menikahi Zira. Padahal kita tidak saling kenal."
Zira tidak menceritakan jika Juan adalah orang yang sudah menolongnya dan menampungnya waktu itu.
"Tapi dia adik sepupu Radit yang kaya raya. Bunda yakin dia juga sama kayanya dengan Radit. Apalagi dia adalah wakil direktur XYZ Corporation. Kamu beruntung."
"Sudahlah, syukur ada yang mau menikahi mu, jika tidak mungkin papa mu akan kembali mengirim mu ke luar negeri." ucapnya dengan nada kecewa.
Siska kecewa karena rencananya tidak berhasil. Tapi paling tidak Zira sudah menikah dan akan ikut dengan suaminya. "Ayo kita keluar, para tamu undangan sudah menunggu dirimu."
Zira keluar bersama dengan Siska, semua mata menatap kagum padanya. Zira memang sangat cantik. Juan juga terpesona melihat istrinya.
Juan dan Zira duduk di pelaminan. Para tamu undangan sudah tidak lagi membicarakan mereka. Semua larut dalam kemegahan dan kemewahan pesta pernikahan nya.
Zira merasa lelah menyambut tamu yang datang dan memberikan ucapan selamat. Sejak tadi dirinya dan Juan tidak ada hentinya menyalami para tamu.
"Selamat kak, tadinya aku tidak percaya apa yang diucapkan Tomi. Tapi kini aku yakin. sekali lagi aku ucapkan selamat. Tapi maaf aku tidak menyiapkan kado apapun." ucap Rania .
"Tidak apa apa, Nia. Kehadiran mu sudah cukup berati buatku." jawab Juan.
"Selamat ya kak danish, aku senang kamu yang menjadi istri kak Juan. Jadi kita bisa kembali bersahabat seperti dulu, oh ya kak, Danish ini sahabat ku, dulu kami bertetangga." ucap Rania.
Tomi dan Juan yang tadinya heran kini manggut manggut.
Giliran Radit dan Alya yang memberikan ucapan selamat. Radit memeluk sahabatnya lama.
"Semoga kau bahagia, aku yakin kau sudah memikirkannya sebelum mengambil keputusan. Aku selalu mendukungmu, kau bukan cuma sahabat, tapi aku sudah mengaggap mu saudaraku sendiri."
Juan terhar mendengar ucapan Radit. Hatinya bahagia sahabat sahabatnya begitu baik dan selalu mendukungnya. Padahal dia hanyalah orang biasa tidak seperti mereka yang keturunan keluarga kaya raya.
"Terima kasih." ucap Juan memeluk erat Radit.
"Sudah kalian seperti cewek saja. Ayo kita berphoto bersama." ucap tomi mencairkan suasana haru.
Mereka semua berphoto bersama. Radit Alya, Tomi Rania dan Zira Juan.
Acara berlangsung sangat meriah. Zira kagum dengan keramahan dan keakraban sahabat sahabat Juan.
Zira diterima dengan mudah oleh mereka. Dia pikir seorang Radit akan memandang sinis padanya. Karena Radit di kenal sebagai pebisnis hebat, tapi ternyata dia bersikap hangat dan ramah begitu juga dengan istrinya.
Pukul sebelas mereka pamit, sementara Juan dan Zira masih saja menyambut tamu yang memberikan ucapan selamat.
"Apa kau ingin beristirahat? kau terlihat sangat lelah." ucap Juan.
"Aku tidak apa apa om," jawab Zira.
Dia bingung memanggil Juan apa.
"Istirahatlah lebih dulu, nanti aku menyusul. Atau kau duduk saja." tambahnya lagi.
Tak berapa lama Siska menghampiri mereka. "Kalian boleh beristirahat. Zira ajak suami mu ke kamar dan ini kunci kamar kalian. Selamat malam." ucapnya tanpa melirik kearah Juan.
Zira menerima kunci kamarnya. Dia menatap Juan.
Juan tak menghiraukan Siska.
"Ayo." ucapnya menarik tangan Zira.
Mereka berjalan menuju lift. Masuk ke dalam dan menekan tombol lantai dimana kamar mereka berada. Kamar pengantin yang disiapkan papanya berada di lantai teratas dengan fasilitas lengkap. Sebuah kamar president suit.
Zira berjalan tertatih karena kakinya sakit, seharian dia berdiri menggunakan hak tinggi.
Melihat Zira berjalan sambil meringis menahan sakit, Juan menjadi tidak tega. Dia mengangkat Zira dan menggendongnya ala bride style.
Zira kaget dan menatap wajah Juan. Namun Juan berjalan lurus dengan wajah datarnya. Membuat Zira menelan ludahnya. mengapa sifatnya dingin begini, apa yang akan dia lakukan padaku? apa ini sifat aslinya??
Gimana malam pertama Juan dan Zira? Tunggu di episode selanjutnya.
Like dan vote yang banyak ya, biar makin semangat up nya. 😍😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Lilisdayanti
aqu suka,,ama Radit dengan sikap dingin kaku dan kanebo nya 🤭🤭 tapi suami yg penyang dan amanah,,aqu suka sama TOM,,dengan sikap jumawanya dan suka kepo,,selalu ceria walaupun hidupnya penuh derama,, dan aqu suka Bambang JUN dengan ke sederhanaan nya juga ke,imanan dan kejujuran 😍😍
2023-11-06
0
Wati_esha
Siska ... kenapa kamu?
2023-07-04
0
☠☀💦Adnda🌽💫
asyik ketemu sama radit, sana tomy jg ternyata mereka satu tim y 😘😘😘
2022-11-06
0