Juan terus berjalan hingga menuju parkiran. Membuka bagasi Mobilnya dan memasukkan koper yang dibawa nya.
Zira hanya berdiam diri di samping mobilnya. Juan melewati nya dan masuk ke dalam. Melihat Zira yang tak kunjung masuk, Juan membentaknya dengan suara dingin.
"Masuk!"
Zira sampai terlonjak kaget. Dan masuk kedalam mobil dengan perasaan mendongkol.
Juan langsung melajukan monilnya menuju apartemennya miliknya. Disepanjang jalan tidak ada percakapan diantara mereka berdua. Diam dan hening. Keduanya larut dengan pemikiran masing masing. Zira menatap keluar jendela. Juan fokus melihat jalanan sambil terus mengemudikan mobil.
Perjalanan singkat hanya butuh dua puluh menit, mereka sudah sampai di pelataran parkir. Zira turun dan memperhatikan sekeliling, Juan juga turun dan membuka bagasi mobilnya, mengeluarkan koper Zira.
Setelah nya Juan menutup bagasi dan berjalan meninggalkan Zira. Zira menatapnya tak percaya, Juan membiarkannya membawa kopernya sendiri tak berniat membantunya.
Manusia aneh, baru tadi pagi minta maaf. Ini udah bersikap ngeselin lagi
Huh!!! suami macam apa dia, dasar tidak peka.
Zira berjalan menarik kopernya sambil menggerutu di dalam hatinya. Juan terus berjalan tanpa memperdulikan Zira.
Mereka berdua memasuki lift dan naik menuju lantai dimana kamar Juan berada. Tiba tiba liftnya berhenti.berjlaan dan lampunya mati, Juan mulai diserang rasa takut. Keringat dingin mulai membanjiri dahinya.
Tangannya menarik tangan Zira dan menggenggamnya erat. Namun Juan tak bersuara sedikit pun, dia hanya diam dan terus meremas tangan Zira. Tak berapa lama lampu hidup.kembalindan lift kembali berjalan, Juan segera melepaskan tangan Zira.
Wajahnya sudah basah dengan keringat. Pintu lift terbuka dan Juan langsung berjalan mendahului istrinya. Juan takut Zira tahu dia takut dengan kegelapan.
Didepan pintu Juan mengeluarkan kunci kamarnya dan masuk. Zira juga ikut masuk kedalam.
Ini kedua kalinya Zira masuk kedalam apartemen Juan. Zira menjatuhkan tubuhnya di sofa. Sementara Juan langsung masuk ke dalam kamar dan mengganti bajunya dengan baju rumahan. Kaos oblong dan celana pendek.
Zira kaget dan terpesona melihat penampilan biasa Juan. Juan terlihat lebih muda, dan lebih fresh.
Juan tak juga menyapa nya, dia melangkah ke dapur dan membuka kulkas dan mengeluarkan bahan makanan. Juan bersiap untuk memasak makan siang.
Zira hanya melihatnya, dia bingung harus bersikap bagaimana. Mau membantu Juan tapi takut, mau masuk ke kamar belum ada ijin yang punya.
Melihat Zira kebingungan Juan bersuara.
"Masuk dan ganti pakaianmu di dalam kamar, kamarnya ada disebelah kanan." ucap Juan.
Zira terkejut, pasalnya tadi Juan juga keluar dari kamar tersebut. Berarti mereka satu kamar.
"Kita satu kamar?" tanya Zira tak percaya.
"Ya kau benar, Kamar ku hanya ada dua, yang satunya aku pakai sebagai ruang kerjaku. Jika kau tidak mau tidur di kamar bersama ku tidak masalah, kau bisa tidur di sofa." ucap Juan.
Zira kembali terkejut mendengar ucapan Juan. Yang benar saja dia yang tidur di sofa. pria macam apa suaminya ini, yang tega membiarkan istrinya tidur di sofa.
"Terserah padamu, mau pilih yang mana. Nona, suami mu ini bukan pria kaya raya, jadi kau harus memakluminya dan terbiasa dengan kehidupan sederhana seperti ini. Cepat ganti pakaianmu setelah itu kau harus membersihkan tempat ini. Aku tidak memiliki asisten rumah tangga. Aku membersihkannya sendiri, Jadi karena kau adalah istriku, sekarang tugas itu aku serahkan padamu." ucap Juan lagi.
Zira kesal dan menghentakkan kakinya, dia menarik kopernya dan masuk kedalam kamar Juan.
Kamarnya begitu bersih dan Rapi.
Zira membuka kopernya mengambil pakaian santai dan menggantinya di dalam kamar mandi.
Setelah itu dia menyusun pakaiannya ke dala lemari. Dia terkejut melihat isi lemari Juan, semua pakaiannya tersusun sangat rapi sekali. Padahal dia tidak memiliki asisten rumah tangga.
Zira keluar kamar dengan menggunakan kaos oblong dan hot pant menampakkan paha mulusnya. Seperti inilah penampilan Zira sehari hari. Baginya bukan masalah apalagi dia terbiasa tinggal di luar negeri.
Juan sibuk memasak. Zira mengambil vacum cleaner dan mulai membersihkan rumah Juan.
Juan tersenyum tipis melihat Zira, permainan baru di mulai nona, kau akan tahu bagaimana rasanya hidup miskin dan tak punya apa apa. Aku akan mengajarimu hidup yang sesungguhnya nona sombong.
Juan meletakkan semua masakannya diatas meja. Dan memanggil Zira untuk makan bersamanya. Mereka makan dalam diam. Zira yang merasa lapar makan dengan lahapnya. Masakan Juan juga enak dan Zira menyukainya.
Selesai makan Juan mencuci piring dan Zira menonton TV, dia merasa lelah karena telah membersihkan ruangan tersebut. Seumur hidupnya dia tidak pernah melakukan pekerjaan itu karena ada pelayan di rumahnya.
Juan mendatangi Zira yang duduk di sofa. Duduk disamping Zira yang sedang menonton televisi.
"Nona Zira" panggil Juan.
"Ya..om"
"Jangan panggil aku Om, panggil aku mas!" ucap Juan dengan tatapan sulit diartikan. Juan sangat kesal dengan panggilan Zira padanya.
Zira kembali ketakutan, dia dengan cepat mengangguk.
"Maaf mas" ucapnya pelan.
Mas aku memanggilnya mas yang benar saja. Aduh...aku mau pingsan membayangkan nya, mas Juan...mas....hahahah ucap Vira dalam hati.
"Aku ingin kita membuat perjanjian baru. Aku ingin merevisi semua isi perjanjian kontrak mu. "Ucap Juan.
Zira tersenyum girang. "Benarkah?"
"Ya, aku akan mengabulkan keinginanmu. Kita akan berpisah setelah enam bulan, tapi aku memiliki satu syarat. Jadilah istriku yang sesungguhnya." ucap Juan.
"Apa maksudmu?" ucap Zira menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya.
Dia belum siap dan tidak mau menyerahkan dirinya pada orang yang tidak dia cintai.
"Jauhkan pikiran kotormu itu. Aku ingin kau melayaniku sebagai mana seorang istri melayani suaminya, memasak, membersihkan rumah, menyiapkan kebutuhanku kecuali yang satu itu, aku tidak memaksa mu." ucap Juan.
Zira tersenyum girang. "Setuju" ucapnya mengulurkan tangan nya. Juan juga mengulurkan tangannya dan mereka berjabat tangan. "deal" ucap Zira tersenyum.
Apa sebenarnya rencana Juan untuk Zira???
kencengin vote nya ya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Lilisdayanti
hihihikkk aqu senyum senyum sendiri,,ini yang keberapa aqu baca,ketiga apa ke empat yah lupa 😂🤭 wkwkwk tapi aqu suka cara juan mendidiki zira 👍
2023-11-06
0
Wati_esha
Mendidik Zira hidup sebagai perempuan yang sebenarnya.
2023-07-04
0
Erny Manangkari
mu gkin Juan bikin trik membuat zira akan jatu cinta sama dia
2022-08-29
0