Juan akhirnya memilih keluar. Dia akan mengunjungi Tomi di kantornya. Juan sengaja tidak membangunkan istrinya, dia merasa kasihan lada Zira.
Sebelum pergi Juan mengambil ponsel Zira. Juan membukanya yang ternyata tidak di kunci.
Muncul wajah imut Zira yang tersenyum lebar sebagai wallpaper ponselnya. Juan tersenyum melihatnya.
Kemudian Juan mengetik nomor ponselnya dan menyimpannya. Tak lupa dia memanggil nomornya agar bisa menyimpan nomor ponsel istrinya. Juan menyimpan nomornya dengan menamainya "My lovely," pada ponsel Zira.
Kemudian dia meletakkannya kembali di tempatnya dan meninggalkan Zira. Juan menyimpan nomornya Zira di ponselnya dan menamainya "Sweety". Juan tersenyum sendiri membaca nama Zira di ponselnya.
Juan yang turun bertemu dengan Siska di depan rumah.
"Mau kemana nak?" ucap Siska
"Aku akan ke kantor, ada urusan penting." ucap Juan beralasan.
"Baru kemarin menikah, dan kini kau sudah bekerja. Kasihan sekali istrimu." ucapnya menyindir.
"Aku tidak akan lama, aku pergi dulu." ucapnya meninggalkan Siska.
Juan masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya menuju kantor Tomi.
"Siang bos" ucap Juan menyapa Tomi yang duduk di kursinya.
"Siang...Juan!!' ucap Tomi kaget.
"Loh ada apa kamu datang, apa jangan jangan kau diusir istrimu dari rumahmu sendiri?" tanya Tomi.
"Sialan loe. Aku ada perlu dengan mu. Dan aku juga kangen dengan kantor ini." ucap Juan.
"Baru dua hari loe cuti, jangan ngeles. Sekarang dimana istrimu?" tanya Tomi .
Tomi bangkit dan berjalan kearah Juan yang sudah duduk di sofa.
"Zira di rumah orangtuanya."
"Apa dia beneran ninggalin loe, kasihan nya..baru menikah satu hari loe udah jadi duda, Gue turut prihatin" goda Tomi.
"Jaga mulut loe. Zira bukan kabur, aku yang mengajak nya mengunjungi orangtuanya. Sekaligus aku ingin meminta ijin pada orangtuanya untuk membawanya tinggal di apartemen ku." ucap Juan.
"Tapi aku merasa ada yang janggal dari bunda nya Zira."
"Apanya yang janggal?" tanya Tomi
"Aku merasa dia tidak tulus dan berpura pura baik pada Zira, tapi sebenarnya dia memiliki niat terselubung dibalik semua itu. Tapi apa aku tidak tahu. Oleh karena itu aku meminta tolong padamu, agar Diki menyelidiki siapa dia dan bagaimana latar belakangnya." ucap Juan.
"Kau mencurigai ibu mertua mu sendiri?" tanya Tomi tak percaya
"Tidak, aku tidak mencurigainya. Aku hanya merasa ada sesuatu yang dia sembunyikan. Maka aku minta bantuan mu. Semoga saja dugaan ku salah. Aku tidak bisa membayangkan betapa hancurnya Zira jika sampai ibunya juga mengkhianatinya." ucap Juan sedih.
"Kau lah yang harus melindunginya. Dia istrimu, dia butuh kasih sayang dan perhatian darimu. Ingat pesanku, buat dia jatuh cinta padamu, jangan memaksanya. Tapi buat dia terpesona." ucap Tomi lagi.
"Dulu kau pandai menasehati ku saat aku mengejar Rania, apa kau tidak ingat? kenapa sekarang kau bingung sendiri?" ucap Tomi
"Ini berbeda!" bantah Juan.
"Tidak, sama saja. Intinya kita berjuang memenangkan hati gadis yang kita cintai." ucap Tomi
"Tapi aku tidak mencintai nya?" bantah Juan.
"Jangan terlalu cepat menjawab. Hatimu yang akan menuntun mu untuk mencintainya. Kau pandai menasehati ku, giliran mu sendiri kau kebingungan." ucap Tomi tertawa mengejek.
"Sialan loe." jawab Juan kesal.
"Sana pulang, temui istrimu. Saat seperti ini harusnya kau berada di kamar berdua, sayang sayangan_"
Auw..... ucap Tomi mengaduh kesakitan.
Juan memukul kepalanya karena Tomi mengejeknya.
"Aku pamit" ucapnya meninggalkan Tomi yang masih kesakitan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Radiah Hassan
Lanjut thor 💪💪💪💪
2024-10-31
0
Dwi MaRITA
kok sweety.... merk diapers... 🙊
2024-06-29
0
Lilisdayanti
aqu suka sikap tiga sahabat itu,,selalu terbuka,, kecuali Radit emang si kanebo,, Radit Poto kopinya Alex,,dan Malik 🤭
2023-11-06
0