Kembali ke rumah zira

Juan bangun lebih awal, dilihatnya Zira masih tertidur lelap diatas sofa. Juan membangunkannya dengan mengguncang tubuh nya.

"Apaan sih, bentar lagi. Masih ngantuk." ucap Zira menepis tangan Juan.

Juan tak menyerah, di kembali membangunkan Zira. Kali ini guncangan di tubuh Zira semakin kuat.

"Sebentar lagi, masih ngantuk...!!" ucapnya kembali menarik selimut.

Juan tak putus asa, dengan sekuat tenaga dia berteriak di telinga Zira. "Ada Tikuuus...." ucap Juan.

seketika Zira bangun dan melompat. Bahkan Zira tak sadar dia telah memeluk Juan.

"Mana tikusnya, mana....aaa..." ucap Zira tak kalah kuat.

Juan sampai menutup telinganya dengan telapak tangannya.

"Tikus, mana tikus..." ucap Zira lagi, tangannya masih memeluk erat tubuh Juan.

Juan diam tak menjawab, Zira menatap bingung kearahnya. Detik berikutnya Zira sadar jika Juan hanya mengerjainya.

"Kau mengerjai ku?" ucap Zira dengan mata melotot.

Tanpa menjawab Juan berucap. "Mau sampai kapan kau memeluk tubuhku? apa begitu nyaman hingga kau tak mau melepaskannya?!"

Zira terkejut dan baru menyadari jika sejak tadi dia memeluk erat Juan. Zira melepaskan pelukannya dan turun dari pangkuan Juan.

"Bangun dan lakukan tugasmu, siapkan pakaian gantiku, dan buatkan aku sarapan." ucap Juan berlalu meninggalkan Zira. Zira semakin kesal mendengar ucapan Juan.

Kali ini kau menang, tapi tunggu pembalasanku, aku tidak akan menyerah begitu saja.

Zira bangkit dan membuka lemari pakaian Juan. Memilih celana dan kemeja untuknya. Zira memilih dasi, dan jas. Pakaian dalam?" gumannya.

Tidak aku tidak mau mengambilkannya, biar dia mengambilnya sendiri. bathin Zira sambil dia bergidik ngeri.

Sementara Juan tersenyum sendiri di kamar mandi, dia membayangkan jika Zira pasti bersungut dan kesal dibuatnya.

Juan keluar kamar mandi melihat bajunya sudah diletakkan Zira di atas tempat tidurnya. Sedangkan Zira sudah tidak kelihatan lagi.

Juan mengambil pakaiannya dan memakainya. Dia keluar kamar dengan berpakaian rapi, tanpa dasi dan jasnya.

Diliriknya ruang tamu kosong. Juan berjalan kearah dapur. Tampak Zira sibuk dengan aktivitas memasaknya.

Juan menarik tipis bibirnya, dan berjalan mendekati istrinya.

"Apa yang kau masak pagi ini?" tanya Juan.

"Aku...aku cuma masak omlette dan nasi. Selebihnya aku tidak tahu." ucap Zira.

"Cepat lah aku sudah sangat lapar. Mana kopi ku." ucapnya lagi dan berjalan menuju meja makan.

Zira mengangkat omlette dan meletakkan nya di piring kemudian dia membawanya menuju meja makan.

"Tunggu sebentar, kopinya akan aku siap kan. Mau yang pahit, manis atau sedang." tanya Zira.

"Yang sedang saja." ucap Juan.

Zira segera membuatkan kopi dan segelas susu untuknya.

Juan sedikit heran, "Untuk siapa susu itu?" tanya Juan.

"Untuk ku lah untuk siapa lagi. Cuma kita berdua yang ada disini." jawabnya.

"Kau masih minum susu?" tanya Juan terkejut.

Zira merasa tersinggung. "Memangnya kenapa jika aku minum susu? Ada yang salah?" tanya nya jutek.

Juan tersenyum mengejek. "Tidak ada yang salah, cuma aku lucu saja, kau seperti anak kecil. Cepat habiskan. Setelah ini kita akan ke rumah orang tuamu." ucap Juan

"Mau apa kesana?" tanya Zira terkejut.

"Mau menyapa kedua orang tuamu, aku tidak mau dikatakan menantu yang tidak sopan. Dan aku ingin mengatakan jika aku membawamu untuk tinggal disini bersama ku. Sudah cepat habiskan makanan mu setelah itu ganti pakaian mu."

"Aku tidak mau pulang," ucap Zira

"Aku tahu, tapi aku akan tetap memaksa mu, ingat kita harus menunjukkan jika kita pasangan yang serasi. Aku sudah mengatakan kepada papa mu jika aku akan menjadi menantu yang baik dan jadi suami yang baik. Oleh karena itu kita harus kesana. Kau harus terlihat bahagia." Ucap Juan lagi.

Zira tidak menghabiskan makanannya dan berjalan menuju kamar Juan. Mengganti pakaiannya dan Kemabli keluar.

Juan menatap nya dengan perasaan tidak suka. Zira menggunakan gaun pendek diatas lutut tanpa lengan.

"Ganti" ucap Juan tak suka.

"Kenapa, bukan kah ini bagus. Apa kau tidak tahu gaunku harganya sangat mahal dan limited edition. Aku tidak mau!" bantah Zira.

"Gaun kekurangan bahan ini kau bilang mahal. Lihat ini dan ini" Ucap Juan menunjuk lengan dan paha Zira.

"Apa yang kau dapat dengan menggunakan pakaian ini? apa kau mau setiap pria menatap lapar padamu, apa kau ingin menggoda mereka??" tanya Juan.

Juan maju dan menarik pinggang Zira. Dia semakin mendekatkan tubuh mereka. Menghapus jarak diantara keduanya. Nafas Juan terasa hangat menyentuh kulit wajah Zira.

"A..apa yang akan kau lakukan?" tanya Zira gugup.

"Aku...bukan kah kau yang menggodaku, dengan menggunakan pakaian seksi, berarti kau telah menggoda ku." ucap Juan.

Zira gelapan dan mendorong wajah Juan dengan kedua tangan nya.

"aku..aku tidak menggoda mu, lepaskan aku." ucapnya coba meronta. Namun pelukan Juan begitu erat dan Zira tak mampu berkutik.

Zira memilih mengalah. "Baiklah, aku akan mengganti pakaian ku, sekarang lepaskan aku." ucapnya

Juan perlahan melonggarkan pelukannya. Melihat ada kesempatan Zira segera mendorongnya dan berlari menuju kamar.

Di dalam kamar Zira memegang dadanya. Sialan, dia terus saja mengerjai ku. Dan aku tak bisa berbuat apa apa. Bagaimana ini?!!! Tunggu saja aku pasti akan menemukan cara untuk membalasmu nanti.

Zira mengambil blush panjang dan celana panjang. Zira terlihat cantik. Dia mengikat rambutnya tinggi diatas. Mempoles sedikit wajahnya dengan bedak dan lipstik pink tipis, menambah kecantikan nya.

Juan menatap Zira lama. Dia terlihat sangat cantik. Tapi aku tidak boleh kalah, aku harus buat dia jatuh cinta padaku.

"Ayo" ucap Zira di depan Juan.

"Ayo" ucap juan berjalan lebih dulu dan meninggalkannya. Zira hanya bisa bersungut di belakangnya.

Mobil yang mereka kendarai menuju rumah orang tua Zira. Juan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Hari masih pagi, dan papa Zira mungkin berada di kantornya.

Di depan rumah yang sangat mewah dan besar, Juan membelokkan mobilnya. Satpam menanyakan identitasnya, namun mereka segera menunduk hormat, begitu mereka tahu jika Juan dan Zira yang berada di dalam mobil.

Juan turun setelah memarkirkan mobilnya. Dia turun dan berjalan menuju pintu, Tanpa membukakan pintu sebelah Zira.

Lagi lagi Zira bersungut kesal. ', dasar tidak peka," guman Zira pelan. Dia membuka pintu dan turun dari mobil.

Juan menggenggam tangan Zira. Dia sengaja berbisik, "Ingat kita harus terlihat bahagia." bisik nya.

Zira diam tak menanggapi ucapan Juan..Dia hanya membiarkan Juan terus menggenggam tangannya menuju ke rumah.

Juan memencet bel, tak lama seorang pelayan membuka pintu dan dengan penuh hormat dia menyapa nona dan tuan mudanya.

" Selamat datang nona, tuan" ucqpnya.

"Hai bik, papa ada?" ucap Zira. Tangannya menarik Juan masuk ke dalam rumah.

"Tuan besar sudah berangkat ke kantor non. Silahkan duduk, biar bibik buatkan minum." ucap.pelayan lalu pergi meninggalkan nona dan tuannya.

Siapa yang akan di temui Juan di rumah Zira? Gimana kelanjutannya, tunggu ...

Kencengin like vote dan berikan koin seikhlasnya.

Terpopuler

Comments

Radiah Hassan

Radiah Hassan

Lanjut thor

2024-10-31

0

Lilisdayanti

Lilisdayanti

oyah thur apa ada novel nya Dean,,pinisirin aqu,, kalau ada info dong judul nya 🤭

2023-11-06

0

Wati_esha

Wati_esha

Hartanto tahukah bila Dean bukan anak biologisnya?

2023-07-04

0

lihat semua
Episodes
1 Awal kisah
2 Permintaan Zira.
3 Rencana pernikahan
4 Pernikahan Zira
5 Resepsi
6 Malam Pertama
7 Aku tidak mau di kasihani
8 Menyesal
9 Visual
10 Takdir
11 Marah
12 Pulang
13 Tugas Baru
14 Kembali ke rumah zira
15 Rumah Mertua
16 Mengunjungi tomi
17 Mertua Vs Menantu
18 Makan malam
19 Dia istriku
20 Nyaman
21 Pindah kantor
22 Jabatan baru
23 Zira sakit
24 Dia Perhatian
25 Cinta???
26 Mesum
27 Penjelasan
28 Dokter Nisa
29 ketemu cinta
30 Lunch
31 Persiapan
32 Pagi yang indah
33 Aku takut mas
34 Damai
35 Pembalasan
36 MAKAN SIANG
37 Putus
38 Cemburu
39 Ketemu Bunda
40 Kiss
41 Canggung
42 Mengunjungi Juan
43 Pengakuan
44 Mawar Merah Muda
45 Pengumuman
46 Kegalauan Zira
47 Saling selidik
48 Malu Malu Cinta
49 Keinginan Zira
50 Hampir Gagal
51 Maaf
52 Ke Desa
53 Mandi
54 Kembali ke Jakarta
55 Rencana siska
56 Persiapan
57 Di pantai
58 Dinner
59 Lagi
60 Daster
61 Jakarta
62 Oleh oleh
63 Ketemu Cinta
64 Makan Bakso
65 Memulai Rencana
66 Zira Marah
67 Gagal
68 Kedatangan Siska
69 Mengunjungi Tomi
70 Kejujuran Zira
71 Pengumuman
72 Semakin kesal
73 Andika kembali
74 Persiapan ultah
75 Kebenaran
76 Pecel
77 Undangan
78 Kejutan
79 Permintaan papa
80 Kebersamaan
81 Hartanto POV
82 Positif
83 Dendam
84 Siasat
85 Gagal lagi
86 Rujak
87 Jebakan
88 Diculik
89 Tertangkap
90 Ke rumah sakit
91 Heart to Heart
92 Siska tertangkap
93 Keputusan Juan
94 Harapan hartanto
95 Perayaan
96 Mila
97 Pindah
98 Mudik
99 Mudik 2
100 Balik ke Jakarta
101 Kejutan tuk zira
102 Rencana Piknik
103 Piknik (1)
104 Piknik (2)
105 Kau milik ku
106 Panas
107 Akhirnya
108 Kecewa
109 Ber bunga bubga
110 Kembar?
111 Tingkepan
112 Shopping
113 Si kembar
114 Pernikahan daren
115 Hot dady
116 Bulan madu daren
117 Hadiah buat di kembar
118 Reuni
119 Revi yang posesif.
120 Di rumah Daren
121 Kunjungan Kakek
122 Wasiat
123 Kenyataan
124 Berserah
125 Sebuah harapan
126 Ngidam
127 Sate padang
128 Rindu kampung halaman
129 Di rumah nenek
130 Dean Kembali
131 Permintaan Siska
132 Mabuk
133 Mencari kebenaran
134 Sadar
135 Maafkan aku Ma
136 Lahiran
137 Bonchap 1 - Ulangtahun kakek
138 bonchap 2 _ Minta adik
139 bonchap 3 : aku bahagia
140 Bonchap : Suami Siapa
141 Bonchap : Sahabat selamanya
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Awal kisah
2
Permintaan Zira.
3
Rencana pernikahan
4
Pernikahan Zira
5
Resepsi
6
Malam Pertama
7
Aku tidak mau di kasihani
8
Menyesal
9
Visual
10
Takdir
11
Marah
12
Pulang
13
Tugas Baru
14
Kembali ke rumah zira
15
Rumah Mertua
16
Mengunjungi tomi
17
Mertua Vs Menantu
18
Makan malam
19
Dia istriku
20
Nyaman
21
Pindah kantor
22
Jabatan baru
23
Zira sakit
24
Dia Perhatian
25
Cinta???
26
Mesum
27
Penjelasan
28
Dokter Nisa
29
ketemu cinta
30
Lunch
31
Persiapan
32
Pagi yang indah
33
Aku takut mas
34
Damai
35
Pembalasan
36
MAKAN SIANG
37
Putus
38
Cemburu
39
Ketemu Bunda
40
Kiss
41
Canggung
42
Mengunjungi Juan
43
Pengakuan
44
Mawar Merah Muda
45
Pengumuman
46
Kegalauan Zira
47
Saling selidik
48
Malu Malu Cinta
49
Keinginan Zira
50
Hampir Gagal
51
Maaf
52
Ke Desa
53
Mandi
54
Kembali ke Jakarta
55
Rencana siska
56
Persiapan
57
Di pantai
58
Dinner
59
Lagi
60
Daster
61
Jakarta
62
Oleh oleh
63
Ketemu Cinta
64
Makan Bakso
65
Memulai Rencana
66
Zira Marah
67
Gagal
68
Kedatangan Siska
69
Mengunjungi Tomi
70
Kejujuran Zira
71
Pengumuman
72
Semakin kesal
73
Andika kembali
74
Persiapan ultah
75
Kebenaran
76
Pecel
77
Undangan
78
Kejutan
79
Permintaan papa
80
Kebersamaan
81
Hartanto POV
82
Positif
83
Dendam
84
Siasat
85
Gagal lagi
86
Rujak
87
Jebakan
88
Diculik
89
Tertangkap
90
Ke rumah sakit
91
Heart to Heart
92
Siska tertangkap
93
Keputusan Juan
94
Harapan hartanto
95
Perayaan
96
Mila
97
Pindah
98
Mudik
99
Mudik 2
100
Balik ke Jakarta
101
Kejutan tuk zira
102
Rencana Piknik
103
Piknik (1)
104
Piknik (2)
105
Kau milik ku
106
Panas
107
Akhirnya
108
Kecewa
109
Ber bunga bubga
110
Kembar?
111
Tingkepan
112
Shopping
113
Si kembar
114
Pernikahan daren
115
Hot dady
116
Bulan madu daren
117
Hadiah buat di kembar
118
Reuni
119
Revi yang posesif.
120
Di rumah Daren
121
Kunjungan Kakek
122
Wasiat
123
Kenyataan
124
Berserah
125
Sebuah harapan
126
Ngidam
127
Sate padang
128
Rindu kampung halaman
129
Di rumah nenek
130
Dean Kembali
131
Permintaan Siska
132
Mabuk
133
Mencari kebenaran
134
Sadar
135
Maafkan aku Ma
136
Lahiran
137
Bonchap 1 - Ulangtahun kakek
138
bonchap 2 _ Minta adik
139
bonchap 3 : aku bahagia
140
Bonchap : Suami Siapa
141
Bonchap : Sahabat selamanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!