Satu kesempatan 2

Mau dong di kasih hadiah, hihihi

Mencintai seseorang terlalu dalam kadang memberikan luka yang terlalu dalam juga. Seperti yang dirasakan oleh Flora, cintanya yang begitu besar pada Daniel memberikan luka yang sangat dalam dan masih membekas di hatinya meski sudah tiga tahun yang lalu.

Perbedaan kasta dan terhalang restu dari orang tua Daniel membuat kisah cinta mereka harus berakhir. Bukan, lebih tepatnya terpaksa harus berakhir.

Flora sangat tidak bersemangat untuk berkerja hari itu, kepalanya terasa sangat berat karena terlalu banyak memikirkan hal yang mungkin akan terjadi selanjutnya. Flora menjatuhkan kepalanya yang terasa berat itu di meja kerjanya saat mengingat lagi masa-masa indah bersama Daniel dan juga penghinaan serta ancaman dari orang tua mantan kekasihnya itu.

"Apa yang harus aku lakukan?" Hanya itu yang mampu Flora katakan saat itu.

Tiba-tiba bunyi telepon di mejanya mengejutkan Flora. Flora langsung mengangkat kepalanya dan langsung mengangkat gagang telepon yang tersambung dengan ruangan Farhan.

"Hallo, Pak," ucap Flora saat gagang telepon itu sudah berada di dekat telinganya.

"Flora ke ruangan saya sekarang!"

"Ba-baik, Pak." Flora bisa mendengar suara Farhan berbeda dari biasanya. Seperti ada rasa kesal di nada bicaranya.

Setelah mengatakan itu sambungan telepon terputus begitu saja. Flora merasakan firasat buruk.

Dengan harap-harap cemas Flora melangkah ke ruangan kerja Farhan. Flora masuk ke ruangan atasannya setelah sebelumnya mengetuk pintu ruangan itu.

"Bapak manggil saya?" tanya Flora saat ia sudah berada di dalam ruangan atasannya itu.

"Periksa kembali berkas-berkas

ini lagi, jangan sampai ada kesalahan!" Farhan melempar tiga map ke atas meja kerjanya dengan sedikit kasar membuat bunyi yang mengejutkan Flora.

Flora sedikit tersentak saat melihat Farhan melempar pekerjaannya dengan kasar. Ini baru pertama kalinya atasannya itu melakukan tindakan seperti itu, biasanya setiap kali ia melakukan kesalahan farhan hanya menegurnya, tapi kali ini lain. "Baik, Pak." Flora mengambil map di meja kerja atasannya. "Saya permisi dulu," izin Flora.

Flora berbalik untuk kembali ke meja kerjanya namun Farhan memanggilnya kembali.

"Flora …."

Flora berhenti melangkah danm dengan perasaan takut Flora kembali melangkah ke depan meja kerja Farhan.

"Baru kali ini saya melihat kinerja kamu buruk. Apa ini karena Daniel?" tanya Farhan tanpa basa- basi.

"Bukan, Pak," jawab Flora. Sejujurnya iya dan Farhan pun tahu itu.

"Saya sudah mempertahankan kamu di perusahaan ini karena kinerja kamu bagus. Tetapi jika hanya karena masalah pribadi kamu membuat kerja kamu seperti ini, saya tidak bisa membela kamu lagi dan tidak bisa mempertahankan kamu lagi di sini," tegas Farhan.

Flora yang tadinya menundukkan kepalanya akhirnya menunjukan wajahnya dan menatap lurus ke arah Farhan dengan wajah yang memelas.

"Maaf, Pak. Tolong beri saya satu kesempatan untuk memperbaiki ini," mohon Flora.

"Satu kesempatan Flora, ingat hanya satu kesempatan." Flora langsung mengangguk. "Silahkan kembali ke tempatmu," suruh Farhan yang langsung diangguki oleh Flora.

Flora segera kembali ke meja kerjanya dan kembali duduk di balik meja kerjanya. Flora menghapus air matanya yang sempat keluar. Ia sedih ini baru pertama kalinya ia ditegur sampai seperti itu.

Flora menarik nafas panjang lalu kemudian menghembuskannya baru setelah itu Flora mencoba kembali berkonsentrasi bekerja.

*****

Jam istirahat telah tiba, Flora membereskan kembali meja kerjanya, akhirnya pekerjaannya selesai tepat waktu dan siap untuk ia serahkan kembali pada atasannya.

Flora beranjak dari kursinya dan memutuskan pergi makan siang di kafe di depan kantor itu. Flora belum banyak memiliki teman di kantor itu. Pernah ia memiliki teman, namun setelah mereka tahu jika dirinya anak haram mereka semua menjauh.

Flora memilih duduk di dekat jendela sambil menunggu pesanan makan siangnya. Pandangannya mengarah pada mobil yang berlalu lalang di depan kafe itu. Tarikan nafas Flora lakukan berulang-ulang untuk menetralkan sebuah perasaan yang sedang ia rasakan, perasan yang campur aduk.

"Flora …."

Flora mengalihkan pandangannya dan melihat salah satu teman kerjanya. Flora tidak terlalu kenal dengan perempuan itu hanya yang Flora tahu perempuan itu bernama Mutya.

"Hai," sapa Mutya.

"Hai," balas Flora.

"Kamu sendiri di sini?" tanya Mutya sebelum ia menarik kursi di sebelah Flora.

"Memang siapa yang mau berteman dengan anak haram seperti ku." Ugh rasanya sakit sekali ketika harus mengucapkan kata-kata itu.

Mutya tersenyum lalu meraih tangan Flora, "Jangan bicara seperti itu dan jangan pikirkan mereka yang memandang dirimu dengan sebelah mata."

"Sudahlah jangan bahas ini lagi." Mutya menarik tangannya lalu mengulurkan tangannya kepada Flora. "Ayo kita berteman."

Flora menatap heran pada Mutya kenapa teman kerjanya yang jarang sekali mengobrol dengan dirinya mendadak meminta berteman dengan dirinya.

"Kenapa? Apa kamu tidak mau berteman dengan ku?" tanya Mutya saat Flora tak kunjung menerima uluran tanganya.

"Kenapa kamu mau menjadi temanku disaat yang lain menjauhi ku?" tanya Flora.

"Kamu butuh alasan kenapa aku mau berteman denganmu?" tanya Mutya.

"Karena mereka juga punya alasan untuk menjauhi ku dan-"

"Itu mereka Flora, bukan aku. Aku hanya ingin berteman dengan mu saja," sela Mutya.

Flora mendesah pasrah ia bertemu lagi dengan orang yang sangat pemaksa. "Oke, kita berteman." Kini Flora lah yang pertama kali mengulurkan tangannya dan Mutya pun langsung dengan senang hati menerima uluran tangan Flora.

Makan siang yang Flora dan Mutya pesan sudah datang dan langsung memutus obrolan dua sahabat baru itu. Flora dan Mutya pun memulai persahabatan mereka dengan makan siang bersama.

Flora melihat waktu di jam yang melingkar di pergelangan tangannya, waktu istirahat mereka masih setengah jam lagi. Flora berniat untuk kembali ke kantornya namun saat ia dan Mutya baru akan beranjak dari kursi, Daniel datang dan mencegah Flora untuk pergi.

"Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu, Flora," ucap Daniel.

"Aku masih ada banyak pekerjaan," tolak Flora. Pekerjaan yang menumpuk gara-gara memikirkan mu, batin Flora.

"Hanya sebentar Flora, please. Aku mohon," pinta Daniel.

"Flora … maaf sebaiknya aku pergi aku tidak akan mengganggu kalian," ucap Mutya dan Flora mengangguki ucapan Mutya.

"Baiklah kita bicara," ucap Flora.

"Tidak di sini," sahut Daniel.

Mata Daniel memandang sekitar ada banyak orang di dalam kafe itu. Flora pun mengikuti arah pandang Daniel, ia mengerti apa yang sedang Daniel pikirkan.

Flora mengangguk dan mengikuti langkah Daniel. Daniel membawa Flora ke taman belakang kafe itu, tempatnya jauh lebih sepi bahkan hanya ada mereka berdua di sana. Keduanya duduk saling berhadapan di meja yang sudah disedikan.

"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Flora tanpa basa-basi.

"Tentang kita," jawab Daniel.

"KIta sudah selesai," ucap Flora.

"Belum."

"Apa lagi Daniel? Apa yang masih tersisa di antara kita?" tanya Flora.

"Aku masih sangat mencintai mu," ucap Daniel. "Dan aku tahu kamu juga masih mencintaiku," lanjut Daniel.

Flora tersenyum kecut setelah mendengar ucapan Daniel. "Jika ini yang ingin kamu katakan lebih baik lupakan!" Flora langsung berdiri dari kursi dan ingin pergi dari tempat itu, namun Daniel langsung mencegahnya.

"Flora …."

Flora menyentak tangan Daniel yang menahan tangannya, "Kamu bilang kamu mencintaiku tapi kemana saat orang tua kamu menghinaku dan ibuku?" tanya Flora penuh penekanan pada Daniel. Flora sangat sakit saat itu sampai Flora tidak ingin melihat ke arah Daniel.

Daniel menangkup kedua sisi wajah Flora, memaksa Flora untuk melihat ke arahnya. "Maafkan aku Flora saat itu aku tidak tahu jika ibuku akan datang ke rumahmu untuk menghinamu serta ibu mu. Aku tidak tahu itu, Flora … sungguh."

Flora menatap mata Daniel untuk mencari sebuah kebohongan di sana namun Flora tidak menemukannya.

"Aku baru tahu saat kamu menghubungi ku untuk memutuskan hubungan kita," lanjut Daniel.

Daniel menyatukan keningnya dengan kening Flora. Daniel bisa melihat dengan jelas air mata Flora mengalir deras dari matanya.

Flora menarik diri dari Daniel dan memalingkan wajahnya dari Daniel. Flora bergeser beberapa langkah untuk menjauhi Daniel seraya mengusap air matanya.

Daniel tidak menyerah ia terus berusaha untuk membujuk Flora dan menyelesaikan kesalahpahaman diantara mereka.

"Aku tidak bisa melakukan apapun saat itu Flora, ibuku mengancam ku agar aku menjauhi mu dan jika tidak … dia akan melukai dirimu," jelas Flora.

Flora masih diam dan tidak berkomentar ia hanya mendengarkan semua perkataan Daniel.

"Tapi kali ini aku berjanji Flora aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu termasuk ibuku." Daniel meraih tangan Flora dan kini mereka berdiri saling berhadapan.

"Percayalah padaku Flora."

Daniel menghembuskan nafas berat saat Flora hanya diam saja.

"Ayo kita mulai ini dari awal dan aku pastikan kedua orang tuaku akan merestui kita kali ini," ucap Daniel penuh keyakinan.

"Kenapa kamu begitu yakin akan hal itu?" tanya Flora.

"Aku akan melakukan apapun Flora demi hubungan kita." Meski harus melawan soudaraku sendiri lanjut Daniel dalam hatinya.

"Aku butuh waktu. Berikan aku waktu untuk memikirkan semua ini," pinta Flora.

Daniel mengangguk setuju.

"Aku pergi dulu, jam istirahatku sudah habis."

Tanpa menunggu perkataan Daniel selanjutnya. Flora pergi dari tempat itu meninggalkan Daniel yang sedang berdiri dalam diamnya.

Terpopuler

Comments

yana ayana

yana ayana

jgn balikan ma daniel flo

2022-05-15

0

Masiah Firman

Masiah Firman

gimana dg gio.....aku setuju kalau sm gio

2021-07-31

1

Zamira Paytren

Zamira Paytren

sama gio aj flo ...ingat penghinaan ortunya daniel.....😒😒

2021-06-27

2

lihat semua
Episodes
1 Flora Melinda Putri
2 Pekerjaan Baru
3 Mengenang masa lalu
4 Sebuah Harapan
5 Menyambut Awal Baru
6 Playboy Cap Kakap
7 Salam Perkenalan
8 Agreement
9 Inisial A.F
10 Kegelisahan Flora
11 Bertemu Kembali
12 Pendekatan
13 Permintaan Maaf
14 Bersahabat
15 Harapan Seorang Ibu
16 Sedikit Berbeda
17 Kembalinya Daniel
18 Satu Kesempatan
19 Satu kesempatan 2
20 Teman Yang Menyebalkan
21 Sebuah Nasihat
22 Izinkan Aku Mencintaimu
23 Berharap Lebih Baik
24 Pengagum Rahasia
25 Pacar Gio
26 Harapan Daniel
27 Perasaan Gio dan Daniel.
28 Malam Minggu menyebalkan
29 Gadisku Yang Galak
30 Secercah Harapan
31 Flora Vs Mariana
32 Kemarahan Gio
33 Aku Akan Menjagamu
34 Cinta Tulus Gio
35 Ucapan Terima Kasih
36 Akan Baik-baik Saja
37 Pelajaran Untuk Mariana
38 Masih Mencintainya
39 Rasa Dalam Hati
40 Kembali Bersama
41 Harapan Flora
42 Perubahan Gio
43 Perubahan Gio 2
44 Rindu
45 Ungkapan Rasa Cinta Gio
46 Bantu Aku Untuk Berpaling
47 Teman Tapi Mesra
48 Buka Hatimu
49 Maaf Aku Berpaling
50 Pernyataan Cinta Flora
51 Senyummu Kebahagianku
52 Makin Cinta
53 Restu Dari Farhan
54 Bosku Kekasihku
55 Saat Indah Bersamamu
56 Will You Merry Me
57 Janji Gio
58 Kebersamaan Gio dan Flora
59 Bahagia Untukmu
60 Kejutan Besar
61 Mengenang Masa Lalu
62 Dia Kakakmu
63 Kegelisahan Hati Flora
64 Aku Adikmu
65 Permintaan Maaf Dari Farhan
66 Cahaya Dalam Kegelapan
67 Kepergian Gio
68 Suka dalam Duka
69 Selamat Jalan Ayah
70 Perubahan Sikap Gio
71 Rahasia Yang Terpendam
72 Rencana Mariana
73 Permainan Dimulai
74 Selamat Hari Raya Idul Fitri
75 Permainan Flora
76 Kekuatan Seorang Istri
77 Cinta Dalam Kebencian
78 Kembali Bersama
79 Rencana Bulan Madu
80 Sebuah Keraguan
81 Sandiwara
82 Sandiwara 2
83 Rahasia Yang Terbongkar
84 Keputusasaan Gio.
85 Kekalahan Gio
86 Persiapan Resepsi Pernikahan
87 Menjadi Satu
88 Harapan Gio dan Flora
89 Kehidupan Baru
90 Candaan Mariana
91 Keanehan Gio
92 Siang Yang Panas
93 Menanti Kabar Baik
94 Gio Sakit
95 Pregnant
96 Ngidam
97 Ngidam 2
98 Kecurigaan Flora
99 Kemarahan Flora
100 Kesalahpahaman
101 Cerita Masa Lalu
102 Berangkat Ke Amerika
103 Tiba Di Amerika
104 Tiba Di Amerika 2
105 Kekhwatiran Flora
106 Bertemu Musuh Lama
107 Malam Yang Panjang
108 Babymoon
109 Hal yang tidak terduga
110 Hilangnya Gio
111 Hilangnya Gio 2
112 Kemarahan Flora
113 Tinggal Kenangan
114 Penantian Flora
115 Kenangan Indah
116 Perasaan Aneh
117 Perasaan Aneh 2
118 Pernyataan Cinta Daren
119 Datangnya Adam
120 Flora Vs Bella
121 Kabar Dari Gio
122 Terungkap
123 Terungkap 2
124 Kembalinya Gio
125 Akhir Dari Sebuah Penantian
126 Kembali Pulang
127 Sebuah Jawaban
128 Kemarahan Vs Rasa Rindu
129 Berakhirnya Mimpi Buruk
130 Menanti Malaikat Kecil
131 Kegilaan Bella
132 Kebahagian Semua orang
133 Pertengkaran Flora dan Bella
134 Masa Lalu Bella
135 Pelangi Setelah Hujan
136 Kencan Bersama Suami
137 Kekhawatiran Gio
138 Menjelang Persalinan
139 Menjelang Persalinan 2
140 Lahirnya Malaikat Kecil
141 Selamat hari raya Idul Adha
142 Akhir Dari Penantian
143 Felicia Aourora Ferdinand
144 Ekstra Part
145 Ekstra Part 2
146 Ekstra part
147 Ekstra Part
148 Ekstra Part
149 Ekstra Part
150 Ekstra Part
151 Ekstra Part Daniel dan Muara
152 Ekstra Part Daniel dan Maura
153 Ekstra Part Daniel dan Maura
154 Ekstra Part Daniel dan Maura
155 Ekstra Part Daniel dan Maura
156 Ekstra Part Daniel dan Maura
157 Ekstra Part Daniel dan Maura
158 Ekstra Part Daniel dan Maura
159 Ekstra Part Gio dan Flora
160 Ekstra Part Pernikahan Daniel dan Maura
161 Ekstra Part Gio dan Flora
162 Ekstra Part Gio dan Flora
163 Eksta Part Gio dan Flora
164 Season 1 end
165 Perjodohan
166 Rasa Penasaran Felicia
167 Mantan Pacar Kenzo
168 Masa Lalu Kenzo
169 Misi Felicia
170 Resmi Menikah
171 Malam Setelah Menikah
172 Lingerie Dan Obat Perangsang
173 Permintaan Maaf Kenzo
174 Tanda Merah
175 Rumah Baru
176 Kesalahpahaman
177 Menghindar
178 Memulai Dengan Pertengkaran
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Bab 182
183 Bab 183
184 Bab 184
185 Bab 185
186 Bab 186
187 Bab 187
188 Bab 188
189 Bab 189
190 Bab 190
191 Bab 191
192 Bab 192
193 Bab 193
194 Bab 194
195 Bab 195
196 Bab 196
197 Bab 197
198 Bab 198
199 Bab 199
200 Bab 200
201 Bab 201
202 Bab 202
203 Bab 203
204 Dua Ratus Empat
205 Dua Ratus Lima
206 Dua Ratus Enam
207 Dua Ratus Tujuh
208 Dua Ratus Delapan
209 Dua Ratus Sembilan
210 Dua Ratus Sepuluh
211 Dua Ratus Sebelas
212 Dua Ratus Dua Belas
213 Dua Ratus Tiga Belas
214 Dua Ratus Empat Belas
215 Dua Ratus Lima Belas
216 Dua Ratus Enam Belas
217 Dua Ratus Tujuh Belas
218 Dua Ratus Delapan Belas
219 Dua Ratus Sembilan Belas
220 Dua Ratus Dua Puluh
221 Dua Ratus Dua Puluh Satu
222 Dua Ratus Dua Puluh Dua
223 Dua Ratus Dua Puluh Tiga
224 Dua Ratus Dua Puluh Empat
225 Dua Ratus Dua Puluh Lima
226 Dua Ratus Dua Puluh Enam
227 Dua Ratus Dua Puluh Tujuh
228 Happy new year
229 Bab 228
230 Bab 229
231 Bab 230
232 Bab 231
233 Bab 232
234 Bab 233
235 Bab 234
236 Bab 235
237 Bab 236
238 Ending Season 2 (1)
239 Ending Season 2 (2)
240 Ending Season 2 (3)
241 Keanu Alexander Pramuja (Tamat)
242 Bab 1 Season 3
243 Bab 2
244 Promosi
245 Gavindra Abimana Ferdinand
246 Si Cantik Buruk Rupa
247 Ponsel Baru
248 Susah Ditebak
249 Si Tengil Baik Hati
250 Si kecil yang menggoda
251 Bertemu Calon Mertua
Episodes

Updated 251 Episodes

1
Flora Melinda Putri
2
Pekerjaan Baru
3
Mengenang masa lalu
4
Sebuah Harapan
5
Menyambut Awal Baru
6
Playboy Cap Kakap
7
Salam Perkenalan
8
Agreement
9
Inisial A.F
10
Kegelisahan Flora
11
Bertemu Kembali
12
Pendekatan
13
Permintaan Maaf
14
Bersahabat
15
Harapan Seorang Ibu
16
Sedikit Berbeda
17
Kembalinya Daniel
18
Satu Kesempatan
19
Satu kesempatan 2
20
Teman Yang Menyebalkan
21
Sebuah Nasihat
22
Izinkan Aku Mencintaimu
23
Berharap Lebih Baik
24
Pengagum Rahasia
25
Pacar Gio
26
Harapan Daniel
27
Perasaan Gio dan Daniel.
28
Malam Minggu menyebalkan
29
Gadisku Yang Galak
30
Secercah Harapan
31
Flora Vs Mariana
32
Kemarahan Gio
33
Aku Akan Menjagamu
34
Cinta Tulus Gio
35
Ucapan Terima Kasih
36
Akan Baik-baik Saja
37
Pelajaran Untuk Mariana
38
Masih Mencintainya
39
Rasa Dalam Hati
40
Kembali Bersama
41
Harapan Flora
42
Perubahan Gio
43
Perubahan Gio 2
44
Rindu
45
Ungkapan Rasa Cinta Gio
46
Bantu Aku Untuk Berpaling
47
Teman Tapi Mesra
48
Buka Hatimu
49
Maaf Aku Berpaling
50
Pernyataan Cinta Flora
51
Senyummu Kebahagianku
52
Makin Cinta
53
Restu Dari Farhan
54
Bosku Kekasihku
55
Saat Indah Bersamamu
56
Will You Merry Me
57
Janji Gio
58
Kebersamaan Gio dan Flora
59
Bahagia Untukmu
60
Kejutan Besar
61
Mengenang Masa Lalu
62
Dia Kakakmu
63
Kegelisahan Hati Flora
64
Aku Adikmu
65
Permintaan Maaf Dari Farhan
66
Cahaya Dalam Kegelapan
67
Kepergian Gio
68
Suka dalam Duka
69
Selamat Jalan Ayah
70
Perubahan Sikap Gio
71
Rahasia Yang Terpendam
72
Rencana Mariana
73
Permainan Dimulai
74
Selamat Hari Raya Idul Fitri
75
Permainan Flora
76
Kekuatan Seorang Istri
77
Cinta Dalam Kebencian
78
Kembali Bersama
79
Rencana Bulan Madu
80
Sebuah Keraguan
81
Sandiwara
82
Sandiwara 2
83
Rahasia Yang Terbongkar
84
Keputusasaan Gio.
85
Kekalahan Gio
86
Persiapan Resepsi Pernikahan
87
Menjadi Satu
88
Harapan Gio dan Flora
89
Kehidupan Baru
90
Candaan Mariana
91
Keanehan Gio
92
Siang Yang Panas
93
Menanti Kabar Baik
94
Gio Sakit
95
Pregnant
96
Ngidam
97
Ngidam 2
98
Kecurigaan Flora
99
Kemarahan Flora
100
Kesalahpahaman
101
Cerita Masa Lalu
102
Berangkat Ke Amerika
103
Tiba Di Amerika
104
Tiba Di Amerika 2
105
Kekhwatiran Flora
106
Bertemu Musuh Lama
107
Malam Yang Panjang
108
Babymoon
109
Hal yang tidak terduga
110
Hilangnya Gio
111
Hilangnya Gio 2
112
Kemarahan Flora
113
Tinggal Kenangan
114
Penantian Flora
115
Kenangan Indah
116
Perasaan Aneh
117
Perasaan Aneh 2
118
Pernyataan Cinta Daren
119
Datangnya Adam
120
Flora Vs Bella
121
Kabar Dari Gio
122
Terungkap
123
Terungkap 2
124
Kembalinya Gio
125
Akhir Dari Sebuah Penantian
126
Kembali Pulang
127
Sebuah Jawaban
128
Kemarahan Vs Rasa Rindu
129
Berakhirnya Mimpi Buruk
130
Menanti Malaikat Kecil
131
Kegilaan Bella
132
Kebahagian Semua orang
133
Pertengkaran Flora dan Bella
134
Masa Lalu Bella
135
Pelangi Setelah Hujan
136
Kencan Bersama Suami
137
Kekhawatiran Gio
138
Menjelang Persalinan
139
Menjelang Persalinan 2
140
Lahirnya Malaikat Kecil
141
Selamat hari raya Idul Adha
142
Akhir Dari Penantian
143
Felicia Aourora Ferdinand
144
Ekstra Part
145
Ekstra Part 2
146
Ekstra part
147
Ekstra Part
148
Ekstra Part
149
Ekstra Part
150
Ekstra Part
151
Ekstra Part Daniel dan Muara
152
Ekstra Part Daniel dan Maura
153
Ekstra Part Daniel dan Maura
154
Ekstra Part Daniel dan Maura
155
Ekstra Part Daniel dan Maura
156
Ekstra Part Daniel dan Maura
157
Ekstra Part Daniel dan Maura
158
Ekstra Part Daniel dan Maura
159
Ekstra Part Gio dan Flora
160
Ekstra Part Pernikahan Daniel dan Maura
161
Ekstra Part Gio dan Flora
162
Ekstra Part Gio dan Flora
163
Eksta Part Gio dan Flora
164
Season 1 end
165
Perjodohan
166
Rasa Penasaran Felicia
167
Mantan Pacar Kenzo
168
Masa Lalu Kenzo
169
Misi Felicia
170
Resmi Menikah
171
Malam Setelah Menikah
172
Lingerie Dan Obat Perangsang
173
Permintaan Maaf Kenzo
174
Tanda Merah
175
Rumah Baru
176
Kesalahpahaman
177
Menghindar
178
Memulai Dengan Pertengkaran
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Bab 182
183
Bab 183
184
Bab 184
185
Bab 185
186
Bab 186
187
Bab 187
188
Bab 188
189
Bab 189
190
Bab 190
191
Bab 191
192
Bab 192
193
Bab 193
194
Bab 194
195
Bab 195
196
Bab 196
197
Bab 197
198
Bab 198
199
Bab 199
200
Bab 200
201
Bab 201
202
Bab 202
203
Bab 203
204
Dua Ratus Empat
205
Dua Ratus Lima
206
Dua Ratus Enam
207
Dua Ratus Tujuh
208
Dua Ratus Delapan
209
Dua Ratus Sembilan
210
Dua Ratus Sepuluh
211
Dua Ratus Sebelas
212
Dua Ratus Dua Belas
213
Dua Ratus Tiga Belas
214
Dua Ratus Empat Belas
215
Dua Ratus Lima Belas
216
Dua Ratus Enam Belas
217
Dua Ratus Tujuh Belas
218
Dua Ratus Delapan Belas
219
Dua Ratus Sembilan Belas
220
Dua Ratus Dua Puluh
221
Dua Ratus Dua Puluh Satu
222
Dua Ratus Dua Puluh Dua
223
Dua Ratus Dua Puluh Tiga
224
Dua Ratus Dua Puluh Empat
225
Dua Ratus Dua Puluh Lima
226
Dua Ratus Dua Puluh Enam
227
Dua Ratus Dua Puluh Tujuh
228
Happy new year
229
Bab 228
230
Bab 229
231
Bab 230
232
Bab 231
233
Bab 232
234
Bab 233
235
Bab 234
236
Bab 235
237
Bab 236
238
Ending Season 2 (1)
239
Ending Season 2 (2)
240
Ending Season 2 (3)
241
Keanu Alexander Pramuja (Tamat)
242
Bab 1 Season 3
243
Bab 2
244
Promosi
245
Gavindra Abimana Ferdinand
246
Si Cantik Buruk Rupa
247
Ponsel Baru
248
Susah Ditebak
249
Si Tengil Baik Hati
250
Si kecil yang menggoda
251
Bertemu Calon Mertua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!