Sedikit Berbeda

Ngakunya sih sudah berteman, namun tenyata Gio dan Flora masih saja seperti Tom and Jerry. Setelah semalam berbalas chat berakhir dengan saling mengejek dan saat keesokan paginya saat Gio datang ke rumah Flora untuk menjemput mantan pacar adik sepupunya itu, keduanya masih saja tidak bisa akur.

Bunyi klakson mobil terdengar tepat di depan rumah Flora. Flora yang baru saja keluar melewati pintu rumahnya terkejut saat melihat mobil Gio berhenti tepat di depan rumahnya.

Flora mengerutkan keningnya kenapa pagi-pagi anak bosnya datang ke rumahnya. Flora lebih terkejut lagi saat laki-laki itu turun dari dalam mobilnya dan menggunakan setelan jasnya lengkap dengan dasi yang melingkar di lehernya.

Kedua bola matanya Flora hampir keluar saat melihat penampilan baru Gio.

"Apa kamu sudah puas memandangi ku?" ledek Gio dengan senyum nakalnya.

Flora berdecak pagi-pagi sudah bertingkah batin Flora.

"Kenapa pagi-pagi sekali kamu datang ke sini dan-" Flora memperhatikan penampilan Gio dari atas hingga bawah. "Penamilanmu berbeda?"

"Mulai sekarang aku bekerja di perusahaan itu. Dan aku ke sini untuk menjemputmu," jawab Gio.

Flora menatap heran ke arah Gio, "Terima kasih sudah repot-repot datang, tapi tidak usah, aku bisa berangkat sendiri," tolak Flora dengan muka jutek.

Seruni keluar dari rumah setelah mendengar anaknya seperti sedang mengobrol dengan seseorang.

"Flora kamu bicara dengan siapa?" Pandangan Seruni mengarah langsung pada Gio yang ada di sebelah anaknya.

Pandangan Gio juga mengarah tepat pada Seruni, wanita yang diam-diam dia kagumi setelah mendengar cerita Flora.

"Dia siapa Flora?" tanya Seruni matanya mengalihkan pandangannya dari Gio.

Gio yang melihat Seruni langsung menyalami tangan Seruni yang langsung membuat Seruni terkejut.

"Dia Gio, Bu. Anaknya bapak Farhan," jawab Flora. "Yang nyebelin itu loh, Bu," lanjut Flora matanya memicik ke arah Gio namun laki-laki itu hanya terkekeh.

"Oh." Seruni manggut-manggut. "Kok gak diajak masuk dulu," ucap Seruni.

"Tidak usah, Bu, saya ke sini mau jemput Flora saja," sela Gio yang langsung di sambut senyum ramah oleh Seruni.

Seruni langsung melirik ke arah Flora seperti mengisyaratkan sesuatu. Seakan tahu apa arti isyarat dari ibunya, Flora menggelengkan kepalanya, ikatan batin yang kuat.

"Baiklah, kalian hati-hati di jalan," ucap Seruni yang langsung membuat mata Flora terbelalak.

"Apa yang ibu lakukan?" batin Flora. Flora meminta supaya ibunya tidak membiarkan dirinya pergi dengan laki-laki meyebalkan itu tetapi ibu malah berbuat yang lain.

"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu," pamit Gio. Gio beralih pada Flora, "Ayo kita berangkat sekarang," ajak Gio.

"Kamu duluan saja," suruh Flora.

"Oke." Gio melangkah terlebih dahulu ke arah mobil dan menunggu Flora di samping mobilnya.

Flora merangkul lengan ibunya dan berkata, "Apa yang ibu lakukan, kenapa malah menyuruh aku berangkat bareng sama laki-laki menyebalkan itu," protes Flora.

"Mana ibu tahu," kilah Seruni.

Padahal Seruni tahu apa yang Flora minta tetapi Seruni sengaja supaya Flora bisa pergi bersama Gio.

"Sudah sana berangkat nanti kamu telat, lagian kasihan juga dia nungguin kamu," ucap seruni di balas dengusan Flora, namun Seruni justru tersenyum meledek Flora sambil mengusap sisi wajah anaknya.

"Ibu berangkat kerja dulu, kamu hati-hati di jalan," ujar Seruni.

Flora mengangguki ucapan ibunya dengan muka masam lalu menyalami tangan ibunya, "Flora berangkat dulu," pamit Flora.

Sambil menggerutu Flora melangkah menghampiri Gio yang berdiri di samping mobil dengan bersandar pada pintu mobil.

"Yuk berangkat!" ajak Flora.

Flora berjalan menuju bangku penumpang tetapi Gio segera menghentikan langkah Flora.

"Kamu mau kemana?' tanya Gio.

Flora berhenti melangkah setelah ia mendengar perkataan Gio. Flora berbalik ke arah Gio dengan menaikan satu alisnya saat Gio menunjukkan kunci mobil di hadapan wajahnya.

"Kamu yang bawa mobilnya," ucap Gio dengan senyum menggoda.

Flora menghela nafas berat saat itu juga, "Apa kamu yakin?" tanya Flora. "Aku masih takut."

"Mau sampai kapan kamu takut." Gio meraih tangan Flora dan meletakan kunci mobil di tangan perempuan itu.

Tanpa menunggu persetujuan dari Flora, Gio masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang. Flora menarik nafas dalam-dalam lalu kemudian menghembuskannya sebelum dirinya masuk ke mobil dan duduk di balik kemudi.

"Apalagi yang kamu tunggu? Jalankan mobilnya," suruh Gio.

"Iya, iya, kenapa kamu cerewet sekali," sahut Flora.

Flora memasukan kunci mobil ke tempatnya lalu memutar kunci mobil untuk menyalakan mesin mobilnya. Setelah menyala, Flora kembali menarik nafas dalam-dalam sebelum menarik gigi dan menginjak pedal gas untuk melajukan mobil itu.

Jalan perkampungan Flora tidak terlalu ramai kendaraan tetapi ramai pejalan kaki dan banyak jalan yang berlubang. Flora mengendarai mobilnya dengan hati-hati.

Flora sedikit merinding saat mobil yang ia kendarai sudah memasuki jalan raya.

Kenapa laki-laki di sebelahnya selalu saja memaksakan kehendaknya sendiri. Apa di tidak memikirkan keselamatan diri mereka Flora berucap dalam hatinya.

"Kendarai saja mobilnya, jangan memikirkan hal lain," ucap Gio seakan tahu isi pikiran Flora.

Flora melirik Gio sekilas, laki-laki di sebelahnya itu sedang fokus pada berkas yang ada di tangannya.

Nampak ada sedikit perbedaan pada diri Gio. Laki-laki yang selalu bersikap slengean kini terlihat nampak serius. Flora benar-benar masih bingung seperti apa sikap dan sifat Gio sebenarnya.

"Apa mulai hari ini kamu bekerja di perusahaan itu?" Flora memulai pembicaraan untuk memecah kesunyian di dalam mobil dan untuk melepas ketegangannya.

"Hmmm. Papa selalu menyuruhku untuk menjadi pemimpin di perusahaan itu. Aku sebenarnya malas, aku ingin membuka bisnis ku sendiri," jawab Gio tanpa mengalihkan pandangan dari beberapa berkas yang sedang ia pelajari.

"Kenapa? Bukankah itu bagus, kamu tinggal meneruskan bisnis keluargamu dan tidak perlu repot-repot membangun bisnis dari nol," ucap Flora.

"Yang itu berarti aku harus siap bersaing dengan Daniel untuk merebut kursi kepemimpinan itu," sela Gio.

Ugh rasanya seperti tertusuk duri setiap kali mendengar nama Daniel.

"Apa itu artinya Daniel juga akan bekerja di perusahaan itu?" tanya Flora.

Flora berharap jawaban Gio adalah tidak, namun kenyataannya adalah iya. Tentu saja Daniel akan bekerja di perusahaan yang sama dengan mereka karena itu perusahaan milik keluarga Ferdinand.

"Tentu saja sayangku, bukankah kamu senang sebentar lagi bertemu dengan Daniel lagi?" Kata-kata Gio terlihat seperti sebuah sindiran.

Flora tersenyum masam saat itu juga. "Aku justru berharap dia tidak lagi datang lagi dalam hidupku," guman Flora yang masih bisa di dengar oleh Gio.

"Kenapa, bukankah kamu masih sangat mencintai adik sepupuku itu?"

Flora menggelengkan kepala, "Aku tidak tahu."

"Itu berarti aku masih memiliki kesempatan untuk bisa bersamamu?" Seketika pandangan Flora dan Gio bertemu di satu titik yang sama.

Flora langsung memutus pandangan mereka karena harus kembali berkonsentrasi mengemudi.

"Hei kamu belum menjawab pertanyaan dari ku," ucap Gio.

"Sudahlah Gio jangan selalu menggodaku seperti itu," sahut Flora.

"Aku serius, Honey," ucap Gio.

Flora menahan tawa di bibirnya, "Sejak kapan kamu serius? Sejak dari awal aku bertemu dengan mu, kamu sama sekali tidak bisa di ajak serius," ucap Flora. Atau mungkin Flora lah yang tidak bisa membedakan kapan Gio serius dan kapan Gio bercanda.

"Jika kali ini aku serius bagaimana? Dan jika suatu saat kamu dihadapkan pada dua pilihan, siapa yang kau pilih aku atau Daniel?" tanya Gio.

"Itu sepertinya pilihan yang sulit," sahut Flora.

Flora sekilas melirik ke arah Gio untuk melihat ekspresi wajahnya, setelah itu Flora tergelak melihat karena melihat ekspresi wajah Gio yang menurutnya sangat lucu.

"Apa yang kamu tertawakan?" Gio menaikkan satu alisnya saat melihat Flora mendakak tergelak.

"Wajahmu! Wajahmu terlihat sangat lucu." Flora memalingkan wajah Gio dengan tangannya kirinya.

"Ha, ha, ha lucu sekali."

"Sudahlah jangan bahas Daniel, itu hanya akan membuatku ingat dengan semua penghinaan nyonya Mariana," ucap Flora.

"Oke," sahut Gio.

Suasana di mobil itu berubah hening, Gio kembali berkonsentrasi mengemudi dan Gio kembali fokus pada berkas yang harus dia pelajari.

Setelah berjuang keras akhirnya Flora berhasil mengendarai mobil itu sampai dengan selamat ke tempat ia perusahaan milik keluarga Ferdinand.

Flora memberhentikan mobil itu tepat di depan lobby dan menurunkan Gio di sana. Setelah Gio turun, Flora kembali melajukan mobil itu dan memarkirkan ke tempat yang sudah di sediakan. Meski sedikit kesulitan akhirnya Flora berhasil memarkiran mobil milik Gio.

Maaf baru bisa up, anak habis sakit jadi gak konsen nulis.

Terpopuler

Comments

Rahma

Rahma

semangat terus thorrr,,,,,semoga anaknya czpzt sembuh n bisa beraktivitas kembali,,,,,we love you❤️❤️🥰🥰😘

2021-11-27

0

Reni Anggraeni

Reni Anggraeni

smngt

2021-09-25

0

Zamira Paytren

Zamira Paytren

aku dukung fli dan gio....mantan mah buang kelaut aja..apalagi ngg punya prinsip. seperti daniel....klu memang cinta sama flo. diperjuangkan donk.....ini malah biarin fluktuatip dihina mama daniel.....ayo flo. buka hatimu u gio....semangat....💪💪

2021-06-27

1

lihat semua
Episodes
1 Flora Melinda Putri
2 Pekerjaan Baru
3 Mengenang masa lalu
4 Sebuah Harapan
5 Menyambut Awal Baru
6 Playboy Cap Kakap
7 Salam Perkenalan
8 Agreement
9 Inisial A.F
10 Kegelisahan Flora
11 Bertemu Kembali
12 Pendekatan
13 Permintaan Maaf
14 Bersahabat
15 Harapan Seorang Ibu
16 Sedikit Berbeda
17 Kembalinya Daniel
18 Satu Kesempatan
19 Satu kesempatan 2
20 Teman Yang Menyebalkan
21 Sebuah Nasihat
22 Izinkan Aku Mencintaimu
23 Berharap Lebih Baik
24 Pengagum Rahasia
25 Pacar Gio
26 Harapan Daniel
27 Perasaan Gio dan Daniel.
28 Malam Minggu menyebalkan
29 Gadisku Yang Galak
30 Secercah Harapan
31 Flora Vs Mariana
32 Kemarahan Gio
33 Aku Akan Menjagamu
34 Cinta Tulus Gio
35 Ucapan Terima Kasih
36 Akan Baik-baik Saja
37 Pelajaran Untuk Mariana
38 Masih Mencintainya
39 Rasa Dalam Hati
40 Kembali Bersama
41 Harapan Flora
42 Perubahan Gio
43 Perubahan Gio 2
44 Rindu
45 Ungkapan Rasa Cinta Gio
46 Bantu Aku Untuk Berpaling
47 Teman Tapi Mesra
48 Buka Hatimu
49 Maaf Aku Berpaling
50 Pernyataan Cinta Flora
51 Senyummu Kebahagianku
52 Makin Cinta
53 Restu Dari Farhan
54 Bosku Kekasihku
55 Saat Indah Bersamamu
56 Will You Merry Me
57 Janji Gio
58 Kebersamaan Gio dan Flora
59 Bahagia Untukmu
60 Kejutan Besar
61 Mengenang Masa Lalu
62 Dia Kakakmu
63 Kegelisahan Hati Flora
64 Aku Adikmu
65 Permintaan Maaf Dari Farhan
66 Cahaya Dalam Kegelapan
67 Kepergian Gio
68 Suka dalam Duka
69 Selamat Jalan Ayah
70 Perubahan Sikap Gio
71 Rahasia Yang Terpendam
72 Rencana Mariana
73 Permainan Dimulai
74 Selamat Hari Raya Idul Fitri
75 Permainan Flora
76 Kekuatan Seorang Istri
77 Cinta Dalam Kebencian
78 Kembali Bersama
79 Rencana Bulan Madu
80 Sebuah Keraguan
81 Sandiwara
82 Sandiwara 2
83 Rahasia Yang Terbongkar
84 Keputusasaan Gio.
85 Kekalahan Gio
86 Persiapan Resepsi Pernikahan
87 Menjadi Satu
88 Harapan Gio dan Flora
89 Kehidupan Baru
90 Candaan Mariana
91 Keanehan Gio
92 Siang Yang Panas
93 Menanti Kabar Baik
94 Gio Sakit
95 Pregnant
96 Ngidam
97 Ngidam 2
98 Kecurigaan Flora
99 Kemarahan Flora
100 Kesalahpahaman
101 Cerita Masa Lalu
102 Berangkat Ke Amerika
103 Tiba Di Amerika
104 Tiba Di Amerika 2
105 Kekhwatiran Flora
106 Bertemu Musuh Lama
107 Malam Yang Panjang
108 Babymoon
109 Hal yang tidak terduga
110 Hilangnya Gio
111 Hilangnya Gio 2
112 Kemarahan Flora
113 Tinggal Kenangan
114 Penantian Flora
115 Kenangan Indah
116 Perasaan Aneh
117 Perasaan Aneh 2
118 Pernyataan Cinta Daren
119 Datangnya Adam
120 Flora Vs Bella
121 Kabar Dari Gio
122 Terungkap
123 Terungkap 2
124 Kembalinya Gio
125 Akhir Dari Sebuah Penantian
126 Kembali Pulang
127 Sebuah Jawaban
128 Kemarahan Vs Rasa Rindu
129 Berakhirnya Mimpi Buruk
130 Menanti Malaikat Kecil
131 Kegilaan Bella
132 Kebahagian Semua orang
133 Pertengkaran Flora dan Bella
134 Masa Lalu Bella
135 Pelangi Setelah Hujan
136 Kencan Bersama Suami
137 Kekhawatiran Gio
138 Menjelang Persalinan
139 Menjelang Persalinan 2
140 Lahirnya Malaikat Kecil
141 Selamat hari raya Idul Adha
142 Akhir Dari Penantian
143 Felicia Aourora Ferdinand
144 Ekstra Part
145 Ekstra Part 2
146 Ekstra part
147 Ekstra Part
148 Ekstra Part
149 Ekstra Part
150 Ekstra Part
151 Ekstra Part Daniel dan Muara
152 Ekstra Part Daniel dan Maura
153 Ekstra Part Daniel dan Maura
154 Ekstra Part Daniel dan Maura
155 Ekstra Part Daniel dan Maura
156 Ekstra Part Daniel dan Maura
157 Ekstra Part Daniel dan Maura
158 Ekstra Part Daniel dan Maura
159 Ekstra Part Gio dan Flora
160 Ekstra Part Pernikahan Daniel dan Maura
161 Ekstra Part Gio dan Flora
162 Ekstra Part Gio dan Flora
163 Eksta Part Gio dan Flora
164 Season 1 end
165 Perjodohan
166 Rasa Penasaran Felicia
167 Mantan Pacar Kenzo
168 Masa Lalu Kenzo
169 Misi Felicia
170 Resmi Menikah
171 Malam Setelah Menikah
172 Lingerie Dan Obat Perangsang
173 Permintaan Maaf Kenzo
174 Tanda Merah
175 Rumah Baru
176 Kesalahpahaman
177 Menghindar
178 Memulai Dengan Pertengkaran
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Bab 182
183 Bab 183
184 Bab 184
185 Bab 185
186 Bab 186
187 Bab 187
188 Bab 188
189 Bab 189
190 Bab 190
191 Bab 191
192 Bab 192
193 Bab 193
194 Bab 194
195 Bab 195
196 Bab 196
197 Bab 197
198 Bab 198
199 Bab 199
200 Bab 200
201 Bab 201
202 Bab 202
203 Bab 203
204 Dua Ratus Empat
205 Dua Ratus Lima
206 Dua Ratus Enam
207 Dua Ratus Tujuh
208 Dua Ratus Delapan
209 Dua Ratus Sembilan
210 Dua Ratus Sepuluh
211 Dua Ratus Sebelas
212 Dua Ratus Dua Belas
213 Dua Ratus Tiga Belas
214 Dua Ratus Empat Belas
215 Dua Ratus Lima Belas
216 Dua Ratus Enam Belas
217 Dua Ratus Tujuh Belas
218 Dua Ratus Delapan Belas
219 Dua Ratus Sembilan Belas
220 Dua Ratus Dua Puluh
221 Dua Ratus Dua Puluh Satu
222 Dua Ratus Dua Puluh Dua
223 Dua Ratus Dua Puluh Tiga
224 Dua Ratus Dua Puluh Empat
225 Dua Ratus Dua Puluh Lima
226 Dua Ratus Dua Puluh Enam
227 Dua Ratus Dua Puluh Tujuh
228 Happy new year
229 Bab 228
230 Bab 229
231 Bab 230
232 Bab 231
233 Bab 232
234 Bab 233
235 Bab 234
236 Bab 235
237 Bab 236
238 Ending Season 2 (1)
239 Ending Season 2 (2)
240 Ending Season 2 (3)
241 Keanu Alexander Pramuja (Tamat)
242 Bab 1 Season 3
243 Bab 2
244 Promosi
245 Gavindra Abimana Ferdinand
246 Si Cantik Buruk Rupa
247 Ponsel Baru
248 Susah Ditebak
249 Si Tengil Baik Hati
250 Si kecil yang menggoda
251 Bertemu Calon Mertua
Episodes

Updated 251 Episodes

1
Flora Melinda Putri
2
Pekerjaan Baru
3
Mengenang masa lalu
4
Sebuah Harapan
5
Menyambut Awal Baru
6
Playboy Cap Kakap
7
Salam Perkenalan
8
Agreement
9
Inisial A.F
10
Kegelisahan Flora
11
Bertemu Kembali
12
Pendekatan
13
Permintaan Maaf
14
Bersahabat
15
Harapan Seorang Ibu
16
Sedikit Berbeda
17
Kembalinya Daniel
18
Satu Kesempatan
19
Satu kesempatan 2
20
Teman Yang Menyebalkan
21
Sebuah Nasihat
22
Izinkan Aku Mencintaimu
23
Berharap Lebih Baik
24
Pengagum Rahasia
25
Pacar Gio
26
Harapan Daniel
27
Perasaan Gio dan Daniel.
28
Malam Minggu menyebalkan
29
Gadisku Yang Galak
30
Secercah Harapan
31
Flora Vs Mariana
32
Kemarahan Gio
33
Aku Akan Menjagamu
34
Cinta Tulus Gio
35
Ucapan Terima Kasih
36
Akan Baik-baik Saja
37
Pelajaran Untuk Mariana
38
Masih Mencintainya
39
Rasa Dalam Hati
40
Kembali Bersama
41
Harapan Flora
42
Perubahan Gio
43
Perubahan Gio 2
44
Rindu
45
Ungkapan Rasa Cinta Gio
46
Bantu Aku Untuk Berpaling
47
Teman Tapi Mesra
48
Buka Hatimu
49
Maaf Aku Berpaling
50
Pernyataan Cinta Flora
51
Senyummu Kebahagianku
52
Makin Cinta
53
Restu Dari Farhan
54
Bosku Kekasihku
55
Saat Indah Bersamamu
56
Will You Merry Me
57
Janji Gio
58
Kebersamaan Gio dan Flora
59
Bahagia Untukmu
60
Kejutan Besar
61
Mengenang Masa Lalu
62
Dia Kakakmu
63
Kegelisahan Hati Flora
64
Aku Adikmu
65
Permintaan Maaf Dari Farhan
66
Cahaya Dalam Kegelapan
67
Kepergian Gio
68
Suka dalam Duka
69
Selamat Jalan Ayah
70
Perubahan Sikap Gio
71
Rahasia Yang Terpendam
72
Rencana Mariana
73
Permainan Dimulai
74
Selamat Hari Raya Idul Fitri
75
Permainan Flora
76
Kekuatan Seorang Istri
77
Cinta Dalam Kebencian
78
Kembali Bersama
79
Rencana Bulan Madu
80
Sebuah Keraguan
81
Sandiwara
82
Sandiwara 2
83
Rahasia Yang Terbongkar
84
Keputusasaan Gio.
85
Kekalahan Gio
86
Persiapan Resepsi Pernikahan
87
Menjadi Satu
88
Harapan Gio dan Flora
89
Kehidupan Baru
90
Candaan Mariana
91
Keanehan Gio
92
Siang Yang Panas
93
Menanti Kabar Baik
94
Gio Sakit
95
Pregnant
96
Ngidam
97
Ngidam 2
98
Kecurigaan Flora
99
Kemarahan Flora
100
Kesalahpahaman
101
Cerita Masa Lalu
102
Berangkat Ke Amerika
103
Tiba Di Amerika
104
Tiba Di Amerika 2
105
Kekhwatiran Flora
106
Bertemu Musuh Lama
107
Malam Yang Panjang
108
Babymoon
109
Hal yang tidak terduga
110
Hilangnya Gio
111
Hilangnya Gio 2
112
Kemarahan Flora
113
Tinggal Kenangan
114
Penantian Flora
115
Kenangan Indah
116
Perasaan Aneh
117
Perasaan Aneh 2
118
Pernyataan Cinta Daren
119
Datangnya Adam
120
Flora Vs Bella
121
Kabar Dari Gio
122
Terungkap
123
Terungkap 2
124
Kembalinya Gio
125
Akhir Dari Sebuah Penantian
126
Kembali Pulang
127
Sebuah Jawaban
128
Kemarahan Vs Rasa Rindu
129
Berakhirnya Mimpi Buruk
130
Menanti Malaikat Kecil
131
Kegilaan Bella
132
Kebahagian Semua orang
133
Pertengkaran Flora dan Bella
134
Masa Lalu Bella
135
Pelangi Setelah Hujan
136
Kencan Bersama Suami
137
Kekhawatiran Gio
138
Menjelang Persalinan
139
Menjelang Persalinan 2
140
Lahirnya Malaikat Kecil
141
Selamat hari raya Idul Adha
142
Akhir Dari Penantian
143
Felicia Aourora Ferdinand
144
Ekstra Part
145
Ekstra Part 2
146
Ekstra part
147
Ekstra Part
148
Ekstra Part
149
Ekstra Part
150
Ekstra Part
151
Ekstra Part Daniel dan Muara
152
Ekstra Part Daniel dan Maura
153
Ekstra Part Daniel dan Maura
154
Ekstra Part Daniel dan Maura
155
Ekstra Part Daniel dan Maura
156
Ekstra Part Daniel dan Maura
157
Ekstra Part Daniel dan Maura
158
Ekstra Part Daniel dan Maura
159
Ekstra Part Gio dan Flora
160
Ekstra Part Pernikahan Daniel dan Maura
161
Ekstra Part Gio dan Flora
162
Ekstra Part Gio dan Flora
163
Eksta Part Gio dan Flora
164
Season 1 end
165
Perjodohan
166
Rasa Penasaran Felicia
167
Mantan Pacar Kenzo
168
Masa Lalu Kenzo
169
Misi Felicia
170
Resmi Menikah
171
Malam Setelah Menikah
172
Lingerie Dan Obat Perangsang
173
Permintaan Maaf Kenzo
174
Tanda Merah
175
Rumah Baru
176
Kesalahpahaman
177
Menghindar
178
Memulai Dengan Pertengkaran
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Bab 182
183
Bab 183
184
Bab 184
185
Bab 185
186
Bab 186
187
Bab 187
188
Bab 188
189
Bab 189
190
Bab 190
191
Bab 191
192
Bab 192
193
Bab 193
194
Bab 194
195
Bab 195
196
Bab 196
197
Bab 197
198
Bab 198
199
Bab 199
200
Bab 200
201
Bab 201
202
Bab 202
203
Bab 203
204
Dua Ratus Empat
205
Dua Ratus Lima
206
Dua Ratus Enam
207
Dua Ratus Tujuh
208
Dua Ratus Delapan
209
Dua Ratus Sembilan
210
Dua Ratus Sepuluh
211
Dua Ratus Sebelas
212
Dua Ratus Dua Belas
213
Dua Ratus Tiga Belas
214
Dua Ratus Empat Belas
215
Dua Ratus Lima Belas
216
Dua Ratus Enam Belas
217
Dua Ratus Tujuh Belas
218
Dua Ratus Delapan Belas
219
Dua Ratus Sembilan Belas
220
Dua Ratus Dua Puluh
221
Dua Ratus Dua Puluh Satu
222
Dua Ratus Dua Puluh Dua
223
Dua Ratus Dua Puluh Tiga
224
Dua Ratus Dua Puluh Empat
225
Dua Ratus Dua Puluh Lima
226
Dua Ratus Dua Puluh Enam
227
Dua Ratus Dua Puluh Tujuh
228
Happy new year
229
Bab 228
230
Bab 229
231
Bab 230
232
Bab 231
233
Bab 232
234
Bab 233
235
Bab 234
236
Bab 235
237
Bab 236
238
Ending Season 2 (1)
239
Ending Season 2 (2)
240
Ending Season 2 (3)
241
Keanu Alexander Pramuja (Tamat)
242
Bab 1 Season 3
243
Bab 2
244
Promosi
245
Gavindra Abimana Ferdinand
246
Si Cantik Buruk Rupa
247
Ponsel Baru
248
Susah Ditebak
249
Si Tengil Baik Hati
250
Si kecil yang menggoda
251
Bertemu Calon Mertua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!