Pendekatan

Langit yang gelap sudah mulai berganti warna terang. Cahaya rembulan sudah tergantikan oleh cahaya dari sang surya yang mulai terbit dari timur. Dan embun pada pagi hari mulai menghilang saat mentari mulai memancarkan cahayanya.

Hari Minggu yang cerah. Gio sedang bermain bola basket di halaman rumah besarnya bersama Abi. Entah apa yang dipikirkan oleh Gio setiap kali mengajak Abi bermain basket, padahal orang kepercayaan papanya itu sama sekali tidak bisa bermain basket.

Abi bukan hanya orang kepercayaan papanya, tetapi juga sahabat bagi Gio sendiri. Umur mereka juga tidak jauh hanya berbeda satu tahun saja dan Gio lebih muda dari Abi.

Gio masih asyik mendribble bola berwarna merah itu sebelum melemparkannya ke dalam ring. Dalam hal basket Gio memang tidak terkalahkan. Abi sediri tidak habis pikir kenapa majikannya itu suka sekali mengajak dirinya bermain basket. Tidak! Lebih tepatnya ia hanya berlari-lari mengejar Gio hanya demi merebut bola berwarna merah itu. Abi sama sekali tidak bisa merebut bola dari tangan majikannya.

“Kamu payah, Abi." Gio menggelengkan kepalanya lalu melempar bola masuk ke dalam ring.

“Ayolah, Mas Gio berhenti. Anda tahu jika saya tidak bisa bermain basket. Kenapa anda tetap mengajak saya bermain basket? Anda, 'kan bisa mencari lawan yang sepadan di luar sana, seperti teman-teman Mas Gio," protes Abi.

Abi menjatuhkan dirinya di atas rerumputan yang tumbuh subur di halaman rumah majikannya dengan nafas yang terengal-sengal. Sesekali juga Abi mengusap keringatnya menggunakan lengan baju tangannya.

Gio tersenyum lalu menyusul asisten pribadi papanya itu duduk di rerumputan.

Abi beranjak dari tempatnya untuk mengambilkan botol air minum di meja yang ada teras rumah itu. Abi kembali dan memberikan botol minum itu pada anak majikannya.

Gio menerima botol yang diberikan oleh Abi, “Terima kasih.”

“Sama-sama,” balas Abi.

Gio membukakan tutup botol itu dan mulai menenggak air dari dalam botol minum itu.

Setelah beristirahat sejenak, Gio kembali berdiri untuk mengambil bola dan kemudian Gio mendribble kembali bola itu.

Entah apa yang sedang Gio pikirkan saat itu, mendadak ia teringat akan Flora. Ada rasa kurang percaya saat mendengar jika Flora pernah menjalin hubungan dengan Daniel, sepupunya.

Lalu saat ia melihat Flora menangis saat itu hatinya serasa ikut bergetar. Saat pertama kali dirinya bertemu dengan Flora ia bisa melihat luka di mata perempuan itu dan tenyata benar, perempuan itu menyimpan sejuta luka di dalam dirinya yang justru disebabkan oleh anggota keluarganya.

“Abi aku ingin bertanya sesuatu hal padamu,” ucap Gio.

“Silahkan saja, Mas Gio,” balas Abi.

“Apa benar jika Flora sedang berusaha mendekati dan menggoda papaku, seperti yang pernah kau katakan waktu itu?" tanya Gio tanpa berhenti untuk mendrible bola.

Abi diam sesaat, ia bingung harus menjelaskannya seperti apa pada anak majikannya itu.

“Abi aku sedang bertanya pada mu.” Gio berhenti mendribble bola.

Abi menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Abi bingung harus bicara jujur atau tidak.

“Gawat jika Mas Gio tahu yang sebenarnya. Dia bisa marah,” batin Abi.

“Jangan bilang kalau kamu berbohong, Abi,” tekan Gio.

Abi terlihat kikuk ia tidak tahu harus jujur atau tidak. Sekarang kondisinya serba salah, jika jujur maka ia akan kena marah oleh majikannya. Dan kalau ia tidak jujur maka ia akan kena masalah dengan anak dari majikannya.

Abi menoleh ke arah Gio dan melihat senyum licik yang terlihat sangat mengerikan tergambar di bibir Gio.

Abi tidak punya pilihan lain selain menceritakan yang sebenarnya pada Gio.

Abi menghela nafas sebelum mulai berbicara.

“Maaf Mas Gio, Flora itu gadis yang baik jadi tidak mungkin jika dia mencoba mendekati dan merayu bapak Farhan,” ucap Abi.

Gio menaikan satu alisnya, “Lalu kenapa waktu itu kamu bilang padaku jika Flora sedang mancoba merayu papahku?”

“Itu-anu-itu, Mas Gio.” Abi mulai kehilangan kata-katanya.

“Bicara yang jelas, Abi!” Gio melebarkan matanya ke arah Abi.

“Sebenarnya bapak Farhan yang menyuruh saya mengatakan hal itu untuk membujuk Mas Gio supaya mau pulang dan menetap di sini,” jawab Abi seketika karena takut dengan tatapan mata tajam yang di perlihatkan oleh Gio.

Gio yang mendengar pengakuan Abi langsung membelalakan matanya, “Kenapa kamu tidak mengatakan yang sejujurnya.”

Gio mengumpat dalam hatinya. Gara-gara ucapan Abi waktu itu membuat Gio menjadi salah paham pada Flora. Bahkan Gio memperlakukan Flora dengan tidak sopan. Dan permainan itu, permainan yang ia buat sendiri yang sebenarnya hanya untuk mempermainkan Flora.

Tidak ingin terkena masalah lagi Abi memutuskan untuk pergi dari rumah majikannya itu.

“Mas Gio, kita sudah selesai bermain basket, 'kan? Ini sudah siang saya ada janji dengan Flora,” pamit Abi.

“Janji dengan Flora? Apa kau mau berkencan dengannya?” tanya Gio penasaran.

Abi menghela nafas berat kenapa isi kepala anak majikannya tidak jauh dari kata 'Kencan'.

“Saya dapat tugas dari bapak Farhan untuk ngajarin Flora mengemudi mobil agar Flora bisa pulang pergi gak naik angkutan umum lagi,” jawab Abi.

“Biar aku yang gantiin tugas kamu,” serobot Gio secepat kilat.

Tanpa menunggu persetujuan dari Abi, Gio langsung melesat menggunakan mobilnya menuju rumah Flora.

“Hei, Mas Gio -tunggu! Ya Tuhan apalah dayaku ini? Aku hanya seorang bawahan,” gerutu Abi.

Abi menggeleng kecil tetapi setidaknya ia bisa libur hari ini dan bisa pergi jalan-jalan bersama kekasihnya sendiri.

Sementara di tempat lain, Flora sedang menunggu kedatangan Abi di depan rumah Tiara. Hari itu Flora sudah ada janji dengan Abi. Laki-laki yang sekarang menjadi sahabat itu akan mengajarinya mengemudikan mobil.

Beberapa kali Flora melihat waktu di ponselnya dan melihat jalanan di depannya berharap laki-laki itu segera muncul. Flora merasa sudah tidak sabar untuk belajar mengemudikan mobil lagi.

“Kenapa dia belum datang juga?” guman Flora.

Flora ingin masuk ke dalam rumah Tiara. Namun, tiba-tiba telinganya mendengar suara klakson mobil di dekatnya.

Kening Flora berkerut, alis Flora terangkat sebelah, dan Flora juga memiliki firasat buruk saat melihat mobil yang berhenti tepat di hadapannya kini.

Saat kaca mobil itu mulai bergerak turun mata Flora langsung melihat laki-laki yang sangat ingin tidak dia lihat, yang kini sedang duduk di dalam mobil berwarna putih itu. Firasat buruknya menjadi kenyataan.

“Apa yang sedang kamu lakukan di sini?” tanya Flora kaget saat melihat Gio duduk di dalam mobil yang ada di hadapannya itu.

“Aku merindukanmu, Honey. jadi aku ke sini,” jawab Gio diikuti senyum nakalnya.

Flora memutar bola matanya jengah sebelum ia mendengkus karena kesal.

“Mas Gio.” Flora dan Gio langsung mengalihkan pandangan mereka ke asal suara.

“Halo, Mba Tiara,” sapa Gio.

Tiara langsung menghampiri Gio yang masih duduk di dalam mobilnya.

“Mas Gio apa kabar?” tanya Tiara dengan mata yang berbinar.

“Baik, Mbak. Mbak sendiri apa kabar?” tanya balik Gio. "Wah, perutnya sudah besar ya,” lanjut Gio.

“Baik Mas Gio.” Tiara mengusap perut buncitnya sambil memandang wajah Gio berharap bayinya akan setampan anak mantan majikannya. “Aduh Mas Gio makin genteng saja.”

Tiara menarik kedua pipi Gio dan Tiara terlihat sangat senang saat melihat anak dari mantan bosnya itu.

“Mbak ....” Flora menjauhkan Tiara dari Gio. “Jangan deket-deket Mbak. Nanti kalau mas Adit lihat, dia bisa cemburu,” ujar Flora.

Tiara mengibaskan tangannya di depan wajahnya. “Dia gak bakalan cemburu.”

Tiara kembali ingin mendekati Gio, tetapi dengan segera Flora mencegahnya.

“Awas Mbak, nanti ketularan virus nyebelin kaya dia.” Flora menunjuk Gio dengan matanya. Namun di sambut kekehan oleh Gio dan juga Tiara.

“Aduh Flora ... jangan terlalu benci sama Mas Gio. Nanti kamu bisa jatuh cinta sama dia loh,” ledek Tiara.

“Bener itu, Mbak,” sambung Gio.

Gio dan Tiara pun langsung bertos ria.

“Amit-amit deh Mbak,” tolak Flora.

“Siapa yang amit-amit? Mas Gio imut-imut gitu,” goda Tiara yang langsung mentowel dagu Flora.

Mata Flora memutar bola matanya jengah setelah mendengar pujian yang Tiara berikan untuk Gio.

“Ayo masuk dulu Mas Gio,” ajak Tiara.

“Gak usah Mbak,” tolak Gio. “Aku mau pergi sama Flora, mau ngajarin dia nyetir mobil,” lanjut Gio.

“Siapa yang mau pergi sama kamu? Aku udah ada janji sama mas Abi,” sambar Flora.

“Dia gak bakalan datang. Dia minta aku buat gantiin dia,” ucap Gio.

“Huh, paling kamu yang maksa dia,” tebak Flora sambil mengerucutkan bibirnya dan membuat Gio terkekeh seketika.

“Ayo cepat naik!” suruh Gio.

“Gak mau!” tolak Flora.

“Ya sudah aku pulang lagi saja,” ucap Gio.

“Sudahlah Flora, terima saja tawarannya mas Gio. Kamu katanya sudah pengin bisa nyetir mobil,” bujuk Tiara.

Harusnya Flora bisa menebak jika Tiara akan membujuknya seperti itu, karena selama ini sahabatnya itu berdiri di pihak Gio.

“Okelah, Mbak. Terpaksa.”

Flora akhirnya masuk ke dalam mobil, setelah sebelumnya menghentakkan kakinya ke tanah berulang-ulang karena kesal.

“Selamat bersenang-senang,” ucap Tiara yang langsung di sambut dengkusan Flora tetapi di sambut senyuman oleh Gio.

Setalah berpamitan pada Tiara, Gio mulai melajukan mobilnya meninggalkan perumahan kecil itu.

Terpopuler

Comments

Iiq Rahmawaty

Iiq Rahmawaty

oh abi sudh punya pacar toh.. kirain mh jomblo akut😅😅

2021-12-26

1

Iiq Rahmawaty

Iiq Rahmawaty

hahaha payah kau abi🤣🤣

2021-12-26

0

Iiq Rahmawaty

Iiq Rahmawaty

ah abi payah ga bisa maen basket😅

2021-12-26

0

lihat semua
Episodes
1 Flora Melinda Putri
2 Pekerjaan Baru
3 Mengenang masa lalu
4 Sebuah Harapan
5 Menyambut Awal Baru
6 Playboy Cap Kakap
7 Salam Perkenalan
8 Agreement
9 Inisial A.F
10 Kegelisahan Flora
11 Bertemu Kembali
12 Pendekatan
13 Permintaan Maaf
14 Bersahabat
15 Harapan Seorang Ibu
16 Sedikit Berbeda
17 Kembalinya Daniel
18 Satu Kesempatan
19 Satu kesempatan 2
20 Teman Yang Menyebalkan
21 Sebuah Nasihat
22 Izinkan Aku Mencintaimu
23 Berharap Lebih Baik
24 Pengagum Rahasia
25 Pacar Gio
26 Harapan Daniel
27 Perasaan Gio dan Daniel.
28 Malam Minggu menyebalkan
29 Gadisku Yang Galak
30 Secercah Harapan
31 Flora Vs Mariana
32 Kemarahan Gio
33 Aku Akan Menjagamu
34 Cinta Tulus Gio
35 Ucapan Terima Kasih
36 Akan Baik-baik Saja
37 Pelajaran Untuk Mariana
38 Masih Mencintainya
39 Rasa Dalam Hati
40 Kembali Bersama
41 Harapan Flora
42 Perubahan Gio
43 Perubahan Gio 2
44 Rindu
45 Ungkapan Rasa Cinta Gio
46 Bantu Aku Untuk Berpaling
47 Teman Tapi Mesra
48 Buka Hatimu
49 Maaf Aku Berpaling
50 Pernyataan Cinta Flora
51 Senyummu Kebahagianku
52 Makin Cinta
53 Restu Dari Farhan
54 Bosku Kekasihku
55 Saat Indah Bersamamu
56 Will You Merry Me
57 Janji Gio
58 Kebersamaan Gio dan Flora
59 Bahagia Untukmu
60 Kejutan Besar
61 Mengenang Masa Lalu
62 Dia Kakakmu
63 Kegelisahan Hati Flora
64 Aku Adikmu
65 Permintaan Maaf Dari Farhan
66 Cahaya Dalam Kegelapan
67 Kepergian Gio
68 Suka dalam Duka
69 Selamat Jalan Ayah
70 Perubahan Sikap Gio
71 Rahasia Yang Terpendam
72 Rencana Mariana
73 Permainan Dimulai
74 Selamat Hari Raya Idul Fitri
75 Permainan Flora
76 Kekuatan Seorang Istri
77 Cinta Dalam Kebencian
78 Kembali Bersama
79 Rencana Bulan Madu
80 Sebuah Keraguan
81 Sandiwara
82 Sandiwara 2
83 Rahasia Yang Terbongkar
84 Keputusasaan Gio.
85 Kekalahan Gio
86 Persiapan Resepsi Pernikahan
87 Menjadi Satu
88 Harapan Gio dan Flora
89 Kehidupan Baru
90 Candaan Mariana
91 Keanehan Gio
92 Siang Yang Panas
93 Menanti Kabar Baik
94 Gio Sakit
95 Pregnant
96 Ngidam
97 Ngidam 2
98 Kecurigaan Flora
99 Kemarahan Flora
100 Kesalahpahaman
101 Cerita Masa Lalu
102 Berangkat Ke Amerika
103 Tiba Di Amerika
104 Tiba Di Amerika 2
105 Kekhwatiran Flora
106 Bertemu Musuh Lama
107 Malam Yang Panjang
108 Babymoon
109 Hal yang tidak terduga
110 Hilangnya Gio
111 Hilangnya Gio 2
112 Kemarahan Flora
113 Tinggal Kenangan
114 Penantian Flora
115 Kenangan Indah
116 Perasaan Aneh
117 Perasaan Aneh 2
118 Pernyataan Cinta Daren
119 Datangnya Adam
120 Flora Vs Bella
121 Kabar Dari Gio
122 Terungkap
123 Terungkap 2
124 Kembalinya Gio
125 Akhir Dari Sebuah Penantian
126 Kembali Pulang
127 Sebuah Jawaban
128 Kemarahan Vs Rasa Rindu
129 Berakhirnya Mimpi Buruk
130 Menanti Malaikat Kecil
131 Kegilaan Bella
132 Kebahagian Semua orang
133 Pertengkaran Flora dan Bella
134 Masa Lalu Bella
135 Pelangi Setelah Hujan
136 Kencan Bersama Suami
137 Kekhawatiran Gio
138 Menjelang Persalinan
139 Menjelang Persalinan 2
140 Lahirnya Malaikat Kecil
141 Selamat hari raya Idul Adha
142 Akhir Dari Penantian
143 Felicia Aourora Ferdinand
144 Ekstra Part
145 Ekstra Part 2
146 Ekstra part
147 Ekstra Part
148 Ekstra Part
149 Ekstra Part
150 Ekstra Part
151 Ekstra Part Daniel dan Muara
152 Ekstra Part Daniel dan Maura
153 Ekstra Part Daniel dan Maura
154 Ekstra Part Daniel dan Maura
155 Ekstra Part Daniel dan Maura
156 Ekstra Part Daniel dan Maura
157 Ekstra Part Daniel dan Maura
158 Ekstra Part Daniel dan Maura
159 Ekstra Part Gio dan Flora
160 Ekstra Part Pernikahan Daniel dan Maura
161 Ekstra Part Gio dan Flora
162 Ekstra Part Gio dan Flora
163 Eksta Part Gio dan Flora
164 Season 1 end
165 Perjodohan
166 Rasa Penasaran Felicia
167 Mantan Pacar Kenzo
168 Masa Lalu Kenzo
169 Misi Felicia
170 Resmi Menikah
171 Malam Setelah Menikah
172 Lingerie Dan Obat Perangsang
173 Permintaan Maaf Kenzo
174 Tanda Merah
175 Rumah Baru
176 Kesalahpahaman
177 Menghindar
178 Memulai Dengan Pertengkaran
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Bab 182
183 Bab 183
184 Bab 184
185 Bab 185
186 Bab 186
187 Bab 187
188 Bab 188
189 Bab 189
190 Bab 190
191 Bab 191
192 Bab 192
193 Bab 193
194 Bab 194
195 Bab 195
196 Bab 196
197 Bab 197
198 Bab 198
199 Bab 199
200 Bab 200
201 Bab 201
202 Bab 202
203 Bab 203
204 Dua Ratus Empat
205 Dua Ratus Lima
206 Dua Ratus Enam
207 Dua Ratus Tujuh
208 Dua Ratus Delapan
209 Dua Ratus Sembilan
210 Dua Ratus Sepuluh
211 Dua Ratus Sebelas
212 Dua Ratus Dua Belas
213 Dua Ratus Tiga Belas
214 Dua Ratus Empat Belas
215 Dua Ratus Lima Belas
216 Dua Ratus Enam Belas
217 Dua Ratus Tujuh Belas
218 Dua Ratus Delapan Belas
219 Dua Ratus Sembilan Belas
220 Dua Ratus Dua Puluh
221 Dua Ratus Dua Puluh Satu
222 Dua Ratus Dua Puluh Dua
223 Dua Ratus Dua Puluh Tiga
224 Dua Ratus Dua Puluh Empat
225 Dua Ratus Dua Puluh Lima
226 Dua Ratus Dua Puluh Enam
227 Dua Ratus Dua Puluh Tujuh
228 Happy new year
229 Bab 228
230 Bab 229
231 Bab 230
232 Bab 231
233 Bab 232
234 Bab 233
235 Bab 234
236 Bab 235
237 Bab 236
238 Ending Season 2 (1)
239 Ending Season 2 (2)
240 Ending Season 2 (3)
241 Keanu Alexander Pramuja (Tamat)
242 Bab 1 Season 3
243 Bab 2
244 Promosi
245 Gavindra Abimana Ferdinand
246 Si Cantik Buruk Rupa
247 Ponsel Baru
248 Susah Ditebak
249 Si Tengil Baik Hati
250 Si kecil yang menggoda
251 Bertemu Calon Mertua
Episodes

Updated 251 Episodes

1
Flora Melinda Putri
2
Pekerjaan Baru
3
Mengenang masa lalu
4
Sebuah Harapan
5
Menyambut Awal Baru
6
Playboy Cap Kakap
7
Salam Perkenalan
8
Agreement
9
Inisial A.F
10
Kegelisahan Flora
11
Bertemu Kembali
12
Pendekatan
13
Permintaan Maaf
14
Bersahabat
15
Harapan Seorang Ibu
16
Sedikit Berbeda
17
Kembalinya Daniel
18
Satu Kesempatan
19
Satu kesempatan 2
20
Teman Yang Menyebalkan
21
Sebuah Nasihat
22
Izinkan Aku Mencintaimu
23
Berharap Lebih Baik
24
Pengagum Rahasia
25
Pacar Gio
26
Harapan Daniel
27
Perasaan Gio dan Daniel.
28
Malam Minggu menyebalkan
29
Gadisku Yang Galak
30
Secercah Harapan
31
Flora Vs Mariana
32
Kemarahan Gio
33
Aku Akan Menjagamu
34
Cinta Tulus Gio
35
Ucapan Terima Kasih
36
Akan Baik-baik Saja
37
Pelajaran Untuk Mariana
38
Masih Mencintainya
39
Rasa Dalam Hati
40
Kembali Bersama
41
Harapan Flora
42
Perubahan Gio
43
Perubahan Gio 2
44
Rindu
45
Ungkapan Rasa Cinta Gio
46
Bantu Aku Untuk Berpaling
47
Teman Tapi Mesra
48
Buka Hatimu
49
Maaf Aku Berpaling
50
Pernyataan Cinta Flora
51
Senyummu Kebahagianku
52
Makin Cinta
53
Restu Dari Farhan
54
Bosku Kekasihku
55
Saat Indah Bersamamu
56
Will You Merry Me
57
Janji Gio
58
Kebersamaan Gio dan Flora
59
Bahagia Untukmu
60
Kejutan Besar
61
Mengenang Masa Lalu
62
Dia Kakakmu
63
Kegelisahan Hati Flora
64
Aku Adikmu
65
Permintaan Maaf Dari Farhan
66
Cahaya Dalam Kegelapan
67
Kepergian Gio
68
Suka dalam Duka
69
Selamat Jalan Ayah
70
Perubahan Sikap Gio
71
Rahasia Yang Terpendam
72
Rencana Mariana
73
Permainan Dimulai
74
Selamat Hari Raya Idul Fitri
75
Permainan Flora
76
Kekuatan Seorang Istri
77
Cinta Dalam Kebencian
78
Kembali Bersama
79
Rencana Bulan Madu
80
Sebuah Keraguan
81
Sandiwara
82
Sandiwara 2
83
Rahasia Yang Terbongkar
84
Keputusasaan Gio.
85
Kekalahan Gio
86
Persiapan Resepsi Pernikahan
87
Menjadi Satu
88
Harapan Gio dan Flora
89
Kehidupan Baru
90
Candaan Mariana
91
Keanehan Gio
92
Siang Yang Panas
93
Menanti Kabar Baik
94
Gio Sakit
95
Pregnant
96
Ngidam
97
Ngidam 2
98
Kecurigaan Flora
99
Kemarahan Flora
100
Kesalahpahaman
101
Cerita Masa Lalu
102
Berangkat Ke Amerika
103
Tiba Di Amerika
104
Tiba Di Amerika 2
105
Kekhwatiran Flora
106
Bertemu Musuh Lama
107
Malam Yang Panjang
108
Babymoon
109
Hal yang tidak terduga
110
Hilangnya Gio
111
Hilangnya Gio 2
112
Kemarahan Flora
113
Tinggal Kenangan
114
Penantian Flora
115
Kenangan Indah
116
Perasaan Aneh
117
Perasaan Aneh 2
118
Pernyataan Cinta Daren
119
Datangnya Adam
120
Flora Vs Bella
121
Kabar Dari Gio
122
Terungkap
123
Terungkap 2
124
Kembalinya Gio
125
Akhir Dari Sebuah Penantian
126
Kembali Pulang
127
Sebuah Jawaban
128
Kemarahan Vs Rasa Rindu
129
Berakhirnya Mimpi Buruk
130
Menanti Malaikat Kecil
131
Kegilaan Bella
132
Kebahagian Semua orang
133
Pertengkaran Flora dan Bella
134
Masa Lalu Bella
135
Pelangi Setelah Hujan
136
Kencan Bersama Suami
137
Kekhawatiran Gio
138
Menjelang Persalinan
139
Menjelang Persalinan 2
140
Lahirnya Malaikat Kecil
141
Selamat hari raya Idul Adha
142
Akhir Dari Penantian
143
Felicia Aourora Ferdinand
144
Ekstra Part
145
Ekstra Part 2
146
Ekstra part
147
Ekstra Part
148
Ekstra Part
149
Ekstra Part
150
Ekstra Part
151
Ekstra Part Daniel dan Muara
152
Ekstra Part Daniel dan Maura
153
Ekstra Part Daniel dan Maura
154
Ekstra Part Daniel dan Maura
155
Ekstra Part Daniel dan Maura
156
Ekstra Part Daniel dan Maura
157
Ekstra Part Daniel dan Maura
158
Ekstra Part Daniel dan Maura
159
Ekstra Part Gio dan Flora
160
Ekstra Part Pernikahan Daniel dan Maura
161
Ekstra Part Gio dan Flora
162
Ekstra Part Gio dan Flora
163
Eksta Part Gio dan Flora
164
Season 1 end
165
Perjodohan
166
Rasa Penasaran Felicia
167
Mantan Pacar Kenzo
168
Masa Lalu Kenzo
169
Misi Felicia
170
Resmi Menikah
171
Malam Setelah Menikah
172
Lingerie Dan Obat Perangsang
173
Permintaan Maaf Kenzo
174
Tanda Merah
175
Rumah Baru
176
Kesalahpahaman
177
Menghindar
178
Memulai Dengan Pertengkaran
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Bab 182
183
Bab 183
184
Bab 184
185
Bab 185
186
Bab 186
187
Bab 187
188
Bab 188
189
Bab 189
190
Bab 190
191
Bab 191
192
Bab 192
193
Bab 193
194
Bab 194
195
Bab 195
196
Bab 196
197
Bab 197
198
Bab 198
199
Bab 199
200
Bab 200
201
Bab 201
202
Bab 202
203
Bab 203
204
Dua Ratus Empat
205
Dua Ratus Lima
206
Dua Ratus Enam
207
Dua Ratus Tujuh
208
Dua Ratus Delapan
209
Dua Ratus Sembilan
210
Dua Ratus Sepuluh
211
Dua Ratus Sebelas
212
Dua Ratus Dua Belas
213
Dua Ratus Tiga Belas
214
Dua Ratus Empat Belas
215
Dua Ratus Lima Belas
216
Dua Ratus Enam Belas
217
Dua Ratus Tujuh Belas
218
Dua Ratus Delapan Belas
219
Dua Ratus Sembilan Belas
220
Dua Ratus Dua Puluh
221
Dua Ratus Dua Puluh Satu
222
Dua Ratus Dua Puluh Dua
223
Dua Ratus Dua Puluh Tiga
224
Dua Ratus Dua Puluh Empat
225
Dua Ratus Dua Puluh Lima
226
Dua Ratus Dua Puluh Enam
227
Dua Ratus Dua Puluh Tujuh
228
Happy new year
229
Bab 228
230
Bab 229
231
Bab 230
232
Bab 231
233
Bab 232
234
Bab 233
235
Bab 234
236
Bab 235
237
Bab 236
238
Ending Season 2 (1)
239
Ending Season 2 (2)
240
Ending Season 2 (3)
241
Keanu Alexander Pramuja (Tamat)
242
Bab 1 Season 3
243
Bab 2
244
Promosi
245
Gavindra Abimana Ferdinand
246
Si Cantik Buruk Rupa
247
Ponsel Baru
248
Susah Ditebak
249
Si Tengil Baik Hati
250
Si kecil yang menggoda
251
Bertemu Calon Mertua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!