“Apa mata kamu buta?” teriak seseorang yang baru saja bertabrakan dengan Flora.
Flora yang masih terduduk di lantai terkejut saat orang itu memaki dirinya. Suara wanita itu menggelegar di telinga Flora dan suara itu terasa tidak asing lagi di telinga Flora.
Flora yakin betul jika suara itu sama seperti suara orang yang sudah menghina dirinya dan ibunya 3 tahun yang lalu.
Flora nampak ragu untuk memandang ke arah wanita itu. Namun, setelah mengumpulkan sedikit keberaniannya, Flora berusaha mendongakkan kepalanya untuk melihat ke arah seseorang yang baru saja memakinya.
Mata Flora melihat tepat ke arah seorang wanita, mungkin seumuran ibunya, tetapi wanita itu berpenampilan lebih modis dan terlihat sangat anggun. Flora juga bisa melihat tatapan mata tajam dari wanita itu.
Wanita itu juga nampak terkejut saat melihat Flora. Namun, kemudian wanita itu menyunggingkan senyum sinisnya saat melihat Flora. Dengan kasarnya wanita itu menarik lengan Flora.
“Oh kamu rupanya.” Flora nampak bingung apa wanita itu mengenal dirinya batin Flora.
Wanita itu mencengkram kuat kedua sisi waja Flora. “Kita bertemu lagi, anak haram.”
Wanita itu menghempaskan wajah Flora dengan sagat kasar.
Flora nampak sangat terkejut saat wanita itu menyebutnya dengan sebutan anak haram. Siapa sebenarnya wanita itu?
“Hei, apa kamu tidak mengenaliku?” tanya wanita itu diikuti senyum sinisnya. “Oke akan aku beri tahu. Aku ini adalah ibu kandung Daniel.” Wanita itu menekan kata-katanya.
Seketika tubuh Flora serasa membeku setelah mendengar ucapan wanita itu.
“Jadi dia adalah ibunya Daniel,” batin Flora.
“Apa yang kamu lakukan di sini, anak haram?” Wanita itu menekan kata-katanya lagi. “Apa kamu sedang mencari pria kaya lainnya untuk kamu hibur?” hina wanita itu, yang bernama Mariana.
Flora memejamkan matanya erat-erat sebelum membukanya kembali dengan diikuti air matanya yang jatuh dan mengalir di pipinya. Hatinya sangat sakit setelah mendengar kalimat yang keluar dari mulut wanita itu.
“Saya bekerja di sini, Nyonya,” jawab Flora tergagap.
Sepertinya wanita itu belum puas mempermalukan Flora dengan menyebutnya sebagai anak haram. Wanita itu masih saja melanjutkan makiannya.
“Hei, kalian semua! Kalian harus tahu … perempuan ini adalah anak haram. Dia lahir tanpa seorang ayah bahkan mungkin ibunya tidak tahu siapa ayah dari anaknya ini.”
Flora mencengkram kuat tasnya untuk menahan emosinya.
“Dan kamu bilang jika kamu bekerja di sini? Siapa yang menerima anak haram ini bekerja di perusahaan ini?” teriak Mariana pada semua orang yang sedang mengelilingi dirinya dan juga Flora.
“Dia sekretarisnya bapak Farhan, Nyonya Mariana,” jawab salah satu karyawan di kantor itu yang juga sedang menonton kejadian itu.
“Bagaimana bisa kakak iparku mau memperkerjakan anak haram ini?” ucap Mariana dengan suara lantang.
Kakak ipar?
Sekarang Flora yakin jika Daniel keponakan Farhan dan mantan kekasihnya adalah orang yang sama. Flora memejamkan matanya diikuti dengan jatuhnya air matanya.
“Cepat pergi dari sini, anak haram. Pergi!” Mariana langsung mendorong tubuh Flora, beruntung ada orang yang menahan tubuh Flora membuat Flora tidak jatuh ke lantai.
Orang itu adalah Gio. Gio datang bersama Farhan dan juga Abi.
“Mariana ada apa ini,” tanya Farhan.
“Mas Farhan, apa benar kamu yang sudah menerima anak haram ini bekerja di perusahaan keluarga kita?" tanya Mariana dengan nada bicara yang dipenuhi emosi.
“Anak haram?” guman Gio, Farhan, dan juga Abi.
“Siapa yang kau panggil anak haram, Mariana?” tanya Farhan.
“Siapa lagi kalau bukan perempuan ini.” Mariana menunjuk Flora dengan jari telunjuknya dengan penuh rasa kebencian.
“Flora!” Farhan, Gio, dan Abi langsung mengalihkan pandangannya ke arah Flora.
“Apa Tante mengenal Flora sebelumnya?” Kini Gio lah yang bertanya.
“Ya. Dia adalah mantan kekasih Daniel. Dia adalah rakyat jelata yang bermimpi ingin menjadi putri dengan mendekati Daniel,” jawab Mariana.
Flora langsung menggelengkan kepalanya berharap semua orang yang ada di sana tidak mempercayai ucapan Mariana.
“Ya Tuhan, baru semalam aku berdoa agar tidak dipertemukan lagi dengan orang-orang yang berhubungan dengan Daniel. Tapi ternyata selama ini aku bekerja di perusahaan keluarganya,” batin Flora.
Farhan menatap iba pada Flora yang sudah terisak. Bahkan sedari tadi Farhan bisa melihat sekertarisnya itu hanya diam dengan menundukkan wajahnya tanpa bisa bicara untuk membela diri.
“Dengar Mariana! Aku tidak tahu ada masalah apa di antara kalian. Tapi ini masih ada di area kantor. Sebaiknya jangan membuat keributan di sini. Silahkan kamu pergi dari sini,” usir Farhan.
“Mas Farhan mengusirku dari sini demi anak haram ini?" tanya Mariana dengan rasa ketidakpercayaan percayaan.
“Dengar Mariana. Flora masih bawahanku, dia masih tanggung jawabku. Jadi saya minta tolong pergi dari kantor ini,” ulang Farhan.
“Mas Farhan —”
“Security,” panggil Farhan.
Dua security datang menghampiri pimpinan di perusahaan itu.
“Ada apa, Bapak Farhan?” tanya salah satu security itu.
“Bawa ibu Mariana pergi dari sini!” suruh Farhan.
“Baik, Pak.”
“Jangan menyentuhku.” Mariana mencegah dua security untuk tidak menyentuhnya.
Farhan nampak tidak ingin lagi berada di tempat itu. Setelah merangkul pundak Flora, Farhan membawanya pergi dari tempat itu diikuti oleh Gio dan juga Abi.
“Abi suruh karyawan lain untuk kembali ke tempat mereka masing-masing. Jika ada yang berani bergosip tentang Flora, langsung laporkan ke bagian HRD agar orang itu langsung dikeluarkan dari kantor ini,” suruh Gio dengan suara lantang.
“Baik, Mas,” sahut Abi.
“Bubar kalian semua,” ucap Abi dengan suara lantang.
Setelah mendengar peringatan dari anak pimpinan di perusahaan itu, para karyawan lain lebih memilih membungkam mulut mereka dari pada mencari masalah.
Sementara di dalam lift khusus itu Flora masih terisak. Air matanya mengalir deras meski Flora sudah berusaha untuk menghapusnya. Namun, air mata itu tidak kunjung reda. Flora benar-benar tidak mempercayai apa yang baru saja terjadi. Flora benar-benar merasa takut jika pekerjaannya akan terancam gara-gara masalah ini.
Pintu lift terbuka, Flora kembali menghapus air matanya lalu menarik nafas dalam-dalam untuk menetralkan perasaan sesak dalam dirinya. Setelah itu, Flora berjalan mengikuti Farhan bersama Gio dan juga Abi.
“Flora ikut ke ruangan saya,” suruh Farhan.
Flora langsung mengangguk. Ada rasa cemas yang luar biasa di dalam dirinya, ia takut jika detik itu juga atasannya akan memecat dirinya.
Flora masuk ke dalam ruangan Farhan bersama dengan Gio dengan perasaan was-was.
“Silahkan duduk, Flora.” Farhan menunjuk sofa single di ruangannya.
Flora mengangguk kecil dan dengan ragu-ragu. Dan setelah itu Flora mulai mendaratkan tubuhnya di sofa single di sebelah sofa yang duduki oleh Farhan. Kini Flora duduk berhadapan langsung dengan Gio.
“Jadi kamu sudah mengenal keluarga adik saya?” tanya Farhan tanpa basa-basi.
Flora menggelengkan kepalanya. “Saya hanya mengenal Daniel saja.”
“Bagaimana bisa kamu mengenal Daniel tapi tidak mengenal keluarganya?” tanya Farhan lagi.
“Karena Daniel selalu menyembunyikan keluarganya. Saya bahkan tidak pernah menduga jika keponakan Bapak itu adalah orang yang pernah dekat dengan saya. Jujur saya baru tahu hari ini.” Flora kembali menitihkan air matanya.
“Aku tidak pernah menduga jika kamu dan Daniel pernah berhubungan. Daniel tidak pernah bercerita padaku tentang hubungannya denganmu." Kini Gio lah yang bertanya.
“Hubungan saya dan Daniel sudah berakhir 3 tahun yang lalu,” ucap Flora.
“Oke Flora … kita lupakan soal kamu dan Daniel. Saya mau bertanya kenapa adik ipar saya bisa mengatakan jika kamu adalah anak haram. Di dalam surat lamaran kerjamu ada nama kedua orang tuamu?” tanya Farhan.
Flora bingung untuk menjawab pertanyaan yang baru saja atasannya itu lontarkan. Flora bingung karena jika ia menceritakan kebenarannya maka itu berarti ia membuka aibnya ibunya.
“Flora saya bertanya padamu,” ucap Farhan.
“Saya tidak tahu harus bagaimana mengatakan ini pada Bapak. Jika saya mengatakan segalanya itu sama saja saya membuka aib ibu saya,” jawab Flora.
Farhan meraih tangan Flora lalu menggenggamnya. “Flora selama kamu bekerja di sini saya sudah menganggap kamu seperti keluarga saya. Jadi kamu bisa menanggap saya bagian dari keluarga kamu. Kamu bisa bercerita apapun pada saya,” bujuk Farhan.
Flora menatap lurus ke arah Farhan mencari sebuah kepercayaan di wajah laki-laki yang berharap ayah kandungnya nanti sepetinya beliau.
“Ada apa, Flora?” tanya Farhan.
“Sebenarnya saya lahir tanpa seorang ayah. Ibu saya bahkan belum menikah saat sedang mengandung saya.” Akhirnya Flora bisa mengeluarkan kalimat itu.
Dan pada akhirnya Flora menceritakan apa yang terjadi dengan ibunya sampai bisa dirinya tumbuh di rahim ibunya.
“Saya diadopsi oleh sepasang suami istri yang tidak memiliki anak. Maka dari itu saya bisa bersekolah. Tapi mereka sudah meninggal dunia dan saya sekarang hanya tinggal berdua dengan ibu kandung saya,” lanjut Flora.
Farhan dan Gio nampak serius mendengarkan cerita Flora. Ada rasa iba pada Flora dan kagum pada sosok ibu Flora yang mampu melawan dunia hanya demi mempertahankan anak yang tidak berdosa itu.
“Flora, mulai sekarang kamu bisa menganggap saya seperti ayah kamu,” ucap Farhan setelah Flora selesai bercerita tentang dirinya.
“Hei, Papa. Apa Papa berniat menjadikan dia saudariku?” tahya Gio
“Memang kenapa?”
“Ayolah, Papa. Lebih baik jadikan Flora istriku saja,” ujar Gio.
Mata Flora melebar setelah mendengar kalimat yang Gio lontarkan. Flora langsung melempar bantal sofa ke arah Gio.
“Jangan berharap! Aku tidak mau menikah dengan pria yang punya banyak pacar sepertimu,” tolak Flora.
“Hei, Floraku. Pacar boleh banyak tapi istri cukup satu.” Gio mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Flora.
“Gio, berhentilah untuk menggoda Flora! Dia perempuan baik-baik.” Farhan menarik telinga Gio seperti anak kecil.
“Sakit, Pah,” keluh Gio sambil mengusap telinganya.
Flora tidak percaya dengan apa yang sedang ia lihat. Namun, pemandangan itu juga membuat bibir Flora tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman. Perasaannya Flora lega saat ini karena sudah dipertemukan dengan orang baik seperti Farhan.
Kini ia sudah tahu tentang keluarga Daniel. Flora hanya perlu mempersiapkan diri jika Daniel kembali muncul di hadapannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 251 Episodes
Comments
kanjengprewty_
Seru bangettt
2021-09-07
0
Bundanya Robby
lah nanti Farhan ayah nya floral
2021-09-04
0
a Riana
baru baca... seru sekali
2021-09-01
1