Permintaan Maaf

Menggerutu sambil mengerucutkan bibirnya, itulah yang sedang Flora lakukan saat ini. Ia tidak pernah berencana untuk pergi bersama laki-laki menyebalkan seperti Gio.

“Hei, setir mobilnya dengan benar,” suruh Gio.

“Ini juga sudah benar,” sungut Flora.

“Benar apanya? Kamu menyetir mobil sambil menggerutu. Bagaimana kalau nanti kita menabrak?” ucap Gio.

Flora langsung menginjak pedal rem secara mendadak membuat tubuh Gio terhuyun ke depan dan hampir saja kepalanya menjeduk dashboard di hadapannya.

“Apa yang kamu lakukan? Kamu ingin kita celaka?”sungut Gio.

Flora langsung melihat ke arah Gio dengan tatapan tajamnya.

“Kalau kamu tidak mau ngajarin aku nyetir mobil, ya jangan lakukan!” ketus Flora.

“Kapan aku bilang jika aku tidak mau mengajarimu mengemudikan mobil?” tanya Gio balik.

Flora kembali duduk di posisi semula. Flora diam seketika dan tangannya masih memegang gagang setir dengah erat.

“Memang kamu tidak pernah mengatakannya, tetapi kamu dari tadi mengomel terus?” gerutu Flora.

“Apa kamu mengatakan sesuatu?” tanya Gio pada Flora. Namun, pandangannya tetap fokus pada layar ponselnya.

Flora kembali melihat ke arah Gio, “Tidak.”

Gio memandang wajah Flora sekilas sebelum kembali fokus pada layar ponselnya.

“Jangan suka menyimpulkan sesuatu sendiri.”

Flora kembali melihat ke arah Gio. “Menyebalkan.”

Bibir Gio tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman. Baginya membuat Flora marah adalah hal yang paling menyenangkan.

“Kenapa diam? Ayo cepat jalan!” suruh Gio.

“Iya, iya. Kenapa kamu cerewet sekali.” Flora pun kembali melajukan mobilnya.

Mereka kini sedang melaju di jalanan perumahan yang tidak jauh dari rumah Flora. Gio sengaja membawa Flora ke tempat yang tidak ramai dengan kendaraan agar Flora bisa leluasa mengemudikan mobilnya.

“Kamu gadis yang pintar. Baru sebentar saja belajar mengemudi tetapi terlihat sudah ahli,” puji Gio.

“Sebelumnya mbak Tiara sudah pernah mengajariku mengemudi,” ujar Flora dan Gio meresponnya dengan anggukan kepala.

Dan alasan sebenarnya adalah Flora berusaha untuk cepat bisa mengemudikan agar dirinya tidak perlu berlama-lama bersama Gio yang menurutnya sangat menyebalkan.

Gio duduk dalam diam di kursi penumpang di sebelah Flora. Matanya tidak lagi memandang layar ponselnya melainkan memandang ke arah luar mobilnya.

“Flora berhenti di sini!” suruh Gio.

Flora langsung menginjak rem mobil itu secara mendadak membuat tubuh nya dan tubuh Gio terhuyung ke depan. Beruntung ada sabuk pengaman yang melindungi tubuh mereka membuat tubuh keduanya masih tetap berada di posisinya.

“Kenapa kamu suka sekali berhenti secara mendadak seperti ini? Jangan berhenti secara mendadak seperti lagi itu sangat berbahaya,” kesal Gio.

“Ini gara-gara kamu! Kenapa meminta berhenti secara mendadak,” balas Flora.

Mata Gio melebar seolah kaget dengan apa yang baru saja ia dengar. “Bukannya meminta maaf malah mengomel.”

Flora tidak lagi menanggapi perkataan Gio. Flora hanya diam di tempatnya dengan mengerucutkan bibirnya.

“Aku sangat lapar. Aku mau makan itu.” Gio menunjuk sesuatu di samping mobilnya.

Flora mengikuti arah pandang Gio, matanya menyipit saat melihat apa yang baru saja Gio tunjuk.

“Ketoprak?”

“Ya. Aku ingin makan itu,” ujar Gio.

Flora menaikan satu alisnya saat Gio keluar dari mobilnya terlebih dahulu bahkan tanpa mengajaknya.

“Apa? Dia pergi tanpa mengajakku. Menyebalkan sekali,” gerutu Flora.

Tidak ada pilihan lain untuk Flora selain mengikuti Gio. Flora terlebih dahulu menepikan mobilnya di sisi jalan itu sebelum ia keluar dari mobil dan bergabung dengan Gio.

Flora dan Gio duduk di kursi merah yang sudah disediakan oleh penjual makanan itu.

“Apa kamu yakin ingin memakan makanan ini?” tanya Flora masih dengan tatapan tidak percaya.

“Memang kenapa? Ada yang salah?” tanya balik Gio.

Tidak ada, hanya saja Flora merasa aneh karena orang sekelas Gio mau makan makanan yang dijual di pinggir jalan.

Tidak lama penjual ketoprak itu membawa dua porsi ketoprak dan memberikannya pada Gio dan juga Flora. Dan tanpa menunggu waktu lama, Gio langsung melahapnya makanan itu.

“Apa kamu tidak bisa makan pelan-pelan? Aku tidak akan merebutnya dari mu,” ujar Flora.

Gio memandang wajah Flora sekilas lalu kembali menikmati makanan itu.

“Aku sudah lama tidak memakan ini. Selama aku tinggal di luar negeri, aku hanya makan roti dan daging saja,” aku Gio.

Flora masih memandang Gio seksama. Masih ada rasa kurang percaya jika Gio mau makan makanan yang dijual di pinggir jalan. Meski begitu pemandangan itu membuat Flora sedikit mengulas senyumnya.

Flora tersentak saat Gio mengambil makanannya. “Hei apa yang kamu lakukan? Itu milikku.”

“Kalau kamu tidak mau memakannya, biar aku saja yang makan,” ujar Gio.

Flora pun hanya bisa mendesah pasrah melihat Gio memakan ketoprak itu. Flora pun hanya bisa menggigit sendok di tanganya saja.

“Buka mulutmu!” Flora tertegun saat Gio menyodorkan sendok ke depan mulutnya.

“Apa?”

“Buka mulutmu! Biar aku yang menyuapimu,” ujar Gio.

“Tidak usah,” tolak Flora.

“Ayo cepat buka mulutmu.” Gio masih saja memaksa Flora.

Flora tahu percuma saja jika terus menolak. Dengan sedikit ragu, Flora akhirnya membuka mulutnya dan dalam sekejap makanan yang ada di sendok sudah berpindah ke mulutnya.

Flora mengunyah makanan itu di mulutnya lalu memandang sekitarnya. Ternyata banyak pasang mata yang sedang melihat ke arahnya.

Flora dengan cepat mengunyah makanan di mulutnya lalu kembali mengambil piringnya dari Gio. “Sini biar aku yang makan sendiri.”

Flora langsung melahap ketopraknya sendiri karena merasa malu banyak pasang mata yang melihat ke arahnya.

Setelah selesai, keduanya beranjak dari tempat itu dan kembali ke mobil mereka yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka sekarang.

Gio memilih duduk di cup mobil dan memandang sekitarnya. Flora pun memilih mengikuti Gio.

Sejenak suasana di antara mereka menjadi hening. Tidak ada satu pun yang mau angkat suara terlebih dahulu. Sebelum akhirnya Gio memutuskan untuk membuka suaranya terlebih dahulu.

“Flora …,” panggil Gio.

Flora pun langsung menoleh ke arah Gio, “Ada apa?”

“Aku minta maaf.”

“Apa ...?”

Gio memutar bola matanya jengah, “Apa kamu tidak dengar apa yang baru saja aku katakan?”

“Aku dengar. Hanya saja aku merasa terkejut karena kamu baru saja mengucapkan kata maaf padaku,” jawab Flora.

Gio pun menghela nafas sebelum kembali bersuara.

“Aku minta maaf, Flora. Aku pernah berbuat kurang ajar waktu di lift itu. Saat itu aku kira kamu adalah wanita gampangan yang gila harta,” jelas Gio.

Flora diam dan tidak bersuara. Matanya berkedip karena tidak percaya atas apa yang baru saja ia dengar.

“Aku kira kamu perempuan yang seperti itu,” lanjut Gio.

“Aku bukan perempuan seperti itu,” tangkis Flora.

“Ya aku tahu itu,” balas Gio.

“Lalu kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu dulu? Siapa sebenarnya yang memberi informasi seperti itu padamu?” tanya Flora.

“Abi,” jawab Gio.

“Hah, mas Abi?” Flora benar-benar tidak habis pikir Abi bisa berbuat seperti itu padanya.

“Apa alasannya dia melakukan itu padaku?”

Gio menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Itu karena papaku yang menyuruhnya agar aku mau kembali dan menetap di sini. Papa tahu jika aku tidak akan setuju jika papa menikah lagi dengan perempuan sembarangan.”

“Sepertinya kamu sangat menyayangi bapak Farhan?”

“Tentu saja. Sejak umurku 5 tahun, beliau menjadi orang tua tunggalku," ucap Gio. “Ibuku meninggal sejak aku masih berumur 5 tahun karena kecelakaan pesawat.”

Wajah Gio berubah sangat sedih mengingat dirinya tumbuh dewasa tanpa seorang ibu.

“Kamu beruntung masih bisa merasakan kasih sayang dari orang tuamu. Jika dibandingkan diriku ... aku bahkan tidak tahu siapa ayahku," ucap Flora matanya pun sudah mulai berkaca-kaca.

Meski Flora mendapatkan kasih sayang dari ayah angkatnya, tetapi tetap saja Flora ingin juga ingin merasakan kasih sayang dari ayah kandungnya.

“Jujur … aku ingin tahu keberadaan ayahku meski beliau sudah tiada sekalipun,” harap Flora.

“Apa ibumu tidak tahu keberadaan ayahmu sekarang?” tanya Gio.

Flora langsung menggeleng, “Tidak tahu. Aku ingin membantu mencarinya tetapi ibu melarang. Ibu bilang tidak ingin bertemu dengan laki-laki tidak bertanggung jawab itu.”

Gio melihat ke arah Flora dalam-dalam mencoba untuk memahami kesedihan Flora.

Gio menuntun tangannya untuk mengusap sisi wajah Flora dan menghapus jejak air mata di pipi gadis itu.

Perlakuan Gio seketika membuat Flora tersentak dan menjadi salah tingkah.

“Jangan bersedih, suatu saat nanti pasti kamu akan bertemu dengan ayahmu,” hibur Gio.

Flora menanggapi perkataan Gio dengan senyumannya. Dengan segera Flora menghapus jejak air mata yang masih tertinggal di pipinya.

“Terima kasih karena kamu mau mengajariku mengemudikan mobil,” ucap Flora.

“Sama-sama, Sayang. Ini salah satu strategiku untuk mendapatkan hatimu.” Gio mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Flora. “Kamu tentunya masih ingat tentang permainan kita bukan?” lanjut Gio diikuti senyum nakalnya.

Raut wajah sedih Flora berubah menyeramkan ketika mendengar perkataan Gio. Flora kembali menatap Gio dengan tatapan tajam.

Flora menggerutu dalam hatinya, harusnya dirinya tahu jika laki-laki di hadapannya tidak bisa diajak serius.

“Kenapa kamu sangat menyebalkan,” umpat Flora.

Gio tergelak seketika saat melihat wajah galak Flora, wajah galak kesukaannya.

“Oh iya, Flora … ada yang aku ingin tanyakan,” ucap Gio.

“Tentang apa?” tanya Flora dengan nada ketus.

“Tentang kamu dan Daniel,” sahut Gio.

Wajah galak Flora kembali berubah sendu. Flora sebenarnya sangat malas jika harus mengingat tentang laki-laki itu. Pertanyaan itu sama saja membuka luka lamanya.

“Kamu masih mencintai dia?”

Pertanyaan macam apa itu?

Diam, Flora hanya bisa diam, ia sendiri bingung akan perasaannya pada Daniel sekarang.

“Aku rasa dia masih sangat mencintai dirimu,” ucap Gio penuh keyakinan. “Apa kamu juga masih sangat mencintai dirinya? Dan bagaimana jika kamu bertemu dengan Daniel, apa kamu mau kembali padanya?”

“Apa aku perlu menjawabnya?”

“Aku rasa tidak, karena aku juga tahu jawabanmu dan itu terlihat jelas di matamu,” sahut Gio.

Flora langsung menoleh ke arah lain untuk menghindari tatapan mata Gio.

“Sudahlah ayo kita pulang,” ajak Gio, “Ini sudah siang.” Gio melihat waktu pada jam yang melingkar di pergelangan tangannya sebelum Gio beranjak dari tempatnya.

Flora pun ikut beranjak dan menyusul Gio masuk ke dalam mobil. Kini Gio lah yang mengambil alih kemudi.

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, like dan komentar gratis kok jadi jangan pelit-pelit.

Terpopuler

Comments

Srifat Ma WaTi

Srifat Ma WaTi

lanjutt

2021-08-20

0

Rafardhan

Rafardhan

ayah gio ayah flora jg...

2021-07-23

0

Rafardhan

Rafardhan

ayah gio ayah flora jg

2021-07-23

1

lihat semua
Episodes
1 Flora Melinda Putri
2 Pekerjaan Baru
3 Mengenang masa lalu
4 Sebuah Harapan
5 Menyambut Awal Baru
6 Playboy Cap Kakap
7 Salam Perkenalan
8 Agreement
9 Inisial A.F
10 Kegelisahan Flora
11 Bertemu Kembali
12 Pendekatan
13 Permintaan Maaf
14 Bersahabat
15 Harapan Seorang Ibu
16 Sedikit Berbeda
17 Kembalinya Daniel
18 Satu Kesempatan
19 Satu kesempatan 2
20 Teman Yang Menyebalkan
21 Sebuah Nasihat
22 Izinkan Aku Mencintaimu
23 Berharap Lebih Baik
24 Pengagum Rahasia
25 Pacar Gio
26 Harapan Daniel
27 Perasaan Gio dan Daniel.
28 Malam Minggu menyebalkan
29 Gadisku Yang Galak
30 Secercah Harapan
31 Flora Vs Mariana
32 Kemarahan Gio
33 Aku Akan Menjagamu
34 Cinta Tulus Gio
35 Ucapan Terima Kasih
36 Akan Baik-baik Saja
37 Pelajaran Untuk Mariana
38 Masih Mencintainya
39 Rasa Dalam Hati
40 Kembali Bersama
41 Harapan Flora
42 Perubahan Gio
43 Perubahan Gio 2
44 Rindu
45 Ungkapan Rasa Cinta Gio
46 Bantu Aku Untuk Berpaling
47 Teman Tapi Mesra
48 Buka Hatimu
49 Maaf Aku Berpaling
50 Pernyataan Cinta Flora
51 Senyummu Kebahagianku
52 Makin Cinta
53 Restu Dari Farhan
54 Bosku Kekasihku
55 Saat Indah Bersamamu
56 Will You Merry Me
57 Janji Gio
58 Kebersamaan Gio dan Flora
59 Bahagia Untukmu
60 Kejutan Besar
61 Mengenang Masa Lalu
62 Dia Kakakmu
63 Kegelisahan Hati Flora
64 Aku Adikmu
65 Permintaan Maaf Dari Farhan
66 Cahaya Dalam Kegelapan
67 Kepergian Gio
68 Suka dalam Duka
69 Selamat Jalan Ayah
70 Perubahan Sikap Gio
71 Rahasia Yang Terpendam
72 Rencana Mariana
73 Permainan Dimulai
74 Selamat Hari Raya Idul Fitri
75 Permainan Flora
76 Kekuatan Seorang Istri
77 Cinta Dalam Kebencian
78 Kembali Bersama
79 Rencana Bulan Madu
80 Sebuah Keraguan
81 Sandiwara
82 Sandiwara 2
83 Rahasia Yang Terbongkar
84 Keputusasaan Gio.
85 Kekalahan Gio
86 Persiapan Resepsi Pernikahan
87 Menjadi Satu
88 Harapan Gio dan Flora
89 Kehidupan Baru
90 Candaan Mariana
91 Keanehan Gio
92 Siang Yang Panas
93 Menanti Kabar Baik
94 Gio Sakit
95 Pregnant
96 Ngidam
97 Ngidam 2
98 Kecurigaan Flora
99 Kemarahan Flora
100 Kesalahpahaman
101 Cerita Masa Lalu
102 Berangkat Ke Amerika
103 Tiba Di Amerika
104 Tiba Di Amerika 2
105 Kekhwatiran Flora
106 Bertemu Musuh Lama
107 Malam Yang Panjang
108 Babymoon
109 Hal yang tidak terduga
110 Hilangnya Gio
111 Hilangnya Gio 2
112 Kemarahan Flora
113 Tinggal Kenangan
114 Penantian Flora
115 Kenangan Indah
116 Perasaan Aneh
117 Perasaan Aneh 2
118 Pernyataan Cinta Daren
119 Datangnya Adam
120 Flora Vs Bella
121 Kabar Dari Gio
122 Terungkap
123 Terungkap 2
124 Kembalinya Gio
125 Akhir Dari Sebuah Penantian
126 Kembali Pulang
127 Sebuah Jawaban
128 Kemarahan Vs Rasa Rindu
129 Berakhirnya Mimpi Buruk
130 Menanti Malaikat Kecil
131 Kegilaan Bella
132 Kebahagian Semua orang
133 Pertengkaran Flora dan Bella
134 Masa Lalu Bella
135 Pelangi Setelah Hujan
136 Kencan Bersama Suami
137 Kekhawatiran Gio
138 Menjelang Persalinan
139 Menjelang Persalinan 2
140 Lahirnya Malaikat Kecil
141 Selamat hari raya Idul Adha
142 Akhir Dari Penantian
143 Felicia Aourora Ferdinand
144 Ekstra Part
145 Ekstra Part 2
146 Ekstra part
147 Ekstra Part
148 Ekstra Part
149 Ekstra Part
150 Ekstra Part
151 Ekstra Part Daniel dan Muara
152 Ekstra Part Daniel dan Maura
153 Ekstra Part Daniel dan Maura
154 Ekstra Part Daniel dan Maura
155 Ekstra Part Daniel dan Maura
156 Ekstra Part Daniel dan Maura
157 Ekstra Part Daniel dan Maura
158 Ekstra Part Daniel dan Maura
159 Ekstra Part Gio dan Flora
160 Ekstra Part Pernikahan Daniel dan Maura
161 Ekstra Part Gio dan Flora
162 Ekstra Part Gio dan Flora
163 Eksta Part Gio dan Flora
164 Season 1 end
165 Perjodohan
166 Rasa Penasaran Felicia
167 Mantan Pacar Kenzo
168 Masa Lalu Kenzo
169 Misi Felicia
170 Resmi Menikah
171 Malam Setelah Menikah
172 Lingerie Dan Obat Perangsang
173 Permintaan Maaf Kenzo
174 Tanda Merah
175 Rumah Baru
176 Kesalahpahaman
177 Menghindar
178 Memulai Dengan Pertengkaran
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Bab 182
183 Bab 183
184 Bab 184
185 Bab 185
186 Bab 186
187 Bab 187
188 Bab 188
189 Bab 189
190 Bab 190
191 Bab 191
192 Bab 192
193 Bab 193
194 Bab 194
195 Bab 195
196 Bab 196
197 Bab 197
198 Bab 198
199 Bab 199
200 Bab 200
201 Bab 201
202 Bab 202
203 Bab 203
204 Dua Ratus Empat
205 Dua Ratus Lima
206 Dua Ratus Enam
207 Dua Ratus Tujuh
208 Dua Ratus Delapan
209 Dua Ratus Sembilan
210 Dua Ratus Sepuluh
211 Dua Ratus Sebelas
212 Dua Ratus Dua Belas
213 Dua Ratus Tiga Belas
214 Dua Ratus Empat Belas
215 Dua Ratus Lima Belas
216 Dua Ratus Enam Belas
217 Dua Ratus Tujuh Belas
218 Dua Ratus Delapan Belas
219 Dua Ratus Sembilan Belas
220 Dua Ratus Dua Puluh
221 Dua Ratus Dua Puluh Satu
222 Dua Ratus Dua Puluh Dua
223 Dua Ratus Dua Puluh Tiga
224 Dua Ratus Dua Puluh Empat
225 Dua Ratus Dua Puluh Lima
226 Dua Ratus Dua Puluh Enam
227 Dua Ratus Dua Puluh Tujuh
228 Happy new year
229 Bab 228
230 Bab 229
231 Bab 230
232 Bab 231
233 Bab 232
234 Bab 233
235 Bab 234
236 Bab 235
237 Bab 236
238 Ending Season 2 (1)
239 Ending Season 2 (2)
240 Ending Season 2 (3)
241 Keanu Alexander Pramuja (Tamat)
242 Bab 1 Season 3
243 Bab 2
244 Promosi
245 Gavindra Abimana Ferdinand
246 Si Cantik Buruk Rupa
247 Ponsel Baru
248 Susah Ditebak
249 Si Tengil Baik Hati
250 Si kecil yang menggoda
251 Bertemu Calon Mertua
Episodes

Updated 251 Episodes

1
Flora Melinda Putri
2
Pekerjaan Baru
3
Mengenang masa lalu
4
Sebuah Harapan
5
Menyambut Awal Baru
6
Playboy Cap Kakap
7
Salam Perkenalan
8
Agreement
9
Inisial A.F
10
Kegelisahan Flora
11
Bertemu Kembali
12
Pendekatan
13
Permintaan Maaf
14
Bersahabat
15
Harapan Seorang Ibu
16
Sedikit Berbeda
17
Kembalinya Daniel
18
Satu Kesempatan
19
Satu kesempatan 2
20
Teman Yang Menyebalkan
21
Sebuah Nasihat
22
Izinkan Aku Mencintaimu
23
Berharap Lebih Baik
24
Pengagum Rahasia
25
Pacar Gio
26
Harapan Daniel
27
Perasaan Gio dan Daniel.
28
Malam Minggu menyebalkan
29
Gadisku Yang Galak
30
Secercah Harapan
31
Flora Vs Mariana
32
Kemarahan Gio
33
Aku Akan Menjagamu
34
Cinta Tulus Gio
35
Ucapan Terima Kasih
36
Akan Baik-baik Saja
37
Pelajaran Untuk Mariana
38
Masih Mencintainya
39
Rasa Dalam Hati
40
Kembali Bersama
41
Harapan Flora
42
Perubahan Gio
43
Perubahan Gio 2
44
Rindu
45
Ungkapan Rasa Cinta Gio
46
Bantu Aku Untuk Berpaling
47
Teman Tapi Mesra
48
Buka Hatimu
49
Maaf Aku Berpaling
50
Pernyataan Cinta Flora
51
Senyummu Kebahagianku
52
Makin Cinta
53
Restu Dari Farhan
54
Bosku Kekasihku
55
Saat Indah Bersamamu
56
Will You Merry Me
57
Janji Gio
58
Kebersamaan Gio dan Flora
59
Bahagia Untukmu
60
Kejutan Besar
61
Mengenang Masa Lalu
62
Dia Kakakmu
63
Kegelisahan Hati Flora
64
Aku Adikmu
65
Permintaan Maaf Dari Farhan
66
Cahaya Dalam Kegelapan
67
Kepergian Gio
68
Suka dalam Duka
69
Selamat Jalan Ayah
70
Perubahan Sikap Gio
71
Rahasia Yang Terpendam
72
Rencana Mariana
73
Permainan Dimulai
74
Selamat Hari Raya Idul Fitri
75
Permainan Flora
76
Kekuatan Seorang Istri
77
Cinta Dalam Kebencian
78
Kembali Bersama
79
Rencana Bulan Madu
80
Sebuah Keraguan
81
Sandiwara
82
Sandiwara 2
83
Rahasia Yang Terbongkar
84
Keputusasaan Gio.
85
Kekalahan Gio
86
Persiapan Resepsi Pernikahan
87
Menjadi Satu
88
Harapan Gio dan Flora
89
Kehidupan Baru
90
Candaan Mariana
91
Keanehan Gio
92
Siang Yang Panas
93
Menanti Kabar Baik
94
Gio Sakit
95
Pregnant
96
Ngidam
97
Ngidam 2
98
Kecurigaan Flora
99
Kemarahan Flora
100
Kesalahpahaman
101
Cerita Masa Lalu
102
Berangkat Ke Amerika
103
Tiba Di Amerika
104
Tiba Di Amerika 2
105
Kekhwatiran Flora
106
Bertemu Musuh Lama
107
Malam Yang Panjang
108
Babymoon
109
Hal yang tidak terduga
110
Hilangnya Gio
111
Hilangnya Gio 2
112
Kemarahan Flora
113
Tinggal Kenangan
114
Penantian Flora
115
Kenangan Indah
116
Perasaan Aneh
117
Perasaan Aneh 2
118
Pernyataan Cinta Daren
119
Datangnya Adam
120
Flora Vs Bella
121
Kabar Dari Gio
122
Terungkap
123
Terungkap 2
124
Kembalinya Gio
125
Akhir Dari Sebuah Penantian
126
Kembali Pulang
127
Sebuah Jawaban
128
Kemarahan Vs Rasa Rindu
129
Berakhirnya Mimpi Buruk
130
Menanti Malaikat Kecil
131
Kegilaan Bella
132
Kebahagian Semua orang
133
Pertengkaran Flora dan Bella
134
Masa Lalu Bella
135
Pelangi Setelah Hujan
136
Kencan Bersama Suami
137
Kekhawatiran Gio
138
Menjelang Persalinan
139
Menjelang Persalinan 2
140
Lahirnya Malaikat Kecil
141
Selamat hari raya Idul Adha
142
Akhir Dari Penantian
143
Felicia Aourora Ferdinand
144
Ekstra Part
145
Ekstra Part 2
146
Ekstra part
147
Ekstra Part
148
Ekstra Part
149
Ekstra Part
150
Ekstra Part
151
Ekstra Part Daniel dan Muara
152
Ekstra Part Daniel dan Maura
153
Ekstra Part Daniel dan Maura
154
Ekstra Part Daniel dan Maura
155
Ekstra Part Daniel dan Maura
156
Ekstra Part Daniel dan Maura
157
Ekstra Part Daniel dan Maura
158
Ekstra Part Daniel dan Maura
159
Ekstra Part Gio dan Flora
160
Ekstra Part Pernikahan Daniel dan Maura
161
Ekstra Part Gio dan Flora
162
Ekstra Part Gio dan Flora
163
Eksta Part Gio dan Flora
164
Season 1 end
165
Perjodohan
166
Rasa Penasaran Felicia
167
Mantan Pacar Kenzo
168
Masa Lalu Kenzo
169
Misi Felicia
170
Resmi Menikah
171
Malam Setelah Menikah
172
Lingerie Dan Obat Perangsang
173
Permintaan Maaf Kenzo
174
Tanda Merah
175
Rumah Baru
176
Kesalahpahaman
177
Menghindar
178
Memulai Dengan Pertengkaran
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Bab 182
183
Bab 183
184
Bab 184
185
Bab 185
186
Bab 186
187
Bab 187
188
Bab 188
189
Bab 189
190
Bab 190
191
Bab 191
192
Bab 192
193
Bab 193
194
Bab 194
195
Bab 195
196
Bab 196
197
Bab 197
198
Bab 198
199
Bab 199
200
Bab 200
201
Bab 201
202
Bab 202
203
Bab 203
204
Dua Ratus Empat
205
Dua Ratus Lima
206
Dua Ratus Enam
207
Dua Ratus Tujuh
208
Dua Ratus Delapan
209
Dua Ratus Sembilan
210
Dua Ratus Sepuluh
211
Dua Ratus Sebelas
212
Dua Ratus Dua Belas
213
Dua Ratus Tiga Belas
214
Dua Ratus Empat Belas
215
Dua Ratus Lima Belas
216
Dua Ratus Enam Belas
217
Dua Ratus Tujuh Belas
218
Dua Ratus Delapan Belas
219
Dua Ratus Sembilan Belas
220
Dua Ratus Dua Puluh
221
Dua Ratus Dua Puluh Satu
222
Dua Ratus Dua Puluh Dua
223
Dua Ratus Dua Puluh Tiga
224
Dua Ratus Dua Puluh Empat
225
Dua Ratus Dua Puluh Lima
226
Dua Ratus Dua Puluh Enam
227
Dua Ratus Dua Puluh Tujuh
228
Happy new year
229
Bab 228
230
Bab 229
231
Bab 230
232
Bab 231
233
Bab 232
234
Bab 233
235
Bab 234
236
Bab 235
237
Bab 236
238
Ending Season 2 (1)
239
Ending Season 2 (2)
240
Ending Season 2 (3)
241
Keanu Alexander Pramuja (Tamat)
242
Bab 1 Season 3
243
Bab 2
244
Promosi
245
Gavindra Abimana Ferdinand
246
Si Cantik Buruk Rupa
247
Ponsel Baru
248
Susah Ditebak
249
Si Tengil Baik Hati
250
Si kecil yang menggoda
251
Bertemu Calon Mertua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!