Teman Yang Menyebalkan

Terima? tidak?, terima? tidak?

Dua kata itu yang sekarang memenuhi isi kepala Flora. Haruskah ia menerima ajakan Daniel untuk memulai hubungan mereka kembali dari awal?.

Ingin menolak tetapi rasa cintanya pada Daniel masih belum sirna. Ingin menjawab iya tetapi ingatannya akan penghinaan terhadapnya dan ibunya masih terbayang.

Flora memegangi kepalanya seraya menggelengkan kepalanya.

"Kepalaku pusing," gumannya.

Saat Flora dalam kebingungan tiba-tiba Abi datang dengan membawa buket bunga mawar merah untuk Flora. "Ini untukmu?" Abi memberikan buket bunga mawar merah kepada Flora.

Kening Flora berkerut membuat alisnya menyatu. Abi memberikan bunga mawar? Flora menatap lurus ke arah Abi dengan alis yang terangkat sebelah.

Abi membalas tatapan Flora. Dari tatapan itu Abi tahu apa yang sedang Flora pikirkan. "Itu bukan dari ku. Seorang penjaga di depan memberikan ini padaku dan katanya untukmu," jelas Abi.

"Oh," sahut Flora singkat. "Lalu siapa yang mengiriminya?"

"Mana aku tahu?" sahut Abi. "Itu ada kartu namanya, buka saja!" suruh Abi.

Flora membuka kartu ucapan yang terselip di antara bunga itu. Flora membukanya tidak ada nama pengirim hanya sebuah gambar wajah tersenyum dan beberapa rangkaian kata.

Senyum lah selalu. Karena senyummu adalah kebahagiaan untuk ku.

Itulah rangkaian kata yang tertulis di kartu ucapan itu. Flora tersenyum tipis saat membaca itu.

"Siapa yang mengirim itu?" tanya Abi.

Flora langsung mengubah arah pandangnya ke arah Abi, "Tidak ada nama pengirimnya."

"Wah punya pengagum rahasia nih?" ledek Abi.

Flora merespon ucapan Abi dengan senyuman tipis.

"Ya sudah tugasku di sini sudah selesai. Aku harus kembali bekerja," ucap Abi.

Setelah mengatakan itu Abi pamit untuk ke ruangan Farhan. Tidak lama setelah Abi pergi Gio datang dan duduk langsung mengambil posisi duduk di hadapan Flora.

"Apa itu?" tanya Gio saat melihat bunga yang di tangan Flora.

"Yang kamu lihat ini apa?" tanya balik Flora.

"Bunga mawar merah," jawab Gio.

"Kalau sudah tahu kenapa harus bertanya," ucap Flora.

Gio ingin menggeram namun ia tahan. "Apa kamu tidak bisa sekali saja bersikap manis padaku?" keluh Gio dengan sedikit decakan.

"Aku tidak bisa. Entah kenapa setiap kali melihatmu rasa kesal ku mendakak datang," jawab Flora dengan santainya.

Dan juga bisa melupakan semua masalahku. Gengsi sekali sih untuk mengungkapkan hal itu.

"Sepertinya aku salah karena telah memutuskan untuk menghentikan permainan kita." Gio berdecak. "Aku jadi tidak bisa menguasai dirimu," lanjutnya.

Flora langsung mendelik ke arah Gio. Kenapa laki-laki itu mengungkit hal yang sudah ingin ia lupakan. "Jangan ungkit tentang permainan konyol itu lagi," sungut Flora yang langsung membuat Gio tergelak.

"Itu sangat menyenangkan," ujar Gio.

Flora yang sedang fokus pada layar komputer menghela nafasnya saat Gio menertawakan dirinya. Menyenangkan bagimu batinnya.

Gio mengambil buket bunga mawar yang ada di meja kerja Flora. "Bunga yang cantik … siapa yang mengirim ini?" tanya Gio.

"Aku tidak tahu," jawab Flora yang masih fokus pada layar komputernya.

Gio membaca kartu ucapan yang terselip di antara bunga mawar itu. Bibir Gio melebar membentuk sebuah senyuman.

"Kamu tidak berpikir jika Daniel yang mengirim ini?"

Flora menghentikan gerakan jarinya di keyboard komputernya dan langsung merebut bunga dan kartu ucapan dari tangan Gio.

"Jadi kalian sudah memilih untuk kembali bersama?" tanya Gio.

"Bukan urusanmu?" sahut Flora dengan nada ketus.

Gio terkikik geli melihat wajah galak Flora, wajah galak kesukaannya. "Sudahlah sayangku aku harus pergi … aku harus bertemu dengan pemimpin perusahaan ini, jika aku telat untuk menemuinya pasti aku akan mendapatkan masalah." Gio beranjak dari kursi yang ada di depan meja Flora.

Flora melirik ke arah Gio yang sedang melangkah menuju ruangan kerja Farhan dengan sedikit senyum yang mengembang di bibirnya.

Setelah Gio menghilang di balik pintu ruangan kerja Farhan, Flora kembali fokus pada layar komputernya masih dengan bibir yang dihiasi senyuman.

Jari-jari Flora bergerak indah di keyboard komputernya saat telepon di dekatnya berbunyi. Flora langsung mengangkat gagang telepon itu tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputernya.

"Hallo, Pak."

"…"

"Baik, saya segera ke ruangan bapak."

Flora menaruh gagang telepon lagi ke tempat semula dan segera beranjak dari kursinya. Flora melangkah menuju ruangan Farhan dengan membawa map di tangannya.

Flora masuk ke dalam ruangan kerja Farhan setelah mengetuk pintu.

"Permisi, ini berkas yang Bapak minta." Flora menyerahkan map ia bawa kepada Farhan.

"Sudah kamu periksa kembali?" tanya Farhan tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas yang ada di hadapannya.

"Sudah, Pak. Silahkan Anda periksa kembali," ucap Flora.

Farhan mengangguk kecil lalu memberikan sebagian berkas itu pada Gio untuk membantunya memeriksa berkas itu.

Seketika suasana di ruangan besar itu menjadi hening. Flora masih berdiri di tempatnya, matanya masih memperhatikan ayah dan anak itu yang sedang memeriksa beberapa laporan yang baru saja ia kerjakan.

"Baik Flora, terus pertahankan kerja kamu. Dan saya harap masalah pribadi kamu dengan keponakan saya tidak mempengaruhi kinerja kamu lagi," ucap Farhan.

Flora sedikit membungkukkan tubuhnya. "Terima kasih, Bapak. Sekali lagi saya minta maaf atas kesalahan saya yang lakukan sebelumnya."

Farhan manggut-manggut sebelum menyuruh Flora kembali ke meja kerjanya.

Flora melangkah keluar dari ruangan Farhan dengan langkah yang sangat ringan, rasanya beban di tubuhnya hilang seketika. Flora kembali ke meja kerjanya lalu mengambil buket bunga itu lalu menempelkannya ke dadanya.

Benarkah Daniel yang mengirim bunga mawar itu? Hati Flora ikut merekah seperti bunga yang sedang ia peluk.

****

Waktu sudah menunjukan pukul 6 petang tetapi Flora masih bekerja. Flora harus lembur hari itu dan hanya bersama Gio.

Farhan meminta Flora untuk membantu Gio mengecek laporan tentang pembangunan apartemen yang akan segera di bangun.

Keduanya duduk saling berhadapan di ruangan kerja Gio, keduanya juga nampak sangat serius. Hobi Flora mencuri pandang pada Gio pun kembali. Diam-diam Flora memerhatikan Gio saat laki-laki sedang serius bekerja, berbeda sekali dengan dengan sikapnya menyebalkan yang tiap-tiap hari Gio tunjukkan padanya.

"Sayang," panggil Gio.

"Hmmm," sahut Flora.

Gio menyeringai saat Flora mau merespon panggilan sayang darinya.

Flora menaikan satu alisnya saat melihat seringai di bibir Gio. "Jangan tunjukan lagi senyum seperti itu di hadapan ku," protes Flora.

Gio langsung melunturkan senyum miring nya dan tergantikan dengan tawa kecil.

"Apa yang membuatmu tertawa?" tanya Flora.

"Kamu," jawab Gio. "Sepertinya kamu sudah mulai menyukai saat aku memanggilmu dengan panggilan 'sayang'."

Flora menghela nafas pasrah, "Aku sudah meminta mu untuk tidak memanggilku dengan sebutan itu tetapi kamu masih tetap saja memanggilku dengan panggilan itu dan aku hanya mencoba membiasakan diriku saja," balas Flora.

"Baiklah kamu memang harus terbiasa, tetapi tenang saja aku tidak akan memanggilmu seperti itu saat kamu bersama Daniel," ucap Gio.

Tidak janji.

Daniel? Ia baru teringat tentang laki-laki itu. Sekarang Flora kembali mengingat tentang laki-laki itu.

"Gio boleh aku ... berbicara sesuatu mengenai Daniel?" Ada keraguan di nada bicara Flora.

"Silahkan saja, lagi pula pekerjaan kita juga sudah selesai," jawab Gio.

Flora menarik nafas dalam-dalam lalu kemudian menghembuskannya. "Daniel- dia- dia - mengajakku untuk kembali bersama."

Gio langsung menatap lurus ke wajah Flora, menatap Flora dengan tatapan penuh arti. Seketika pandangan mereka pun di pertemukan. Namun pandangan mereka tidak berlangsung lama karena Gio lebih dulu memutusnya.

"Itu bagus," sahut Gio.

"Aku belum menjawab iya karena- kamu pasti tahu lah apa yang sedang aku pikirkan?"

"Memang apa yang sedang kamu pikirkan?" Gio berusaha meledek Flora karena sebenarnya Gio tahu apa yang Flora pikirkan yaitu orang tua Daniel yang merupakan paman dan bibinya.

"Gio jangan bercanda ... aku serius," ucap Flora.

"Maaf, maaf, maaf aku hanya sedang berusaha mencairkan ketegangan di dalam dirimu saja. Aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan." Gio mengubah posisi duduknya di kursi putar dengan posisi yang lebih santai. "Aku tahu kamu memikirkan tante Mariana dan om Ardi."

Flora mengangguk, "Daniel bilang dia akan berusaha untuk membuat orang tuanya merestui hubungan kami, tapi aku ragu." Flora menundukkan wajahnya.

"Kalau kalian masih saling mencintai kenapa tidak kembali bersama saja dan untuk masalah yang lain pikirkan nanti. Dan Jika Daniel sudah berkata seperti itu, kenapa kamu tidak mencoba untuk memberikan satu kesempatan sekali lagi untuknya ... untuk mencoba memperjuangan hubungan kalian di hadapan orang tuanya," ucap Gio.

Flora hanya mampu mendengarkan apa yang Gio ucapkan. Flora diam seraya mencoba untuk mencerna perkataan Gio.

"Gio ... boleh aku bertanya mengenai satu hal lagi?" tanya Flora.

Gio hanya memberi anggukan kecil.

"Kenapa saat itu kamu bilang mau membantuku untuk bersatu bersama Daniel? Apa alasanmu?"

"Kapan aku mengatakan itu?"

Mata Flora langsung melebar seketika, wajahnya merah antara marah dan malu.

"Gio …." Flora memberikan tatapan mau pada Gio.

"Apa Sayangku," sahut Gio.

Flora membuang pandangannya ke arah lain. Wajahnya benar-benar sudah merah karena marah dan malu.

Gio yang melihat itu tergelak seketika dan makin membuat Flora bertambah kesal.

"Ayolah jangan marah Flora," bujuk Gio.

Flora masih diam dan belum mau memandang ke arah Gio.

"Flora kamu sangat imut jika sedang marah," goda Gio.

"Kamu memang teman yang sangat menyebalkan," cicit Flora yang justru membuat Gio makin tergelak.

Gio menghentikan tawanya saat melihat waktu di jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Sudahlah ini sudah malam. Ayo kita pulang."

Gio beranjak dari kursinya untuk menghampiri Flora. Ketika Gio sampai di hadapan Flora, Gio pun mengulurkan tangannya.

"Ayo aku antar pulang!" ajak Gio.

Flora melihat uluran tangan Gio lalu Flora menggerakkan tangannya untuk menerima uluran tangan Gio.

Keduanya saling berbalas senyuman lalu setelah itu mereka berjalan bersama keluar dari ruangan itu.

Terpopuler

Comments

Rahma

Rahma

pransangka q sih flora nggak mau balikan ma Daniel,,karena dia nggak mau mencintai tanpa restu orang tua n hubungan darah renggang karena kehadirannya,,,💪 thoor

2021-11-28

1

Siti Mamy Silvi Silfi

Siti Mamy Silvi Silfi

berjuang lah danil

2021-10-25

1

Elis Wati

Elis Wati

kaya y gio sm flor ade kk🤭

2021-10-04

0

lihat semua
Episodes
1 Flora Melinda Putri
2 Pekerjaan Baru
3 Mengenang masa lalu
4 Sebuah Harapan
5 Menyambut Awal Baru
6 Playboy Cap Kakap
7 Salam Perkenalan
8 Agreement
9 Inisial A.F
10 Kegelisahan Flora
11 Bertemu Kembali
12 Pendekatan
13 Permintaan Maaf
14 Bersahabat
15 Harapan Seorang Ibu
16 Sedikit Berbeda
17 Kembalinya Daniel
18 Satu Kesempatan
19 Satu kesempatan 2
20 Teman Yang Menyebalkan
21 Sebuah Nasihat
22 Izinkan Aku Mencintaimu
23 Berharap Lebih Baik
24 Pengagum Rahasia
25 Pacar Gio
26 Harapan Daniel
27 Perasaan Gio dan Daniel.
28 Malam Minggu menyebalkan
29 Gadisku Yang Galak
30 Secercah Harapan
31 Flora Vs Mariana
32 Kemarahan Gio
33 Aku Akan Menjagamu
34 Cinta Tulus Gio
35 Ucapan Terima Kasih
36 Akan Baik-baik Saja
37 Pelajaran Untuk Mariana
38 Masih Mencintainya
39 Rasa Dalam Hati
40 Kembali Bersama
41 Harapan Flora
42 Perubahan Gio
43 Perubahan Gio 2
44 Rindu
45 Ungkapan Rasa Cinta Gio
46 Bantu Aku Untuk Berpaling
47 Teman Tapi Mesra
48 Buka Hatimu
49 Maaf Aku Berpaling
50 Pernyataan Cinta Flora
51 Senyummu Kebahagianku
52 Makin Cinta
53 Restu Dari Farhan
54 Bosku Kekasihku
55 Saat Indah Bersamamu
56 Will You Merry Me
57 Janji Gio
58 Kebersamaan Gio dan Flora
59 Bahagia Untukmu
60 Kejutan Besar
61 Mengenang Masa Lalu
62 Dia Kakakmu
63 Kegelisahan Hati Flora
64 Aku Adikmu
65 Permintaan Maaf Dari Farhan
66 Cahaya Dalam Kegelapan
67 Kepergian Gio
68 Suka dalam Duka
69 Selamat Jalan Ayah
70 Perubahan Sikap Gio
71 Rahasia Yang Terpendam
72 Rencana Mariana
73 Permainan Dimulai
74 Selamat Hari Raya Idul Fitri
75 Permainan Flora
76 Kekuatan Seorang Istri
77 Cinta Dalam Kebencian
78 Kembali Bersama
79 Rencana Bulan Madu
80 Sebuah Keraguan
81 Sandiwara
82 Sandiwara 2
83 Rahasia Yang Terbongkar
84 Keputusasaan Gio.
85 Kekalahan Gio
86 Persiapan Resepsi Pernikahan
87 Menjadi Satu
88 Harapan Gio dan Flora
89 Kehidupan Baru
90 Candaan Mariana
91 Keanehan Gio
92 Siang Yang Panas
93 Menanti Kabar Baik
94 Gio Sakit
95 Pregnant
96 Ngidam
97 Ngidam 2
98 Kecurigaan Flora
99 Kemarahan Flora
100 Kesalahpahaman
101 Cerita Masa Lalu
102 Berangkat Ke Amerika
103 Tiba Di Amerika
104 Tiba Di Amerika 2
105 Kekhwatiran Flora
106 Bertemu Musuh Lama
107 Malam Yang Panjang
108 Babymoon
109 Hal yang tidak terduga
110 Hilangnya Gio
111 Hilangnya Gio 2
112 Kemarahan Flora
113 Tinggal Kenangan
114 Penantian Flora
115 Kenangan Indah
116 Perasaan Aneh
117 Perasaan Aneh 2
118 Pernyataan Cinta Daren
119 Datangnya Adam
120 Flora Vs Bella
121 Kabar Dari Gio
122 Terungkap
123 Terungkap 2
124 Kembalinya Gio
125 Akhir Dari Sebuah Penantian
126 Kembali Pulang
127 Sebuah Jawaban
128 Kemarahan Vs Rasa Rindu
129 Berakhirnya Mimpi Buruk
130 Menanti Malaikat Kecil
131 Kegilaan Bella
132 Kebahagian Semua orang
133 Pertengkaran Flora dan Bella
134 Masa Lalu Bella
135 Pelangi Setelah Hujan
136 Kencan Bersama Suami
137 Kekhawatiran Gio
138 Menjelang Persalinan
139 Menjelang Persalinan 2
140 Lahirnya Malaikat Kecil
141 Selamat hari raya Idul Adha
142 Akhir Dari Penantian
143 Felicia Aourora Ferdinand
144 Ekstra Part
145 Ekstra Part 2
146 Ekstra part
147 Ekstra Part
148 Ekstra Part
149 Ekstra Part
150 Ekstra Part
151 Ekstra Part Daniel dan Muara
152 Ekstra Part Daniel dan Maura
153 Ekstra Part Daniel dan Maura
154 Ekstra Part Daniel dan Maura
155 Ekstra Part Daniel dan Maura
156 Ekstra Part Daniel dan Maura
157 Ekstra Part Daniel dan Maura
158 Ekstra Part Daniel dan Maura
159 Ekstra Part Gio dan Flora
160 Ekstra Part Pernikahan Daniel dan Maura
161 Ekstra Part Gio dan Flora
162 Ekstra Part Gio dan Flora
163 Eksta Part Gio dan Flora
164 Season 1 end
165 Perjodohan
166 Rasa Penasaran Felicia
167 Mantan Pacar Kenzo
168 Masa Lalu Kenzo
169 Misi Felicia
170 Resmi Menikah
171 Malam Setelah Menikah
172 Lingerie Dan Obat Perangsang
173 Permintaan Maaf Kenzo
174 Tanda Merah
175 Rumah Baru
176 Kesalahpahaman
177 Menghindar
178 Memulai Dengan Pertengkaran
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Bab 182
183 Bab 183
184 Bab 184
185 Bab 185
186 Bab 186
187 Bab 187
188 Bab 188
189 Bab 189
190 Bab 190
191 Bab 191
192 Bab 192
193 Bab 193
194 Bab 194
195 Bab 195
196 Bab 196
197 Bab 197
198 Bab 198
199 Bab 199
200 Bab 200
201 Bab 201
202 Bab 202
203 Bab 203
204 Dua Ratus Empat
205 Dua Ratus Lima
206 Dua Ratus Enam
207 Dua Ratus Tujuh
208 Dua Ratus Delapan
209 Dua Ratus Sembilan
210 Dua Ratus Sepuluh
211 Dua Ratus Sebelas
212 Dua Ratus Dua Belas
213 Dua Ratus Tiga Belas
214 Dua Ratus Empat Belas
215 Dua Ratus Lima Belas
216 Dua Ratus Enam Belas
217 Dua Ratus Tujuh Belas
218 Dua Ratus Delapan Belas
219 Dua Ratus Sembilan Belas
220 Dua Ratus Dua Puluh
221 Dua Ratus Dua Puluh Satu
222 Dua Ratus Dua Puluh Dua
223 Dua Ratus Dua Puluh Tiga
224 Dua Ratus Dua Puluh Empat
225 Dua Ratus Dua Puluh Lima
226 Dua Ratus Dua Puluh Enam
227 Dua Ratus Dua Puluh Tujuh
228 Happy new year
229 Bab 228
230 Bab 229
231 Bab 230
232 Bab 231
233 Bab 232
234 Bab 233
235 Bab 234
236 Bab 235
237 Bab 236
238 Ending Season 2 (1)
239 Ending Season 2 (2)
240 Ending Season 2 (3)
241 Keanu Alexander Pramuja (Tamat)
242 Bab 1 Season 3
243 Bab 2
244 Promosi
245 Gavindra Abimana Ferdinand
246 Si Cantik Buruk Rupa
247 Ponsel Baru
248 Susah Ditebak
249 Si Tengil Baik Hati
250 Si kecil yang menggoda
251 Bertemu Calon Mertua
Episodes

Updated 251 Episodes

1
Flora Melinda Putri
2
Pekerjaan Baru
3
Mengenang masa lalu
4
Sebuah Harapan
5
Menyambut Awal Baru
6
Playboy Cap Kakap
7
Salam Perkenalan
8
Agreement
9
Inisial A.F
10
Kegelisahan Flora
11
Bertemu Kembali
12
Pendekatan
13
Permintaan Maaf
14
Bersahabat
15
Harapan Seorang Ibu
16
Sedikit Berbeda
17
Kembalinya Daniel
18
Satu Kesempatan
19
Satu kesempatan 2
20
Teman Yang Menyebalkan
21
Sebuah Nasihat
22
Izinkan Aku Mencintaimu
23
Berharap Lebih Baik
24
Pengagum Rahasia
25
Pacar Gio
26
Harapan Daniel
27
Perasaan Gio dan Daniel.
28
Malam Minggu menyebalkan
29
Gadisku Yang Galak
30
Secercah Harapan
31
Flora Vs Mariana
32
Kemarahan Gio
33
Aku Akan Menjagamu
34
Cinta Tulus Gio
35
Ucapan Terima Kasih
36
Akan Baik-baik Saja
37
Pelajaran Untuk Mariana
38
Masih Mencintainya
39
Rasa Dalam Hati
40
Kembali Bersama
41
Harapan Flora
42
Perubahan Gio
43
Perubahan Gio 2
44
Rindu
45
Ungkapan Rasa Cinta Gio
46
Bantu Aku Untuk Berpaling
47
Teman Tapi Mesra
48
Buka Hatimu
49
Maaf Aku Berpaling
50
Pernyataan Cinta Flora
51
Senyummu Kebahagianku
52
Makin Cinta
53
Restu Dari Farhan
54
Bosku Kekasihku
55
Saat Indah Bersamamu
56
Will You Merry Me
57
Janji Gio
58
Kebersamaan Gio dan Flora
59
Bahagia Untukmu
60
Kejutan Besar
61
Mengenang Masa Lalu
62
Dia Kakakmu
63
Kegelisahan Hati Flora
64
Aku Adikmu
65
Permintaan Maaf Dari Farhan
66
Cahaya Dalam Kegelapan
67
Kepergian Gio
68
Suka dalam Duka
69
Selamat Jalan Ayah
70
Perubahan Sikap Gio
71
Rahasia Yang Terpendam
72
Rencana Mariana
73
Permainan Dimulai
74
Selamat Hari Raya Idul Fitri
75
Permainan Flora
76
Kekuatan Seorang Istri
77
Cinta Dalam Kebencian
78
Kembali Bersama
79
Rencana Bulan Madu
80
Sebuah Keraguan
81
Sandiwara
82
Sandiwara 2
83
Rahasia Yang Terbongkar
84
Keputusasaan Gio.
85
Kekalahan Gio
86
Persiapan Resepsi Pernikahan
87
Menjadi Satu
88
Harapan Gio dan Flora
89
Kehidupan Baru
90
Candaan Mariana
91
Keanehan Gio
92
Siang Yang Panas
93
Menanti Kabar Baik
94
Gio Sakit
95
Pregnant
96
Ngidam
97
Ngidam 2
98
Kecurigaan Flora
99
Kemarahan Flora
100
Kesalahpahaman
101
Cerita Masa Lalu
102
Berangkat Ke Amerika
103
Tiba Di Amerika
104
Tiba Di Amerika 2
105
Kekhwatiran Flora
106
Bertemu Musuh Lama
107
Malam Yang Panjang
108
Babymoon
109
Hal yang tidak terduga
110
Hilangnya Gio
111
Hilangnya Gio 2
112
Kemarahan Flora
113
Tinggal Kenangan
114
Penantian Flora
115
Kenangan Indah
116
Perasaan Aneh
117
Perasaan Aneh 2
118
Pernyataan Cinta Daren
119
Datangnya Adam
120
Flora Vs Bella
121
Kabar Dari Gio
122
Terungkap
123
Terungkap 2
124
Kembalinya Gio
125
Akhir Dari Sebuah Penantian
126
Kembali Pulang
127
Sebuah Jawaban
128
Kemarahan Vs Rasa Rindu
129
Berakhirnya Mimpi Buruk
130
Menanti Malaikat Kecil
131
Kegilaan Bella
132
Kebahagian Semua orang
133
Pertengkaran Flora dan Bella
134
Masa Lalu Bella
135
Pelangi Setelah Hujan
136
Kencan Bersama Suami
137
Kekhawatiran Gio
138
Menjelang Persalinan
139
Menjelang Persalinan 2
140
Lahirnya Malaikat Kecil
141
Selamat hari raya Idul Adha
142
Akhir Dari Penantian
143
Felicia Aourora Ferdinand
144
Ekstra Part
145
Ekstra Part 2
146
Ekstra part
147
Ekstra Part
148
Ekstra Part
149
Ekstra Part
150
Ekstra Part
151
Ekstra Part Daniel dan Muara
152
Ekstra Part Daniel dan Maura
153
Ekstra Part Daniel dan Maura
154
Ekstra Part Daniel dan Maura
155
Ekstra Part Daniel dan Maura
156
Ekstra Part Daniel dan Maura
157
Ekstra Part Daniel dan Maura
158
Ekstra Part Daniel dan Maura
159
Ekstra Part Gio dan Flora
160
Ekstra Part Pernikahan Daniel dan Maura
161
Ekstra Part Gio dan Flora
162
Ekstra Part Gio dan Flora
163
Eksta Part Gio dan Flora
164
Season 1 end
165
Perjodohan
166
Rasa Penasaran Felicia
167
Mantan Pacar Kenzo
168
Masa Lalu Kenzo
169
Misi Felicia
170
Resmi Menikah
171
Malam Setelah Menikah
172
Lingerie Dan Obat Perangsang
173
Permintaan Maaf Kenzo
174
Tanda Merah
175
Rumah Baru
176
Kesalahpahaman
177
Menghindar
178
Memulai Dengan Pertengkaran
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Bab 182
183
Bab 183
184
Bab 184
185
Bab 185
186
Bab 186
187
Bab 187
188
Bab 188
189
Bab 189
190
Bab 190
191
Bab 191
192
Bab 192
193
Bab 193
194
Bab 194
195
Bab 195
196
Bab 196
197
Bab 197
198
Bab 198
199
Bab 199
200
Bab 200
201
Bab 201
202
Bab 202
203
Bab 203
204
Dua Ratus Empat
205
Dua Ratus Lima
206
Dua Ratus Enam
207
Dua Ratus Tujuh
208
Dua Ratus Delapan
209
Dua Ratus Sembilan
210
Dua Ratus Sepuluh
211
Dua Ratus Sebelas
212
Dua Ratus Dua Belas
213
Dua Ratus Tiga Belas
214
Dua Ratus Empat Belas
215
Dua Ratus Lima Belas
216
Dua Ratus Enam Belas
217
Dua Ratus Tujuh Belas
218
Dua Ratus Delapan Belas
219
Dua Ratus Sembilan Belas
220
Dua Ratus Dua Puluh
221
Dua Ratus Dua Puluh Satu
222
Dua Ratus Dua Puluh Dua
223
Dua Ratus Dua Puluh Tiga
224
Dua Ratus Dua Puluh Empat
225
Dua Ratus Dua Puluh Lima
226
Dua Ratus Dua Puluh Enam
227
Dua Ratus Dua Puluh Tujuh
228
Happy new year
229
Bab 228
230
Bab 229
231
Bab 230
232
Bab 231
233
Bab 232
234
Bab 233
235
Bab 234
236
Bab 235
237
Bab 236
238
Ending Season 2 (1)
239
Ending Season 2 (2)
240
Ending Season 2 (3)
241
Keanu Alexander Pramuja (Tamat)
242
Bab 1 Season 3
243
Bab 2
244
Promosi
245
Gavindra Abimana Ferdinand
246
Si Cantik Buruk Rupa
247
Ponsel Baru
248
Susah Ditebak
249
Si Tengil Baik Hati
250
Si kecil yang menggoda
251
Bertemu Calon Mertua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!