Kegelisahan Flora

Bab nya nyasar ke CBU

Flora sedang berada di dalam kamarnya dan menggulingkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri di atas ranjang. Nampak Flora sedang merasa sangat cemas. Malam itu rasanya Flora tidak bisa tidur dengan nyenyak. Ada dua hal yang sudah mengganggu kenyamanan tidurnya malam itu, yaitu permainannya dengan Gio dan tentang inisial A.F.

Flora merasa dirinya begitu bodoh mau saja menerima permainan yang dibuat oleh Gio. Saat itu Flora sama sekali tidak memikirkan hal lain selain menyingkirkan Gio dari hidupnya, tetapi setelah memikirkan ucapan Tiara, Flora baru menyadari jika memang benar ia sendiri yang sudah masuk ke dalam kehiduan seorang playboy bernama Gio.

Bib

Flora mangambil ponsel miliknya saat mendengar ada notifikasi pesan masuk yang masuk ke dalam poselnya. Flora membuka sebuah pesan yang baru saja masuk ke dalam ponselnya, matanya terbelalak saat melihat siapa pengirimnya, Gio, laki-laki yang sudah menganggu ketenangan tidurnya.

(Gio)

Aku tahu, saat ini kamu pasti tidak bisa tidur nyenyak malam ini karena memikirkan aku.

“Oh ya ampun, apa laki-laki ini punya mata batin? Kenapa dia bisa tahu jika aku sedang tidak bisa tidur,” batin Flora.

(Gio)

Ayolah, Honey, apa kau sedang memikirkan cara untuk membuatku jatuh cinta padamu?

Flora akhirnya membalas pesan dari Gio.

(Flora)

Diam kau! Apa kau tidak bisa membuat hidupku tenang?

Namun jawaban Gio langsung membuat Flora membuka matanya lebar-lebar.

(Gio)

Menikahlah denganku, aku berjanji akan membuat hidupmu tenang dan juga bahagia.

Mata Flora melebar saat membaca pesan yang Gio kiriman. Flora segera menuliskan sebuah kalimat dan mengirimnya ke nomor ponsel Gio.

(Flora)

Dasar playboy cap kakap. Kamu sudah punya pacar, tapi masih merayu wanita lain.

(Gio)

Terimakasih untuk pujiannya.

“Dasad Gila.” Flora kembali mengirimkan pesan pada Gio.

(Flora)

Siapa yang sedang memujimu? Apa kau tidak sadar jika aku sedang menyindir dirimu?

(Gio)

Aku akan selalu menganggap hinaanmu sebagai sebuah pujian untukku, Honey.

(Flora)

Berhentilah untuk memanggilku dengan sebutan itu! Itu sangat menjijikan.

(Gio)

Lalu … kau ingin aku memangggilmu dengan sebutan apa. Baby, sayang, cinta, atau?

(Flora)

Atau apa?

(Gio)

Si cerewet atau si galak?

(Flora)

Dasar bodoh. Awas saja jika besok. Saat kita bertemu aku akan memberimu pelajaran.

(Gio)

Kenapa harus besok? Kamu bisa manemui diriku sekarang. Aku ada di depan rumahmu.

Flora terkejut dan langsung keluar dari kamarnya. Dengan langkah pelan Flora berjalan menuju pintu keluar. Flora membuka pintu rumahnya dan mendapati mobil berwana putih sedang terparkir di jalan depan rumahnya.

Pada saat itu juga ponselnya Flora kembali berdering.

Lagi-lagi dari nomer yang Gio.

Flora langsung menerima panggilan itu, mataya tidak beraling dari mobil yang ada di hadapannya.

Kaca mobil itu mulai turun dan Flora bisa melihat dengan jelas wajah Gio. Gio melambaikan tangannya dari dalam mobil.

(Gio)

Sepertinya kau sudah tidak sabar untuk menemuiku.

(Flora)

Apa yang kau lakukan di sana dan bagaimana kau tahu alamat rumahku?

(Gio)

Ayolah, Sayang. Bertanyalah satu-satu. Aku tidak bisa menjawab seluruh pertanyaan mu sekaligus.

Flora meghela nafas kesal dan mendengus kesal.

(Flora)

Oke, dari mana kamu tahu tempat tinggalku?

(Gio)

Dari mba Tiara

Flora sudah menduganya.

(Flora)

Lalu, apa yang kau lakukan di depan rumahku malam-malam begini?

(Gio)

Aku merindukan wajah galakmu.

Flora memberikan tatapan tajam ke arah Gio. Namun, Gio justru terkekeh melihat tatapan tajam itu dari dalam mobilnya.

(Gio)

Sudahlah! Aku sudah mendapatkan apa yang aku mau aku. Aku akan pulang dan aku tidak akan mengganggu tidurmu lagi. See you tomorrow, Honey.

(Flora)

See you too.

Eh?

Flora nampak bingung pada dirinya sendiri kenapa dirinya mau membalas salam dari Gio.

Gio sendiri tersenyum tipis saat mata tajamnya melihat ekspresi bingung Flora, tetapi tidak memungkiri itu membuat bibir Gio tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman.

Gio menyalakan mesin mobilnya dan sebelum ia kembali melajukan mobilnya, Gio terlebih dahulu mengirim pesan kembali kepada Flora.

Aku pulang dulu, tidurlah yang nyenyak!

Setelah pesan terkirim Gio langsung malajukan mobilnya tanpa mau menunggu pesan balasan dari Flora.

Flora menatap pesan yang baru saja muncul di layar ponselnya. Ada senyum tipis di bibir merahnya. Namun, saat ia kembali menyadari sesuatu, senyum di bibir Flora luntur dan tergantikan dengan wajah kesalnya.

“Ini pasti hanya trik nya saja.”

Flora mengelengkan kepalanya untuk menepis perasaannya sekarang.

“Jangan sampai aku terjebak sama permainan dia,” ucap Flora. Tetapi nyatanya sudah.

Flora masuk kembali ke dalam rumahnya dan terkejut saat ibunya mendadak sudah ada di belakakngnya.

“Ngapain kamu di luar, Flora?” tanya Seruni.

“Ibu ngagetin Flora saja,” sahut Flora. ”Kok ibu bangun jam segini?”

“Lah ditanya kok malah balik nanya?”

Flora pun terkekeh, “Itu, Bu … tadi ada —”

“Ada apa? kok malah diem?” tanya Seruni.

“Ada kucing garong,” jawab Flora asal.

“Ngawur kamu, tapi tadi kok ibu denger ada suara mobil?”

“Ya kucing garongnya memang naik mobil, Bu.”

"Lah kok bisa kucing garong naik mobil? ibu gak ngerti maksud kamu, Flora."

“Sudahlah, Bu … jangan di pikirkan. Lagian kucing garongnya juga sudah pergi.”

Flora merangkul pudak Seruni dan membawa masuk ibunya itu ke dalam.

“Ibu istirahat lagi ya! Maaf Flora sudah ganggu Ibu tadi.”

Seruni mengangguk, “Kamu juga istirahat! Besok kamu masuk kerja, 'kan?”

Flora mengangguk dan kembali masuk ke dalam kamarnya.

Flora menutup kembali pintu kamarnya lalu merebahkan kembali tubuhnya ke atas tempat tidur.

Kepala Flora sudah sangat berat, matanya pun sudah sangat mengantuk, namun kenapa dirinya sama sekali belum mau tertidur. Pikiran tentang Daniel lah yang membuat matanya untuk sulit terpejam.

Jika memang benar Daniel keponakannya bapak Farhan adalah mantan kekasihnya, Flora takut pekerjaanya di kantor itu akan terancam. Itulah yang membuat pikirannya tidak tenang.

“Ya Tuhan, semoga tidak ada hal buruk yang akan terjadi lagi. Aku ingin hidup tenang bersama ibuku,” harap Flora.

Sudah satu jam setelah Gio pulang, Flora masih saja belum mau tidur padahal waktu sudah menunjukan pukul 12 malam.

Bib

Flora kembali mendenngar bunyi pesan yang masuk ke dalam ponselnya.

Flora memutar bola matanya jengah saat melihat nomer yang sama lagi. Entah apa yang membuat Flora mau melayani laki-laki bernama Gio itu, namun tanpa sadar Flora membalas chat dari Gio sampai akhirnya matanya terejam dengan sendirinya.

Keesokan paginya

Seruni berulang kali membangungkan Flora karena waktu sudah menunjukan pukul 7 pagi, tetapi Flora belum ada tanda-tanda untuk bangun.

“Flora, bangun sudah siang.”

Tubuh Flora menggeliat, “tapi Flora masih mengantuk, Bu.”

“Flora, bangun! Ini sudah hampir jam 7 pagi.”

Mata Flora langsung terbuka lebar, “Jam 7, Bu?”

Seruni langsung mengangguk.

Tanpa pikir pajang Flora langsung beranjak dari tempat tidur dan menyambar handuk yang ada di pintu kamarnya dan langsung melesat menuju ke kamar mandi.

Seruni sendiri masih berdiri di tempatnya sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah bayi kecilnya dulu yang sekarang sudah berusia 24 tahun.

Kali ini Flora tidak bisa mandi seperti biasanya karena waktu terus berputar dan jika dirinya tidak bergerak cepat maka ia bisa di pastikan akan terlambat masuk ke kantor.

Andai waktu bisa berhenti sebentar Flora ingin memakan sarapan yang ibunyya buat, tetapi waktu yang terus berputar menghalanginya untuk itu.

Setelah memakai pakainya dan berdandan sedikit, Flora langsung keluar dari kamarnya.

“Bu, Flora berangkat dulu,” pamit Flora yang langsing menyambar tangan ibunya dan mencium punggung tangannya.

“Kamu gak sarapan dulu, Nak?”

“Gak, Bu. Flora bisa telat. Nanti Flora sarapan di kantor saja.” Flora menjawab tanpa menghentikan langkahnya.

Flora berlari untuk sampai ke jalan raya, namun sesampainya di depan rumah Tiara, Flora menghentikan langkahnya saat sahabatnya itu memanggil dirinya.

“Flora, kamu baru mau berangkat kerja?” tanya Tiara.

“Iya, Mbak. Aku bangun kesiangan,” jawab Flora.

“Kalau begitu kamu sekalian saja ikut sama mas Adit,” suruh Tiara.

“Gak, Mbak, Aku naik angkutan umum saja,” tolak Flora.

“Nanti kamu bisa telat loh,” bujuk Tiara.

“Tapi, Mbak —”

“Jangan mikirin urusan lain dulu, yang penting sekarang kamu gak telat masuk kerjanya,” bujuk Tiara lagi.

Setelah berpikir sebentar akhirnya Flora mau menerima tawaran Tiara. “Baik, Mba. Terima kasih ya.”

“Sama-sama,” balas Tiara.

Flora masuk ke dalam mobil Adit setelah sebelumnya berpamitan pada Tiara dan mencium pipi sahabatnya itu.

Flora harus bersyukur karena Adit dan Tiara sangat baik pada dirinya dan juga ibunya. Flora berjanji pada dirinya bahwa ia tidak akan pernah melupakan semua kebaikan kedua orang itu seumur hidupnya.

Mobil yang membawa Flora melaju dan membelah jalanan kota yang mulai padat dengan kendaraan. Beruntung keduanya masih belum terjebak macet membuat Flora sampai ke kantornya dengan cepat.

“Sudah sampai,” ucap Adit setelah memberhentikan laju mobilnya tepat di depan lobby kantor itu.

Flora bernafas lega saat ia sampai di kantor hanya dalam Waktu setengah jam dan ia masih punya waktu untuk sarapan.

“Terima kasih banyak, mas Adit. Maaf sudah merepotkan dirimu dan mba Tiara,” ucap Flora.

Adit menggoyangkan jari telunjuknya, “Jangan sungkan sepeti itu. Saya dan Tiara sudah menganggap kamu seperti adik kami, Flora. Jadi jika kamu ada masalah, jangan sungkan untuk berbagi dengan kami.”

“Aku turun dulu. Sekali lagi terima kasih banyak atas tumpangannya.” Kini giliran Adit yang mengangguk

Flora turun dari mobil Adit dan berjalan masuk ke dalam kantor. Flora langsung berjalan memasuki gedung perkantoran itu dengan langkah terburu-buru, membuat Flora tanpa sengaja menabrak seseorang. Flora langsung terjatuh dengan posisi duduk di lantai.

“Hai, apa mata kamu buta?” maki wanita yang terlihat sangat modis itu.

Deg

Jantung Flora mendadak berhenti saat mendengar suara itu.

Terpopuler

Comments

Heny Ekawati

Heny Ekawati

ibux daniel kayakx

2021-08-28

0

Masiah Firman

Masiah Firman

siapa dia

2021-07-30

0

Afazra Denomay

Afazra Denomay

jangan"yg di tabrak flora ibunya daniel🤦‍♀️

2021-06-21

3

lihat semua
Episodes
1 Flora Melinda Putri
2 Pekerjaan Baru
3 Mengenang masa lalu
4 Sebuah Harapan
5 Menyambut Awal Baru
6 Playboy Cap Kakap
7 Salam Perkenalan
8 Agreement
9 Inisial A.F
10 Kegelisahan Flora
11 Bertemu Kembali
12 Pendekatan
13 Permintaan Maaf
14 Bersahabat
15 Harapan Seorang Ibu
16 Sedikit Berbeda
17 Kembalinya Daniel
18 Satu Kesempatan
19 Satu kesempatan 2
20 Teman Yang Menyebalkan
21 Sebuah Nasihat
22 Izinkan Aku Mencintaimu
23 Berharap Lebih Baik
24 Pengagum Rahasia
25 Pacar Gio
26 Harapan Daniel
27 Perasaan Gio dan Daniel.
28 Malam Minggu menyebalkan
29 Gadisku Yang Galak
30 Secercah Harapan
31 Flora Vs Mariana
32 Kemarahan Gio
33 Aku Akan Menjagamu
34 Cinta Tulus Gio
35 Ucapan Terima Kasih
36 Akan Baik-baik Saja
37 Pelajaran Untuk Mariana
38 Masih Mencintainya
39 Rasa Dalam Hati
40 Kembali Bersama
41 Harapan Flora
42 Perubahan Gio
43 Perubahan Gio 2
44 Rindu
45 Ungkapan Rasa Cinta Gio
46 Bantu Aku Untuk Berpaling
47 Teman Tapi Mesra
48 Buka Hatimu
49 Maaf Aku Berpaling
50 Pernyataan Cinta Flora
51 Senyummu Kebahagianku
52 Makin Cinta
53 Restu Dari Farhan
54 Bosku Kekasihku
55 Saat Indah Bersamamu
56 Will You Merry Me
57 Janji Gio
58 Kebersamaan Gio dan Flora
59 Bahagia Untukmu
60 Kejutan Besar
61 Mengenang Masa Lalu
62 Dia Kakakmu
63 Kegelisahan Hati Flora
64 Aku Adikmu
65 Permintaan Maaf Dari Farhan
66 Cahaya Dalam Kegelapan
67 Kepergian Gio
68 Suka dalam Duka
69 Selamat Jalan Ayah
70 Perubahan Sikap Gio
71 Rahasia Yang Terpendam
72 Rencana Mariana
73 Permainan Dimulai
74 Selamat Hari Raya Idul Fitri
75 Permainan Flora
76 Kekuatan Seorang Istri
77 Cinta Dalam Kebencian
78 Kembali Bersama
79 Rencana Bulan Madu
80 Sebuah Keraguan
81 Sandiwara
82 Sandiwara 2
83 Rahasia Yang Terbongkar
84 Keputusasaan Gio.
85 Kekalahan Gio
86 Persiapan Resepsi Pernikahan
87 Menjadi Satu
88 Harapan Gio dan Flora
89 Kehidupan Baru
90 Candaan Mariana
91 Keanehan Gio
92 Siang Yang Panas
93 Menanti Kabar Baik
94 Gio Sakit
95 Pregnant
96 Ngidam
97 Ngidam 2
98 Kecurigaan Flora
99 Kemarahan Flora
100 Kesalahpahaman
101 Cerita Masa Lalu
102 Berangkat Ke Amerika
103 Tiba Di Amerika
104 Tiba Di Amerika 2
105 Kekhwatiran Flora
106 Bertemu Musuh Lama
107 Malam Yang Panjang
108 Babymoon
109 Hal yang tidak terduga
110 Hilangnya Gio
111 Hilangnya Gio 2
112 Kemarahan Flora
113 Tinggal Kenangan
114 Penantian Flora
115 Kenangan Indah
116 Perasaan Aneh
117 Perasaan Aneh 2
118 Pernyataan Cinta Daren
119 Datangnya Adam
120 Flora Vs Bella
121 Kabar Dari Gio
122 Terungkap
123 Terungkap 2
124 Kembalinya Gio
125 Akhir Dari Sebuah Penantian
126 Kembali Pulang
127 Sebuah Jawaban
128 Kemarahan Vs Rasa Rindu
129 Berakhirnya Mimpi Buruk
130 Menanti Malaikat Kecil
131 Kegilaan Bella
132 Kebahagian Semua orang
133 Pertengkaran Flora dan Bella
134 Masa Lalu Bella
135 Pelangi Setelah Hujan
136 Kencan Bersama Suami
137 Kekhawatiran Gio
138 Menjelang Persalinan
139 Menjelang Persalinan 2
140 Lahirnya Malaikat Kecil
141 Selamat hari raya Idul Adha
142 Akhir Dari Penantian
143 Felicia Aourora Ferdinand
144 Ekstra Part
145 Ekstra Part 2
146 Ekstra part
147 Ekstra Part
148 Ekstra Part
149 Ekstra Part
150 Ekstra Part
151 Ekstra Part Daniel dan Muara
152 Ekstra Part Daniel dan Maura
153 Ekstra Part Daniel dan Maura
154 Ekstra Part Daniel dan Maura
155 Ekstra Part Daniel dan Maura
156 Ekstra Part Daniel dan Maura
157 Ekstra Part Daniel dan Maura
158 Ekstra Part Daniel dan Maura
159 Ekstra Part Gio dan Flora
160 Ekstra Part Pernikahan Daniel dan Maura
161 Ekstra Part Gio dan Flora
162 Ekstra Part Gio dan Flora
163 Eksta Part Gio dan Flora
164 Season 1 end
165 Perjodohan
166 Rasa Penasaran Felicia
167 Mantan Pacar Kenzo
168 Masa Lalu Kenzo
169 Misi Felicia
170 Resmi Menikah
171 Malam Setelah Menikah
172 Lingerie Dan Obat Perangsang
173 Permintaan Maaf Kenzo
174 Tanda Merah
175 Rumah Baru
176 Kesalahpahaman
177 Menghindar
178 Memulai Dengan Pertengkaran
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Bab 182
183 Bab 183
184 Bab 184
185 Bab 185
186 Bab 186
187 Bab 187
188 Bab 188
189 Bab 189
190 Bab 190
191 Bab 191
192 Bab 192
193 Bab 193
194 Bab 194
195 Bab 195
196 Bab 196
197 Bab 197
198 Bab 198
199 Bab 199
200 Bab 200
201 Bab 201
202 Bab 202
203 Bab 203
204 Dua Ratus Empat
205 Dua Ratus Lima
206 Dua Ratus Enam
207 Dua Ratus Tujuh
208 Dua Ratus Delapan
209 Dua Ratus Sembilan
210 Dua Ratus Sepuluh
211 Dua Ratus Sebelas
212 Dua Ratus Dua Belas
213 Dua Ratus Tiga Belas
214 Dua Ratus Empat Belas
215 Dua Ratus Lima Belas
216 Dua Ratus Enam Belas
217 Dua Ratus Tujuh Belas
218 Dua Ratus Delapan Belas
219 Dua Ratus Sembilan Belas
220 Dua Ratus Dua Puluh
221 Dua Ratus Dua Puluh Satu
222 Dua Ratus Dua Puluh Dua
223 Dua Ratus Dua Puluh Tiga
224 Dua Ratus Dua Puluh Empat
225 Dua Ratus Dua Puluh Lima
226 Dua Ratus Dua Puluh Enam
227 Dua Ratus Dua Puluh Tujuh
228 Happy new year
229 Bab 228
230 Bab 229
231 Bab 230
232 Bab 231
233 Bab 232
234 Bab 233
235 Bab 234
236 Bab 235
237 Bab 236
238 Ending Season 2 (1)
239 Ending Season 2 (2)
240 Ending Season 2 (3)
241 Keanu Alexander Pramuja (Tamat)
242 Bab 1 Season 3
243 Bab 2
244 Promosi
245 Gavindra Abimana Ferdinand
246 Si Cantik Buruk Rupa
247 Ponsel Baru
248 Susah Ditebak
249 Si Tengil Baik Hati
250 Si kecil yang menggoda
251 Bertemu Calon Mertua
Episodes

Updated 251 Episodes

1
Flora Melinda Putri
2
Pekerjaan Baru
3
Mengenang masa lalu
4
Sebuah Harapan
5
Menyambut Awal Baru
6
Playboy Cap Kakap
7
Salam Perkenalan
8
Agreement
9
Inisial A.F
10
Kegelisahan Flora
11
Bertemu Kembali
12
Pendekatan
13
Permintaan Maaf
14
Bersahabat
15
Harapan Seorang Ibu
16
Sedikit Berbeda
17
Kembalinya Daniel
18
Satu Kesempatan
19
Satu kesempatan 2
20
Teman Yang Menyebalkan
21
Sebuah Nasihat
22
Izinkan Aku Mencintaimu
23
Berharap Lebih Baik
24
Pengagum Rahasia
25
Pacar Gio
26
Harapan Daniel
27
Perasaan Gio dan Daniel.
28
Malam Minggu menyebalkan
29
Gadisku Yang Galak
30
Secercah Harapan
31
Flora Vs Mariana
32
Kemarahan Gio
33
Aku Akan Menjagamu
34
Cinta Tulus Gio
35
Ucapan Terima Kasih
36
Akan Baik-baik Saja
37
Pelajaran Untuk Mariana
38
Masih Mencintainya
39
Rasa Dalam Hati
40
Kembali Bersama
41
Harapan Flora
42
Perubahan Gio
43
Perubahan Gio 2
44
Rindu
45
Ungkapan Rasa Cinta Gio
46
Bantu Aku Untuk Berpaling
47
Teman Tapi Mesra
48
Buka Hatimu
49
Maaf Aku Berpaling
50
Pernyataan Cinta Flora
51
Senyummu Kebahagianku
52
Makin Cinta
53
Restu Dari Farhan
54
Bosku Kekasihku
55
Saat Indah Bersamamu
56
Will You Merry Me
57
Janji Gio
58
Kebersamaan Gio dan Flora
59
Bahagia Untukmu
60
Kejutan Besar
61
Mengenang Masa Lalu
62
Dia Kakakmu
63
Kegelisahan Hati Flora
64
Aku Adikmu
65
Permintaan Maaf Dari Farhan
66
Cahaya Dalam Kegelapan
67
Kepergian Gio
68
Suka dalam Duka
69
Selamat Jalan Ayah
70
Perubahan Sikap Gio
71
Rahasia Yang Terpendam
72
Rencana Mariana
73
Permainan Dimulai
74
Selamat Hari Raya Idul Fitri
75
Permainan Flora
76
Kekuatan Seorang Istri
77
Cinta Dalam Kebencian
78
Kembali Bersama
79
Rencana Bulan Madu
80
Sebuah Keraguan
81
Sandiwara
82
Sandiwara 2
83
Rahasia Yang Terbongkar
84
Keputusasaan Gio.
85
Kekalahan Gio
86
Persiapan Resepsi Pernikahan
87
Menjadi Satu
88
Harapan Gio dan Flora
89
Kehidupan Baru
90
Candaan Mariana
91
Keanehan Gio
92
Siang Yang Panas
93
Menanti Kabar Baik
94
Gio Sakit
95
Pregnant
96
Ngidam
97
Ngidam 2
98
Kecurigaan Flora
99
Kemarahan Flora
100
Kesalahpahaman
101
Cerita Masa Lalu
102
Berangkat Ke Amerika
103
Tiba Di Amerika
104
Tiba Di Amerika 2
105
Kekhwatiran Flora
106
Bertemu Musuh Lama
107
Malam Yang Panjang
108
Babymoon
109
Hal yang tidak terduga
110
Hilangnya Gio
111
Hilangnya Gio 2
112
Kemarahan Flora
113
Tinggal Kenangan
114
Penantian Flora
115
Kenangan Indah
116
Perasaan Aneh
117
Perasaan Aneh 2
118
Pernyataan Cinta Daren
119
Datangnya Adam
120
Flora Vs Bella
121
Kabar Dari Gio
122
Terungkap
123
Terungkap 2
124
Kembalinya Gio
125
Akhir Dari Sebuah Penantian
126
Kembali Pulang
127
Sebuah Jawaban
128
Kemarahan Vs Rasa Rindu
129
Berakhirnya Mimpi Buruk
130
Menanti Malaikat Kecil
131
Kegilaan Bella
132
Kebahagian Semua orang
133
Pertengkaran Flora dan Bella
134
Masa Lalu Bella
135
Pelangi Setelah Hujan
136
Kencan Bersama Suami
137
Kekhawatiran Gio
138
Menjelang Persalinan
139
Menjelang Persalinan 2
140
Lahirnya Malaikat Kecil
141
Selamat hari raya Idul Adha
142
Akhir Dari Penantian
143
Felicia Aourora Ferdinand
144
Ekstra Part
145
Ekstra Part 2
146
Ekstra part
147
Ekstra Part
148
Ekstra Part
149
Ekstra Part
150
Ekstra Part
151
Ekstra Part Daniel dan Muara
152
Ekstra Part Daniel dan Maura
153
Ekstra Part Daniel dan Maura
154
Ekstra Part Daniel dan Maura
155
Ekstra Part Daniel dan Maura
156
Ekstra Part Daniel dan Maura
157
Ekstra Part Daniel dan Maura
158
Ekstra Part Daniel dan Maura
159
Ekstra Part Gio dan Flora
160
Ekstra Part Pernikahan Daniel dan Maura
161
Ekstra Part Gio dan Flora
162
Ekstra Part Gio dan Flora
163
Eksta Part Gio dan Flora
164
Season 1 end
165
Perjodohan
166
Rasa Penasaran Felicia
167
Mantan Pacar Kenzo
168
Masa Lalu Kenzo
169
Misi Felicia
170
Resmi Menikah
171
Malam Setelah Menikah
172
Lingerie Dan Obat Perangsang
173
Permintaan Maaf Kenzo
174
Tanda Merah
175
Rumah Baru
176
Kesalahpahaman
177
Menghindar
178
Memulai Dengan Pertengkaran
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Bab 182
183
Bab 183
184
Bab 184
185
Bab 185
186
Bab 186
187
Bab 187
188
Bab 188
189
Bab 189
190
Bab 190
191
Bab 191
192
Bab 192
193
Bab 193
194
Bab 194
195
Bab 195
196
Bab 196
197
Bab 197
198
Bab 198
199
Bab 199
200
Bab 200
201
Bab 201
202
Bab 202
203
Bab 203
204
Dua Ratus Empat
205
Dua Ratus Lima
206
Dua Ratus Enam
207
Dua Ratus Tujuh
208
Dua Ratus Delapan
209
Dua Ratus Sembilan
210
Dua Ratus Sepuluh
211
Dua Ratus Sebelas
212
Dua Ratus Dua Belas
213
Dua Ratus Tiga Belas
214
Dua Ratus Empat Belas
215
Dua Ratus Lima Belas
216
Dua Ratus Enam Belas
217
Dua Ratus Tujuh Belas
218
Dua Ratus Delapan Belas
219
Dua Ratus Sembilan Belas
220
Dua Ratus Dua Puluh
221
Dua Ratus Dua Puluh Satu
222
Dua Ratus Dua Puluh Dua
223
Dua Ratus Dua Puluh Tiga
224
Dua Ratus Dua Puluh Empat
225
Dua Ratus Dua Puluh Lima
226
Dua Ratus Dua Puluh Enam
227
Dua Ratus Dua Puluh Tujuh
228
Happy new year
229
Bab 228
230
Bab 229
231
Bab 230
232
Bab 231
233
Bab 232
234
Bab 233
235
Bab 234
236
Bab 235
237
Bab 236
238
Ending Season 2 (1)
239
Ending Season 2 (2)
240
Ending Season 2 (3)
241
Keanu Alexander Pramuja (Tamat)
242
Bab 1 Season 3
243
Bab 2
244
Promosi
245
Gavindra Abimana Ferdinand
246
Si Cantik Buruk Rupa
247
Ponsel Baru
248
Susah Ditebak
249
Si Tengil Baik Hati
250
Si kecil yang menggoda
251
Bertemu Calon Mertua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!