Flora sedang berada di ruang meeting bersama beberapa petinggi di perusahaan itu termasuk Gio. Flora juga melihat ayah Daniel ada di antara mereka.
"Kita bisa mulai sekarang," seru Farhan yang langsung di angguki oleh semua orang termasuk Flora dan Gio.
Meeting hari itu membahas proyek pembangunan apartemen di pinggir perkotaan yang akan di mulai minggu depan, dan rencananya proyek pembangunan itu akan dipimpin langsung oleh Gio.
Banyak diantara mereka yang tidak setuju dengan perkataan Farhan. Alasan mereka karena Gio masih baru di kantor itu, tetapi bukan Gio namanya jika tidak bisa merebut hati para petinggi di perusahaan keluarganya itu.
Gio memberikan proposal yang sudah ia pelajari sebelumnya dan mulai menjelaskan apa yang ada di dalam proposal itu.
Seluruh orang yang ada di ruangan meeting itu mendengarkan secara seksama apa yang sedang Gio jelaskan termasuk Flora. Ada sedikit rasa kagum pada diri Flora melihat sisi lain dari Gio itu.
"Cukup sekian penjelasan dari saya dan saya sangat berharap kalian semua mau memberikan saya kesempatan," ucap Gio.
Setelah memikirkan dan mempelajari proposal yang Gio berikan, beberapa petinggi di perusahaan itu saling bertukar pandang dan saling memberi isyarat satu sama lain sebelum mereka mengangguk secara bersamaan dan juga bertepuk tangan untuk Gio.
"Wah, Tuan Farhan saya tidak menyangka anak anda memiliki ide brilian seperti ini," ujar salah satu pemegang sahan di perusahaan itu.
"Terima kasih untuk pujiannya," balas Farhan.
"Pepatah memang benar, buah tidak akan jatuh dari pohonnya. Kemampuan Anda dalam berbisnis mengalir pada diri Gio," ucap yang lain lagi.
Semua orang nampak senang akan kemampuan Gio tetapi tidak dengan Ardi, ia merasa tidak suka pada Gio karena itu akan membahayakan posisi anaknya nanti.
Meeteng selesai dan para petinggi perusahan itu berniat keluar dari ruangan itu tetapi Ardi, ayah Daniel yang merupakan adik kandung Farhan menghentikan orang-orang itu untuk keluar dari ruangan.
"Ada yang ingin saya tanyakan pada kakak saya dan kalian semua yang ada di sini. Saya mendengar ada seorang anak yang lahir di luar pernikahan yang bekerja di sini," ucap Ardi dan tentu saja Farhan dan Gio siapa yang di maksud oleh Ardi.
"Apa sebenarnya yang ingin Anda sampaikan di sini, om Ardi? sebaiknya langsung pada intinya saja," ucap Gio penuh penekanan.
"Kamu dan mas Farhan pasti tahu siapa yang sedang saya maksud." Ardi melirik ke arah Flora sekilas, "Apa status Flora tidak akan berpengaruh pada citra di perusahaan kita?" ucap Ardi.
Ugh Flora merasa jantungya seperti di tikam belati. Pada saat itu juga, Flora tahu jika kedua orang tua Daniel sama sekali tidak menyukai dirinya. Ia berpikir diamnya Ardi selama bertemu dengan dirinya di perusahaan itu memberi harapan baik pada Flora, tetapi kenyataannya lain. Kedua orang tua Daniel memang sama sekali tidak menyukai dirinya.
"Maaf sepertinya ini di luar masalah pekerjaan jadi sebaiknya Anda tidak membahasnya di sini," ucap Farhan yang mengerti akan maksud perkatan adiknya.
"Tapi ini menyangkut citra perusahaan kita," sela Ardi.
Flora mencengkram kuat map yang ada di tangannya. Ia takut jika hati itu juga Flora akan kehilangan pekerjaannya.
Ardi menatap satu persatu para petinggi di perusahan itu untuk mencari pembelaan.
"Yang dikatakan Ardi itu benar, jika ada karyawan yang sudah mencoreng citra perusahaan ini lebih baik di pecat saja," sambung salah satu dari petinggi di perusahaan itu.
Farhan langsung menatap siapa yang baru saja berbicara dan ia tidak akan terkejut melihat siapa yang sedang membela adiknya, orang itu memang berdiri di kubu Ardi.
"Saya tidak setuju dengan itu," sela Gio langsung. "Apa hubungannya dengan status keluarganya dengan pekerjaannya? Selama ini saya melihat kinerja Flora sangat baik, bukan begitu 'kan bapak Farhan." Gio melihat ke arah papanya untuk bisa membenarkan ucapannya.
"Ya itu benar, selama ini saya tidak ada masalah dengan kinerja Flora. Dan untuk status keluarganya itu tidak pengaruh di perusahaan ini," ucap Farhan.
"Saya rasa ini sudah cukup. Sudah tidak ada pembahasan lain jadi saya akhiri meeting ini, terima kasih sudah menyempatkan waktu kalian," ucap Farhan.
Farhan segera beranjak dari duduknya sebelum adiknya berbuat hal yang lain lagi untuk bisa mengeluarkan Flora dari perusahaannya itu.
Farhan langsung beranjak dari kursinya dan keluar dari ruangan meeting itu diikuti oleh Gio dan juga Flora.
Ardi yang masih duduk di tempatnya, menyebunyikan kepalan tangannya di samping tubuhnya. Sebenarnya memang ia tidak keberatan jika Flora bekerja di perusahaan itu, tetapi Ardi takut itu akan berpengaruh pada Daniel yang sebentar lagi akan pulang dari luar negeri.
Sementara di luar Flora sedang berjalan beriringan dengan Gio. Flora merasa takut saat Ardi menyudutkan dirinya tetapi untung saja ayah dan anak itu masih mau membelanya.
"Terima kasih karena mau membelaku tadi." Flora berucap dengan sedikit berbisik pada Gio agar tidak terdengar oleh Farhan yang melangkah di depan mereka.
"Tenang sayangku aku akan selalu membelamu," sahut Gio dengan wajah tengilnya.
Flora tersenyum mendengar itu perasaannya lega karena masih ada yang mau berpihak pada dirinya.
"Oh ya satu lagi …bisakah kamu tidak selalu memanggilku dengan sebutan 'sayang', jika karyawan lain dengar atau juga bapak Farhan yang mendengarnya, mungkin itu akan menimbulkan masalah baru untukku," pinta Flora.
"Emmm, bagaimana ya? Aku sudah terbiasa memanggilmu dengan sebutan itu," ucap Gio. Gio mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Flora.
Flora sendiri hanya bisa memutar bola matanya jengah saat melihat itu. Tidak ada yang bisa ia lakukan lagi.
Flora mendesah pasrah, "Terserah kamu saja lah," pasrah Flora disambut kekehan Gio.
Tetapi keduanya tidak tahu jika Farhan pun sedang tersenyum tipis di depan Flora dan Gio, sebenarnya Farhan bisa mendengar pembicaraan antara anak dan sekertaisnya itu.
Mendakak Flora dan Gio langsung menghentikan langkah mereka saat Farhan menghentikan langkahnya di depan mereka.
"Flora antarkan Gio ke ruangannya setelah kalian sudah selesai mengobrol."
Flora langsung menyunggingkan senyum canggungnya sedangkan Gio tersenyum tipis sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Baik, Pak."
Sementara di bagian lain di perusahaan itu.
Seluruh karyawan di F.G grup sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Meski terlihat ramai namun nampak sunyi karena mereka hanya fokus pada pekerjaan mereka masing-masing.
Namun seketika pekerjaan mereka terhenti saat mata mereka melihat seorang laki-laki memakai setelan jas berwarna biru navi berjalan di antara mereka. Laki-laki itu berjalan dengan gaya angkuhnya, sorot mata tajamnya dan raut wajah dinginnya seolah membekukan seisi ruangan itu seketika.
Sebagian karyawan di perusahaan itu mengenal laki-laki muda tersebut, dia adalah Daniel Aditya Ferdinand, anak laki-laki dari Ardi Ferdinand.
Karyawan yang sudah bekerja lama di perusahaan itu pasti tahu, Daniel adalah salah satu kandidat calon penerus perusahaan Ferdinand Group selain Gio.
Banyak yang ingin menyapa laki-laki tampan itu namun bibir mereka membeku seketika saat melihat aura dingin Daniel
"Dia pasti ingin menemui anak haram itu," bisik salah satu karyawan dibalas anggukan karyawati yang ada di sebelahnya.
Telinga tajam Daniel mendengar bisikan itu dan langsung memberikan tatapan tajam pada karyawati yang baru saja membicarakan Flora.
Ketiga karyawan wanita itu langsung membungkam mulut mereka saat melihat sorot mata tajam Daniel. Ketiga karyawati itu langsung kembali fokus pada pekerjaan mereka.
Daniel memang datang lebih awal dari waktu yang sudah ia tentukan dan itu semua karena ia mendengar jika mantan kekasihnya, Flora, bekerja di perusahaan keluarganya. Daniel sudah tidak sabar untuk bertemu dengan mantan kekasihnya itu.
Author minta like dan komentarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 251 Episodes
Comments
Iiq Rahmawaty
jgn mau balikan sma daniel.. lihatlah bgaimna orgtua daniel menghinamu abis² an flo..
2021-12-26
0
Tatik Ajach
walaupun ortu Daniel menolak ...klu Allah SDH berkendak apapun bisa trjd...to itu dmua trserah autho.,..kan dia yg jd sutradaranya....EA GK Thor.....😝
2021-12-02
0
Siti Mamy Silvi Silfi
kasian SM daniel
2021-10-25
0