Bersahabat

Happy reading

Setelah belajar mengemudikan mobil berakhir dengan makan ketoprak di pinggir jalan, kini Flora dan Gio memutuskan untuk pulang. Gio mengemudikan mobilnya untuk mengantar Flora pulang ke rumahnya.

Sepanjang perjalanan keduanya saling bercerita satu sama lain, Flora sendiri tidak menyadari sejak kapan ia bisa bercerita bebas kepada laki-laki yang selalu dia anggap menyebalkan itu.

Tetapi setelah Flora mendengar kata maaf yang keluar dari mulut Gio, sedikit penilaian Flora terhadap Gio menjadi lebih baik.

"Boleh aku bertanyatanya sesuatu Flora?" tanya Gio.

"Kamu seperti wartawan Gio, sudah dari tadi kamu selalu bertanya padaku," ledek Flora.

Gio berdecak, "Ayolah Flora, aku ingin tahu banyak tentang dirimu," bujuk Gio.

Flora menghela nafasnya, "Baiklah, apa yang ingin kamu tanyakan sekarang?"

"Apa yang membuatmu jatuh cinta pada Daniel?" Gio melirik ke arah Flora.

"Pertanyaan macam apa itu?" Flora balik bertanya dengan nada sedikit kesal.

"Aku merasa penasaran saja bagaimana kamu bisa jatuh cinta pada pria dingin seperti Daniel?" tanya Gio dengan nada menyindir.

Flora masih belum menjawab.

"Kamu tahu Flora, andai aku jadi perempuan aku tidak akan mau jatuh cinta pada laki-laki dingin seperti itu," lanjut Gio diikuti kekehananya.

"Apa kamu membenci Gio?" tanya Flora.

"Bagaimana bisa aku membenci adikku sendiri, Flora? Jangan bergurau."

"Ayo jawab pertanyaan ku tadi, jangan mengalihkan pembicaraan," lanjut Gio.

"Oke, Daniel itu sangat baik dan pengertian. Memang dia terlihat dingin tapi dia sangat hangat-"

"Kamu begitu mencintai dia rupanya," sela Gio. "Kalau kalian saling mencintai kenapa kalian berpisah?"

"Kamu tahu sendiri bagaimana sikap orang tua Daniel kepadaku, 'kan?" Gio langsung mengangguk. "Lalu bagaimana aku harus mempertahankan hubungan aku dan dia? Lagi pula dia sama sekali tidak ingin mempertahankan hubungan ini dan itu terlihat jelas disaat ibunya datang ke rumahku, dia sama sekali tidak datang untuk membela ku dan ibuku."

Sakit sekali hati Flora jika harus mengingat masa dimana ibunya Daniel datang dan menghinanya dengan kata-kata yang menyakitkan.

"Apa kau tidak pernah bertanya pada Daniel alasan kenapa dia tidak datang saat itu?" tanya Gio. Flora langsung menggelengkan kepalanya.

"Aku tidak ingin dengar lagi apapun alasan dia," ujar Flora sambil menyeka air mata yang ternyata sudah jatuh di pipinya.

Seketika Gio menepikan mobilnya dan menghentikan laju mobilnya. Gio menghela nafas sebelum mulai berbicara, "Kamu harus tahu Flora, selama ini Daniel hidup di bawah kendali orang tuanya, dia tidak bisa bertindak sesuai keinginannya selama ini. Dan mungkin itu alasan dia tidak memberitahukan tentang status keluarganya padamu," jelas Gio.

Mata basah Flora langsung menatap Gio, ia tidak mengerti apa yang di maksud oleh Gio dan ia juga tidak berpikir sampai sejauh itu.

"Sejujurnya aku tidak suka mencampuri urusan orang lain tapi ini menyangkut adikku." Gio membalas tatapan Flora. "Ini menyangkut kebahagiaan adikku," ulang Gio.

Tangan Gio terangkat untuk mengusap air mata yang mengalir di pipi Flora. "Jika kamu dan Daniel masih saling mencintai, aku berjanji padamu aku akan membantu kalian bersatu," ucap Gio.

Flora masih merasa tidak percaya pada apa yang baru saja Gio katakan.

"Kenapa kamu malah menangis? Apa aku mengatakan hal yang menyakitkan?" lanjut Gio.

"Tidak." Flora mengusap air mataya lalu memperbaiki posisi duduknya, "Terima kasih sudah berusaha menghiburku." Flora menyunggingkan senyum terpaksa nya pada Gio.

"Ayo kita pulang, ini sudah siang," pinta Flora.

"Kenapa harus minta pulang sekarang, padahal aku belum puas menggoda mu," guman Gio.

"Apa kamu mengatakan sesuatu?" tanya Flora.

"Tidak. Aku tidak mengatakan apapun," jawab Gio.

"Bohong! Aku mendengar sesuatu tadi," tekan Flora.

"Memangnya apa yang kamu dengar tadi?" balas Gio.

Flora diam, sejujurnya Flora mendengar Gio mengatakan sesuatu, hanya saja Flora tidak mendengar dengan jelas. "Gio, kamu memang sangat menyebalkan." Flora bersidakep karena merasa kesal pada Gio.

Flora duduk diam di tempatnya dan mengalihkan pandangan adanya ke arah lain, Flora sangat berharap saat itu Gio mau membujuknya dan meminta maaf, tetapi harapan itu harus pupus, karena nyatanya Gio bukannya meminta maaf malah justru tergelak bahkan sampai memegangi perutnya.

"Kenapa kamu malah tertawa dan siapa yang kamu tertawakan?" sungut Flora.

"Tentu saja aku menertawakan dirimu, Flora," jawab Gio di sela tawanya.

"Dasar laki-laki tidak punya perasaan, aku sedang marah karena dirimu tetapi kamu justru menertawakan aku," kesal Flora.

"Itu karena kamu terlihat lucu jika sedang marah. Aku tidak membayangkan, kamu si galak dan Daniel, si dingin bersatu, apa jadinya nanti," ledek Gio tanpa mau menghentikan tawanya.

"Berhenti tertawa! Kalau tidak aku akan keluar dari mobil ini," ancam Flora.

"Silahkan saja!" ucap Gio.

"Hah!"

Flora menatap tidak percaya pada apa yang baru saja ia dengar.

Flora kembali duduk di posisinya dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya dengan mengerucutkan bibirnya.

Gio menghentikan tawanya saat melihat wajah Flora sudah merah padam karena kesal.

"Iya maaf, aku minta maaf. Jika Daniel mu kembali, aku tidak akan bisa menggoda mu lagi seperti ini," ucap Gio tangannya pun ia tuntun untuk mengacak-ngacak rambut Flora.

Flora merapikan rambutnya masih dengan wajah yang cemberut.

"Sebaiknya kita pulang saja ini sudah siang, aku juga sudah tidak sabar untuk bertemu ibumu," ucap Gio.

"Hah! Untuk apa kamu menemui ibuku?" tanya Flora.

"Untuk apa lagi kalau bukan untuk melamar mu," jawab Gio asal dan langsung lengannya mendapat cubitan dari Flora.

"Apa kamu tidak bisa serius sekali saja?" ujar Flora.

Gio mengedikkan kedua bahunya dan tergelak seraya kembali melajukan mobilnya.

Hari ini hati Flora serasa di jungkir balikan oleh Gio, sebenarnya orang seperti apa Gio? Flora benar-benar tidak bisa menebaknya.

Hening mengambil alih suasana di dalam mobil, Flora terus memandang ke samping memandang pemandangan di luar mobil sedangkan Gio berkonsentrasi mengemudikan mobilnya.

Flora sesekali melirik ke arah Gio dan sedikit mengulas senyumnya.

"Gio ...," panggil Flora.

"Yes, Honey," jawab Gio.

"Kamu tidak memberitahukan pada Daniel jika aku bekerja di perusahaan keluargamu, 'kan?" tanya Flora.

"Tidak! Aku tidak akan melakukan hal bodoh dengan memberitahukan hal itu padanya. Dia akan kembali ke sini secepatnya, dan aku tidak akan bisa mendekatimu lagi," jawab Gio.

"Kamu ini, aku serius," ucap Flora.

"Kamu pikir aku tidak." Gio berucap sambil tertawa.

Flora ingin sekali memukul laki-laki yang saat ini sedang bersamanya tetapi justru tanpa sadar Flora pun ikut tertawa.

Perjalanan pulang Flora saat itu tidak terasa sepi, Flora tidak berhenti tertawa karena ulah konyol Gio. Dan Flora baru sadar perjalanan menyenangkan itu harus terhenti saat mobil yang ia naiki sudah berhenti tepat di depan rumahnya.

"Sudah sampai," ujar Gio setelah memberhentikan laju mobilnya.

"Terima kasih banyak karena kamu sudah mau mengajariku mengemudi dan -" Flora menjeda kalimatnya.

"Dan apa?" Gio menunggu ucapan Flora selanjutnya.

"Dan … dan sudah mau mendengarkan keluh kesah ku," lanjut Flora.

"Tidak masalah, aku senang kalau kamu mau menceritakan masalahmu pada ku," ucap Gio. "Dan aku ingin minta maaf atas apa yang sudah tante Mariana lakukan padamu."

"Kenapa kamu yang harus minta maaf?" tanya Flora heran.

"Karena dia keluargaku, dan jujur aku merasa malu atas apa yang sudah tante Mariana lakukan pada mu waktu di kantor itu," ujar Gio.

"Sudahlah lupakan saja, jangan ingatkan lagi tentang hal itu," pinta Flora.

"Baiklah, sayangku … anything for you," ucap Gio diikuti senyumnya.

Flora pun membalas senyum yang di berikan oleh Gio sebelum turun dari mobil itu.

"Flora ...," panggil Gio.

Flora menahan tubuhnya untuk tidak keluar dari mobil itu. Flora berbalik menatap Gio, "Ada apa?" tanya Flora.

"Bisa kita lupakan tentang permainan itu?" Gio menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Sebenarnya waktu itu aku salah paham tentang dirimu jadi aku membuat permainan konyol itu."

Flora tentu saja sangat bahagia mendengar itu, meski permainan itu hanya sekedar ucapan, tetapi berhasil membebani pikiran Flora.

"Tentu saja, kita hentikan saja permainan konyol itu," ucap Flora diikuti senyum manisnya.

"Baiklah ... apa kita bisa berteman sekarang?" Gio mengulurkan tangannya ke arah Flora.

Dan tentu saja Flora menyambut itu dengan baik. "Tentu saja." Mereka pun menyatukan tangan mereka untuk bersalaman.

"Baiklah aku keluar sekarang," pamit Flora.

"Silahkan," sahut Gio.

Flora berbalik untuk keluar dari mobil namun lagi-lagi Gio memanggilnya.

"Flora ...," panggil Gio lagi.

Flora yang mendengar itu langsung menghela nafas dan menoleh lagi ke arah Gio. "Ada apa lagi?"

"Kamu tidak menyuruhku untuk mampir?" tanya Gio.

"Apa kamu mampir ke rumahku, Tuan Revaldo Giovanni Ferdinand?"

"Tidak usah. Lain kali saja," tolak Gio.

Flora menaikan satu alisnya sebelum kemudian tertawa setelah mendengar jawaban Gio. "Sudahlah berhenti menggodaku. Kamu pulangnya hati-hati dan sekali lagi terima kasih untuk hari ini." Flora menggeleng kecil dan segera Flora keluar dari mobil itu dengan cepat sebelum laki-laki itu bertingkat konyol lagi.

Flora berjalan memutari mobil itu dan melangkah menuju rumahnya.

Terpopuler

Comments

Memey Naifa

Memey Naifa

thor flora anak pk farhan ya jdi geo kakak flora
Aku harap se gitu critanya 💪💪💪💪

2022-07-26

0

Bundanya Robby

Bundanya Robby

awas bucin Flo🤣

2021-09-04

1

Nani Krisnawati

Nani Krisnawati

👍🧡

2021-06-25

1

lihat semua
Episodes
1 Flora Melinda Putri
2 Pekerjaan Baru
3 Mengenang masa lalu
4 Sebuah Harapan
5 Menyambut Awal Baru
6 Playboy Cap Kakap
7 Salam Perkenalan
8 Agreement
9 Inisial A.F
10 Kegelisahan Flora
11 Bertemu Kembali
12 Pendekatan
13 Permintaan Maaf
14 Bersahabat
15 Harapan Seorang Ibu
16 Sedikit Berbeda
17 Kembalinya Daniel
18 Satu Kesempatan
19 Satu kesempatan 2
20 Teman Yang Menyebalkan
21 Sebuah Nasihat
22 Izinkan Aku Mencintaimu
23 Berharap Lebih Baik
24 Pengagum Rahasia
25 Pacar Gio
26 Harapan Daniel
27 Perasaan Gio dan Daniel.
28 Malam Minggu menyebalkan
29 Gadisku Yang Galak
30 Secercah Harapan
31 Flora Vs Mariana
32 Kemarahan Gio
33 Aku Akan Menjagamu
34 Cinta Tulus Gio
35 Ucapan Terima Kasih
36 Akan Baik-baik Saja
37 Pelajaran Untuk Mariana
38 Masih Mencintainya
39 Rasa Dalam Hati
40 Kembali Bersama
41 Harapan Flora
42 Perubahan Gio
43 Perubahan Gio 2
44 Rindu
45 Ungkapan Rasa Cinta Gio
46 Bantu Aku Untuk Berpaling
47 Teman Tapi Mesra
48 Buka Hatimu
49 Maaf Aku Berpaling
50 Pernyataan Cinta Flora
51 Senyummu Kebahagianku
52 Makin Cinta
53 Restu Dari Farhan
54 Bosku Kekasihku
55 Saat Indah Bersamamu
56 Will You Merry Me
57 Janji Gio
58 Kebersamaan Gio dan Flora
59 Bahagia Untukmu
60 Kejutan Besar
61 Mengenang Masa Lalu
62 Dia Kakakmu
63 Kegelisahan Hati Flora
64 Aku Adikmu
65 Permintaan Maaf Dari Farhan
66 Cahaya Dalam Kegelapan
67 Kepergian Gio
68 Suka dalam Duka
69 Selamat Jalan Ayah
70 Perubahan Sikap Gio
71 Rahasia Yang Terpendam
72 Rencana Mariana
73 Permainan Dimulai
74 Selamat Hari Raya Idul Fitri
75 Permainan Flora
76 Kekuatan Seorang Istri
77 Cinta Dalam Kebencian
78 Kembali Bersama
79 Rencana Bulan Madu
80 Sebuah Keraguan
81 Sandiwara
82 Sandiwara 2
83 Rahasia Yang Terbongkar
84 Keputusasaan Gio.
85 Kekalahan Gio
86 Persiapan Resepsi Pernikahan
87 Menjadi Satu
88 Harapan Gio dan Flora
89 Kehidupan Baru
90 Candaan Mariana
91 Keanehan Gio
92 Siang Yang Panas
93 Menanti Kabar Baik
94 Gio Sakit
95 Pregnant
96 Ngidam
97 Ngidam 2
98 Kecurigaan Flora
99 Kemarahan Flora
100 Kesalahpahaman
101 Cerita Masa Lalu
102 Berangkat Ke Amerika
103 Tiba Di Amerika
104 Tiba Di Amerika 2
105 Kekhwatiran Flora
106 Bertemu Musuh Lama
107 Malam Yang Panjang
108 Babymoon
109 Hal yang tidak terduga
110 Hilangnya Gio
111 Hilangnya Gio 2
112 Kemarahan Flora
113 Tinggal Kenangan
114 Penantian Flora
115 Kenangan Indah
116 Perasaan Aneh
117 Perasaan Aneh 2
118 Pernyataan Cinta Daren
119 Datangnya Adam
120 Flora Vs Bella
121 Kabar Dari Gio
122 Terungkap
123 Terungkap 2
124 Kembalinya Gio
125 Akhir Dari Sebuah Penantian
126 Kembali Pulang
127 Sebuah Jawaban
128 Kemarahan Vs Rasa Rindu
129 Berakhirnya Mimpi Buruk
130 Menanti Malaikat Kecil
131 Kegilaan Bella
132 Kebahagian Semua orang
133 Pertengkaran Flora dan Bella
134 Masa Lalu Bella
135 Pelangi Setelah Hujan
136 Kencan Bersama Suami
137 Kekhawatiran Gio
138 Menjelang Persalinan
139 Menjelang Persalinan 2
140 Lahirnya Malaikat Kecil
141 Selamat hari raya Idul Adha
142 Akhir Dari Penantian
143 Felicia Aourora Ferdinand
144 Ekstra Part
145 Ekstra Part 2
146 Ekstra part
147 Ekstra Part
148 Ekstra Part
149 Ekstra Part
150 Ekstra Part
151 Ekstra Part Daniel dan Muara
152 Ekstra Part Daniel dan Maura
153 Ekstra Part Daniel dan Maura
154 Ekstra Part Daniel dan Maura
155 Ekstra Part Daniel dan Maura
156 Ekstra Part Daniel dan Maura
157 Ekstra Part Daniel dan Maura
158 Ekstra Part Daniel dan Maura
159 Ekstra Part Gio dan Flora
160 Ekstra Part Pernikahan Daniel dan Maura
161 Ekstra Part Gio dan Flora
162 Ekstra Part Gio dan Flora
163 Eksta Part Gio dan Flora
164 Season 1 end
165 Perjodohan
166 Rasa Penasaran Felicia
167 Mantan Pacar Kenzo
168 Masa Lalu Kenzo
169 Misi Felicia
170 Resmi Menikah
171 Malam Setelah Menikah
172 Lingerie Dan Obat Perangsang
173 Permintaan Maaf Kenzo
174 Tanda Merah
175 Rumah Baru
176 Kesalahpahaman
177 Menghindar
178 Memulai Dengan Pertengkaran
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Bab 182
183 Bab 183
184 Bab 184
185 Bab 185
186 Bab 186
187 Bab 187
188 Bab 188
189 Bab 189
190 Bab 190
191 Bab 191
192 Bab 192
193 Bab 193
194 Bab 194
195 Bab 195
196 Bab 196
197 Bab 197
198 Bab 198
199 Bab 199
200 Bab 200
201 Bab 201
202 Bab 202
203 Bab 203
204 Dua Ratus Empat
205 Dua Ratus Lima
206 Dua Ratus Enam
207 Dua Ratus Tujuh
208 Dua Ratus Delapan
209 Dua Ratus Sembilan
210 Dua Ratus Sepuluh
211 Dua Ratus Sebelas
212 Dua Ratus Dua Belas
213 Dua Ratus Tiga Belas
214 Dua Ratus Empat Belas
215 Dua Ratus Lima Belas
216 Dua Ratus Enam Belas
217 Dua Ratus Tujuh Belas
218 Dua Ratus Delapan Belas
219 Dua Ratus Sembilan Belas
220 Dua Ratus Dua Puluh
221 Dua Ratus Dua Puluh Satu
222 Dua Ratus Dua Puluh Dua
223 Dua Ratus Dua Puluh Tiga
224 Dua Ratus Dua Puluh Empat
225 Dua Ratus Dua Puluh Lima
226 Dua Ratus Dua Puluh Enam
227 Dua Ratus Dua Puluh Tujuh
228 Happy new year
229 Bab 228
230 Bab 229
231 Bab 230
232 Bab 231
233 Bab 232
234 Bab 233
235 Bab 234
236 Bab 235
237 Bab 236
238 Ending Season 2 (1)
239 Ending Season 2 (2)
240 Ending Season 2 (3)
241 Keanu Alexander Pramuja (Tamat)
242 Bab 1 Season 3
243 Bab 2
244 Promosi
245 Gavindra Abimana Ferdinand
246 Si Cantik Buruk Rupa
247 Ponsel Baru
248 Susah Ditebak
249 Si Tengil Baik Hati
250 Si kecil yang menggoda
251 Bertemu Calon Mertua
Episodes

Updated 251 Episodes

1
Flora Melinda Putri
2
Pekerjaan Baru
3
Mengenang masa lalu
4
Sebuah Harapan
5
Menyambut Awal Baru
6
Playboy Cap Kakap
7
Salam Perkenalan
8
Agreement
9
Inisial A.F
10
Kegelisahan Flora
11
Bertemu Kembali
12
Pendekatan
13
Permintaan Maaf
14
Bersahabat
15
Harapan Seorang Ibu
16
Sedikit Berbeda
17
Kembalinya Daniel
18
Satu Kesempatan
19
Satu kesempatan 2
20
Teman Yang Menyebalkan
21
Sebuah Nasihat
22
Izinkan Aku Mencintaimu
23
Berharap Lebih Baik
24
Pengagum Rahasia
25
Pacar Gio
26
Harapan Daniel
27
Perasaan Gio dan Daniel.
28
Malam Minggu menyebalkan
29
Gadisku Yang Galak
30
Secercah Harapan
31
Flora Vs Mariana
32
Kemarahan Gio
33
Aku Akan Menjagamu
34
Cinta Tulus Gio
35
Ucapan Terima Kasih
36
Akan Baik-baik Saja
37
Pelajaran Untuk Mariana
38
Masih Mencintainya
39
Rasa Dalam Hati
40
Kembali Bersama
41
Harapan Flora
42
Perubahan Gio
43
Perubahan Gio 2
44
Rindu
45
Ungkapan Rasa Cinta Gio
46
Bantu Aku Untuk Berpaling
47
Teman Tapi Mesra
48
Buka Hatimu
49
Maaf Aku Berpaling
50
Pernyataan Cinta Flora
51
Senyummu Kebahagianku
52
Makin Cinta
53
Restu Dari Farhan
54
Bosku Kekasihku
55
Saat Indah Bersamamu
56
Will You Merry Me
57
Janji Gio
58
Kebersamaan Gio dan Flora
59
Bahagia Untukmu
60
Kejutan Besar
61
Mengenang Masa Lalu
62
Dia Kakakmu
63
Kegelisahan Hati Flora
64
Aku Adikmu
65
Permintaan Maaf Dari Farhan
66
Cahaya Dalam Kegelapan
67
Kepergian Gio
68
Suka dalam Duka
69
Selamat Jalan Ayah
70
Perubahan Sikap Gio
71
Rahasia Yang Terpendam
72
Rencana Mariana
73
Permainan Dimulai
74
Selamat Hari Raya Idul Fitri
75
Permainan Flora
76
Kekuatan Seorang Istri
77
Cinta Dalam Kebencian
78
Kembali Bersama
79
Rencana Bulan Madu
80
Sebuah Keraguan
81
Sandiwara
82
Sandiwara 2
83
Rahasia Yang Terbongkar
84
Keputusasaan Gio.
85
Kekalahan Gio
86
Persiapan Resepsi Pernikahan
87
Menjadi Satu
88
Harapan Gio dan Flora
89
Kehidupan Baru
90
Candaan Mariana
91
Keanehan Gio
92
Siang Yang Panas
93
Menanti Kabar Baik
94
Gio Sakit
95
Pregnant
96
Ngidam
97
Ngidam 2
98
Kecurigaan Flora
99
Kemarahan Flora
100
Kesalahpahaman
101
Cerita Masa Lalu
102
Berangkat Ke Amerika
103
Tiba Di Amerika
104
Tiba Di Amerika 2
105
Kekhwatiran Flora
106
Bertemu Musuh Lama
107
Malam Yang Panjang
108
Babymoon
109
Hal yang tidak terduga
110
Hilangnya Gio
111
Hilangnya Gio 2
112
Kemarahan Flora
113
Tinggal Kenangan
114
Penantian Flora
115
Kenangan Indah
116
Perasaan Aneh
117
Perasaan Aneh 2
118
Pernyataan Cinta Daren
119
Datangnya Adam
120
Flora Vs Bella
121
Kabar Dari Gio
122
Terungkap
123
Terungkap 2
124
Kembalinya Gio
125
Akhir Dari Sebuah Penantian
126
Kembali Pulang
127
Sebuah Jawaban
128
Kemarahan Vs Rasa Rindu
129
Berakhirnya Mimpi Buruk
130
Menanti Malaikat Kecil
131
Kegilaan Bella
132
Kebahagian Semua orang
133
Pertengkaran Flora dan Bella
134
Masa Lalu Bella
135
Pelangi Setelah Hujan
136
Kencan Bersama Suami
137
Kekhawatiran Gio
138
Menjelang Persalinan
139
Menjelang Persalinan 2
140
Lahirnya Malaikat Kecil
141
Selamat hari raya Idul Adha
142
Akhir Dari Penantian
143
Felicia Aourora Ferdinand
144
Ekstra Part
145
Ekstra Part 2
146
Ekstra part
147
Ekstra Part
148
Ekstra Part
149
Ekstra Part
150
Ekstra Part
151
Ekstra Part Daniel dan Muara
152
Ekstra Part Daniel dan Maura
153
Ekstra Part Daniel dan Maura
154
Ekstra Part Daniel dan Maura
155
Ekstra Part Daniel dan Maura
156
Ekstra Part Daniel dan Maura
157
Ekstra Part Daniel dan Maura
158
Ekstra Part Daniel dan Maura
159
Ekstra Part Gio dan Flora
160
Ekstra Part Pernikahan Daniel dan Maura
161
Ekstra Part Gio dan Flora
162
Ekstra Part Gio dan Flora
163
Eksta Part Gio dan Flora
164
Season 1 end
165
Perjodohan
166
Rasa Penasaran Felicia
167
Mantan Pacar Kenzo
168
Masa Lalu Kenzo
169
Misi Felicia
170
Resmi Menikah
171
Malam Setelah Menikah
172
Lingerie Dan Obat Perangsang
173
Permintaan Maaf Kenzo
174
Tanda Merah
175
Rumah Baru
176
Kesalahpahaman
177
Menghindar
178
Memulai Dengan Pertengkaran
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Bab 182
183
Bab 183
184
Bab 184
185
Bab 185
186
Bab 186
187
Bab 187
188
Bab 188
189
Bab 189
190
Bab 190
191
Bab 191
192
Bab 192
193
Bab 193
194
Bab 194
195
Bab 195
196
Bab 196
197
Bab 197
198
Bab 198
199
Bab 199
200
Bab 200
201
Bab 201
202
Bab 202
203
Bab 203
204
Dua Ratus Empat
205
Dua Ratus Lima
206
Dua Ratus Enam
207
Dua Ratus Tujuh
208
Dua Ratus Delapan
209
Dua Ratus Sembilan
210
Dua Ratus Sepuluh
211
Dua Ratus Sebelas
212
Dua Ratus Dua Belas
213
Dua Ratus Tiga Belas
214
Dua Ratus Empat Belas
215
Dua Ratus Lima Belas
216
Dua Ratus Enam Belas
217
Dua Ratus Tujuh Belas
218
Dua Ratus Delapan Belas
219
Dua Ratus Sembilan Belas
220
Dua Ratus Dua Puluh
221
Dua Ratus Dua Puluh Satu
222
Dua Ratus Dua Puluh Dua
223
Dua Ratus Dua Puluh Tiga
224
Dua Ratus Dua Puluh Empat
225
Dua Ratus Dua Puluh Lima
226
Dua Ratus Dua Puluh Enam
227
Dua Ratus Dua Puluh Tujuh
228
Happy new year
229
Bab 228
230
Bab 229
231
Bab 230
232
Bab 231
233
Bab 232
234
Bab 233
235
Bab 234
236
Bab 235
237
Bab 236
238
Ending Season 2 (1)
239
Ending Season 2 (2)
240
Ending Season 2 (3)
241
Keanu Alexander Pramuja (Tamat)
242
Bab 1 Season 3
243
Bab 2
244
Promosi
245
Gavindra Abimana Ferdinand
246
Si Cantik Buruk Rupa
247
Ponsel Baru
248
Susah Ditebak
249
Si Tengil Baik Hati
250
Si kecil yang menggoda
251
Bertemu Calon Mertua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!