Mengenang masa lalu

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.

Happy reading

Jalanan masih terlihat sangat padat, bukan hanya jalanan yang ramai dengan kendaraan pribadi maupun umum yang berlalu-lalang, di trotoar jalan pun banyak perjalan kali yang berlalu lalang salah satunya adalah Flora. Flora sedang berjalan ke arah tukang jualan martabak.

“Bang, martabak manis cokelat-keju satu dan martabak telornya satu,” pinta Flora.

“Di tunggu sebentar ya, Mbak,” sahut penjual martabak itu.

Flora pun mengangguk. Flora memilih duduk di tempat yang sudah disediakan untuk menunggu pesanannya siap. Flora memilih menunggu dengan bermain dengan ponselnya. Setelah setengah jam menunggu, pesanannya pun siap.

“Terimakasih,” ucap Flora.

Flora menerima satu porsi martabak manis coklat - keju pesanan Tiara dan satu porsi martabak telur kesukaan ibunya.

Setelah membayar tagihan martabak itu, Flora kembali ke dalam mobil di mana Tiara dan Adit yang tengah menunggunya.

“Ini, Mbak.” Flora memberikan martabak yang ia beli untuk Tiara.

Tiara menerimanya dengan mata berbinar, air liurnya ikut menetes saat hidungnya mencium wangi martabak manis itu.

“Terimakasih, Flora,” ucap Tiara.

“Sama-sama, Mbak. Dimakan Mbak, biar dede bayinya gak ileran,” ucap Flora disambut tawa kecil Tiara.

Adit kembali melajukan mobilnya. Sepanjang perjalanan Flora melihat Tiara menyuapi martabat kepada suaminya. Senyum mereka mengembang, Flora bisa melihat kebahagiaan suam-istri yang ada di hadapannya. Ada rasa senang dan Flora juga tidak memungkiri jika ia merasa iri pada kemesraan mereka.

Flora mengalihkan pandangannya ke arah luar mobil dan menatap pemandangan jalanan luar. Matanya mendadak melihat sekilas tempat makan yang sering ia kunjungi bersama mantan kekasihnya dulu.

Rasa cinta yang pernah Flora rasakan pada laki-laki itu amatlah tulus. Hubungan mereka pun sudah terjalin 4 tahun, dari semenjak mereka duduk di bangku SMA. Laki-laki itu adalah kakak kelasnya.

Saat laki-laki itu meraih gelas sarjana mereka berniat untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Namun, orang tua laki-laki itu tidak merestui hubungan mereka, karena berbeda status sosial. Apalagi saat mereka mengetahui jika Flora lahir tanpa seorang ayah.

Huufff

Flora menghirup udara dalam-dalam mendadak dadanya terasa sesak saat mengingat penghinaan yang orang kaya itu lakukan terhadap ibunya. Semenjak saat itu Flora memilih untuk memutuskan hubungannya dengan kekasihnya.

“Flora, Flora.”

Flora tersentak saat ada yang menepuk pahanya.

“Eh iya, Mbak? Apa kita sudah sampai?” tanya Flora bodoh.

“Kita sudah sampai dari 5 menit yang lalu,” jawab Tiara.

Flora menengok keluar dan tenyata memang benar mereka sudah sampai bahkan mobil itu sudah masuk ke dalam garasi rumah Tiara.

“Maaf, Mbak. Aku melamun jadi gak sadar kalau kita sudah sampai,” ucap Flora.

Flora langsung membuka pintu mobil dan keluar dari mobil itu.

Tiara tahu apa yang sedang sahabatnya itu pikirkan. Ia pun ikut untuk turun dan langsung menghampiri Flora.

“Flora ... ada apa? Aku perhatikan kamu melamun sepanjang perjalanan,” tanya Tiara.

“Tidak, Mbak! Hanya sedang memikirkan sesuatu saja,” jawab Flora.

“Memikirkan mantan kekasihmu dulu?” tanya Tiara. Ada nada tidak suka di dalam ucapan Tiara.

Flora tidak akan bisa menyembunyikan apapun dari Tiara maka dari itu Flora memilih untuk mengangguk.

“Ya ampun ... apa lagi yang kamu pikirkan? Sudah cukup, Flora,” kesal Tiara.

“Mbak tahu 'kan, perasaan aku ke dia itu gimana? Itu lah yang membuat aku sangat sulit untuk melupakan dia,” aku Flora.

“Kalau begitu kenapa kamu mutusin untuk berpisah dengan dia dulu?” tanya Tiara penuh penekanan.

“Karena aku tidak tahan akan penghinaan yang keluarganya lontarkan untuk ibu aku,” jawab Flora.

“Lalu apa yang kamu pikirkan sekarang? Berharap dia datang dan menemui kamu?” Flora diam.

Sebenarnya memang itu keinginannya. Tiara tersenyum sinis melihat Flora tidak bisa menjawab pertanyaannya.

“Ini sudah 3 tahun, Flora. Kalau dia memang masih mencintai kamu dia akan datang ke sini, bukan kamu yang berharap dia untuk datang,” ucap Tiara.

Benar! Ini sudah tiga tahun.

Tiga tahun Flora seperti orang bodoh menunggu kedatangan laki-laki itu, berharap laki-laki itu akan berdiri di hadapannya dan memeluknya. Namun, pada kenyataannya semua itu hanyalah khayalan Flora yang mungkin tidak akan menjadi kenyataan.

Bahkan semenjak Flora memilih untuk memutuskan hubungan itu, laki-laki yang ia sebut sebagai kekasihnya, tidak lagi datang dan tidak pernah lagi menghubungi dirinya. Bahkan hanya untuk sekedar mengucapkan salam. Seketika air mata Flora menetes meratapi kebodohannya.

“Sudahlah, Flora ... lupakanlah! Kamu harus mencari masa depanmu sendiri. Lupakan orang yang sudah memberikanmu alasan untuk menangis.”

Flora masih diam dan mencoba mencerna ucapan Tiara. Beberapa saat kemudian Flora menarik nafas dalam-dalam dan menghapus air matanya.

“Kamu benar, Mbak. Aku memang bodoh menunggu sesuatu yang tidak mungkin,” ucap Flora.

Tiara tersenyum lalu mengusap lengan sahabatnya. “Ya sudah ... kamu pulang dan istirahat! Besok kamu harus kerja, 'kan?” Flora langsung mengangguki ucapan Tiara.

“Makasih ya, Mbak, sudah setiap hari ngasih aku tumpangan pulang,” ucap Flora.

“Sama-sama,” balas Flora.

“Aku pulang dulu,” pamit Flora yang langsung diangguki oleh Tiara.

Saat Flora akan melangkah, tiba-tiba ada suara ibu-ibu komplek rumah yang biasa nyinyirin Flora.

“Hati-hati loh Mbak Tiara. Jangan sering-sering baik sama perempuan lain, nanti bisa-bisa perempuan itu ngelunjak,” ucap salah satu dari mereka.

“Bener itu, Mbak Tiara. Apalagi perempuan itu seperti dia. Bisa-bisa nantinya dia merebut suami kamu,” imbuh ibu-ibu yang lain.

Oh ya ampun hati Flora seperti ditikam pisau belati yang berkarat. Apa salah dirinya pada mereka sehingga mereka menuduh jika dirinya akan bertindak sehina itu. Flora merasa sudah tidak bisa menahan ini lagi, biasanya dia akan diam, tetapi kali ini dia tidak akan diam.

“Maksud kalian ngomong kaya gini itu apa?” tanya Flora yang sudah mulai berapi-api.

Tiara bisa melihat itu, tetapi ia akan membiarkan itu. Biarkan saja Flora meluapkan emosinya. Tiara sudah sering melihat Flora hanya diam saja saat dirinya dihina dan dicap sebagai perempuan penggoda.

“Heh, kamu pasti tahu jelas maksud kami, Flora,” ucap salah satu ibu-ibu nyinyir itu. “Kamu 'kan memang wanita penggoda sama seperti ibu kamu,” lanjutnya.

“Jangan berani menghina ibu saya.” Flora menekan kata-katanya.

“Heh, itu kenyataan. Kalau bukan, bagaimana mungkin ibu kamu itu bisa hamil di luar nikah?”

Sudah cukup. Flora sudah tidak tahan mendengar penghinaan terhadap ibunya.

“Hah, iya karena dia ibu kamu dan kamu juga sama seperti ibu kamu, wanita penggoda.”

“Terserah kalian mau bicara apa tentang aku, tapi yang harus kalian tahu aku bukanlah wanita yang akan menjual kehormatanku demi harta. Aku tidak akan rela menjadi istri keempat dari laki-laki yang sudah bau tanah hanya demi harta. Aku bangga pada diriku karana aku mampu untuk mencari rezeki yang halal meski itu hanya sedikit. Dan aku bangga pada ibuku, karena meski beliau hidup tanpa seorang suami, beliau mampu membesarkan aku dan memberikan aku pendidikan yang tinggi, meski harus berhutang ke sana kemari.” Amarah Flora akhirnya meledak.

“Dan jika anda menyebut saya dan ibu saya wanita murahan, lalu sebutan untuk anak anda itu apa?” tanya Flora dengan penuh penekanan.

Tentu saja salah satu dari ketiga ibu-ibu nyinyir itu tahu siapa yang Flora maksud.

“Kenapa diam? Kalian tentu tahu siapa yang aku maksud, bukan?” Flora tersenyum sinis dan masih menatap tajam salah satu ibu-ibu nyinyir itu yang ternyata ibu dari perempuan yang Flora maksudkan.

Mereka diam dan tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan yang Flora lontarkan.

“Jangan menilai orang dari sudut pandang kesalahan yang orang itu lakukan. Pada kenyataannya kalian yang mempunyai status keluarga yang jelas saja mampu melakukan hal buruk demi harta,” ucap Flora penuh penekanan.

“Jika kalian berani menghina ibu saya lagi ... saya tidak akan tinggal diam,” ucap Flora dengan suara lantangnya.

Ketiga ibu nyinyir itu langsung terjengit saat mendengar suara lantang Flora dan memutuskan untuk pergi dari sana.

Flora bernafas lega saat ketiga ibu-ibu nyinyir itu pergi dari hadapannya. Flora tidak pernah merasa selega itu saat menghadapi hinaan yang sering ia dengar tentang ibunya.

“Mantap, Flora. Nah gitu dong jangan diam saja kalau mereka menghinamu dan juga ibumu,” ucap Tiara seraya mengacungkan dua jempol tangannya.

Flora menganggu kecil, “Aku pulang dulu ya, Mbak.”

Flora kembali menarik nafas lega dan kembali melangkah menuju rumahnya yang tidak jauh dari rumah Tiara.

Terpopuler

Comments

Heny Ekawati

Heny Ekawati

mmng klu diem aj mereka akn ngelunjak sok suci

2021-08-28

0

Zamira Paytren

Zamira Paytren

jangan biarkan orang lain menginjak harga diri kamu dan ibumu flo....buat mereka bungkam😁😂😂

2021-06-26

0

Afazra Denomay

Afazra Denomay

emg mlut emak" yg gd kerja,an yg gtu bisanya nyiyirin org lain gd ngaca diri sndirinya tuh dh bner blm dh baik blm..

2021-06-21

0

lihat semua
Episodes
1 Flora Melinda Putri
2 Pekerjaan Baru
3 Mengenang masa lalu
4 Sebuah Harapan
5 Menyambut Awal Baru
6 Playboy Cap Kakap
7 Salam Perkenalan
8 Agreement
9 Inisial A.F
10 Kegelisahan Flora
11 Bertemu Kembali
12 Pendekatan
13 Permintaan Maaf
14 Bersahabat
15 Harapan Seorang Ibu
16 Sedikit Berbeda
17 Kembalinya Daniel
18 Satu Kesempatan
19 Satu kesempatan 2
20 Teman Yang Menyebalkan
21 Sebuah Nasihat
22 Izinkan Aku Mencintaimu
23 Berharap Lebih Baik
24 Pengagum Rahasia
25 Pacar Gio
26 Harapan Daniel
27 Perasaan Gio dan Daniel.
28 Malam Minggu menyebalkan
29 Gadisku Yang Galak
30 Secercah Harapan
31 Flora Vs Mariana
32 Kemarahan Gio
33 Aku Akan Menjagamu
34 Cinta Tulus Gio
35 Ucapan Terima Kasih
36 Akan Baik-baik Saja
37 Pelajaran Untuk Mariana
38 Masih Mencintainya
39 Rasa Dalam Hati
40 Kembali Bersama
41 Harapan Flora
42 Perubahan Gio
43 Perubahan Gio 2
44 Rindu
45 Ungkapan Rasa Cinta Gio
46 Bantu Aku Untuk Berpaling
47 Teman Tapi Mesra
48 Buka Hatimu
49 Maaf Aku Berpaling
50 Pernyataan Cinta Flora
51 Senyummu Kebahagianku
52 Makin Cinta
53 Restu Dari Farhan
54 Bosku Kekasihku
55 Saat Indah Bersamamu
56 Will You Merry Me
57 Janji Gio
58 Kebersamaan Gio dan Flora
59 Bahagia Untukmu
60 Kejutan Besar
61 Mengenang Masa Lalu
62 Dia Kakakmu
63 Kegelisahan Hati Flora
64 Aku Adikmu
65 Permintaan Maaf Dari Farhan
66 Cahaya Dalam Kegelapan
67 Kepergian Gio
68 Suka dalam Duka
69 Selamat Jalan Ayah
70 Perubahan Sikap Gio
71 Rahasia Yang Terpendam
72 Rencana Mariana
73 Permainan Dimulai
74 Selamat Hari Raya Idul Fitri
75 Permainan Flora
76 Kekuatan Seorang Istri
77 Cinta Dalam Kebencian
78 Kembali Bersama
79 Rencana Bulan Madu
80 Sebuah Keraguan
81 Sandiwara
82 Sandiwara 2
83 Rahasia Yang Terbongkar
84 Keputusasaan Gio.
85 Kekalahan Gio
86 Persiapan Resepsi Pernikahan
87 Menjadi Satu
88 Harapan Gio dan Flora
89 Kehidupan Baru
90 Candaan Mariana
91 Keanehan Gio
92 Siang Yang Panas
93 Menanti Kabar Baik
94 Gio Sakit
95 Pregnant
96 Ngidam
97 Ngidam 2
98 Kecurigaan Flora
99 Kemarahan Flora
100 Kesalahpahaman
101 Cerita Masa Lalu
102 Berangkat Ke Amerika
103 Tiba Di Amerika
104 Tiba Di Amerika 2
105 Kekhwatiran Flora
106 Bertemu Musuh Lama
107 Malam Yang Panjang
108 Babymoon
109 Hal yang tidak terduga
110 Hilangnya Gio
111 Hilangnya Gio 2
112 Kemarahan Flora
113 Tinggal Kenangan
114 Penantian Flora
115 Kenangan Indah
116 Perasaan Aneh
117 Perasaan Aneh 2
118 Pernyataan Cinta Daren
119 Datangnya Adam
120 Flora Vs Bella
121 Kabar Dari Gio
122 Terungkap
123 Terungkap 2
124 Kembalinya Gio
125 Akhir Dari Sebuah Penantian
126 Kembali Pulang
127 Sebuah Jawaban
128 Kemarahan Vs Rasa Rindu
129 Berakhirnya Mimpi Buruk
130 Menanti Malaikat Kecil
131 Kegilaan Bella
132 Kebahagian Semua orang
133 Pertengkaran Flora dan Bella
134 Masa Lalu Bella
135 Pelangi Setelah Hujan
136 Kencan Bersama Suami
137 Kekhawatiran Gio
138 Menjelang Persalinan
139 Menjelang Persalinan 2
140 Lahirnya Malaikat Kecil
141 Selamat hari raya Idul Adha
142 Akhir Dari Penantian
143 Felicia Aourora Ferdinand
144 Ekstra Part
145 Ekstra Part 2
146 Ekstra part
147 Ekstra Part
148 Ekstra Part
149 Ekstra Part
150 Ekstra Part
151 Ekstra Part Daniel dan Muara
152 Ekstra Part Daniel dan Maura
153 Ekstra Part Daniel dan Maura
154 Ekstra Part Daniel dan Maura
155 Ekstra Part Daniel dan Maura
156 Ekstra Part Daniel dan Maura
157 Ekstra Part Daniel dan Maura
158 Ekstra Part Daniel dan Maura
159 Ekstra Part Gio dan Flora
160 Ekstra Part Pernikahan Daniel dan Maura
161 Ekstra Part Gio dan Flora
162 Ekstra Part Gio dan Flora
163 Eksta Part Gio dan Flora
164 Season 1 end
165 Perjodohan
166 Rasa Penasaran Felicia
167 Mantan Pacar Kenzo
168 Masa Lalu Kenzo
169 Misi Felicia
170 Resmi Menikah
171 Malam Setelah Menikah
172 Lingerie Dan Obat Perangsang
173 Permintaan Maaf Kenzo
174 Tanda Merah
175 Rumah Baru
176 Kesalahpahaman
177 Menghindar
178 Memulai Dengan Pertengkaran
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Bab 182
183 Bab 183
184 Bab 184
185 Bab 185
186 Bab 186
187 Bab 187
188 Bab 188
189 Bab 189
190 Bab 190
191 Bab 191
192 Bab 192
193 Bab 193
194 Bab 194
195 Bab 195
196 Bab 196
197 Bab 197
198 Bab 198
199 Bab 199
200 Bab 200
201 Bab 201
202 Bab 202
203 Bab 203
204 Dua Ratus Empat
205 Dua Ratus Lima
206 Dua Ratus Enam
207 Dua Ratus Tujuh
208 Dua Ratus Delapan
209 Dua Ratus Sembilan
210 Dua Ratus Sepuluh
211 Dua Ratus Sebelas
212 Dua Ratus Dua Belas
213 Dua Ratus Tiga Belas
214 Dua Ratus Empat Belas
215 Dua Ratus Lima Belas
216 Dua Ratus Enam Belas
217 Dua Ratus Tujuh Belas
218 Dua Ratus Delapan Belas
219 Dua Ratus Sembilan Belas
220 Dua Ratus Dua Puluh
221 Dua Ratus Dua Puluh Satu
222 Dua Ratus Dua Puluh Dua
223 Dua Ratus Dua Puluh Tiga
224 Dua Ratus Dua Puluh Empat
225 Dua Ratus Dua Puluh Lima
226 Dua Ratus Dua Puluh Enam
227 Dua Ratus Dua Puluh Tujuh
228 Happy new year
229 Bab 228
230 Bab 229
231 Bab 230
232 Bab 231
233 Bab 232
234 Bab 233
235 Bab 234
236 Bab 235
237 Bab 236
238 Ending Season 2 (1)
239 Ending Season 2 (2)
240 Ending Season 2 (3)
241 Keanu Alexander Pramuja (Tamat)
242 Bab 1 Season 3
243 Bab 2
244 Promosi
245 Gavindra Abimana Ferdinand
246 Si Cantik Buruk Rupa
247 Ponsel Baru
248 Susah Ditebak
249 Si Tengil Baik Hati
250 Si kecil yang menggoda
251 Bertemu Calon Mertua
Episodes

Updated 251 Episodes

1
Flora Melinda Putri
2
Pekerjaan Baru
3
Mengenang masa lalu
4
Sebuah Harapan
5
Menyambut Awal Baru
6
Playboy Cap Kakap
7
Salam Perkenalan
8
Agreement
9
Inisial A.F
10
Kegelisahan Flora
11
Bertemu Kembali
12
Pendekatan
13
Permintaan Maaf
14
Bersahabat
15
Harapan Seorang Ibu
16
Sedikit Berbeda
17
Kembalinya Daniel
18
Satu Kesempatan
19
Satu kesempatan 2
20
Teman Yang Menyebalkan
21
Sebuah Nasihat
22
Izinkan Aku Mencintaimu
23
Berharap Lebih Baik
24
Pengagum Rahasia
25
Pacar Gio
26
Harapan Daniel
27
Perasaan Gio dan Daniel.
28
Malam Minggu menyebalkan
29
Gadisku Yang Galak
30
Secercah Harapan
31
Flora Vs Mariana
32
Kemarahan Gio
33
Aku Akan Menjagamu
34
Cinta Tulus Gio
35
Ucapan Terima Kasih
36
Akan Baik-baik Saja
37
Pelajaran Untuk Mariana
38
Masih Mencintainya
39
Rasa Dalam Hati
40
Kembali Bersama
41
Harapan Flora
42
Perubahan Gio
43
Perubahan Gio 2
44
Rindu
45
Ungkapan Rasa Cinta Gio
46
Bantu Aku Untuk Berpaling
47
Teman Tapi Mesra
48
Buka Hatimu
49
Maaf Aku Berpaling
50
Pernyataan Cinta Flora
51
Senyummu Kebahagianku
52
Makin Cinta
53
Restu Dari Farhan
54
Bosku Kekasihku
55
Saat Indah Bersamamu
56
Will You Merry Me
57
Janji Gio
58
Kebersamaan Gio dan Flora
59
Bahagia Untukmu
60
Kejutan Besar
61
Mengenang Masa Lalu
62
Dia Kakakmu
63
Kegelisahan Hati Flora
64
Aku Adikmu
65
Permintaan Maaf Dari Farhan
66
Cahaya Dalam Kegelapan
67
Kepergian Gio
68
Suka dalam Duka
69
Selamat Jalan Ayah
70
Perubahan Sikap Gio
71
Rahasia Yang Terpendam
72
Rencana Mariana
73
Permainan Dimulai
74
Selamat Hari Raya Idul Fitri
75
Permainan Flora
76
Kekuatan Seorang Istri
77
Cinta Dalam Kebencian
78
Kembali Bersama
79
Rencana Bulan Madu
80
Sebuah Keraguan
81
Sandiwara
82
Sandiwara 2
83
Rahasia Yang Terbongkar
84
Keputusasaan Gio.
85
Kekalahan Gio
86
Persiapan Resepsi Pernikahan
87
Menjadi Satu
88
Harapan Gio dan Flora
89
Kehidupan Baru
90
Candaan Mariana
91
Keanehan Gio
92
Siang Yang Panas
93
Menanti Kabar Baik
94
Gio Sakit
95
Pregnant
96
Ngidam
97
Ngidam 2
98
Kecurigaan Flora
99
Kemarahan Flora
100
Kesalahpahaman
101
Cerita Masa Lalu
102
Berangkat Ke Amerika
103
Tiba Di Amerika
104
Tiba Di Amerika 2
105
Kekhwatiran Flora
106
Bertemu Musuh Lama
107
Malam Yang Panjang
108
Babymoon
109
Hal yang tidak terduga
110
Hilangnya Gio
111
Hilangnya Gio 2
112
Kemarahan Flora
113
Tinggal Kenangan
114
Penantian Flora
115
Kenangan Indah
116
Perasaan Aneh
117
Perasaan Aneh 2
118
Pernyataan Cinta Daren
119
Datangnya Adam
120
Flora Vs Bella
121
Kabar Dari Gio
122
Terungkap
123
Terungkap 2
124
Kembalinya Gio
125
Akhir Dari Sebuah Penantian
126
Kembali Pulang
127
Sebuah Jawaban
128
Kemarahan Vs Rasa Rindu
129
Berakhirnya Mimpi Buruk
130
Menanti Malaikat Kecil
131
Kegilaan Bella
132
Kebahagian Semua orang
133
Pertengkaran Flora dan Bella
134
Masa Lalu Bella
135
Pelangi Setelah Hujan
136
Kencan Bersama Suami
137
Kekhawatiran Gio
138
Menjelang Persalinan
139
Menjelang Persalinan 2
140
Lahirnya Malaikat Kecil
141
Selamat hari raya Idul Adha
142
Akhir Dari Penantian
143
Felicia Aourora Ferdinand
144
Ekstra Part
145
Ekstra Part 2
146
Ekstra part
147
Ekstra Part
148
Ekstra Part
149
Ekstra Part
150
Ekstra Part
151
Ekstra Part Daniel dan Muara
152
Ekstra Part Daniel dan Maura
153
Ekstra Part Daniel dan Maura
154
Ekstra Part Daniel dan Maura
155
Ekstra Part Daniel dan Maura
156
Ekstra Part Daniel dan Maura
157
Ekstra Part Daniel dan Maura
158
Ekstra Part Daniel dan Maura
159
Ekstra Part Gio dan Flora
160
Ekstra Part Pernikahan Daniel dan Maura
161
Ekstra Part Gio dan Flora
162
Ekstra Part Gio dan Flora
163
Eksta Part Gio dan Flora
164
Season 1 end
165
Perjodohan
166
Rasa Penasaran Felicia
167
Mantan Pacar Kenzo
168
Masa Lalu Kenzo
169
Misi Felicia
170
Resmi Menikah
171
Malam Setelah Menikah
172
Lingerie Dan Obat Perangsang
173
Permintaan Maaf Kenzo
174
Tanda Merah
175
Rumah Baru
176
Kesalahpahaman
177
Menghindar
178
Memulai Dengan Pertengkaran
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Bab 182
183
Bab 183
184
Bab 184
185
Bab 185
186
Bab 186
187
Bab 187
188
Bab 188
189
Bab 189
190
Bab 190
191
Bab 191
192
Bab 192
193
Bab 193
194
Bab 194
195
Bab 195
196
Bab 196
197
Bab 197
198
Bab 198
199
Bab 199
200
Bab 200
201
Bab 201
202
Bab 202
203
Bab 203
204
Dua Ratus Empat
205
Dua Ratus Lima
206
Dua Ratus Enam
207
Dua Ratus Tujuh
208
Dua Ratus Delapan
209
Dua Ratus Sembilan
210
Dua Ratus Sepuluh
211
Dua Ratus Sebelas
212
Dua Ratus Dua Belas
213
Dua Ratus Tiga Belas
214
Dua Ratus Empat Belas
215
Dua Ratus Lima Belas
216
Dua Ratus Enam Belas
217
Dua Ratus Tujuh Belas
218
Dua Ratus Delapan Belas
219
Dua Ratus Sembilan Belas
220
Dua Ratus Dua Puluh
221
Dua Ratus Dua Puluh Satu
222
Dua Ratus Dua Puluh Dua
223
Dua Ratus Dua Puluh Tiga
224
Dua Ratus Dua Puluh Empat
225
Dua Ratus Dua Puluh Lima
226
Dua Ratus Dua Puluh Enam
227
Dua Ratus Dua Puluh Tujuh
228
Happy new year
229
Bab 228
230
Bab 229
231
Bab 230
232
Bab 231
233
Bab 232
234
Bab 233
235
Bab 234
236
Bab 235
237
Bab 236
238
Ending Season 2 (1)
239
Ending Season 2 (2)
240
Ending Season 2 (3)
241
Keanu Alexander Pramuja (Tamat)
242
Bab 1 Season 3
243
Bab 2
244
Promosi
245
Gavindra Abimana Ferdinand
246
Si Cantik Buruk Rupa
247
Ponsel Baru
248
Susah Ditebak
249
Si Tengil Baik Hati
250
Si kecil yang menggoda
251
Bertemu Calon Mertua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!