Daniel?
Daniel, Daniel, Daniel? Sebenarnya tidak ada salah dengan nama Daniel. Namun, bagi Flora nama Daniel membuat dirinya teringat kembali akan masa lalunya yang menyakitkan.
Nama itu terus bersemayam di kepalanya, dari pagi saat Abi bertanya tentang Daniel pada Farhan, sejak itu juga Flora kembali teringat pada mantan kekasihnya. Bahkan sampai siang, sampai Flora kembali duduk di dalam mobil bersama Abi untuk menjemput anak dari atasanya, Revaldo Giovanni Ferdinand.
“Flora, ada apa?” tanya Abi yang sedari tadi melihat Flora hanya diam saja.
“Kamu sakit?” tanya Abi lagi saat tidak ada respon dari Flora.
Abi menaikan satu alisnya saat Flora sama sekali tidak merespon semua ucapannya. Abi pun mengulurkan tangannya untuk menyentuh dahi Flora. Abi menempelkan punggung tangannya ke kening Flora untuk mengecek suhu tubuh Flora.
“Tidak panas,” guman Flora.
Flora terkejut dan lamunannya juga buyar karena perlakuan Abi
“Apa yang kamu lakukan, Mas Abi?” tanya Flora.
“Maaf, Flora aku kira kamu sakit karena kamu tidak menjawab pertanyaanku tadi. Jadi aku menyentuh keningmu untuk mengecek suhu badanmu,” jawab Abi. “Maaf … jika aku tidak sopan,” lanjut Abi.
“Tidak! Aku yang harusnya meminta maaf. Aku sedang tidak fokus,” sahut Flora.
“Kamu sakit?” tanya Abi lagi.
“Tidak … hanya ada sesuatu yang sedang mengganggu pikirkanku,” jawab Flora.
“Oh.”
Abi tidak lagi bertanya, ia kembali berkonsentrasi mengemudikan mobilnya.
“Mas Abi, anaknya pak Farhan seperti apa?” tanya Flora.
Abi melirik sekilas ke arah Flora. “Yang jelas ganteng, pintar, kalau kamu lihat nanti, pasti kamu bakalan langsung naksir,” jawab Abi.
“Lalu si Daniel? Maksud aku Daniel itu siapanya bapak Farhan?” tanya lagi Flora.
“Kalau Mas Daniel …sama sih kaya mas Gio, genteng, pinter juga. Dia itu keponakannya bapak Farhan, anak dari adiknya bapak Farhan,” jawab Abi.
“Boleh tahu gak … nama lengkapnya Daniel itu siapa?”
Abi menoleh sekilas ke arah Flora, “Kenapa kamu pengin tahu?”
“Aku cuma pengin tahu saja. Kalau Mas Abi gak mau ngasih tahu gak apa-apa kok.” Flora tidak memaksa Abi untuk menjawab ucapannya ia tidak mau Abi curiga kalau sebenarnya dia sedang mencari sesuatu.
“Daniel Aditya Ferdinand.”
Mata Flora melebar setelah mendengar jawaban Abi. “Daniel Aditya Ferdinand?”
“Hmmm, mas Daniel orang yang baik, tapi terkesan dingin. Dia tidak seperti mas Gio yang suka main perempuan. Kalau mas Daniel lebih ke tipe laki-laki yang sangat setia.”
“Sepertinya kamu tahu banyak tentang mereka?”
“Aku bekerja dengan pak Farhan sudah 6 tahun dan aku pernah bertemu mereka di luar negeri saat pak Farhan ngajak aku untuk menemui mereka, kira-kira satu tahun yang lalu,” jelas Abi.
“Oh.” Flora hanya manggut-manggut.
Abi pun tidak merasa curiga sama sekali dengan pertanyaan yang Flora lontarkan. Menurut Abi, Flora juga harus tahu banyak tentang keluarga kaya raya itu.
Sunyi kembali mengambil alih suasana di dalam mobil itu. Pikiran Flora masih melayang memikirkan Daniel.
Flora sebenarnya tidak tahu nama lengkap mantan kekasihnya. Kekasihnya dulu hanya menyebutkan nama Daniel dengan inisial A.F di belakangnya, sedangkan nama keponakan atasannya adalah Daniel Aditya Ferdinand. Flora mendadak teringat sesuatu, inisial A.F di belakang nama mantan kekasihnya.
“Apa A.F, itu … Aditya Ferdinand?” batin Flora.
Flora berharap jika itu hanya suatu kebetulan, Flora berharap jika Daniel, keponakan atasannya bukan laki-laki yang pernah menjalin hubungan dengan dirinya.
“Semoga saja, bukan,” harap Flora.
Flora merasakan mobil yang ia naiki berhenti bergerak dan ternyata mereka sudah sampai di Bandara dan bersamaan dengan itu, ponsel Abi berdering.
“Hallo … mas Gio,” ucap Abi.
“...”
“Saya sudah sampai di pintu keluar bandara.”
Abi memutus panggilannya dan mengajak Flora untuk turun dari mobil. Abi mengedarkan pandangan untuk mencari sosok yang ia cari dan tidak lama sosok yang ia cari muncul di pintu keluar bandara.
“Mas Gio.” Abi melambaikan tangannya ke atas.
Flora mengikuti arah pandang Abi dan matanya melihat laki-laki berbadan tinggi, putih, dan yang jelas sangat tampan. Dia sedang berjalan mendekat ke arahnya.
Flora masih memandang laki-laki itu bahkan sampai dia sudah berada di depan Abi
“Abi apa kabar?” Gio langsung memeluk Abi.
“Saya baik, Mas Gio,” jawab Abi. “Mas Gio sendiri apa kabar?” tanya balik Abi.
“Saya juga baik.” Gio melepas pelukannya dan memandang ke arah Flora. “Perempuan ini … pacar kamu?” tanya Gio.
Abi tersenyum tipis, “Bukanlah, Mas. Dia ini Flora, sekertaris bapak Farhan yang baru.” Pandangan Abi beralih ke Flora, “Flora … ini mas Gio, anaknya bapak Farhan.”
Flora memandang ke arah Gio dan ia mengulurkan tangannya ke arah Gio. “Saya Flora. Salam kenal,” ucap Flora ramah.
Gio dengan senang hati menyambut uluran tangan Flora. Namun, tanpa Flora duga, Gio membawa tangan Flora ke hadapan wajahnya dan Gio mencium punggung tangan Flora.
Mata Flora terbuka lebar dan segera menarik paksa tangannya. “Apa yang kau lakukan?” Ingin rasanya Flora mencakar wajah Gio yang sudah seenaknya mencium tangannya.
“Anggap saja aku mengagumimu,” jawab Gio dan satu kerlingan mata Gio berikan pada Flora.
“Hah?”
“Sudahlah, jangan dipikirkan. Ayo kita pulang aku sudah merindukan papaku.” Lagi-lagi tanpa permisi, Gio menarik pinggang Flora dan membawanya berjalan menuju mobil.
Flora benar-benar tidak bisa menebak Gio, dia dengan seenaknya melakukan apapun pada dirinya tanpa izin dan sialnya Flora tidak bisa menolaknya, entah karena merasa tidak enak karena dia adalah anak dari atasannya atau karena ia merasa nyaman? Hanya Flora yang tahu.
Sadar jika banyak pasang mata yang melihat ke arahnya, Flora langsung menjauhkan tangah Gio dari pinggangnya. Flora berjalan mendahului Gio dan berlari kecil menuju mobil.
Flora langsung membukakan pintu mobil saat Gio sudah berdiri di samping mobil itu. Flora melihat Gio sudah berdiri di balik pintu mobil yang terbuka.
“Silahkan masuk, Mas Gio,” ucap Flora.
Flora tahu jika Gio sedang melihat ke arahnya. Namun, Flora memilih untuk menatap ke arah lain. Flora masih ingat ucapkan Tiara yang pernah mengatakan, jika bertemu dengan Gio maka hal yang paling harus dihindari adalah menatap mata Gio.
Flora melirik sekilas ke arah Gio yang sudah duduk di kursi belakang mobil itu, Flora pun langsung menutup kembali pintu mobil Itu.
Flora melihat ke arah Abi yang sedang memasukan barang-barang Gio ke dalam bagasi mobil, Flora pun berinisiatif untuk membantu Abi.
Setelah semua barang bawaan Gio masuk ke dalam bagasi, Flora dan Abi masuk ke dalam mobil secara bersamaan.
“Langsung pulang ke rumah atau ke kantor dulu ketemu sama papa mas Gio?” tanya Abi.
“Abi, tentu saja bawa aku untuk menemui papaku dulu. Aku sudah merindukan beliau,” jawab Gio.
“Siap, Mas Gio,” sahut Abi.
Abi kembali melajukan mobilnya kembali ke kantor di mana Farhan masih berada di sana.
Sunyi mengambil alih suasana di dalam mobil itu. Tidak ada yang bersuara, mereka melakukan kegiatan mereka sendiri, Abi berkonsentrasi mengemudikan mobil, Flora mengecek beberapa pekerjaan yang ia bawa dari kantor, sedangkan Gio sibuk dengan ponselnya.
Beberapa detik kemudian mereka mendengar suara ponsel berdering yang tenyata ponsel milik Gio. Ada senyum tipis tergambar di bibir Gio sebelum ia menerima panggilan itu.
“Hallo … Honey.” Itulah kalimat pertama yang Gio ucapkan saat benda pipih itu menempel di telinga Gio.
Flora mendengar Gio sedang berbicara pada seseorang di telepon mengunakan bahasa Inggris dan Flora bisa menebak jika Gio sedang berbicara dengan seorang perempuan, itu terdengar jelas dari bagaimana cara Gio berbicara.
Flora tidak sengaja melihat Gio dari kaca spion di depannya yang ternyata sedang melihat ke arah dirinya. Pandang mereka bertemu di sana, mata Flora kembali terbelalak saat melihat Gio mengedipkan satu matanya.
Flora memicik tajam ke arah Gio yang justru disambut tawa kecil oleh Gio. Flora langsung memutus pandangannya dengan Gio dan memilih untuk melihat ke arah luar mobil.
“Sedang berbicara dengan pacarnya di telepon, masih saja menggoda perempuan lain. Ugh … dasar playboy kelas kakap,” maki Flora dalam hatinya.
Abi yang sedang mengemudi pun hanya bisa menahan tawa ia tahu jika Flora dan Gio sedang beradu pandang melalui kaca spion di depannya. Abi juga tahu apa di lakukan Gio pada Flora. Abi tidak akan terkejut dengan itu, tetapi Flora, dia pasti akan terkejut melihat Itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 251 Episodes
Comments
Iiq Rahmawaty
haha dsar pleyboy baru ktemu udh genit
2021-12-26
0
Heny Ekawati
semoga aj gio dan flora kakak adik biar flora balik an sama daniel
2021-08-28
1
Masiah Firman
ha..ha...ha.... benar2 play boy 😁
2021-07-30
1