20. Pertemuan Sangat Penting

Akhirnya selepas senja ini Saga akan mendapatkan jawaban dari orang-orang yang sudah berpengalaman langsung. Bukan jomblo yang cuma tahu tentang teori dan ilmu. Menunjuk hidung Dokter Harun. Ah, sebenarnya kemampuan dari ilmu dan skill Dokter Harun diakui sampai taraf internasional. Beberapa buku dia keluarkan sesuai dengan bidang keilmuannya. Jabatannya sebagai kepala rumah sakit bukan hanya dia dapatkan dari warisan orangtuanya. Namun dia memang terbukti mampu menanggung jabatan besar itu. Akan tetapi bagi Saga, Dokter Harun itu orang menyebalkan yang sok tahu. Pakai bawa-bawa anaknya balas dendam padanya segala.

Sampai hari ini calon ayah itu masih saja dendam dengan omongan Dokter Harun.

Dan akhirnya saat sore hari telah menyelimuti bumi.

Brian pemilik restoran, didampingi dua pelayan laki-laki, sudah menunggu di depan pintu seperti biasanya saat kedatangan Saga sudah dikonfirmasi. Restoran sudah tutup sejak sore tadi. Hari ini adalah hari yang  tidak selalu sama,  namun, setiap enam bulan sekali jika tidak ada panggilan khusus. Semua orang akan datang berkumpul.

Mungkin saat kecil hingga beranjak dewasa, waktu berkumpul ini selalu dipakai semua orang melepaskan semua kepenatan dan tanggungjawab dari semua kewajiban. Lari dari dunia nyata yang melelahkan. Namun seiring bertambahnya kedewasaan, waktu berkumpul selalu menjadi saat yang dinantikan semua orang.

Tapi, tergantung status siaga yang diinformasikan oleh Han.

Hari ini status pertemuan ini di beri judul “Pertemuan sangat penting. Status waspada level satu.” Tuan Saga akan membahas sesuatu yang SANGAT PENTING. Sampai ditulis dengan huruf kapital sebagai peringatan pada semua orang untuk berhati-hati bicara.

Pesan khusus yang dikirimkan kepada anggota grup.

“Jawab saja apa yang ingin diketahui Tuan Saga.”

"Khusus untuk Anda Dokter Anda tidak datang juga tidak apa-apa."

Dokter Harun langsung menghujani Han dengan protes, tapi bahkan pesannya belum dibaca oleh Han.

Pesan tanpa penjelasan apa-apa dikirimkan Han pada semua orang, Brian yang cara berfikirnya paling dewasa sekalipun masih ngedumel di belakang. Akhirnya Brian mengambil kesimpulan sendiri kalau ini masih tentang ngidamnya nona.

“Anda sudah datang.” Menundukkan kepala sopan saat Saga keluar dari dalam mobil. Saga hanya menjawab hemm seperti biasa, lalu melangkah di depan semua orang. “Revan juga sudah kembali,” ujar Brian lagi. Mereka menghentikan langkah saat sudah ada di depan pintu.

Sebuah ruangan khusus yang hanya dibuka untuk Tuan Saga.

“Masuk, aku ingin mendengar pendapatmu.”

“Ia Tuan.”

Hah memang apa yang mau dibicarakan sampai aku harus masuk. Brian meminta jawaban dari Han, saat laki-laki itu melewatinya untuk membuka pintu dia bahkan tidak melirik sama sekali. Biasanya dia m hanya mengantar sampai di m depan pintu, lalu pergi ke dapur menyiapkan makan malam. Tapi malam ini berbeda.

Dasar ini orang ya!

Glek, benar kan yang lain juga langsung membeku. Padahal suara tawa mereka tadi masih sayup terdengar dari luar. Harun menarik kursinya mendekat ke arah Brian yang sudah duduk. Dia sudah mereka-reka situasi kalau ini ada hubungannya dengan laporan yang dia bawa siang tadi.

“Kau tidak perlu datang, pergi sana!” Melihat Dokter Harun dengan bibir mengeryit. Saganduduk di tempat biasanya ia duduk. Semua sudah berkumpul. Minus Ken dan Arya. Tatapan penasaran terlihat di mata semua orang.

Nah kan dia sudah melotot begitu.

“Aku kangen sama Revan.” Menjawab sambil mendorong kursi lagi menjauhi tempat duduk Saga dan Han. Dia bahkan menempelkan bahunya di bahu Brian. Bahkan kalau perlu dia ingin bicara menyela Saga sambilnbersembunyi dibalik punggung Brian.

Apa-apa, memang apa salahku! Menciut dengan tatapan kesal Saga.

“Kau juga tidak berguna sekarang.” Menatap pendatang baru yang berbinar-binar memancarkan rindu. Laki-laki itu langsung muram. Revan benar-benar merindukan semua orang. Bahkan si kaku Han sekalipun.

“Tuan Saga, Anda tahu kan sudahndua tahun lebih kita tidak bertemu. Kenapa kalimat pertama yang Anda ucapkan sudah mencabik-cabik kerinduanku begini.” Pendatang baru ini bernama Revan. Yang lain langsung bilang mulai deh sambil terkikik. Cara bicara Revan yang seperti membaca novel romansa, adalah ciri khasnya. Dan kelakuannya yang berani namun tetap menjaga kepalanya yang tertunduk di depan Saga adalah kelebihannya. Usia mereka terpaut cukup banyak, membuatnya sedikit mendapat toleransi. Walaupun dia kerap kali di pukul ayahnya karena sikapnya itu.

“Revan jaga sikapmu.” Han.

“Kau seperti baru tahu dia saja. Biarkan jomblo-jomblo tidak berguna itu.” Lagi-lagi bawa status kejombloan yang mengiris hati beberapa orang di dalam ruangan.

Benar kan, benar kan, ini pasti ada hubungannya dengan kakak ipar. Dokter Harun masih mengintip dari balik punggung Brian. Aku malah berharap anak kalian mirip kakak ipar. Bergumam-gumam sendiri.

Satu saja orang sepertimu sudah cukup!

“Kalian tahu kan hari ini aku ingin membahas sesuatu yang penting.” Bergantian menatap semua orang satu persatu. Dari yang statusnya sudah menikah dan berpengalaman mempunyai anak. Cih ketika melewati Dokter Harun.

“Apa!” Langsung merapat di balik punggung Brian lagi. “Memang apa salahku. Aku kan cuma memberimu laporan kakak ipar.” Gumam-gumam pelan.

Yang lain berusaha mendengarkan yang dibicarakan Dokter Harun, tapi mulut laki-laki itu langsung terdiam saat Saga mulai bicara.

“Jawab saja sesuai pengalaman kalian,” ujar Saga kemudian.

Wahhh, apa nih. Tentang apa ini, tumben dia bertanya pada kami. Biasanya. Melirik Han semuanya. Biasanya dia kan tahu semua yang diinginkan Saga.

Yang mendapat hujan tatapan cuma mengangkat bahu dan tangan.

Deg, deg, semua berdebar menunggu apa yang sebenarnya mau di bahas. Ada yang cemas, tapi jauh lebih penasaran. Karena jarang sekali situasi semacam ini. Biasanya Han bisa memuaskan Saga dengan segala keanehan yang ingin diketahuinya. Sekalipun sesuatu yang mustahil Han bisa membawa apa yang di inginkan Saga ke hadapannya.

Dia mau buat rumah di atas awan apa ya, sampai Han tidak bisa melakukannya. Entah itu isi pikiran siapa.

Apa Daniah ngidam mau makan dinbulan ya? Noah sedang menduga-duga berdasarkan berita yang ia dengar ngidamnya Daniah yang membuat semua orang kerepotan. Beruntung sekalindia, Tamara bahkan tidak ngidam atau mual di kehamilannya yang baru masuk dua bulan.

Aaaaa, aku jadi kangen istriku, Tamaku, cantikku, istri penyayangku.

“Dengar tidak?” Suara Saga membuyarkan lamunan  semua orang dengan prasangka mereka.

“Ia, ia, kami dengar.” Bersamaan menjawab.

“Apa yang mau kamu bahas, buruan jelasin.” Noah yang kaget karena sedang memikirkan istrinya berteriak. "Maaf, suaraku keras sekali ya." Saat Han memberinya tatapan menusuk.

Tama aku tambah kangen sama kamu gara-gara dipelototi Han.

Sepenting apakah yang ingin di bahas Saga, semua sudah sampai pada pikiran paling anehnya masing-masing. Bahkan ada yang berfikir Saga ingin memelihara beruang kutub. Karena dia sering sekali mengancam membuang orang sampai ke antartika.

“Hemm, baiklah. Dengarkan aku baik-baik.” Serius. Lagi-lagi menatap semua orang seperti orang yang haus akan ilmu pengetahuan. Seperti mau membahas isu besar yang mengguncang dunia. "Dengarkan."

Ia, ia. Buruan!

“Yang jomblo diam saja, tutup mulut kalian.”

Ia, ia. Buruan!

Eh, jomblo diam. Memang dia mau membahas apa si.

“ Ehmm.”  Saga semakin menunjukan mimik wajah serius dan suasana semakin larut dalam keheningan. Mencekam.

Buruan!

“Apa anak-anak mirip dengan istri kalian?” Membuang muka malu dengan pertanyaannya sendiri.

Gubrak.

Brian sampai agak melorot duduknya.

Apa-apaan pertanyaan tidak ilmiah itu! Seperti itulah yang ingin diteriakkan semua orang. Tapi saat hp mereka semua bergetar bersamaan dengan Han meletakan hp di dekat tangannya. Tidak ada yang membuka mulut untuk protes.

"Sudah kuduga masalah sepenting ini kalian tidak akan paham." Mendesah, tidak memperhatikan semua orang menatapnya dengan geram.

Apa! Masalah penting apa!

Semoga anak kalian mirip kakak ipar nanti. Baik wajah atau sifatnya.

Dokter Harun berdoa berkali-kali di balik punggung Brian.

Cukup satu makhluk sepertimu di bumi ini.

Dokter Harun tidak mau dipusingkan dengan urusan penerus keluarga Antarna Group, yang pasti dia benar-benar berdoa supaya Tuhan benar-benar memberi mereka anak yang mirip dengan Daniah, dari wajah atau pun sifatnya.

Pertemuan sangat penting masuk dalam pembahasan paling serius.

Bersambung

Terpopuler

Comments

liberty

liberty

bahkan temen²nya sepakat ada 1 Saga udah cukup!....emg yg gak normal kamu Tuan Muda🤣🤣....tahan tahan sambil ngelus dada & ngebatin 🤭

2025-01-29

2

Erni Fitriana

Erni Fitriana

ghubrakkkkkkkk

2025-02-02

1

liberty

liberty

udah tau malu tapi tetep tanya...suka² akulah ( Saga) 🤣🤣🤣

2025-01-29

2

lihat semua
Episodes
1 1. Pengenalan Karakter
2 2. Kisah Dimulai
3 3. Pendidikan Penerus Keluarga
4 4. Calon Keponakan
5 5. Keinginan Daniah
6 6. Gara-Gara Nonton Drama
7 7. Dia Yang Tidak Disebut Namanya
8 8. Ditakuti Tapi Juga Dicintai
9 9. Impian Arandita
10 10. Perasaan Dokter Harun
11 11. Harapan Seorang Ibu
12 12. Amera Dan Arandita
13 13. Lamaran Tiba-Tiba
14 14. Ikut Aku Ke Kamar
15 15. Ruang Kerja Sekretaris Han
16 16. Menginap (Part 1)
17 17. Menginap (Part 2)
18 18. Hidup Normal
19 19. Kecemasan Tuan Saga
20 20. Pertemuan Sangat Penting
21 21. Anak yang Mirip Daniah
22 22. Si Jenius Antarna Group
23 23. Selamat Pagi
24 24. Pristiwa Tak Terduga (Part 1)
25 25. Pristiwa Tidak Terduga (Part 2)
26 26. Dipecat
27 27. Kuliah Panjang Bersama Amera
28 28. Daniah Di Dalam Kamar
29 29. Aran Pergi
30 30. Kesalahan Han (Part 1)
31 31. Kesalahan Han (Part 2)
32 32. Sesuka itu Kau padanya?
33 33. Hidup Baru Arandita Dimulai
34 34. Surat Panggilan Kerja
35 35. Ketulusan
36 36. Karena Sekretaris Han
37 37. Hari persalinan Daniah
38 38. Menuju konfrensi Pers
39 39. Pertemuan Han dan Aran Kembali
40 40. Konfrensi Pers
41 41. Panggilan Kakak (Part 1)
42 42. Panggilan Kakak (Part 2)
43 43. Nama Tuan Putri
44 44. Erina Menangis
45 45. Perasaan firman Untuk Aran
46 46. Makan Malam
47 47. Ibu
48 48. Boleh Aku Menciummu?
49 49. Semua Orang Tahu (Part 1)
50 50. Semua Orang Tahu (Part 2)
51 51. Pertengkaran Kecil
52 52. Mendua Dengan Amera
53 53. Pengakuan Cinta Firman
54 54. Kedatangan Tidak Terduga Han
55 55. Hadiah Untuk Ibu
56 56. Permohonan Maaf
57 57. Hadiah Indah Dari Tuhan
58 58. Pertemuan Firman Dan Sekretaris Han
59 59. Kebaikan Hati Sekretaris Han
60 60. Izin Dari Saga
61 61. Kompaknya Haze dan Sofia (Part 1)
62 62. Kompaknya Haze Dan Sofia (Part 2)
63 63. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 1)
64 64. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 2)
65 65. Calon Penerus Keluarga (Part 1)
66 66. Calon Penerus Keluarga (Part 2)
67 67. Pesona Aran
68 68. Rahasia Terkuak
69 69. Memajukan Hari Pernikahan
70 70. Alasan.
71 71. Firman Sudah Move On
72 72. Tiga Dara Cantik Rumah Utama
73 73. Mempelai Laki-laki
74 74. Mempelai Perempuan
75 75. Final Episode (Janji Pernikahan)
76 76. Spesial Episode (Kejadian Di Pesta)
77 77. Spesial Episode (Malam Pertama)
78 78. Spesial Episode (Malamnya Saga Dan Daniah)
79 79. Spesial Episode (Malam Pertama Yang Tertunda)
80 80. Spesial Episode (Hari Pertama Setelah Menikah)
81 81. Bonus (Grup Chat)
82 82. Epilog (Janji Pernikahan)
83 Terimakasih ^_^
84 LAS Versi Cetak
85 TMTM Musim Spesial
86 83. Setelah Pertengkaran.
87 84. Pindah Tugas Firman
88 85. Hadiah Mobil
89 86. Tidak Pantas
90 87. Rekan Baru
91 88. Main Ke Rumah Erina
92 89. Pamer Kemampuan
93 90. Reka Ulang Adegan
94 91. Sok Kecakepan
95 92. Tendangan Maut
96 93. Masalah selesai
97 97. Pertemuan Di RS
98 98. Tidak Sengaja Curhat
99 99. Pagi Yang Mendung
100 100. Kamu Hamil?
101 101. Final Episode
102 102. Spesial Episode
103 103. Spesial Episode
104 104. Terimakasih
105 Promo Novel
106 Novel Keluarga Franz Fernandez
Episodes

Updated 106 Episodes

1
1. Pengenalan Karakter
2
2. Kisah Dimulai
3
3. Pendidikan Penerus Keluarga
4
4. Calon Keponakan
5
5. Keinginan Daniah
6
6. Gara-Gara Nonton Drama
7
7. Dia Yang Tidak Disebut Namanya
8
8. Ditakuti Tapi Juga Dicintai
9
9. Impian Arandita
10
10. Perasaan Dokter Harun
11
11. Harapan Seorang Ibu
12
12. Amera Dan Arandita
13
13. Lamaran Tiba-Tiba
14
14. Ikut Aku Ke Kamar
15
15. Ruang Kerja Sekretaris Han
16
16. Menginap (Part 1)
17
17. Menginap (Part 2)
18
18. Hidup Normal
19
19. Kecemasan Tuan Saga
20
20. Pertemuan Sangat Penting
21
21. Anak yang Mirip Daniah
22
22. Si Jenius Antarna Group
23
23. Selamat Pagi
24
24. Pristiwa Tak Terduga (Part 1)
25
25. Pristiwa Tidak Terduga (Part 2)
26
26. Dipecat
27
27. Kuliah Panjang Bersama Amera
28
28. Daniah Di Dalam Kamar
29
29. Aran Pergi
30
30. Kesalahan Han (Part 1)
31
31. Kesalahan Han (Part 2)
32
32. Sesuka itu Kau padanya?
33
33. Hidup Baru Arandita Dimulai
34
34. Surat Panggilan Kerja
35
35. Ketulusan
36
36. Karena Sekretaris Han
37
37. Hari persalinan Daniah
38
38. Menuju konfrensi Pers
39
39. Pertemuan Han dan Aran Kembali
40
40. Konfrensi Pers
41
41. Panggilan Kakak (Part 1)
42
42. Panggilan Kakak (Part 2)
43
43. Nama Tuan Putri
44
44. Erina Menangis
45
45. Perasaan firman Untuk Aran
46
46. Makan Malam
47
47. Ibu
48
48. Boleh Aku Menciummu?
49
49. Semua Orang Tahu (Part 1)
50
50. Semua Orang Tahu (Part 2)
51
51. Pertengkaran Kecil
52
52. Mendua Dengan Amera
53
53. Pengakuan Cinta Firman
54
54. Kedatangan Tidak Terduga Han
55
55. Hadiah Untuk Ibu
56
56. Permohonan Maaf
57
57. Hadiah Indah Dari Tuhan
58
58. Pertemuan Firman Dan Sekretaris Han
59
59. Kebaikan Hati Sekretaris Han
60
60. Izin Dari Saga
61
61. Kompaknya Haze dan Sofia (Part 1)
62
62. Kompaknya Haze Dan Sofia (Part 2)
63
63. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 1)
64
64. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 2)
65
65. Calon Penerus Keluarga (Part 1)
66
66. Calon Penerus Keluarga (Part 2)
67
67. Pesona Aran
68
68. Rahasia Terkuak
69
69. Memajukan Hari Pernikahan
70
70. Alasan.
71
71. Firman Sudah Move On
72
72. Tiga Dara Cantik Rumah Utama
73
73. Mempelai Laki-laki
74
74. Mempelai Perempuan
75
75. Final Episode (Janji Pernikahan)
76
76. Spesial Episode (Kejadian Di Pesta)
77
77. Spesial Episode (Malam Pertama)
78
78. Spesial Episode (Malamnya Saga Dan Daniah)
79
79. Spesial Episode (Malam Pertama Yang Tertunda)
80
80. Spesial Episode (Hari Pertama Setelah Menikah)
81
81. Bonus (Grup Chat)
82
82. Epilog (Janji Pernikahan)
83
Terimakasih ^_^
84
LAS Versi Cetak
85
TMTM Musim Spesial
86
83. Setelah Pertengkaran.
87
84. Pindah Tugas Firman
88
85. Hadiah Mobil
89
86. Tidak Pantas
90
87. Rekan Baru
91
88. Main Ke Rumah Erina
92
89. Pamer Kemampuan
93
90. Reka Ulang Adegan
94
91. Sok Kecakepan
95
92. Tendangan Maut
96
93. Masalah selesai
97
97. Pertemuan Di RS
98
98. Tidak Sengaja Curhat
99
99. Pagi Yang Mendung
100
100. Kamu Hamil?
101
101. Final Episode
102
102. Spesial Episode
103
103. Spesial Episode
104
104. Terimakasih
105
Promo Novel
106
Novel Keluarga Franz Fernandez

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!