Akhirnya selepas senja ini Saga akan mendapatkan jawaban dari orang-orang yang sudah berpengalaman langsung. Bukan jomblo yang cuma tahu tentang teori dan ilmu. Menunjuk hidung Dokter Harun. Ah, sebenarnya kemampuan dari ilmu dan skill Dokter Harun diakui sampai taraf internasional. Beberapa buku dia keluarkan sesuai dengan bidang keilmuannya. Jabatannya sebagai kepala rumah sakit bukan hanya dia dapatkan dari warisan orangtuanya. Namun dia memang terbukti mampu menanggung jabatan besar itu. Akan tetapi bagi Saga, Dokter Harun itu orang menyebalkan yang sok tahu. Pakai bawa-bawa anaknya balas dendam padanya segala.
Sampai hari ini calon ayah itu masih saja dendam dengan omongan Dokter Harun.
Dan akhirnya saat sore hari telah menyelimuti bumi.
Brian pemilik restoran, didampingi dua pelayan laki-laki, sudah menunggu di depan pintu seperti biasanya saat kedatangan Saga sudah dikonfirmasi. Restoran sudah tutup sejak sore tadi. Hari ini adalah hari yang tidak selalu sama, namun, setiap enam bulan sekali jika tidak ada panggilan khusus. Semua orang akan datang berkumpul.
Mungkin saat kecil hingga beranjak dewasa, waktu berkumpul ini selalu dipakai semua orang melepaskan semua kepenatan dan tanggungjawab dari semua kewajiban. Lari dari dunia nyata yang melelahkan. Namun seiring bertambahnya kedewasaan, waktu berkumpul selalu menjadi saat yang dinantikan semua orang.
Tapi, tergantung status siaga yang diinformasikan oleh Han.
Hari ini status pertemuan ini di beri judul “Pertemuan sangat penting. Status waspada level satu.” Tuan Saga akan membahas sesuatu yang SANGAT PENTING. Sampai ditulis dengan huruf kapital sebagai peringatan pada semua orang untuk berhati-hati bicara.
Pesan khusus yang dikirimkan kepada anggota grup.
“Jawab saja apa yang ingin diketahui Tuan Saga.”
"Khusus untuk Anda Dokter Anda tidak datang juga tidak apa-apa."
Dokter Harun langsung menghujani Han dengan protes, tapi bahkan pesannya belum dibaca oleh Han.
Pesan tanpa penjelasan apa-apa dikirimkan Han pada semua orang, Brian yang cara berfikirnya paling dewasa sekalipun masih ngedumel di belakang. Akhirnya Brian mengambil kesimpulan sendiri kalau ini masih tentang ngidamnya nona.
“Anda sudah datang.” Menundukkan kepala sopan saat Saga keluar dari dalam mobil. Saga hanya menjawab hemm seperti biasa, lalu melangkah di depan semua orang. “Revan juga sudah kembali,” ujar Brian lagi. Mereka menghentikan langkah saat sudah ada di depan pintu.
Sebuah ruangan khusus yang hanya dibuka untuk Tuan Saga.
“Masuk, aku ingin mendengar pendapatmu.”
“Ia Tuan.”
Hah memang apa yang mau dibicarakan sampai aku harus masuk. Brian meminta jawaban dari Han, saat laki-laki itu melewatinya untuk membuka pintu dia bahkan tidak melirik sama sekali. Biasanya dia m hanya mengantar sampai di m depan pintu, lalu pergi ke dapur menyiapkan makan malam. Tapi malam ini berbeda.
Dasar ini orang ya!
Glek, benar kan yang lain juga langsung membeku. Padahal suara tawa mereka tadi masih sayup terdengar dari luar. Harun menarik kursinya mendekat ke arah Brian yang sudah duduk. Dia sudah mereka-reka situasi kalau ini ada hubungannya dengan laporan yang dia bawa siang tadi.
“Kau tidak perlu datang, pergi sana!” Melihat Dokter Harun dengan bibir mengeryit. Saganduduk di tempat biasanya ia duduk. Semua sudah berkumpul. Minus Ken dan Arya. Tatapan penasaran terlihat di mata semua orang.
Nah kan dia sudah melotot begitu.
“Aku kangen sama Revan.” Menjawab sambil mendorong kursi lagi menjauhi tempat duduk Saga dan Han. Dia bahkan menempelkan bahunya di bahu Brian. Bahkan kalau perlu dia ingin bicara menyela Saga sambilnbersembunyi dibalik punggung Brian.
Apa-apa, memang apa salahku! Menciut dengan tatapan kesal Saga.
“Kau juga tidak berguna sekarang.” Menatap pendatang baru yang berbinar-binar memancarkan rindu. Laki-laki itu langsung muram. Revan benar-benar merindukan semua orang. Bahkan si kaku Han sekalipun.
“Tuan Saga, Anda tahu kan sudahndua tahun lebih kita tidak bertemu. Kenapa kalimat pertama yang Anda ucapkan sudah mencabik-cabik kerinduanku begini.” Pendatang baru ini bernama Revan. Yang lain langsung bilang mulai deh sambil terkikik. Cara bicara Revan yang seperti membaca novel romansa, adalah ciri khasnya. Dan kelakuannya yang berani namun tetap menjaga kepalanya yang tertunduk di depan Saga adalah kelebihannya. Usia mereka terpaut cukup banyak, membuatnya sedikit mendapat toleransi. Walaupun dia kerap kali di pukul ayahnya karena sikapnya itu.
“Revan jaga sikapmu.” Han.
“Kau seperti baru tahu dia saja. Biarkan jomblo-jomblo tidak berguna itu.” Lagi-lagi bawa status kejombloan yang mengiris hati beberapa orang di dalam ruangan.
Benar kan, benar kan, ini pasti ada hubungannya dengan kakak ipar. Dokter Harun masih mengintip dari balik punggung Brian. Aku malah berharap anak kalian mirip kakak ipar. Bergumam-gumam sendiri.
Satu saja orang sepertimu sudah cukup!
“Kalian tahu kan hari ini aku ingin membahas sesuatu yang penting.” Bergantian menatap semua orang satu persatu. Dari yang statusnya sudah menikah dan berpengalaman mempunyai anak. Cih ketika melewati Dokter Harun.
“Apa!” Langsung merapat di balik punggung Brian lagi. “Memang apa salahku. Aku kan cuma memberimu laporan kakak ipar.” Gumam-gumam pelan.
Yang lain berusaha mendengarkan yang dibicarakan Dokter Harun, tapi mulut laki-laki itu langsung terdiam saat Saga mulai bicara.
“Jawab saja sesuai pengalaman kalian,” ujar Saga kemudian.
Wahhh, apa nih. Tentang apa ini, tumben dia bertanya pada kami. Biasanya. Melirik Han semuanya. Biasanya dia kan tahu semua yang diinginkan Saga.
Yang mendapat hujan tatapan cuma mengangkat bahu dan tangan.
Deg, deg, semua berdebar menunggu apa yang sebenarnya mau di bahas. Ada yang cemas, tapi jauh lebih penasaran. Karena jarang sekali situasi semacam ini. Biasanya Han bisa memuaskan Saga dengan segala keanehan yang ingin diketahuinya. Sekalipun sesuatu yang mustahil Han bisa membawa apa yang di inginkan Saga ke hadapannya.
Dia mau buat rumah di atas awan apa ya, sampai Han tidak bisa melakukannya. Entah itu isi pikiran siapa.
Apa Daniah ngidam mau makan dinbulan ya? Noah sedang menduga-duga berdasarkan berita yang ia dengar ngidamnya Daniah yang membuat semua orang kerepotan. Beruntung sekalindia, Tamara bahkan tidak ngidam atau mual di kehamilannya yang baru masuk dua bulan.
Aaaaa, aku jadi kangen istriku, Tamaku, cantikku, istri penyayangku.
“Dengar tidak?” Suara Saga membuyarkan lamunan semua orang dengan prasangka mereka.
“Ia, ia, kami dengar.” Bersamaan menjawab.
“Apa yang mau kamu bahas, buruan jelasin.” Noah yang kaget karena sedang memikirkan istrinya berteriak. "Maaf, suaraku keras sekali ya." Saat Han memberinya tatapan menusuk.
Tama aku tambah kangen sama kamu gara-gara dipelototi Han.
Sepenting apakah yang ingin di bahas Saga, semua sudah sampai pada pikiran paling anehnya masing-masing. Bahkan ada yang berfikir Saga ingin memelihara beruang kutub. Karena dia sering sekali mengancam membuang orang sampai ke antartika.
“Hemm, baiklah. Dengarkan aku baik-baik.” Serius. Lagi-lagi menatap semua orang seperti orang yang haus akan ilmu pengetahuan. Seperti mau membahas isu besar yang mengguncang dunia. "Dengarkan."
Ia, ia. Buruan!
“Yang jomblo diam saja, tutup mulut kalian.”
Ia, ia. Buruan!
Eh, jomblo diam. Memang dia mau membahas apa si.
“ Ehmm.” Saga semakin menunjukan mimik wajah serius dan suasana semakin larut dalam keheningan. Mencekam.
Buruan!
“Apa anak-anak mirip dengan istri kalian?” Membuang muka malu dengan pertanyaannya sendiri.
Gubrak.
Brian sampai agak melorot duduknya.
Apa-apaan pertanyaan tidak ilmiah itu! Seperti itulah yang ingin diteriakkan semua orang. Tapi saat hp mereka semua bergetar bersamaan dengan Han meletakan hp di dekat tangannya. Tidak ada yang membuka mulut untuk protes.
"Sudah kuduga masalah sepenting ini kalian tidak akan paham." Mendesah, tidak memperhatikan semua orang menatapnya dengan geram.
Apa! Masalah penting apa!
Semoga anak kalian mirip kakak ipar nanti. Baik wajah atau sifatnya.
Dokter Harun berdoa berkali-kali di balik punggung Brian.
Cukup satu makhluk sepertimu di bumi ini.
Dokter Harun tidak mau dipusingkan dengan urusan penerus keluarga Antarna Group, yang pasti dia benar-benar berdoa supaya Tuhan benar-benar memberi mereka anak yang mirip dengan Daniah, dari wajah atau pun sifatnya.
Pertemuan sangat penting masuk dalam pembahasan paling serius.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
liberty
bahkan temen²nya sepakat ada 1 Saga udah cukup!....emg yg gak normal kamu Tuan Muda🤣🤣....tahan tahan sambil ngelus dada & ngebatin 🤭
2025-01-29
2
Erni Fitriana
ghubrakkkkkkkk
2025-02-02
1
liberty
udah tau malu tapi tetep tanya...suka² akulah ( Saga) 🤣🤣🤣
2025-01-29
2