14. Ikut Aku Ke Kamar

Sudah berada di depan kamar milik Tuan Saga. Kamar ini bahkan dibersihkan dengan pengawasan langsung darinya. Kamar yang sudah lama terlupakan namun selalu ia jaga sebagaimana seharusnya. Begitulah bagi Han, dari semua ruangan di rumahnya, tetap kamar inilah kamar utama yang paling penting keberadaannya. Melebihi kamar miliknya sendiri.

“Tuan Muda, apa saya boleh masuk?” Ketukan pelan di pintu, setelah mendengar sahutan  dari dalam, dia pun masuk. Tidak lama  dari itu, Han keluar dari kamar, dengan tangan kosong. Nampan dan semua isinya yang dia bawa tertinggal di dalam kamar.

“Apa Tuan Saga dan nona tidur?” Aran sudah kenyang makan cake . Dia duduk di lantai sambil menyandar pada sofa. Mengikuti setiap langkah Han. Bahkan dari saat ia masuk, menghilang dan muncul lagi dari balik pintu.

Dia hebat sekali, bahkan mimik wajahnya sama sekali tidak berubah.

Aran sedang membayangkan apa yang dilihat Han di dalam kamar Tuan Saga. Apa pun itu, kalau dia yang melihat pasti ekspresi wajahnya akan beraneka rupa. Dia yakin itu.

"Sudah kubilang berhenti penasaran tentang tuan muda dan nona.” Aran manyun mendengar jawaban yang sebenarnya sudah diduganya, dia meraih botol air dinginnya. Karena nona dan Tuan Saga bahkan tidak menunjukan batang hidungnya sama sekali, jadi mereka kembali tertinggal berdua. Dia senang si. Dalam hati terkikik pelan.

Kencan mungkin situasinya bisa dibilang begitu. Walaupun nggak ada romantisnya. Tapi memang hanya beginilah kesempatan mereka bisa berdua tanpa batas.

Tanpa batas kepalamu gumam Aran. Lihat wajah yang tetap cool dengan pesonanya itu. Bisa-bisanya cuma berdiri dan bernafas saja dia terlihat tampan. Lagi-lagi  Aran mulai senyum-senyum sendiri. Ingin rasanya dia membuat wajah kaku itu tersenyum atau tergelak senang. Tapi dia takut memancing emosi harimau gila yang tenang.

Apa cuma aku yang merasa gelisah sekaligus senang begini. Kenapa semakin dilihat dia jadi semakin keren begitu si.

"Sudah puas melihatnya?"

"Belum, hehe." Menutup wajahnya dengan tangan tapi tetap mengintip di sela-sela jarinya. Diiringi tawa renyah yang membuat Han memalingkan pandangannya.

Bisa-bisanya aku  berdebar-debar dengan gadis tidak tahu malu ini.

Bagi Han sosok Aran saat ini sama sekali tidak memiliki kemiripan dengan nona mudanya, kecuali rambut. Ya, hanya helaian rambut itulah yang sama di antara mereka. Tapi anehnya perasaan yang menganggap Aran berbeda dengan Nona Daniah menurutnya malah menjadi daya tarik gadis itu di mata Han.

“Ikut aku!” Han sudah memutar tubuh dan berjalan dua langkah. Saat tidak mendengar gerakan dia berbalik lagi. "Tidak dengar?"

“Kemana?” Bingung. Aran tidak bergerak dari duduknya. Dia bahkan menyentuh meja erat dengan kedua tangannya. Berpegangan.

Kau tidak mau mengusirku karena mereka sedang tidur kan. Jahat sekali!

“Mau kemana Tuan?” bertanya lagi karena Han masih diam tidak bergeming di tempatnya.

Dia mau membawaku kemana!

“Ke kamar.” Han sudah melangkah berhenti lagi karena melihat Aran  malah mundur membentur sofa. Reaksi yang tampak berlebihan saat mendengar jawabannya. Apalagi dengan mata membelalak, sekaligus memegang ujung kerah baju yang dia pakai. “Apa yang kau pikirkan Arandita?”  Membuang muka sesaat. Tidak mau gerakan bibirnya terlihat Aran. Han tergelak dalam hati, tidak percaya dengan imajinasi gadis di depannya.

“Tuan, Anda memang tampan dan juga pacar saya, tapi.” Menggeser tubuh sambil merapatkan kaki. “Saya itu masih sesuci embun di pagi!” Tetesan air yang akan menguap menjelang matahari terbit.

“Kau ini bicara apa, ikut aku.”

Aran mengancingkan bajunya rapat.

“ Tapi Tuan ini tindakan pelecehan!” Berteriak tapi tidak dengan nada suara meninggi. Sebenarnya apa yang ada di kepala gadis itu gumam Han lagi.

Aku memang tahu teorinya, berlagak tahu kalau sedang membuat novel, tapi sumpah aku sama sekali  belum pernah melakukannya. Aku penganut paham kesucian adalah kehormatan. Serahkan hati dan tubuh pada pasangan resmi setelah janji pernikahan. Begitu kata-kata yang hanya terlontar di kepala Aran.

Ibuku akan membunuhku kalau aku melanggar aturan dasar kehormatan seorang wanita.

"Kau mau membuatku menunggu berapa lama lagi." Maksudnya Han, sampai kapan dia harus  berdiri mematung begitu.

Tapi dasar Aran.

“Tuan saya itu masih suci, hati dan tubuh saya masih semurni airmata."

Tadi embun pagi, sekarang airmata. Kau itu mengoceh apa?

"Bangun!" Mulai meninggi suaranya. Bahkan seperti sudah mau menyeret Aran.

"Saya cuma menontonnya di drama dan membacanya di novel. Saya tidak tahu apa-apa hal begituan. Sumpah!" Sampai mengangkat kedua jari ke udara. "Kehormatan saya itu harga diri keluarga saya. Saya harus menjaganya demi orangtua yang sudah mencintai dan melakukan banyak hal untuk saya. ” Mengoceh-mengoceh tentang pedoman berpacaran yang benar. Sesuai petuah panjang lebar ayahnya. Yang sebenarnya belum pernah ia praktekan karena kesibukannya mengejar karirnya selama ini. Masih meneruskan ocehan karena Sekretaris Han masih diam. “Saya akan menyerahkan kehormatan saya pada suami saya, kalau Tuan memang tergila-gila pada saya nikahi saya. Bukan! Bukan sekarang!” Ingat lamaran tiba-tiba tadi, dia tidak berani menantang. “Tapi datang ke rumah saya dan minta pada kedua orangtua saya izin.” Masih mengoceh kemana-mana tidak ada titik koma.

Han mengangkat tangannya, Aran refleks terdiam. Dejavu masa lalu. Saat tangan itu terangkat para reporter akan mundur lima langkah menjauhi Tuan Saga.

“Kau ini benar-benar gila ya, aku mau membawamu ke kamar tamu.”

Eh, kamar tamu. Kenapa kamar tamu, bukan ke kamarmu.  Eh bukan, sumpah aku nggak mikir apa-apa.

Aran merasa berdosa karena terpancing suasana.

“Kau bisa tidur di kamar selama tuan muda dan nona belum keluar dari kamar, jangan menggangguku. Aku mau bekerja.”

Wajah Aran berubah antara malu dan kecewa. Lebih banyak kadar kecewa yang tertangkap mata Han.

“Kenapa kau kecewa begitu, ocehanmu barusan  tentang embun pagi dan airmata hanya omong kosong?” Seringai muncul.

Aaaaaa, malunya gadis itu. Tapi dia berusaha menguasai mimik wajahnya. Terdengar dia berdehem beberapa kali, menyelamatkan harga dirinya yang sudah jatuh terjungkal barusan.

“Apa!  Siapa yang kecewa, saya, tidak.” Tapi Aran memilih duduk lagi dan menempelkan kedua tangannya erat di meja. Masih duduk di lantai dengan posisi tadi. “Saya tidak mau menunggu di kamar. Saya di sini saja, melihat Anda bekerja. Anggap saja ini kencan, kencan kita.”

Menutupi malu dengan sikap keras kepala.

“Jangan aneh-aneh, ikut aku ke kamar.”

“Tidak mau.”

Gadis ini benar-benar ya.

Pikiran Han sedang berusaha untuk menahan hatinya untuk mengakui kelakuan gadis di depannya ini cukup mengemaskan.

“Saya cuma akan duduk diam dan bernafas sambil melihat Anda Tuan. Tapi biarkan saya bersama Anda. Melihat Anda jauh lebih baik  daripada melihat langit-langit kamar” Untuk apa Aran menunggu di kamar batinnya. Kalau bisa melihat sumber inspirasinya secara langsung di depan mata. Bisa berapa episode dia hasilkan kalau dia menulis sekarang.

"Duduk diam dan hanya bernafas saja." Melangkah menuju ruang kerjanya.

Aran langsung bangun dari duduk. Mengekor di belakang. Menatap tubuh tinggi tegap itu. Dia rentangkan tangan di belakang punggung itu. Dengan gerakan meremas tangannya. Mengusap punggung itu dari kejauhan.

Padahal dia cuma pakai kaos begitu, tapi tetap terlihat keren.

"Embun pagi dan airmata apanya!" Keras sekali membuat Aran terlonjak dan menurunkan tangannya.

Huaaaa, kau punya mata di belakang kepalamu ya. Aku kan cuma menghayal menyentuh punggungmu! Cuma menghayal, cuma menghayal, begitu saja ketahuan!

Bersambung

Terpopuler

Comments

Erni Fitriana

Erni Fitriana

ngakakkk🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2025-01-25

1

Rafalia Azen

Rafalia Azen

huahaha aran

2024-12-16

0

Astrid Nandistya Hayoto

Astrid Nandistya Hayoto

Sekekarnya sekertaris Han,, aku bayangin Mayor Tedy sumpah
mayor Tedy pengawal nya pak presiden kita..

2024-12-14

1

lihat semua
Episodes
1 1. Pengenalan Karakter
2 2. Kisah Dimulai
3 3. Pendidikan Penerus Keluarga
4 4. Calon Keponakan
5 5. Keinginan Daniah
6 6. Gara-Gara Nonton Drama
7 7. Dia Yang Tidak Disebut Namanya
8 8. Ditakuti Tapi Juga Dicintai
9 9. Impian Arandita
10 10. Perasaan Dokter Harun
11 11. Harapan Seorang Ibu
12 12. Amera Dan Arandita
13 13. Lamaran Tiba-Tiba
14 14. Ikut Aku Ke Kamar
15 15. Ruang Kerja Sekretaris Han
16 16. Menginap (Part 1)
17 17. Menginap (Part 2)
18 18. Hidup Normal
19 19. Kecemasan Tuan Saga
20 20. Pertemuan Sangat Penting
21 21. Anak yang Mirip Daniah
22 22. Si Jenius Antarna Group
23 23. Selamat Pagi
24 24. Pristiwa Tak Terduga (Part 1)
25 25. Pristiwa Tidak Terduga (Part 2)
26 26. Dipecat
27 27. Kuliah Panjang Bersama Amera
28 28. Daniah Di Dalam Kamar
29 29. Aran Pergi
30 30. Kesalahan Han (Part 1)
31 31. Kesalahan Han (Part 2)
32 32. Sesuka itu Kau padanya?
33 33. Hidup Baru Arandita Dimulai
34 34. Surat Panggilan Kerja
35 35. Ketulusan
36 36. Karena Sekretaris Han
37 37. Hari persalinan Daniah
38 38. Menuju konfrensi Pers
39 39. Pertemuan Han dan Aran Kembali
40 40. Konfrensi Pers
41 41. Panggilan Kakak (Part 1)
42 42. Panggilan Kakak (Part 2)
43 43. Nama Tuan Putri
44 44. Erina Menangis
45 45. Perasaan firman Untuk Aran
46 46. Makan Malam
47 47. Ibu
48 48. Boleh Aku Menciummu?
49 49. Semua Orang Tahu (Part 1)
50 50. Semua Orang Tahu (Part 2)
51 51. Pertengkaran Kecil
52 52. Mendua Dengan Amera
53 53. Pengakuan Cinta Firman
54 54. Kedatangan Tidak Terduga Han
55 55. Hadiah Untuk Ibu
56 56. Permohonan Maaf
57 57. Hadiah Indah Dari Tuhan
58 58. Pertemuan Firman Dan Sekretaris Han
59 59. Kebaikan Hati Sekretaris Han
60 60. Izin Dari Saga
61 61. Kompaknya Haze dan Sofia (Part 1)
62 62. Kompaknya Haze Dan Sofia (Part 2)
63 63. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 1)
64 64. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 2)
65 65. Calon Penerus Keluarga (Part 1)
66 66. Calon Penerus Keluarga (Part 2)
67 67. Pesona Aran
68 68. Rahasia Terkuak
69 69. Memajukan Hari Pernikahan
70 70. Alasan.
71 71. Firman Sudah Move On
72 72. Tiga Dara Cantik Rumah Utama
73 73. Mempelai Laki-laki
74 74. Mempelai Perempuan
75 75. Final Episode (Janji Pernikahan)
76 76. Spesial Episode (Kejadian Di Pesta)
77 77. Spesial Episode (Malam Pertama)
78 78. Spesial Episode (Malamnya Saga Dan Daniah)
79 79. Spesial Episode (Malam Pertama Yang Tertunda)
80 80. Spesial Episode (Hari Pertama Setelah Menikah)
81 81. Bonus (Grup Chat)
82 82. Epilog (Janji Pernikahan)
83 Terimakasih ^_^
84 LAS Versi Cetak
85 TMTM Musim Spesial
86 83. Setelah Pertengkaran.
87 84. Pindah Tugas Firman
88 85. Hadiah Mobil
89 86. Tidak Pantas
90 87. Rekan Baru
91 88. Main Ke Rumah Erina
92 89. Pamer Kemampuan
93 90. Reka Ulang Adegan
94 91. Sok Kecakepan
95 92. Tendangan Maut
96 93. Masalah selesai
97 97. Pertemuan Di RS
98 98. Tidak Sengaja Curhat
99 99. Pagi Yang Mendung
100 100. Kamu Hamil?
101 101. Final Episode
102 102. Spesial Episode
103 103. Spesial Episode
104 104. Terimakasih
105 Promo Novel
106 Novel Keluarga Franz Fernandez
Episodes

Updated 106 Episodes

1
1. Pengenalan Karakter
2
2. Kisah Dimulai
3
3. Pendidikan Penerus Keluarga
4
4. Calon Keponakan
5
5. Keinginan Daniah
6
6. Gara-Gara Nonton Drama
7
7. Dia Yang Tidak Disebut Namanya
8
8. Ditakuti Tapi Juga Dicintai
9
9. Impian Arandita
10
10. Perasaan Dokter Harun
11
11. Harapan Seorang Ibu
12
12. Amera Dan Arandita
13
13. Lamaran Tiba-Tiba
14
14. Ikut Aku Ke Kamar
15
15. Ruang Kerja Sekretaris Han
16
16. Menginap (Part 1)
17
17. Menginap (Part 2)
18
18. Hidup Normal
19
19. Kecemasan Tuan Saga
20
20. Pertemuan Sangat Penting
21
21. Anak yang Mirip Daniah
22
22. Si Jenius Antarna Group
23
23. Selamat Pagi
24
24. Pristiwa Tak Terduga (Part 1)
25
25. Pristiwa Tidak Terduga (Part 2)
26
26. Dipecat
27
27. Kuliah Panjang Bersama Amera
28
28. Daniah Di Dalam Kamar
29
29. Aran Pergi
30
30. Kesalahan Han (Part 1)
31
31. Kesalahan Han (Part 2)
32
32. Sesuka itu Kau padanya?
33
33. Hidup Baru Arandita Dimulai
34
34. Surat Panggilan Kerja
35
35. Ketulusan
36
36. Karena Sekretaris Han
37
37. Hari persalinan Daniah
38
38. Menuju konfrensi Pers
39
39. Pertemuan Han dan Aran Kembali
40
40. Konfrensi Pers
41
41. Panggilan Kakak (Part 1)
42
42. Panggilan Kakak (Part 2)
43
43. Nama Tuan Putri
44
44. Erina Menangis
45
45. Perasaan firman Untuk Aran
46
46. Makan Malam
47
47. Ibu
48
48. Boleh Aku Menciummu?
49
49. Semua Orang Tahu (Part 1)
50
50. Semua Orang Tahu (Part 2)
51
51. Pertengkaran Kecil
52
52. Mendua Dengan Amera
53
53. Pengakuan Cinta Firman
54
54. Kedatangan Tidak Terduga Han
55
55. Hadiah Untuk Ibu
56
56. Permohonan Maaf
57
57. Hadiah Indah Dari Tuhan
58
58. Pertemuan Firman Dan Sekretaris Han
59
59. Kebaikan Hati Sekretaris Han
60
60. Izin Dari Saga
61
61. Kompaknya Haze dan Sofia (Part 1)
62
62. Kompaknya Haze Dan Sofia (Part 2)
63
63. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 1)
64
64. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 2)
65
65. Calon Penerus Keluarga (Part 1)
66
66. Calon Penerus Keluarga (Part 2)
67
67. Pesona Aran
68
68. Rahasia Terkuak
69
69. Memajukan Hari Pernikahan
70
70. Alasan.
71
71. Firman Sudah Move On
72
72. Tiga Dara Cantik Rumah Utama
73
73. Mempelai Laki-laki
74
74. Mempelai Perempuan
75
75. Final Episode (Janji Pernikahan)
76
76. Spesial Episode (Kejadian Di Pesta)
77
77. Spesial Episode (Malam Pertama)
78
78. Spesial Episode (Malamnya Saga Dan Daniah)
79
79. Spesial Episode (Malam Pertama Yang Tertunda)
80
80. Spesial Episode (Hari Pertama Setelah Menikah)
81
81. Bonus (Grup Chat)
82
82. Epilog (Janji Pernikahan)
83
Terimakasih ^_^
84
LAS Versi Cetak
85
TMTM Musim Spesial
86
83. Setelah Pertengkaran.
87
84. Pindah Tugas Firman
88
85. Hadiah Mobil
89
86. Tidak Pantas
90
87. Rekan Baru
91
88. Main Ke Rumah Erina
92
89. Pamer Kemampuan
93
90. Reka Ulang Adegan
94
91. Sok Kecakepan
95
92. Tendangan Maut
96
93. Masalah selesai
97
97. Pertemuan Di RS
98
98. Tidak Sengaja Curhat
99
99. Pagi Yang Mendung
100
100. Kamu Hamil?
101
101. Final Episode
102
102. Spesial Episode
103
103. Spesial Episode
104
104. Terimakasih
105
Promo Novel
106
Novel Keluarga Franz Fernandez

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!