Ibu
Bisa jadi, bagi seorang wanita tiga huruf yang disatukan menjadi satu kata itu adalah panggilan paling merdu di telinga. Fitrahnya wanita merindukan panggilan itu. Tak jarang yang menjadikannya sebuah cita-cita dalam hidup. Terlepas dari semua impian besar tentang dunia. Aku ingin menjadi ibu untuk anak-anakku, menjadi ibu rumah tangga yang bahagia, menjadi cita-cita yang paling membanggakan.
Begitulah adanya.
Tuhan bahkan menjadikan telapak kakinya sebagai syurga.
Daniah sedang memulai perjalanan awal untuk mendapatkan panggilan itu. Perutnya yang mulai membesar. Gerakan-gerakan kecil janin mungil mulai terasa. Makin hari saat tangannya mengusap perut makin terasa tendangan kaki mungil itu. Hanya seperti itu saja dada Daniah selalu bergetar penuh syukur. Perasaan campur aduk sering kali muncul. Kadang senang namun tak kalah sering pun keluhan mengiringi.
Begitukan kalau wanita hamil, terkadang tawa dan airmata muncul bersamaan.
Daniah sering melihat video kehamilan atau tentang proses melahirkan untuk menguatkan dirinya. Hatinya semakin bergetar hebat. Saat melihat wanita-wanita tanggung itu berjuang. Saat sakit yang teramat jelas tergambar di wajah mereka, erangan tanpa suara karena siibu tak mau menguras tenaga. Namun buliran airmata yang menetes menunjukan rasa sakit yang sedang ia tahan. Tangan suami mereka yang menggenggam erat. Menciumi pipi, kepala, atau punggung tangan menguatkan. Seperti ingin berbagi sakit yang sama. Namun hanya bisa membisikan cinta untuk menguatkan. Tidak ada hati yang tidak bergetar melihat perjuangan seorang ibu.
Namun anehnya saat bayi-bayi mereka sudah keluar ke dunia, tak ada lagi airmata. Yang tersisa hanya tawa bahagia. Bagi kedua orangtua. Cemas langsung menguap. Rasa sakit hilang seperti tidak pernah ada. Pecahnya tangis si bayi, membuat semua bahagia.
Aku pasti bisa, aku pasti bisa seperti mereka.
Saat melihat itu, Daniah jadi merasa kalau selama hamil walaupun dengan keluhan aneka rupa, itu masihlah biasa.
Begitulah hamilnya setiap wanita berbeda-beda. Ada yang lancar tanpa hambatan, bahkan makan bisa apa saja. Suapan demi suapan terasa nikmat. Akan tetapi tak jarang ada calon ibu yang mengalami mual, muntah hebat selama proses kehamilan. Bahkan ada yang sampai harus istirahat total karena banyak faktor mengharuskan. Bersyukur Daniah melewati bulan-bulan awal kehamilan tanpa mual dan muntah. Walaupun dia termasuk kategori hamil yang banyak maunya. Ngidamnya aneh-aneh bahkan cenderung menyusahkan.
Namun, selalu ada ruang penuh toleransi untuk itu. Begitulah perubahan sikan Tuan Saga. Asalkan Niah senang, semua bisa dilakukan. Tuan Saga menjelma menjadi suami siaga. Tapi tentunya, dibalik itu semua Sekretaris Han yang paling bekerja keras memujudkannya.
Ah, satu lagi, Daniah termasuk wanita hamil yang kehilangan selera makan. Padahal sebelum hamil dia termasuk orang yang bisa makan apa saja tanpa pilih-pilih. Tanpa Daniah sadari, keadaannya ini membawa dampak luar biasa di rumah utama.
“Tuan muda mengganti koki utama nona hari ini?” Di dalam kamar, menjelang tidur. Para pelayan di rumah belakang saling berbisik dengan teman sekamar mereka. Membicarakan penggantian koki yang memasak khusus untuk Daniah.
“Nona benar-benar kehilangan selera makan.” Menyahuti, masih bicara di bawah selimut. “Kenapa ya? Padahal kata ibuku itu cuma terjadi saat hamil muda saja.”
Bisik-bisik mencari alasan, namun sekali lagi ruang toleransi lahir. Begitulah wanita hamil, berbeda pada setiap calon ibu.
“Apa yang kau mau akan aku lakukan, asal kau sehat dan senang.” Saga mengusap perut Daniah. Membelalak saat tendangan kecil terasa di ujung tangannya. Dia tertawa bahagia.
Tidur di sofa pernah Saga lakukan.
Aku mau makan ini, aku mau makan itu. Sudah sering Saga dengar.
Sayang, kamu pakai parfume apa si, jangan dekat-dekat. Sudah mulai terbiasa dengan keluhan tiba-tiba ini.
Aku tidak selera makan, sambil menggelengkan kepala. Koki baru sedang dalam masa percobaan.
Begitulah Tuan Saga menghadapi ngidamnya Daniah, dia melakukan semua dengan tersenyum. Haha, di depannya Daniah tentunya. Saat kakinya menjauh, tak jarang ia melampiaskan kekesalan pada semua orang. Mungkin Sekretaris Han yang paling merasakan.
Jadi dia seperti menghadapi dua orang ngidam sekaligus.
“Sayang, ayo jodohkan Aran dan Sekretaris Han.” Permintaan aneh di tengah malam setelah Saga melakukan apa yang ingin ia lakukan.
“Apa ini termasuk dalam ngidam kamu lagi” Sedikit kesal sebenarnya, tapi dia berhasil mengurangi tekanan suaranya.
Daniah tertawa sambil membenamkan wajahnya ke dada Saga. Entahlah, mendengar cerita Aran akhir-akhir ini, kalau status mereka sudah meningkat menjadi pacaran, perasaan Daniah mengebu-gebu. Dia senang sekaligus bersemangat dan penasaran.
“Sepertinya ini memang bawaan ngidam deh, kalau begitu kau mau membantu kan sayang?”
“Apa boleh buat, kalau ini kemauan ibu hamil ini.”
Haha, aneh nggak si, kalau ngidam mau menjodohkan orang. Terserahlah, mau aneh atau tidak, yang penting Tuan Saga setuju.
Berbahagia dan semangat tiba-tiba meluap-luap.
"Niah, apa ini caramu juga balas dendam pada Han." Daniah terkikik mendengar ucapan Saga. Balas dendam apanya, memang aku jiwa pendendam sepertimu. Tapi dalam hati Daniah sedikit mengiyakan. Kapan lagi kan melihatnya, mungkin akan lebih seru kalau Sekretaris Han yang mengejar-ngejar Aran. Tapi dengan wajah begitu, apa itu mungkin.
Daniah mau menggeser tubuhnya, tapi baru bergerak satu senti, Saga meraih tubuhnya dalam dekapan lagi.
“Sayang hentikan, kau mau apa? Ayo tidur.” Menghentikan tangan yang mulai bergerak tak beraturan. “Ayo tidur.”
“Niah dia bergerak.” Terlonjak saat tangannya ada di atas perut Daniah. “Sepertinya dia mau menyapa ayahnya sekali lagi.”
Memang hanya kau yang bisa memakai alasan ngidam untuk mengerjaiku.
Saga tertawa jahat dalam hati.
Apa! Alasan tidak masuk akal apa itu.
Daniah yang tidak bisa membalas kata-kata Saga.
“Aku akan berhati-hati dan melakukannya dengan lembut. Jadi diamlah dan nikmati semuanya.”
Apa! Terserahlah. Malu untuk mengakui, tapi wajahnya memerah. Karena Daniah pun merasakan bahagia. Sentuhan tangan yang menenangkan, sentuhan bibir yang hangat mengalirkan cinta Tuan Saga pada hatinya. Dia merasa dicintai.
Malam itu Daniah berulang kali membisikan kata aku mencintaimu berkali-kali karena keinginannya sendiri.
Aneh ya, dia labil hatinya. Terkadang Daniah menghubungi Saga untuk hanya mengatakan aku mencintaimu. Dia melakukan itu sebanyak dia makan camilan yang di sediakan Pak Mun. Ah, memang aneh sepertinya.Terkadang cintanya menggebu-gebu minta diperhatikan, terkadang dia selalu menyusahkan. Kalau Tuan Saga ada di dekatnya terkadang dia usir-usir, tapi terkadang dia duluan yang mulai towel-towel menggoda.
Begitulah cinta Daniah dan Tuan Saga.
...***...
Sementara itu di dunia yang berbeda.
Di tempat terpisah, masih di jam yang sama, di ruangan kerja sebuah stasiun Tv ternama. Sebagian lampu bahkan sudah dipadamkan. Seseorang sedang duduk termenung. Dia sudah menyelesaikan semua pekerjaannya hari ini. Matanya menatap sendu sebuah meja kerja kosong. Sudah beberapa tahun meja itu tidak bertuan. Tapi tidak ada yang mau menyingkirkan atau menempatinya.
Bahkan presdir secara khusus meminta supaya meja kerja itu tetap di tempatnya. Sebagai peringatan kepada semua orang, jangan melangkah ke area terlarang, atau kalian akan kehilangan semua seperti pemilik meja itu.
Hari ini dia mendapat kabar penting seputar Antarna Group.
Antarna Group menerapkan kebijakan baru bagi karyawan wanita hamil dan menyusui. Antarna Group menjadi perusahaan yang memberi cuti khusus bagi ibu hamil sampai menyelesaikan ASI ekslusif mereka. Tentu semua harus dengan syarat dan ketentuan yang tertuang dalam aturan perusahaan.
Sudah ada pernyataan resmi dari perusahaan mengenai kebijakan baru itu. Beritanya sudah menjadi tajuk utama di banyak media. Namun, laki-laki itu menarik sebuah kertas dari dalam laci. Alasan utama yang melatar belakangi Antarna Group mengeluarkan kebijakan baru itu.
Banyak karyawan wanita yang menyambut dengan suka cita. Desas desus dikeluarkannya aturan bagi karyawan hamil di sinyalir karena istri Tuan Saga pun menyebar seperti angin. Walaupun mereka tidak membicarakannya secara terbuka, namun mereka tahu ini berkat siapa. Hingga saat-saat mereka berdoa, mereka tidak lupa menyisipkan nama nona muda yang sudah memberi dampak positif bagi kehidupan mereka.
Kalau kami lebih dulu memberitakan ini, pasti rating berita akan naik. Kehamilan istri yang dicintai Tuan Saga. Daniah, itu nama istrinya kan.
Dia melirik meja kosong itu lagi. Lalu memasukan kembali lembaran kertas yang dia baca. Pemilik meja itu telah kehilangan pekerjaannya karena berurusan dengan Antarna Group.
Apa dia baik-baik saja ya.
Selama beberapa tahun ini dia bahkan tidak punya keberanian untuk menghubunginya. Ia mendesah, lalu mengambil jaket dan tas ranselnya. Berjalan menyentuh meja tak bertuan.
Apa kita punya kesempatan untuk bertemu lagi.
Ia melangkah pergi meninggalkan ruangan yang sepi.
Seperti itulah hidup nona muda yang tanpa sadar mempengaruhi hidup banyak orang. Walaupun Daniah sendiri tidak pernah menyadarinya.
Daniah yang terlibat dalam perjodohan Sekretaris Han, akankah dia berhasil? Munculnya orang-orang dari masa lalu Arandita, akankah menggoyahkan perasaannya yang sudah terpaut pada Sekretaris Han?
Kisah itu akan dimulai sekarang 😉😉
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Astrid Nandistya Hayoto
Aku suka karya mu thor.
2024-12-12
0
Tamao Mirai
bacanya gak bosen.. sukaa
2025-03-04
1
siapaakuh
ga tau bca yg ke berapa kali tetep ga bosen
2024-11-20
1