3. Pendidikan Penerus Keluarga

Rumah utama.

Cuaca di luar cukup dingin. Hembusan angin menggoyang pepohonan. Hanya para penjaga keamanan yang sedang bekerja di posisinya. Merapatkan jaket sampai ke leher. Bersiaga, sambil bergilir berkeliling. Para pekerja yang lain sudah memilih melepaskan lelah di kamar masing-masing. Sambil mengisi waktu dengan obrolan ringan sebelum tidur atau melihat hp mereka.

Malam ini Saga kembali sudah cukup larut. Ada beberapa pertemuan penting membahas investasi. Dia bahkan melewatkan makan malam di rumah. Sangat jarang ia lakukan semenjak Daniah hamil. Karena istrinya masih mengalami keluhan tidak berselera makan. Biasanya pelan-pelan dengan kesabaran yang tertahan dia akan membujuk Daniah. Menyuapinya.

Saga sedang di kamar mandi.

Daniah sudah duduk di atas tempat tidur saat Saga keluar dari kamar.ganti. Rambutnya terurai tidak beraturan. Dia memang hanya memotong ujung-unjung rambutnya. Sebenarnya dia ingin memotong rambutnya pendek, namun karena wajah murung suaminya akhirnya dia mengalah.

Apa di rambutku ini ada mantra pengikat hati yang membuatnya tergila-gila si.

Misteri itu belum terungkap. Daniah duduk menyandar sambil membaca sebuah buku tebal dengan cover berwarna cerah. Ada gambar binatang di sana. Gadis itu membaca dengan suara keras sambil mengusap perutnya beberapa kali. Sesekali menyapa saat gerakan menendang terasa. Senyum-senyum sambil berceloteh lalu meneruskan bacaannya.

“Kau sedang apa?” Naik ketempat tidur, mencium kening dan bibir istrinya. Lalu mencium rambut sambil diuyel-uyel gemas. “Aku merindukanmu seharian ini. Bagaimana denganmu?”

“Tidak.” Daniah tertawa lalu mengusap pipi cemberut Saga. “Tapi bohong. Haha. Kangen kok,kangen.” Sekarang dia memang jauh lebih berani. Karena Saga selalu memaklumi kekurangajarannya. Dengan dalil ngidam dan dia sedang hamil. Membuat jiwa iseng selalu muncul.  Daniah menyuruh Saga menggeser tubuh karena dia mulai merasa sesak. Jujur, ini yang sering memancing rasa kesal Saga. Daniah mendengar suaminya menggerutu. Tapi tetap mundur memberi ruang udara berputar di sekelilingnya.

Daniah melanjutkan membaca buku ceritanya.

“Apa ini?” mengeja judul yang tertera di cover depan. “ Kau sedang membaca cerita untuk bayi kita?” Mengusap perut. “Beruntung sekali dia.” Iri menyusup di hati. Dia tak pernah tahu apa buku cerita anak-anak itu.

Saga mengusap perut Daniah lembut, lalu seperti menusuk-nusuk dengan jemarinya mengikuti arah gerakan tendangan sang bayi. Calon ayah itu tergelak.

“Kau senangkan punya ibu yang luar biasa. “ tendangan kecil kembali ia rasa di ujung jarinya. “Ini buku tentang apa?” Kembali menggangu saat Daniah meneruskan  bacaanya.

Seharian kau sudah bersamanya. Bibirnya merengut untuk alasan yang tidak jelas. Perhatikan aku juga. Gumamnya lagi.

“Dongeng  Kelinci dan kura-kura.” Mengusap kepala bayi besarnya. Dia ulang saat Saga menggoyangkan kepala senang.

“ Apa itu?” memilih tiduran sambil memeluk kaki Daniah. Memindahkan tangan Daniah yang tadinya sudah beralih menyentuh perut ke kepalanya. “Lagi.”

Ya Tuhan Nak, ayahmu iri padamu.

Sambil mengusap-usap kepala Saga dia mulai bercerita.

“Ini cerita dongeng yang biasanya diceritakan pada anak-anak. Memang kamu nggak tahu sayang, cerita tentang kelinci yang lomba lari dengan kura-kura.” Cerita yang dia baca ini kumpulan cerita anak yang popular di masyarakat. Terkadang dipakai sebagai dongeng pengantar tidur. Bisa juga dipakai saat anak-anak pra sekolah belajar membaca. Tulisannya yang sedikit disertai gambar berwarna yang cerah membuat anak-anak tertarik untuk membaca.

“Memang aku harus tahu.” Acuh, malah Menaikan ujung baju yang menutupi lutut, lalu dia menempelkan pipi tanpa pembatas. Melanjutkan mengusap-usap bibirnya. Daniah mengeryit tapi membiarkan kelakuan suaminya.

Ya nggak harus tahu si, tapi semua orang juga kan tahu tentang dongeng anak-anak ini.

“Sayang, memang dulu kamu nggak pernah belajar membaca buku bergambar apa. Inikan cerita yang hampir di ketahui seluruh masyarakat negri ini.”

“Heem.” Bibirnya tidak berhenti di satu tempat. Sudah bisa diduga.

Masih menjawab hem, hem saja. Kapan si kamu mau berubah Tuan Muda.

“Niah, memang kamu pikir aku punya waktu untuk itu.”

Dia menggigitku.

Daniah menggoyangkan kaki.

“Tapikan walaupun home schooling seharusnya pelajarannya tidak jauh berbeda dari yang aku pelajari di sekolah kan.” Daniah sendiri tidak terlalu paham akan hal itu. Dia penasaran saja, karena Tuan Saga terlalu polos untuk banyak hal, apalagi  yang berhubungan dengan wanita. Ya, walaupun dipelajaran sekolah memang tidak dijelaskan secara detail si, gumamnya. Namun kepolosan dan ketidaktahuan Tuan Saga perihal kehamilan atau datang bulan menggelitik lucu dan keanehan.

Saga tertawa lalu bangun. Berganti  memainkan rambut istrinya. Dia gulung-gulung lalu dia cium sana sini.

Ini apa si, lagi diajak serius ada aja tingkahnya.

Daniah masih menunggu penjelasan. Mendelik,  karena suaminya tidak tertarik menjawab malah sibuk bermain dengan rambutnya.

“Kau menunggu jawabanku.”

“Sayang!” Berteriak.

“Baiklah." Malas."Aku mau memelukku dulu, baru aku mau menjawab.” Melakukan penawaran. Daniah meletakan bukunya dan memeluk Saga duluan.

Puas!

“Sepertinya ada kesalahpahaman di sini.” Menjawab setelah mendapat pelukan dan diizinkan menyentuh bagian yang lainnya. “Aku memang home schooling, tapi aku tidak pernah belajar apa yang kau pelajari di sekolah.”

“Bohong.”

“Ckck, kamu makin kurang ajar ya selama masa ngidam ini.”

“Haha, tidak  sayang.”

Lalu apa yang kau pelajari memang?

Sekali lagi tanda tanya berlarian. Daniah hanya tahu kalau Saga tidak bersekolah di sekolah umum.  Sekalipun Antarna Group memiliki saham besar di sebuah sekolah elit di negri ini. Tempat Jen dan Sofi mengenyam pendidikan formal mereka.

“Ayah menyiapkan pendidikan khusus untukku sejak akumulai belajar membaca.” Entah kenapa ada perasaan aneh yang tiba-tiba muncul di hati Daniah. Seberapa keras Tuan Saga dididik di masa kanak-kanaknya ya. Itu pertanyaan yang muncul di kepalanya. “Aku tidak pernah belajar membaca cerita bergambar, aku memulai pendidikan dasarku dengan ilmu ekonomi,   teori tentang bisnis, sejarah berdirinya Antarna Group, serta bagaimana tanggung jawabku pada perusahaan kelak.” Saga bisa melihat pandangan iba yang langsung muncul begitu saja di mata Daniah. “Jangan melihatku begitu, aku tidak semenyedihkan itu.”

“Maaf.”

Pendidikan penerus keluarga seperti apa yang ia jalani.

“Aku belajar pengetahuan dunia, budaya, ilmu komunikasi.  Ya, seperti itulah. Ayah sudah menyiapkan semua itu. ” Mencoba mengingat saat-saat melelahkan masa kanak-kanaknya. Ya, itu melelahkan. Bohong kalau ia tidak pernah protes. Mogok belajar, atau melemparkan buku yang ia baca pada pengajarnya. Ia juga pernah melakukan hal kekanak-kanakan itu.

Ah hati Daniah entah kenapa langsung terasa ngilu mendengarnya. Mungkin karena itulah sikapnya seperti ini ya. Begitulah hatinya selalu bertoleransi ketika mengetahui masa lalu suaminya.

“Sayang, sepertinya kamu nggak lulus kelas komunikasi ya.” Tergelak, mengusir perasaan canggung. Dia tidak mau Saga menangkap pandangan merasa.kasihan darinya lagi.

“Kamu bilang apa?”

“Haha, ampun, ampun. Abis kalau ditanya selalu hemmm, hemm begitu jawabnya. Haha. Ia, ia ampun.”

Syukurlah dia tertawa lagi batin Daniah. Namun, tiba-tiba wajah Daniah menjadi muram. Dia meraih tangan Saga, meletakkannya di atas perutnya. Gerakan-gerakan kuat terasa.

"Sayang, bagaimana dengannya nanti? Aku harap dia bisa mendapat pendidikan seperti orang-orang yang lain, berteman dan menjalani kehidupan normal seperti anak-anak yang lainnya." Daniah tidak bisa merelakan anak yang bahkan belum terlahir ke dunia itu, sudah memiliki beban di pundak kecilnya.

"Apa yang kau takutkan, sejak di dalam kandungan saja dia sudah sekuat ini." Maksudnya adalah, sejak dalam kandungan saja dia sudah menyusahkanku, tentu dia harus lahir menjadi anak hebat dan kuat selayaknya penerus keluarga Antarna Group. Tapi, mana Daniah paham bahasa jiwa itu. Hingga ia hanya bernafas lega mendengar jawaban Saga.

"Oh ya Sayang setahuku di belakang namamu ada gelar pendidikan, bagaimana caranya. Kalau kamu tidak mendapat pelajaran seperti di sekolah." Mengubur kecemasan tentang masa depan yang akan ditanggung anaknya sebagai penerus keluarga. Dia penasaran sekali dengan yang satu ini.

"Aku mengikuti ujian negara untuk mendapat gelar itu. Ah sudahlah, kenapa menanyakan hal begituan. Aku mau memelukmu saja." Mulai memejamkan mata, tapi tangannya masih menyentuh rambut Daniah.

"Aku kan penasaran,kok bisa begitu. Jawab donk sayang."

"Tanyakan saja pada Han bagaimana dia mengurusnya." Jawaban paling mudah.

"Benarkan, kamu nggak lulus kelas komunikasi." Jawaban Daniah langsung melenyapkan kantuk. “Aaaaa, sayang ampun." Berteriak sambil tertawa terpingkal. "Ampun. Aaaaa, perutku.”

Saga langsung tergagap, membeku seketika. Wajahnya langsung panik saat Daniah mengaduh memegang perut, memeriksa sana sini. Menyentuh sana sini. Sampai area yang tidak penting juga diperiksa. Sampai menempelkan telinga di perut Daniah, entah apa yang coba dia dengar. Kalau  tidak mendengar gelak tawa Dari Daniah pasti akan berlanjut dengan keributan yang melibatkan Pak Mun ataupun Dokter Harun.

Saga menendang  selimut ke lantai gusar.

“Kau benar-benar ya.”

“Ampun, ampun.” Daniah merentangkan tangan memohon pengampunan. Saga menuding dahi istrinya lalu membenamkan wajah di dada. “Habis terkadang melihat Tuan Saga yang panik begitu menggemaskan si.”

Tiada ampun lagi, seharusnya kau tidak memancing hasrat bayi besarmu Daniah. Apalagi saat dia sedang menempelkan bibir di area yang ia sukai.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Elis Ariska

Elis Ariska

thor, aq kira ini crita k spesifikasi Han,,,tapi kok bnyk daniah.y🙄

2024-06-07

4

Sri Mulyani

Sri Mulyani

a

2024-05-31

0

Nisha Aniest

Nisha Aniest

malah nyeritain saga lagi katanya sek han

2024-05-22

1

lihat semua
Episodes
1 1. Pengenalan Karakter
2 2. Kisah Dimulai
3 3. Pendidikan Penerus Keluarga
4 4. Calon Keponakan
5 5. Keinginan Daniah
6 6. Gara-Gara Nonton Drama
7 7. Dia Yang Tidak Disebut Namanya
8 8. Ditakuti Tapi Juga Dicintai
9 9. Impian Arandita
10 10. Perasaan Dokter Harun
11 11. Harapan Seorang Ibu
12 12. Amera Dan Arandita
13 13. Lamaran Tiba-Tiba
14 14. Ikut Aku Ke Kamar
15 15. Ruang Kerja Sekretaris Han
16 16. Menginap (Part 1)
17 17. Menginap (Part 2)
18 18. Hidup Normal
19 19. Kecemasan Tuan Saga
20 20. Pertemuan Sangat Penting
21 21. Anak yang Mirip Daniah
22 22. Si Jenius Antarna Group
23 23. Selamat Pagi
24 24. Pristiwa Tak Terduga (Part 1)
25 25. Pristiwa Tidak Terduga (Part 2)
26 26. Dipecat
27 27. Kuliah Panjang Bersama Amera
28 28. Daniah Di Dalam Kamar
29 29. Aran Pergi
30 30. Kesalahan Han (Part 1)
31 31. Kesalahan Han (Part 2)
32 32. Sesuka itu Kau padanya?
33 33. Hidup Baru Arandita Dimulai
34 34. Surat Panggilan Kerja
35 35. Ketulusan
36 36. Karena Sekretaris Han
37 37. Hari persalinan Daniah
38 38. Menuju konfrensi Pers
39 39. Pertemuan Han dan Aran Kembali
40 40. Konfrensi Pers
41 41. Panggilan Kakak (Part 1)
42 42. Panggilan Kakak (Part 2)
43 43. Nama Tuan Putri
44 44. Erina Menangis
45 45. Perasaan firman Untuk Aran
46 46. Makan Malam
47 47. Ibu
48 48. Boleh Aku Menciummu?
49 49. Semua Orang Tahu (Part 1)
50 50. Semua Orang Tahu (Part 2)
51 51. Pertengkaran Kecil
52 52. Mendua Dengan Amera
53 53. Pengakuan Cinta Firman
54 54. Kedatangan Tidak Terduga Han
55 55. Hadiah Untuk Ibu
56 56. Permohonan Maaf
57 57. Hadiah Indah Dari Tuhan
58 58. Pertemuan Firman Dan Sekretaris Han
59 59. Kebaikan Hati Sekretaris Han
60 60. Izin Dari Saga
61 61. Kompaknya Haze dan Sofia (Part 1)
62 62. Kompaknya Haze Dan Sofia (Part 2)
63 63. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 1)
64 64. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 2)
65 65. Calon Penerus Keluarga (Part 1)
66 66. Calon Penerus Keluarga (Part 2)
67 67. Pesona Aran
68 68. Rahasia Terkuak
69 69. Memajukan Hari Pernikahan
70 70. Alasan.
71 71. Firman Sudah Move On
72 72. Tiga Dara Cantik Rumah Utama
73 73. Mempelai Laki-laki
74 74. Mempelai Perempuan
75 75. Final Episode (Janji Pernikahan)
76 76. Spesial Episode (Kejadian Di Pesta)
77 77. Spesial Episode (Malam Pertama)
78 78. Spesial Episode (Malamnya Saga Dan Daniah)
79 79. Spesial Episode (Malam Pertama Yang Tertunda)
80 80. Spesial Episode (Hari Pertama Setelah Menikah)
81 81. Bonus (Grup Chat)
82 82. Epilog (Janji Pernikahan)
83 Terimakasih ^_^
84 LAS Versi Cetak
85 TMTM Musim Spesial
86 83. Setelah Pertengkaran.
87 84. Pindah Tugas Firman
88 85. Hadiah Mobil
89 86. Tidak Pantas
90 87. Rekan Baru
91 88. Main Ke Rumah Erina
92 89. Pamer Kemampuan
93 90. Reka Ulang Adegan
94 91. Sok Kecakepan
95 92. Tendangan Maut
96 93. Masalah selesai
97 97. Pertemuan Di RS
98 98. Tidak Sengaja Curhat
99 99. Pagi Yang Mendung
100 100. Kamu Hamil?
101 101. Final Episode
102 102. Spesial Episode
103 103. Spesial Episode
104 104. Terimakasih
105 Promo Novel
106 Novel Keluarga Franz Fernandez
Episodes

Updated 106 Episodes

1
1. Pengenalan Karakter
2
2. Kisah Dimulai
3
3. Pendidikan Penerus Keluarga
4
4. Calon Keponakan
5
5. Keinginan Daniah
6
6. Gara-Gara Nonton Drama
7
7. Dia Yang Tidak Disebut Namanya
8
8. Ditakuti Tapi Juga Dicintai
9
9. Impian Arandita
10
10. Perasaan Dokter Harun
11
11. Harapan Seorang Ibu
12
12. Amera Dan Arandita
13
13. Lamaran Tiba-Tiba
14
14. Ikut Aku Ke Kamar
15
15. Ruang Kerja Sekretaris Han
16
16. Menginap (Part 1)
17
17. Menginap (Part 2)
18
18. Hidup Normal
19
19. Kecemasan Tuan Saga
20
20. Pertemuan Sangat Penting
21
21. Anak yang Mirip Daniah
22
22. Si Jenius Antarna Group
23
23. Selamat Pagi
24
24. Pristiwa Tak Terduga (Part 1)
25
25. Pristiwa Tidak Terduga (Part 2)
26
26. Dipecat
27
27. Kuliah Panjang Bersama Amera
28
28. Daniah Di Dalam Kamar
29
29. Aran Pergi
30
30. Kesalahan Han (Part 1)
31
31. Kesalahan Han (Part 2)
32
32. Sesuka itu Kau padanya?
33
33. Hidup Baru Arandita Dimulai
34
34. Surat Panggilan Kerja
35
35. Ketulusan
36
36. Karena Sekretaris Han
37
37. Hari persalinan Daniah
38
38. Menuju konfrensi Pers
39
39. Pertemuan Han dan Aran Kembali
40
40. Konfrensi Pers
41
41. Panggilan Kakak (Part 1)
42
42. Panggilan Kakak (Part 2)
43
43. Nama Tuan Putri
44
44. Erina Menangis
45
45. Perasaan firman Untuk Aran
46
46. Makan Malam
47
47. Ibu
48
48. Boleh Aku Menciummu?
49
49. Semua Orang Tahu (Part 1)
50
50. Semua Orang Tahu (Part 2)
51
51. Pertengkaran Kecil
52
52. Mendua Dengan Amera
53
53. Pengakuan Cinta Firman
54
54. Kedatangan Tidak Terduga Han
55
55. Hadiah Untuk Ibu
56
56. Permohonan Maaf
57
57. Hadiah Indah Dari Tuhan
58
58. Pertemuan Firman Dan Sekretaris Han
59
59. Kebaikan Hati Sekretaris Han
60
60. Izin Dari Saga
61
61. Kompaknya Haze dan Sofia (Part 1)
62
62. Kompaknya Haze Dan Sofia (Part 2)
63
63. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 1)
64
64. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 2)
65
65. Calon Penerus Keluarga (Part 1)
66
66. Calon Penerus Keluarga (Part 2)
67
67. Pesona Aran
68
68. Rahasia Terkuak
69
69. Memajukan Hari Pernikahan
70
70. Alasan.
71
71. Firman Sudah Move On
72
72. Tiga Dara Cantik Rumah Utama
73
73. Mempelai Laki-laki
74
74. Mempelai Perempuan
75
75. Final Episode (Janji Pernikahan)
76
76. Spesial Episode (Kejadian Di Pesta)
77
77. Spesial Episode (Malam Pertama)
78
78. Spesial Episode (Malamnya Saga Dan Daniah)
79
79. Spesial Episode (Malam Pertama Yang Tertunda)
80
80. Spesial Episode (Hari Pertama Setelah Menikah)
81
81. Bonus (Grup Chat)
82
82. Epilog (Janji Pernikahan)
83
Terimakasih ^_^
84
LAS Versi Cetak
85
TMTM Musim Spesial
86
83. Setelah Pertengkaran.
87
84. Pindah Tugas Firman
88
85. Hadiah Mobil
89
86. Tidak Pantas
90
87. Rekan Baru
91
88. Main Ke Rumah Erina
92
89. Pamer Kemampuan
93
90. Reka Ulang Adegan
94
91. Sok Kecakepan
95
92. Tendangan Maut
96
93. Masalah selesai
97
97. Pertemuan Di RS
98
98. Tidak Sengaja Curhat
99
99. Pagi Yang Mendung
100
100. Kamu Hamil?
101
101. Final Episode
102
102. Spesial Episode
103
103. Spesial Episode
104
104. Terimakasih
105
Promo Novel
106
Novel Keluarga Franz Fernandez

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!