10. Perasaan Dokter Harun

Aroma ruangan yang sudah tidak asing lagi bagi Aran. Beberapa bulan ini ruang VVIP pemeriksaan sudah seperti tempat persinggahan baginya. Dia mulai terbiasa dengan beberapa istilah yang di sampaikan dokter laki-laki yang sudah cukup senior itu, saat menjelaskan kondisi kehamilan nona.

Masih tetap tidak menyebutkan jenis kelamin. Padahal Aran setengah mati penasaran.

Dokter laki-laki itu sudah selesai memberi penjelasan, memberi Daniah kesempatan jika ada yang ingin ditanyakan. Daniah melihat kearah semua orang. Bergantian. Dokter laki-laki senior, dokter perempuan dan beberapa perawat perempuan. Dokter Harun dan Aran.

“Apa kalian bisa menunggu di luar, ada yang mau aku tanyakan pada dokter.” Daniah melihat ke arah dokter wanita yang berdiri di sebelah dokter senior.

“Tapi Nona.”

Habislah aku kalau Sekretaris Han tahu. Kalau dia bertanya apa ada yang dikhawatirkan nona selama pemeriksaan hari ini. Aku harus jawab apa!

“Baiklah Nona kami permisi, tetap jaga kesehatan dan perasaan nona supaya tetap bahagia, semua baik-baik saja sesuai hasil pemeriksaan.” Dokter laki-laki senior menganggukkan kepala setelah membaca situasi. Dia mengajak semua perawat untuk keluar. Daniah juga tersenyum sopan saat dia pergi.

“Ada yang mau aku tanyakan secara pribadi pada dokter. Aku malu kalau ada kalian. Hehe.” Bangun dari duduk lalu mendorong Aran untuk keluar ruangan. “Dokter Harun juga keluar ya.”

Yang diusir benar-benar terlihat tidak rela, tapi akhirnya membawa tubuh mereka ke luar ruangan.

“Nona mau bertanya apa ya, sampai mengusir kita semua.” Aran dan Dokter Harun sudah duduk sambil melihat ke arah pintu. Berusaha berspekulasi, tapi tidak berhasil menerka apa pun itu. Semakin membuatnya merasa depresi.

Aran menyandarkan kepala ke dinding.

“Aran, mau minum kopi?” Ada mesin minuman di luar sana. Setidaknya bisa mengusir canggung yang tiba-tiba tercipta di antara mereka berdua.

“Dokter jangan aneh-aneh ya. Kalau Tuan Saga atau Sekretaris Han tiba-tiba muncul dan saya tidak ada di samping nona, habislah saya.”

Cukup sudah kejadian sebelum-sebelumnya.

“Haha,…” Tertawa tapi membenarkan semua yang dikatakan Aran, akhirnya dia duduk lagi. Ikut melihat ke pintu, seperti berusaha mengetahui apa pun yang terjadi di sana.

Tetap tidak terdengar apa pun. Dokter Harun sedang batuk berdehem, sedang berusaha mengumpulkan kata untuk memulai pembicaraan. Walaupun Aran terbilang ramah, namun dia bisa merasakan kadar ketertarikan Aran padanya sangat rendah. Jadi,kalau tidak dimulai duluan dia merasa Aran pun tidak akan terpancing bicara.

“Aran, apa kau benar-benar berkencan dengan Han,” bertanya mengalihkan pandangan.

Apa-apaan pertanyaan Anda dokter, terus terang sekali.

“Dokter, kenapa Anda penasaran sekali dengan saya si? Anda tidak menyukai saya kan?” Gadis yang jauh lebih blak-blakan ada di depanmu dokter. Pertanyaan Aran sampai membuat Harun terkesiap kaget.

Krik, krik, angin lewat di antara mereka.

“Kau ini benar-benar menarik ya? Kalau aku bilang aku suka padamu bagaimana coba. Apa kau akan membalas perasaanku?” Melirik sebentar gadis di sebelahnya.

Arandita, semua yang ada padanya terlihat biasa, penampilan, garis wajah, mungkin hanya rambut bergelombang yang mirip dengan Daniah yang membuatnya terlihat berbeda. Namun karena dia selalu mengikat keseluruhan rambut berbeda dengan cara mengikat rambut Daniah, membuat persamaan itu tidak terlalu mencolok.

Aran terlihat jauh lebih terbuka dan berani, berbeda dengan Daniah yang selalu berhati-hati kalau bersikap. Begitulah di mata Harun.

Ya, ya, siapa yang tidak akan berhati-hati kalau menghadapi Saga.

Harun melirik Aran lagi, tapi ada sesuatu dari gadis ini yang sampai  membuat pandangannya tidak bisa teralihkan. Dia penasaran sekaligus berusaha memilikinya.

“Dokter.”

“Ia.” Menoleh bersemangat.

“Apa Dokter tertarik kepada saya karena saya menyukai Sekretaris Han?”

Deg, sebuah kenyataan yang tidak bisa di tolak Harun memanahnya. Ya, itulah salah satu alasan gadis di sampingnya ini menarik baginya. Bagaimana bisa dia mengaku kalau dia menyukai Han. Lebih-lebih saat manusia sedingin.kutub itu pun tidak membantahnya. Seakan membuat penilaiannya pada Aran langsung meningkat drastis.

Dia gadis menarik yang berbeda dengan yang lainnya.

Rasa penasaran itu semakin menjadi saat Amera menanyakan apa Han benar-benar berkencan dengan Aran.

“Hemm, tidak juga si.”

“Haha, ternyata benar kan. Saya sudah menduganya.” Aran terdengar tidak merasa sakit hati walaupun mendapati kenyataan itu. “Kalau seperti itu bukan cinta atau suka dokter namanya, Anda hanya penasaran saja sama saya. “

Dia sudah menduganya sejak awal, kalau ketertarikan yang ditunjukan Dokter Harun padanya, karena dia menyukai Sekretaris Han. Apa dokter Harun maupun Han sedang mempertaruhkan harga diri kejombloan mereka. Apa salah satu akan terusik kalau satunya mendapat pasangan.

“Benar kan Anda tidak bisa membantahnya.”

Haha, gadis ini benar-benar luar biasa, aku kalah telak dan tidak bisa menjawabnya. Apa Han juga begitu ya di hadapannya.

Dokter Harun sedang berusaha keluar dari situasi yang ujungnya memojokkannya.

“Aran, kalau aku boleh tahu, kenapa kau bisa suka pada Han? Apa si yang kau suka darinya?” Selamat, batinnya. Dia tidak mau mengakui kalau rasa tertariknya memang berawal dari itu. “Apa jangan-jangan kau bekerja untuk Daniah karena ingin mengejar Han?”

Orang yang tidak tahu apa-apa sedang sok tahu. Harun menghela nafas kuat, kalau itu alasannya sebaiknya gadis di hadapannya ini menyerah. Han sangat benci melihat orang yang bekerja tanpa dedikasi dan keseriusan. Apalagi bekerja untuk Daniah yang dianggap Han sebagai sumber kebahagiaan Saga.

“Kenapa diam saja? Aku benar ya? Jadi, kau bekerja untuk Daniah karena ingin mendekati Han.” Sok tahu semakin menjadi-jadi.

“Tidak begitu Dokter, saya bekerja untuk nona karena Sekretaris Han yang membawa saya. Itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan perasaan saya padanya.”

Penasaran, penasaran memuncak.

“Jadi kenapa donk, aku kan penasaran.”

Karena Han yang diketahui Aran selama ini, pastilah Han yang ditangkap media dan publik.

“Apa karena dia cukup tampan, kalau hanya itu aku tidak kalah darinya.” Menyentuh dagunya. "Aku juga tampan." Tertawa saat melihat Aran yang mengiyakan dengan terpaksa. “Aku punya pekerjaan yang terlihat lebih keren darinya.” Menunjuk name tag nama sekaligus posisinya di rumah sakit. Ya, walaupun secara level, statusnya masih di bawah Han. Tapi orang akan melihat kalau dia pasti jauh lebih keren.

“Dokter.” Sekarang Aran memiringkan tubuh, mata mereka bertatapan. “Sama seperti kalian yang mengenal Sekretaris Han, aku juga mengetahui sedikit banyak hal yang tidak diketahui publik tentang dia.”

“Apa? Tidak mungkin.”

“Hehe, benar kan, bagaimana dia tidak menarik kalau dia punya kepribadian seperti itu.”

Harun bangun dari duduk, berdecak. Sepertinya mendapat suntikan keras di ujung bahunya, sejauh apa gadis di hadapannya ini mengenal Han. Apa hubungannya memang sedekat itu. Sampai dia tahu kalau Han punya pribadi hangat di luar yang ia tunjukan selama ini.

“Siapa kau sebenarnya Arandita, bagaimana bisa kau mengenal Han, apa sebelum bekerja pada nona kau sudah mengenal Han?”

“Rahasia. Hehe.”

Wahh, wahh, kau punya bakat untuk di sukai dan membuat orang penasaran  ya.

"Dokter jangan terlalu banyak mencari tahu, bisa memperpendek umurmu. Haha." Aran menutup gelak tawanya, saat mengutip kalimat pamungkas Sekretaris Han kalau jiwa sok mau tahunya muncul.

Keduanya sama-sama tertawa saat membayangkan wajah Sekretaris Han saat mengatakan kalimat  andalan untuk menutup mulut orang lain.

Aran bangun dari duduk, merapatkan telinga ke pintu. Tidak terdengar suara apa pun. Dia akhirnya kembali ke tempat duduknya.

“Dokter kenapa Anda tidak mengejar Nona Amera saja, dia juga kan suka pada Sekretaris Han.” Sedang menyelam sambil minum air. Berharap saingannya bisa menghilang tanpa dia berusaha.

“Apa? Amera. Bagi kami Jen, Sofia dan Amera itu cuma bocah. Apalagi buat Han.” Menggelengkan kepala kuat.

“Tapi Nona Amera sangat cantik, dia juga pekerja keras dan berbakat.” Aran menimpali lagi, sebenarnya mau menabur umpan. Siapa tahu laki-laki dihadapannya menangkap.

“Memang benar, tapi tetap saja dia masih bocah. Kau tahu dia sudah nembak Han. Tapi, kenapa dia tidak pernah menyatakan cinta padaku ya. Huaaa, memang apa hebatnya Han daripada aku coba.” Menunjuk-nunjuk dadanya kesal.

Dokter Harun masih mengoceh ini dan itu tentang kelebihannya di bandingkan Han. Aran hanya tergelak menimpali. Karena baginya kelebihan Sekretaris Han itu tidak terhitung. Diamnya saja sudah bisa membuat orang tergila-gila padanya. Orang yang jatuh cinta memang begitu adanya.

Harun baru berhenti berceloteh saat pintu ruang pemeriksaan terbuka.

Epilog

Kejadian setelah Dokter Harun dan Aran keluar dari ruangan.

Di ruang konsultasi, Daniah menoleh malu-malu memastikan pintu tertutup rapat. Dokter wanita yang duduk di depannya sudah tegang. Khawatir apa pun pertanyaan nona di depannya tidak bisa dia jawab dengan memuaskan.

"Dokter." ragu-ragu Daniah bicara.

"Ia Nona, silahkan tanyakan yang ingin Anda tahu."

Masih terdiam, sampai dokter wanita itu meremas jemari di bawah meja geram. Karena dia jadi ikut tegang dan berspekulasi. Kalau saja dokter seniornya masih ada, dia bisa berbagi kecemasan.

"Dokter..."

Ia Nona, katakan, jangan membuat saya takut.

Dokter wanita itu tahu, dia sedang mempertaruhkan posisinya di rumah sakit ini.

"Berapa kali frekuensi hubungan suami istri yang aman saat seorang ibu sudah hamil besar seperti saya."

Dokter wanita itu melorot dari tempat duduknya. Apa-apaan pertanyaan itu pikirnya. Tapi yang membuatnya membetulkan posisi duduknya sambil senyum-senyum adalah saat melihat gurat malu dari rona wajah nona di hadapannya. Yang masih terlihat jelas walaupun ia tutupi dengan jemarinya. Apalagi saat ia malu-malu tersenyum sambil menurunkan tangan.

Ya Tuhan, kalau Anda menunjukan mimik wajah seperti itu pada Tuan Saga, aku yakin setiap malam.

Dia ingin tergelak dengan pikiran liarnya, kemudian mulai berdehem menjelaskan. Wajah Daniah semakin memerah karena malu.

bersambung

Terpopuler

Comments

Erni Fitriana

Erni Fitriana

😀😀😀😀😀dokter harun..coba pindah ..bertransformasi ke dunia nyata banyak yg mau sama dokter🤭🤭🤭🤭

2025-01-24

1

Borahe 🍉🧡

Borahe 🍉🧡

kamunya pecicilan Han si Cool boy

2024-05-12

3

Sweet Girl

Sweet Girl

Kebanyakan bicara, jadi pendek umurnya.

2024-01-16

3

lihat semua
Episodes
1 1. Pengenalan Karakter
2 2. Kisah Dimulai
3 3. Pendidikan Penerus Keluarga
4 4. Calon Keponakan
5 5. Keinginan Daniah
6 6. Gara-Gara Nonton Drama
7 7. Dia Yang Tidak Disebut Namanya
8 8. Ditakuti Tapi Juga Dicintai
9 9. Impian Arandita
10 10. Perasaan Dokter Harun
11 11. Harapan Seorang Ibu
12 12. Amera Dan Arandita
13 13. Lamaran Tiba-Tiba
14 14. Ikut Aku Ke Kamar
15 15. Ruang Kerja Sekretaris Han
16 16. Menginap (Part 1)
17 17. Menginap (Part 2)
18 18. Hidup Normal
19 19. Kecemasan Tuan Saga
20 20. Pertemuan Sangat Penting
21 21. Anak yang Mirip Daniah
22 22. Si Jenius Antarna Group
23 23. Selamat Pagi
24 24. Pristiwa Tak Terduga (Part 1)
25 25. Pristiwa Tidak Terduga (Part 2)
26 26. Dipecat
27 27. Kuliah Panjang Bersama Amera
28 28. Daniah Di Dalam Kamar
29 29. Aran Pergi
30 30. Kesalahan Han (Part 1)
31 31. Kesalahan Han (Part 2)
32 32. Sesuka itu Kau padanya?
33 33. Hidup Baru Arandita Dimulai
34 34. Surat Panggilan Kerja
35 35. Ketulusan
36 36. Karena Sekretaris Han
37 37. Hari persalinan Daniah
38 38. Menuju konfrensi Pers
39 39. Pertemuan Han dan Aran Kembali
40 40. Konfrensi Pers
41 41. Panggilan Kakak (Part 1)
42 42. Panggilan Kakak (Part 2)
43 43. Nama Tuan Putri
44 44. Erina Menangis
45 45. Perasaan firman Untuk Aran
46 46. Makan Malam
47 47. Ibu
48 48. Boleh Aku Menciummu?
49 49. Semua Orang Tahu (Part 1)
50 50. Semua Orang Tahu (Part 2)
51 51. Pertengkaran Kecil
52 52. Mendua Dengan Amera
53 53. Pengakuan Cinta Firman
54 54. Kedatangan Tidak Terduga Han
55 55. Hadiah Untuk Ibu
56 56. Permohonan Maaf
57 57. Hadiah Indah Dari Tuhan
58 58. Pertemuan Firman Dan Sekretaris Han
59 59. Kebaikan Hati Sekretaris Han
60 60. Izin Dari Saga
61 61. Kompaknya Haze dan Sofia (Part 1)
62 62. Kompaknya Haze Dan Sofia (Part 2)
63 63. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 1)
64 64. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 2)
65 65. Calon Penerus Keluarga (Part 1)
66 66. Calon Penerus Keluarga (Part 2)
67 67. Pesona Aran
68 68. Rahasia Terkuak
69 69. Memajukan Hari Pernikahan
70 70. Alasan.
71 71. Firman Sudah Move On
72 72. Tiga Dara Cantik Rumah Utama
73 73. Mempelai Laki-laki
74 74. Mempelai Perempuan
75 75. Final Episode (Janji Pernikahan)
76 76. Spesial Episode (Kejadian Di Pesta)
77 77. Spesial Episode (Malam Pertama)
78 78. Spesial Episode (Malamnya Saga Dan Daniah)
79 79. Spesial Episode (Malam Pertama Yang Tertunda)
80 80. Spesial Episode (Hari Pertama Setelah Menikah)
81 81. Bonus (Grup Chat)
82 82. Epilog (Janji Pernikahan)
83 Terimakasih ^_^
84 LAS Versi Cetak
85 TMTM Musim Spesial
86 83. Setelah Pertengkaran.
87 84. Pindah Tugas Firman
88 85. Hadiah Mobil
89 86. Tidak Pantas
90 87. Rekan Baru
91 88. Main Ke Rumah Erina
92 89. Pamer Kemampuan
93 90. Reka Ulang Adegan
94 91. Sok Kecakepan
95 92. Tendangan Maut
96 93. Masalah selesai
97 97. Pertemuan Di RS
98 98. Tidak Sengaja Curhat
99 99. Pagi Yang Mendung
100 100. Kamu Hamil?
101 101. Final Episode
102 102. Spesial Episode
103 103. Spesial Episode
104 104. Terimakasih
105 Promo Novel
106 Novel Keluarga Franz Fernandez
Episodes

Updated 106 Episodes

1
1. Pengenalan Karakter
2
2. Kisah Dimulai
3
3. Pendidikan Penerus Keluarga
4
4. Calon Keponakan
5
5. Keinginan Daniah
6
6. Gara-Gara Nonton Drama
7
7. Dia Yang Tidak Disebut Namanya
8
8. Ditakuti Tapi Juga Dicintai
9
9. Impian Arandita
10
10. Perasaan Dokter Harun
11
11. Harapan Seorang Ibu
12
12. Amera Dan Arandita
13
13. Lamaran Tiba-Tiba
14
14. Ikut Aku Ke Kamar
15
15. Ruang Kerja Sekretaris Han
16
16. Menginap (Part 1)
17
17. Menginap (Part 2)
18
18. Hidup Normal
19
19. Kecemasan Tuan Saga
20
20. Pertemuan Sangat Penting
21
21. Anak yang Mirip Daniah
22
22. Si Jenius Antarna Group
23
23. Selamat Pagi
24
24. Pristiwa Tak Terduga (Part 1)
25
25. Pristiwa Tidak Terduga (Part 2)
26
26. Dipecat
27
27. Kuliah Panjang Bersama Amera
28
28. Daniah Di Dalam Kamar
29
29. Aran Pergi
30
30. Kesalahan Han (Part 1)
31
31. Kesalahan Han (Part 2)
32
32. Sesuka itu Kau padanya?
33
33. Hidup Baru Arandita Dimulai
34
34. Surat Panggilan Kerja
35
35. Ketulusan
36
36. Karena Sekretaris Han
37
37. Hari persalinan Daniah
38
38. Menuju konfrensi Pers
39
39. Pertemuan Han dan Aran Kembali
40
40. Konfrensi Pers
41
41. Panggilan Kakak (Part 1)
42
42. Panggilan Kakak (Part 2)
43
43. Nama Tuan Putri
44
44. Erina Menangis
45
45. Perasaan firman Untuk Aran
46
46. Makan Malam
47
47. Ibu
48
48. Boleh Aku Menciummu?
49
49. Semua Orang Tahu (Part 1)
50
50. Semua Orang Tahu (Part 2)
51
51. Pertengkaran Kecil
52
52. Mendua Dengan Amera
53
53. Pengakuan Cinta Firman
54
54. Kedatangan Tidak Terduga Han
55
55. Hadiah Untuk Ibu
56
56. Permohonan Maaf
57
57. Hadiah Indah Dari Tuhan
58
58. Pertemuan Firman Dan Sekretaris Han
59
59. Kebaikan Hati Sekretaris Han
60
60. Izin Dari Saga
61
61. Kompaknya Haze dan Sofia (Part 1)
62
62. Kompaknya Haze Dan Sofia (Part 2)
63
63. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 1)
64
64. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 2)
65
65. Calon Penerus Keluarga (Part 1)
66
66. Calon Penerus Keluarga (Part 2)
67
67. Pesona Aran
68
68. Rahasia Terkuak
69
69. Memajukan Hari Pernikahan
70
70. Alasan.
71
71. Firman Sudah Move On
72
72. Tiga Dara Cantik Rumah Utama
73
73. Mempelai Laki-laki
74
74. Mempelai Perempuan
75
75. Final Episode (Janji Pernikahan)
76
76. Spesial Episode (Kejadian Di Pesta)
77
77. Spesial Episode (Malam Pertama)
78
78. Spesial Episode (Malamnya Saga Dan Daniah)
79
79. Spesial Episode (Malam Pertama Yang Tertunda)
80
80. Spesial Episode (Hari Pertama Setelah Menikah)
81
81. Bonus (Grup Chat)
82
82. Epilog (Janji Pernikahan)
83
Terimakasih ^_^
84
LAS Versi Cetak
85
TMTM Musim Spesial
86
83. Setelah Pertengkaran.
87
84. Pindah Tugas Firman
88
85. Hadiah Mobil
89
86. Tidak Pantas
90
87. Rekan Baru
91
88. Main Ke Rumah Erina
92
89. Pamer Kemampuan
93
90. Reka Ulang Adegan
94
91. Sok Kecakepan
95
92. Tendangan Maut
96
93. Masalah selesai
97
97. Pertemuan Di RS
98
98. Tidak Sengaja Curhat
99
99. Pagi Yang Mendung
100
100. Kamu Hamil?
101
101. Final Episode
102
102. Spesial Episode
103
103. Spesial Episode
104
104. Terimakasih
105
Promo Novel
106
Novel Keluarga Franz Fernandez

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!