16. Menginap (Part 1)

Pada akhirnya hanya kamar milik Tuan Saga yang dilihat Daniah seharian ini. Mereka menghabiskan hampir separuh siang. Dalam dunia mereka sendiri.

Saat sore hari menjemput, kemudian  dilanjutkan dengan makan malam. Lengkap dengan hidangan khusus untuknya. Rasa yang tidak berbeda di lidah Daniah. Keberadaaan Pak Mun yang selalu mengerjakan segala sesuatunya dengan sempurna. Sudah menjadi jawaban kalau makanan yang ada memang dimasak oleh koki yang biasanya.

Mungkin ini kali pertama kalinya, meja yang mereka duduki sekarang menjadi tempat makan bersama. Selama ini Han jauh lebih senang duduk di meja di dapur, ketika menikmati segelas susu hangatnya.

Daniah mendengar Pak Mun meminta izin pergi ke suatu tempat sebelum kembali ke rumah utama. Namun Daniah tidak mendengar dengan jelas tempat yang ingin dituju Pak Mun. Lagi-lagi, sepertinya dia memang tak tahu apa-apa tentang Pak Mun. Tubuh yang sudah makan asam manisnya kehidupan bersama Tuan Saga itu. Yang ia tahu, Pak Mun hanyalah sebatas Pak Mun. Penanggung jawab rumah tangga di rumah utama.

Wajah Aran yang merona tanpa alasan yang jelas. Saat disenggol-senggol dia malah lari ke dapur. Gadis itu  tidak berani menerima tawaran Daniah untuk ikut makan malam di meja yang sama dengan mereka. Setelah mengobrol sebentar dan mengantar kepergian Aran pulang, akhirnya Daniah dan Saga kembali masuk ke dalam kamar.

Atmosfer yang tercipta saat siang dan waktu malam di ruangan yang sama namun sungguh berbeda. Pendar lampu yang entah bagaimana tidak terlalu terang namun juga tidak redup adanya. Suasana hangat dan nyaman menyelimuti mereka.

Di balik jendela kaca  di luar sana, terhampar kelip-kelip lampu yang bercampur dengan gelapnya malam. Menjadi pemandangan malam yang menakjubkan. Seperti langit malam yang akan selalu menjadi obat rasa lelah buat manusia yang memandangnya. Melihat lampu-lampu dan bangunan yang mengecil dilihat dari ketinggian, hati rasanya sudah diselimuti dengan aura bahagia.

“Kau duduk dengan nyaman?” Bahu Daniah bersandar pada dada bidang Saga. Tangannya menyentuh lutut laki-laki itu yang tertekuk menyangga tubuhnya. Sementara Saga bersandar di tembok pembatas kaca jendela satu dengan yang lainnya. Mereka duduk sambil menikmati pemandangan malam di pinggir jendela kaca. Selimut lembut dan tebal menjadi alas duduk. Sekretaris Han sudah menyiapkan semuanya dengan sempurna seperti biasanya. Daniah menepuk kaki suaminya, menjawab kalau dia duduk dengan nyaman. Sepertinya bayi dalam perutnya pun demikian. Gerakan seirama debaran jantungnya terasa berkedut-kedut riang.

“ Sayang.”

“Hemm.” Menciumi rambut yang tepat ada di depan bibirnya. Lagi, lagi dan lagi. Turun sampai ke telinga Daniah. Ditonton bintang di langit yang mengedipkan cahayanya di kejauhan.

“Kau tidak melihat tadi,” Menurunkan tangan Saga  dari area kesukaannya untuk menyentuh perutnya yang terus bergerak.  “Sepertinya ada yang aneh dengan Aran. Wajahnya memerah, saat aku tanya dia demam atau tidak dia semakin malu.” Berhenti sebentar, ada kelap kelip di kejauhan yang mengudara di angkasa. Sepertinya pesawat. “Jangan-jangan Sekretaris Han sudah melakukan sesuatu padanya.” Bagaimana menjelaskannya ya gumam Daniah sudah gemas dengan ujung pikiran di kepalanya, tapi susah memilih kata-kata.

“Han.”

Apa si maksudnya! Sampai hari ini aku kadang masih bingung dengan apa yang kau katakan Tuan Saga.

Dan seperti yang sudah di duga, tidak ada kalimat selanjutnya yang diucapkan Saga, setelah nama Han.

“Apa dia sudah melakukan sesuatu pada Aran?”Berargumen lagi saat Saga jauh lebih tertarik dengan rambut dan lehernya.

“Dia tidak akan menghancurkan kehormatan wanita yang dia sukai.” Jawaban singkat namun bisa menunjukan sekelas apa  kepribadian Han. Ya, laki-laki terhormat tidak akan menghancurkan kehormatan wanita yang ia cintai. Untuk sebuah kenikmatan yang bisa diukur dalam detakan jarum jam.

Tapi, bagaimana kalau Aran yang menerjang duluan, melihat dari sikapnya yang kadang suka memprovokasi. Haha, Aran maaf, aku tidak berfikir aneh-aneh padamu kok. Pikiranku keceplosan barusan.

Skandal Sekretaris Han dengan wanita. Ah, bahkan Daniah tak pernah mendengar cerita apa pun yang berhubungan wanita dalam setiap cerita Tuan Saga mengenai Sekretaris Han. Sekalipun itu ibunya.

Memang banyak hal yang tidak dia ketahui. Jangankan Han bahkan suaminya sekalipun, masih banyak tirai masa lalu yang belum sepenuhnya tersibak. Saat dia ingin bertanya, Saga meraih tangannya. Lalu menempelkan kedua tangan mereka di dinding kaca. Menggerakkannya ke kanan dan ke kiri.

Membuat fokus Daniah teralihkan, beberapa hal yang tadi sudah membuatnya penasaran menguap begitu saja.

“Niah.” Menggoyangkan tangan mereka yang terkait. “Aku pernah duduk di sini sendirian.”

Apa ini, dia mau cerita tentang siapa. Kenapa tiba-tiba!

“Saat dia pergi meninggalkanku,” ujar Saga pelan.

Helena, apa dia mau menceritakan tentang Helena. Rasa tidak nyaman di hati Daniah terkalahkan oleh penasarannya. Untuk pertama kalinya Saga memulai pembicaraan mengenai Helena, walaupun nama itu tidak terucap di bibirnya. Apa kabarnya ya pelukis itu, tidak ada jejak yang tertinggal tentangnya. Gadis itu seperti hilang ditelan bumi. Daniah bahkan tidak akan mengingatnya kalau sekarang Saga tidak memulainya.

“Kalau kau keberatan aku tidak akan melanjutkan.”

Grep, tangan Saga diraihnya. Bagaimana mungkin dia melewatkan cerita sepenting ini. Dia sedikit cemburu, tapi jauh lebih besar penasaran. Karena Saga tidak mungkin memulai membicarakan gadis itu untuk menorehkan luka di hatinya.

“Lanjutkan sayang, aku tidak apa-apa.”

Sebelum memulai, sebuah sentuhan bibir lembut membekas di bahu Daniah. Baju tidur tipisnya memang sama sekali tidak berfungsi sebagai baju. Tadi dia sempat tercengang, karena Pak Mun bisa-bisanya kepikiran membawakannya baju tidur.

“Aku duduk di sini sambil melihat pemandangan yang seperti kita lihat sekarang,” Mencium kepala istrinya untuk kesekian kalinya. “Bedanya hari itu,” Saga terdiam, seperti sedang mengumpulkan gambaran dalam kenangannya. Daniah pun menarik nafas penuh ketegangan menunggu. “Han berlutut dan memohon padaku, agar aku memberinya perintah untuk membawa gadis itu kembali.”

Hening.

Daniah sekarang sedang berusaha mereka ulang kejadian hari  itu. Luka lebar yang terbuka kembali di hati Tuan Saga karena ditinggalkan seseorang yang dicintainya. Seberapa besar hatinya terluka saat itu ya. Kepercayaan dan cinta tulus yang dikhianati.

Helena.

Tapi tunggu, kenapa dia membicarakan mantan pacarnya sambil cium-cium begini si. Daniah pasrah saja dengan kelakuan tangan dan bibir Saga yang tidak bisa di cegah.

Cinta dan pengabdian Sekretaris Han yang tanpa syarat. Hatinya merinding. Mungkin perasaan sayang Han seperti cintanya pada Raksa, ingin melindungi, ingin selalu melihat adik kecilnya itu tersenyum saat mengikuti langkah kakinya.

Mungkin seperti itulah Tuan Saga bagi Sekretaris Han.

“Tapi hari itu aku hanya diam dan menatap lampu-lampu di luar sana.” Tunjuknya pada kelap-kelip bertaburan diantara kegelapan. “ Benar, kau ingin mendengarnya? Apa kau merasa nyaman saat aku mengatakan tentang wanita itu.” Lagi-lagi tidak menyebutkan nama siapa yang dia maksud.

Helena.

“Sedikit si, kan wajar kalau aku cemburu saat suamiku menyebut-nyebut tentang mantan pacarnya.” Sedang berusaha menunjukan sisi yang sebenarnya memang ingin dilihat Saga.

“Maaf.” Lagi-lagi menjatuhkan kepala di bahu Daniah dengan lunglai.

Eh, dia ini kenapa si. Tiba-tiba.

Daniah bisa merasakan saat kepala Saga jatuh di bahunya. Saat laki-laki itu mengusapkan kepala dan mempererat dekapan tangannya.

“Aku mengatakannya karena ingin menunjukan bahwa aku bahagia bersamamu sekarang. Aku bahagia bisa bersamamu di kamar ini sekarang.” Sejujurnya saat dalam perjalanan tadi terbersit keraguan di hatinya. Saga takut dengan perasaannya sendiri. Karena di rumah Han tersimpan masa lalunya bersama Helena. Namun saat dia menghabiskan seharian ini bersama Daniah, di kamar penuh luka. Dia semakin yakin bahwa wanita yang ada dalam pelukannya saat ini adalah penyelamat hidupnya.

“Sayang.”

Dia benar-benar pandai sekali mengobrak abrik perasaan seseorang batin Daniah. Kalimat barusan yang terucap membuatnya berbunga senang. Bahwa masa lalu akan tertinggal di belakang, karena seperti itulah seharusnya. Bahwa Helena yang menorehkan luka. Dan dia adalah obatnya yang membuat Tuan Saga bahagia.

Kecupan lembut mampir di leher Daniah. “Terimakasih karena kau tidak menyerah dan lari meninggalkanku.”

Mengharapkan cinta Tuan Saga yang mustahil untuk diraih, selalu membuat Daniah ingin lari. Itu dulu. Saat kontrak pernikahannya menjadi serpihan dia pun semakin yakin bahwa laki-laki yang akan menjadi ayah dari anaknya ini adalah belahan jiwa yang ditakdirkan Tuhan untuknya.

Suasana ruangan ikut melarutkan hati mereka berdua. Cinta yang ada di antara mereka terikat dengan kuat.

“Sayang apa kau dulu menangis waktu Helen pergi.” Mendongakkan kepala,bibirnya langsung terdiam karena pertemuan bibir mereka. Daniah gelagapan memiringkan tubuh dan menarik nafas.

“Ahhh, sudah kubilang jangan pernah menyebut namanya.”

“Haha, ia, maaf”

Dih sensitifnya ini orang.

"Sayang, kalau begitu bolehkah aku seperti orang normal lainnya."

"Jangan mulai lagi."

Dasar! dia bisa menebak apa yang aku inginkan.

"Dengarkan aku dulu, sama halnya aku yang percaya padamu. Kalau dia hanyalah masa lalu mu, aku ingin kau juga begitu." Kesempatan emas yang mungkin tidak akan datang dua kali bagi Daniah kalau dia sampai melewatkannya. "Lihatlah, bukan hanya cinta kita, tapi dia juga mengikat kita." Meletakan tangan yang terkait ke perut. "Aku tidak akan lari kemanapun sayang, jadi bisakah aku beraktifitas di luar rumah seperti wanita normal lainnya."

"Ahhh, kenapa kau selalu mulai lagi dengan pembahasan yang sudah selesai ini."

"Apa kau masih tidak percaya padaku?" Senjata keras kepala tidak akan mempan, jadi dia memakai wajah sedihnya.

"Aku percaya padamu, tapi aku tidak percaya dengan laki-laki di luar sana yang akan melirikmu."

Haha, kau pikir aku dewi kecantikan. Sampai membuat orang terpesona.

Daniah memutar tubuhnya, saat ini pandangan mereka bertemu.

"Kau mau apa?" Saga tahu kalau istrinya mau melakukan serangan.

"Ya, ya. Boleh ya." Muah, muah. Pipi kanan dan kiri. " Boleh ya." Muahhh. Bahkan gadis itu mulai membekaskan cap merah di leher Saga. "Aku tidak akan kemana-mana sayang, paling hanya pergi ke ruko, jalan-jalan dan pergi berbelanja. Aku ingin menyiapkan perlengkapan bayi kita." Bola matanya mengerjap, memohon.

"Pak Mun akan mengurus semuanya."

"Aaaaa tidak mau. Aku mau menyiapkan sendiri. Aku mohon."

"Aku harap anak kita nanti tidak mirip denganmu."

"Aaaa, kenapa. Aku kan imut dan menggemaskan." Muah, muah. Saga sampai tergelak menerima serbuan kecupan dari bibir Daniah.

Karena kalau anak kita mirip denganmu, pasti hatiku akan melemah menghadapinya. Sedangkan dia adalah calon pewaris Antarna Group.

"Ya sayang ya. Aku mohon."

"Baiklah, tapi jangan membuatku khawatir. Satu kesalahan saja, aku tidak akan memaafkannya. Sekalipun kau memohon."

Hah! apa maksudnya? Aran.

"Tentu saja tidak akan terjadi apa-apa. Aran selalu menjagaku dengan baik." Entah kenapa Daniah agak berdebar ketika mengatakannya. Seperti ada sesuatu yang tidak nyaman. Namun dia mengesampingkan itu semua.

"Baguslah."

"Terimakasih ya sayang." Melingkarkan tangan memeluk Saga. " Terimakasih juga sudah menceritakan kenangan kamar ini padaku."

Menjadi bahagia karena mencintai dan merasa di cintai itulah yang dirasakan Daniah sekarang.

"Tapi, aku benar-benar penasaran, apa hari itu kau menangis?" Saga mengeram jengkel apalagi saat Daniah tertawa dengan gaya mengejek.

Saga menurunkan kakinya, lalu tubuhnya. Mengangkat tubuh Daniah dengan kedua tangan. Pelan ia turunkan. Sekarang keduanya berdiri saling berhadapan, mata mereka bertemu satu sama lain. Tatapan hangat dan lembut seorang suami pada wanita yang ia cintai.

“Kau mau melihatnya?”

“Apa?”

“Bagaimana hatiku saat gadis itu pergi?”

Hah! Memang bagaimana caranya aku tahu.

“Keluarlah! Buka pintu itu, kau akan lihat Han menunjukan raut wajah yang belum pernah kau lihat sebelumnya.”

Apa!

Daniah berpaling melihat ke arah pintu. Mengeryit  tidak percaya. Tidak mungkin  batinnya.

“Kenapa? tidak percaya?”

“Tidak mungkin, sayang, apa kau mau bilang Han sedang berdiri di depan pintu karena cemas kau mengingat kejadian saat itu?”

Memang dia tidak punya kerjaan melakukan hal yang tidak masuk akal begitu! Protes Daniah melalui tatapan matanya.

"Mau bertaruh?"

Bersambung

Terpopuler

Comments

Erni Fitriana

Erni Fitriana

hubungan han-saga..saga-han lebih kental dari darah golongan 0😁😁😁😁

2025-01-25

1

Rafalia Azen

Rafalia Azen

daniah kamu pintar bikin stempel kepemilikan,,,,,aku dh nikh 15thn ga bisa bisa pdhl pingin bikin stempel di leher suamiku tetap GK merah 😅ajarin dong mbak Niah😅😅😅

2024-12-16

0

Rosaa

Rosaa

Aaaahhhh ko aku sedih baca part ini

2024-08-05

2

lihat semua
Episodes
1 1. Pengenalan Karakter
2 2. Kisah Dimulai
3 3. Pendidikan Penerus Keluarga
4 4. Calon Keponakan
5 5. Keinginan Daniah
6 6. Gara-Gara Nonton Drama
7 7. Dia Yang Tidak Disebut Namanya
8 8. Ditakuti Tapi Juga Dicintai
9 9. Impian Arandita
10 10. Perasaan Dokter Harun
11 11. Harapan Seorang Ibu
12 12. Amera Dan Arandita
13 13. Lamaran Tiba-Tiba
14 14. Ikut Aku Ke Kamar
15 15. Ruang Kerja Sekretaris Han
16 16. Menginap (Part 1)
17 17. Menginap (Part 2)
18 18. Hidup Normal
19 19. Kecemasan Tuan Saga
20 20. Pertemuan Sangat Penting
21 21. Anak yang Mirip Daniah
22 22. Si Jenius Antarna Group
23 23. Selamat Pagi
24 24. Pristiwa Tak Terduga (Part 1)
25 25. Pristiwa Tidak Terduga (Part 2)
26 26. Dipecat
27 27. Kuliah Panjang Bersama Amera
28 28. Daniah Di Dalam Kamar
29 29. Aran Pergi
30 30. Kesalahan Han (Part 1)
31 31. Kesalahan Han (Part 2)
32 32. Sesuka itu Kau padanya?
33 33. Hidup Baru Arandita Dimulai
34 34. Surat Panggilan Kerja
35 35. Ketulusan
36 36. Karena Sekretaris Han
37 37. Hari persalinan Daniah
38 38. Menuju konfrensi Pers
39 39. Pertemuan Han dan Aran Kembali
40 40. Konfrensi Pers
41 41. Panggilan Kakak (Part 1)
42 42. Panggilan Kakak (Part 2)
43 43. Nama Tuan Putri
44 44. Erina Menangis
45 45. Perasaan firman Untuk Aran
46 46. Makan Malam
47 47. Ibu
48 48. Boleh Aku Menciummu?
49 49. Semua Orang Tahu (Part 1)
50 50. Semua Orang Tahu (Part 2)
51 51. Pertengkaran Kecil
52 52. Mendua Dengan Amera
53 53. Pengakuan Cinta Firman
54 54. Kedatangan Tidak Terduga Han
55 55. Hadiah Untuk Ibu
56 56. Permohonan Maaf
57 57. Hadiah Indah Dari Tuhan
58 58. Pertemuan Firman Dan Sekretaris Han
59 59. Kebaikan Hati Sekretaris Han
60 60. Izin Dari Saga
61 61. Kompaknya Haze dan Sofia (Part 1)
62 62. Kompaknya Haze Dan Sofia (Part 2)
63 63. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 1)
64 64. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 2)
65 65. Calon Penerus Keluarga (Part 1)
66 66. Calon Penerus Keluarga (Part 2)
67 67. Pesona Aran
68 68. Rahasia Terkuak
69 69. Memajukan Hari Pernikahan
70 70. Alasan.
71 71. Firman Sudah Move On
72 72. Tiga Dara Cantik Rumah Utama
73 73. Mempelai Laki-laki
74 74. Mempelai Perempuan
75 75. Final Episode (Janji Pernikahan)
76 76. Spesial Episode (Kejadian Di Pesta)
77 77. Spesial Episode (Malam Pertama)
78 78. Spesial Episode (Malamnya Saga Dan Daniah)
79 79. Spesial Episode (Malam Pertama Yang Tertunda)
80 80. Spesial Episode (Hari Pertama Setelah Menikah)
81 81. Bonus (Grup Chat)
82 82. Epilog (Janji Pernikahan)
83 Terimakasih ^_^
84 LAS Versi Cetak
85 TMTM Musim Spesial
86 83. Setelah Pertengkaran.
87 84. Pindah Tugas Firman
88 85. Hadiah Mobil
89 86. Tidak Pantas
90 87. Rekan Baru
91 88. Main Ke Rumah Erina
92 89. Pamer Kemampuan
93 90. Reka Ulang Adegan
94 91. Sok Kecakepan
95 92. Tendangan Maut
96 93. Masalah selesai
97 97. Pertemuan Di RS
98 98. Tidak Sengaja Curhat
99 99. Pagi Yang Mendung
100 100. Kamu Hamil?
101 101. Final Episode
102 102. Spesial Episode
103 103. Spesial Episode
104 104. Terimakasih
105 Promo Novel
106 Novel Keluarga Franz Fernandez
Episodes

Updated 106 Episodes

1
1. Pengenalan Karakter
2
2. Kisah Dimulai
3
3. Pendidikan Penerus Keluarga
4
4. Calon Keponakan
5
5. Keinginan Daniah
6
6. Gara-Gara Nonton Drama
7
7. Dia Yang Tidak Disebut Namanya
8
8. Ditakuti Tapi Juga Dicintai
9
9. Impian Arandita
10
10. Perasaan Dokter Harun
11
11. Harapan Seorang Ibu
12
12. Amera Dan Arandita
13
13. Lamaran Tiba-Tiba
14
14. Ikut Aku Ke Kamar
15
15. Ruang Kerja Sekretaris Han
16
16. Menginap (Part 1)
17
17. Menginap (Part 2)
18
18. Hidup Normal
19
19. Kecemasan Tuan Saga
20
20. Pertemuan Sangat Penting
21
21. Anak yang Mirip Daniah
22
22. Si Jenius Antarna Group
23
23. Selamat Pagi
24
24. Pristiwa Tak Terduga (Part 1)
25
25. Pristiwa Tidak Terduga (Part 2)
26
26. Dipecat
27
27. Kuliah Panjang Bersama Amera
28
28. Daniah Di Dalam Kamar
29
29. Aran Pergi
30
30. Kesalahan Han (Part 1)
31
31. Kesalahan Han (Part 2)
32
32. Sesuka itu Kau padanya?
33
33. Hidup Baru Arandita Dimulai
34
34. Surat Panggilan Kerja
35
35. Ketulusan
36
36. Karena Sekretaris Han
37
37. Hari persalinan Daniah
38
38. Menuju konfrensi Pers
39
39. Pertemuan Han dan Aran Kembali
40
40. Konfrensi Pers
41
41. Panggilan Kakak (Part 1)
42
42. Panggilan Kakak (Part 2)
43
43. Nama Tuan Putri
44
44. Erina Menangis
45
45. Perasaan firman Untuk Aran
46
46. Makan Malam
47
47. Ibu
48
48. Boleh Aku Menciummu?
49
49. Semua Orang Tahu (Part 1)
50
50. Semua Orang Tahu (Part 2)
51
51. Pertengkaran Kecil
52
52. Mendua Dengan Amera
53
53. Pengakuan Cinta Firman
54
54. Kedatangan Tidak Terduga Han
55
55. Hadiah Untuk Ibu
56
56. Permohonan Maaf
57
57. Hadiah Indah Dari Tuhan
58
58. Pertemuan Firman Dan Sekretaris Han
59
59. Kebaikan Hati Sekretaris Han
60
60. Izin Dari Saga
61
61. Kompaknya Haze dan Sofia (Part 1)
62
62. Kompaknya Haze Dan Sofia (Part 2)
63
63. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 1)
64
64. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 2)
65
65. Calon Penerus Keluarga (Part 1)
66
66. Calon Penerus Keluarga (Part 2)
67
67. Pesona Aran
68
68. Rahasia Terkuak
69
69. Memajukan Hari Pernikahan
70
70. Alasan.
71
71. Firman Sudah Move On
72
72. Tiga Dara Cantik Rumah Utama
73
73. Mempelai Laki-laki
74
74. Mempelai Perempuan
75
75. Final Episode (Janji Pernikahan)
76
76. Spesial Episode (Kejadian Di Pesta)
77
77. Spesial Episode (Malam Pertama)
78
78. Spesial Episode (Malamnya Saga Dan Daniah)
79
79. Spesial Episode (Malam Pertama Yang Tertunda)
80
80. Spesial Episode (Hari Pertama Setelah Menikah)
81
81. Bonus (Grup Chat)
82
82. Epilog (Janji Pernikahan)
83
Terimakasih ^_^
84
LAS Versi Cetak
85
TMTM Musim Spesial
86
83. Setelah Pertengkaran.
87
84. Pindah Tugas Firman
88
85. Hadiah Mobil
89
86. Tidak Pantas
90
87. Rekan Baru
91
88. Main Ke Rumah Erina
92
89. Pamer Kemampuan
93
90. Reka Ulang Adegan
94
91. Sok Kecakepan
95
92. Tendangan Maut
96
93. Masalah selesai
97
97. Pertemuan Di RS
98
98. Tidak Sengaja Curhat
99
99. Pagi Yang Mendung
100
100. Kamu Hamil?
101
101. Final Episode
102
102. Spesial Episode
103
103. Spesial Episode
104
104. Terimakasih
105
Promo Novel
106
Novel Keluarga Franz Fernandez

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!