5. Keinginan Daniah

Hari-hari terus berlalu. Perut Daniah semakin membesar. Jadwal rutin senam hamil yang mendatangkan professional sudah dilakukan. Masalah malas makan sudah semakin berkurang jika Saga meluangkan waktu untuk menemani. Tapi untuk pergi ke luar rumah, izin itu masih sangat sulit keluar. Kecuali di akhir pekan bersama Saga, Daniah menghabiskan hari-harinya hanya di rumah utama.

Gedung Antarna Group.

Saga menjatuhkan tubuh di sofa, menatap kesal jejak nafas orang-orang yang baru saja keluar dari ruangannya. Padahal pagi tadi susana hatinya cukup baik. Langsung menguap mendengar penjelasan bertele-tele orang-orang yang baru keluar dari ruangannya.

“Awasi mereka.”

“Baik Tuan Muda.”

“Apa karena istrinya dekat dengan ibu aku akan membiarkannya.”

Ketegasan Saga berhubungan dengan pekerjaan tidak perlu dipertanyakan lagi. Apalagi jika melibatkan keselamatan nyawa banyak orang.

Dia menyandarkan kepala di sofa. Menunjuk sofa yang lain supaya Sekretaris Han duduk.

“Apa yang kau dapatkan?”

Terjemahan pertanyaan Saga, Normalkah kalau sampai sekarang istrinya masih ngidam yang aneh-aneh.

Han bahkan sudah muak ketika membahas tentang teori ngidam. Karena kondisi Nona Daniah unik dan berbeda dari biasanya. Hingga semua teori yang dia temukan termentahkan begitu saja.

Normalkah ngidamnya nona?

Ini sudah masuk bulan ke tuju, tapi nona masih ngidam juga. Kenapa?

Apa inti dari ngidamnya wanita itu cuma membuat suaminya susah saja?

Mau mengetes cinta suami, lakukan saat kamu ngidam?

Dia sama sekali belum menemukan jawaban yang pasti, yang bisa  dia laporkan pada Saga dengan penuh kebanggaan. Karena semakin dia berusahaa menemukan jawaban, semakin rumit saja penjelasan yang ia dapatkan.

Karena intinya, ngidam itu adalah kondisi terserah si ibu.  Mau berlangsung cuma di tiga bulan pertama atau berrlanjut sampai melahirkan. Semua terserah si ibu. Ya, karena kondisi calon ibu berbeda-beda.

“Membingungkan, kadang dia nempel-nempel padaku. Kadang dia mengusirku. Ibu bilang dia dulu tidak begitu saat mengandungku.” Sesi curhat dengan ibunya bahkan dia lakukan.

“Yang pasti Itu memang kondisi hormonal ibu hamil. Bersabarlah Tuan Muda.”

“Aku kurang sabar apa lagi.” Berteriak sambil menggoyangkan tangan memukul udara. “Kau tahu kemarin dia mengusirku dari tempat tidur, dia bilang sesak bernafas. Tapi kau tahu apa.” Melihat Han seperti sudah ingin melampiaskan kemarahan. “ Tengah malam dia membangunkanku, mengatakan aku jahat kenapa tidak menemaninya tidur.” Mengingat kejadian saat itu sungguh mengesalkan. Wajah Daniah yang sedih sambil memegang perutnya, tidak bisa membuat Saga marah. “Aku ingin berteriak padanya kalau kau yang mengusirku dari tempat tidur.”

Tapi tentu saja itu tidak akan dia lakukan.

Baiklah aku hanya perlu bersabarkan. Aku ingin lihat sehebat apa kau tumbuh nanti. Calon penerus Antarna Group.

Saga tidak perduli, dia laki-laki atau perempuan. Membayangkan untuk yang kedua kali dia sama sekali tidak pernah berfikir untuk itu.

"Niah bersemangat sekali mau menjodohkan kalian."

"Tuan Muda, sudah berulang kali saya katakan, setelah Anda hidup dengan baik, saya akan mulai memikirkan hidup saya."

Kau pasti melihatku kebingungan kan, kadang aku senang kadang aku kesal.

"Jadi,bisakah Anda melarang Nona untuk melakukan apa pun itu." Tidak mau membayangkan apa pun itu. Rencana yang sedang dibuat Nona Daniah.

"Kau gila ya, tidur di sofa saja aku lakukan demi dia sekarang." Artinya dia akan melakukan apapun yang Daniah mau. Termasuk mendukung perjodohan atau apalah itu namanya.

Mungkin benar, kalau Saga sedang mendapatkan sedikit pembalasan atas sikapnya pada ibu calon anaknya. Bagaimana saat-saat pertama pernikahan dia memperlakukan istrinya. Saat Daniah tidak punya hak untuk mengatakan tidak pada apa yang ia ucapkan.

...***...

Senja muncul juga. Saatnya kembali ke rumah utama. Angin sejuk menyentuh ujung rambut.

Mereka keluar dari mobil. Pak Mun mendekat. Han mengambil sesuatu dari  kursi belakang. Dua buah tas.

“Pak Mun akan menyiapkan semuanya, Anda tinggal membawanya pada nona.” Mau menyerahkan tas ke tangan Pak Mun. Namun Saga menyambarnya.

“Berikan padaku, dia kan minta padaku. Aku kan suami siaga.”

Padahal saya juga yang mengantri tadi.

Han mengeluarkan sebuah lembaran brosur dari saku jasnya. Brosur yang ia ambil di meja kedai penjual tadi.

“ Kenapa semuanya warna merah begitu.”  Saga menunjuk gambar-gambar makanan yang sebagian tertulis menggunakan bahasa asing.

“Yang ini kue beras. Warna kuahnya merah, tapi saya.sudah memastikan kalau rasanya tidak pedas. Semua ini bisa dimakan nona, saya sudah memeriksa semuanya.”

“Han, kau sedang bercanda?”

Memprotes nama menu makanan, sejak kapan beras itu wujudnya begitu. Bukankah beras itu nasi yang belum dimasak. Begitu kira-kira yang sedang di protesnya.

“Itu memang sebutannya di negaranya sana Tuan.” Suka-suka negara yang punya makananlah mau memberi nama apa.

Han menjelaskan menu-menu yang ada di bawahnya lagi. Sesuai apa yang diminta Daniah tadi. Bahkan lokasi tempat beli saja sudah ditentukan.

“Dan juga.”

“Apa!” Kesal.

“Kalau nona meminta Tuan Muda untuk makan, rasanya tidak terlalu aneh, jadi cobalah untuk mencicipinya barang sesuap dua suap,untuk membuat nona senang.” Saga melihat brosur makanan yang sama sekali bukan seleranya itu. “Lakukanlah demi bayi dalam perut nona.” Sekretaris Han bicara lagi.

“Kenapa aku musti melakukannya buat dia, aku melakukannya karena Niah. Karena istriku yang minta. Minggir.” Mengusir dengan kata-katanya. Sudah beberapa langkah dia berbalik lagi, menyambar brosur makanan. Sambil  berjalan masuk  dia sedang mengingat-ingat nama makanan pesanan istrinya.

Merinding, saat membayangkan dia harus ikut memakannya juga. Karena selama ini memang begitu. Daniah pasti memaksa Saga mencicipi makanan-makanan yang sebelumnya sama sekali belum pernah masuk ke dalam mulutnya.

...***...

Aran muncul entah dari mana setelah Tuan Saga menghilang. Masuk ke dalam mobil segera tanpa permisi. Saat Han masih memegang pintu mobil.

“Keluar, aku masih banyak pekerjaan”

“Sebentar kenapa si, aku kan ingin melihat pacarku sebentar saja.” Mode tidak tahu malu Aran.

Han tergelak, panggilan pacar itu benar-benar menggelitik baginya. Han masih tetap mempertahankan sikap acuhnya bahkan sampai hari ini. Tidak menolak, namun juga tidak mengiyakan.

“Sepertinya kau makin tidak tahu malu ya.”

“Haha, akan aku anggap itu pujian.” Berdehem pelan sambil mengeluarkan hp kerjanya. Dia sudah menuliskan banyak catatan kerjanya. Mau melaporkan tugasnya. “ Saya hanya mau melaporkan seperti yang Anda minta Tuan Han.” Memberi tekanan tegas saat memanggil Han.

“Kirimkan saja ke nomorku.”

“Aku ingin melaporkannya langsung. Supaya ada kesempatan untuk bicara dengan Anda.”

Sebenarnya kau ini perempuan bukan si, kenapa sifatmu berbeda sekali dengan Nona Daniah. Cuma rambut kalian yang sama.

Tapi sekali lagi, tanpa mengatakannya terlihat kalau Sekretaris Han sama sekali tidak menolak keberadaan Aran.

“Ada beberapa hal yang ingin nona lalukan. Yang pasti nona ingin pergi keluar rumah.” Melihat ke arah Han sesekali.

“Teruskan.”

Aaa, artinya dia senang bersamaku kan.

“Nona ingin melihat matahari terbit di Danau hijau, pulang ke rumah orangtuanya, sudah lama dia tidak bertemu Raksa. Yang ketiga, nona ingin pergi ke rumah Saya.”

Han langsung menyeringai.

“Sungguh Tuan, saya tidak mungkin berbohong atas nama Nona Daniah.”

Han menunggu penjelasan.

“Sebenarnya nona ingin mendengar cerita tentang melahirkan pada ibu yang benar-benar sudah mengalami, bukan hanya yang dia lihat dari video. Hubungannya dengan Nyonya katanya tidak terlalu dekat, jadi nona merasa sungkan.”

“Memangnya nona dekat dengan ibumu.”

“Haha, ibuku kan calon mertua Anda Tuan, ibuku itu orang baik hati yang mudah akrab dengan siapapun. Ya sepertinya menurun pada saya. Jadi nona ingin bertemu dengan ibu saya. Nona kan pernah sekali bertemu dengan ibu saya.” Mengoceh, mengoceh supaya Han terpancing menanyakan tentang ibunya.

Sia-sia.

“Teruskan.”

Cemberut tapi melanjutkan. Menggeser catatan.

"Nona ingin double date.”

“Apa lagi itu.”

“Kencan ganda Tuan, kencan berempat dengan pasangan masing-masing. Nona sangat bersemangat, saya juga.”

“Kenapa kau bersemangat, memang siapa yang mau mengajakmu.”

Aran tertawa, sambil menarik ujung Jas Sekretaris Han.

“Nona ingin double date dengan kita. Tuan Saga dan Nona Daniah, Saya dan Anda.” Menutup muka malu-malu tapi girang.

“Keluar!”

Reaksi yang sudah dibayangkan Aran. Dasar menyebalkan. Tapi dia tidak bisa membantah lagi, karena laporannya juga sudah selesai.

Aran masih berdiri di depan pintu.

“Saya menantikan double datenya Tuan, jadi bersiaplah.” Seperti sebelumnya langsung lari setelah memprovokasi.

Hah! kenapa dia makin hari makin lucu begitu.

Han menggoyangkan kepalanya. Sebelum penerus keluarga Antarna Group lahir, masih jauh dari dia memikirkan perasaanya sendiri.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Virgo Girl

Virgo Girl

Gemesin banget duo HanAra 😃😃

2025-01-17

1

☠ᵏᵋᶜᶟ🏘⃝Aⁿᵘ𝖖𝖎𝖑𝖑𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ

☠ᵏᵋᶜᶟ🏘⃝Aⁿᵘ𝖖𝖎𝖑𝖑𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ

🤣🤣🤣 calon bini kau han 🤣🤣

2024-12-18

3

🍒 Chi Chi 🍒

🍒 Chi Chi 🍒

keluar kan nyawamu

2024-10-05

1

lihat semua
Episodes
1 1. Pengenalan Karakter
2 2. Kisah Dimulai
3 3. Pendidikan Penerus Keluarga
4 4. Calon Keponakan
5 5. Keinginan Daniah
6 6. Gara-Gara Nonton Drama
7 7. Dia Yang Tidak Disebut Namanya
8 8. Ditakuti Tapi Juga Dicintai
9 9. Impian Arandita
10 10. Perasaan Dokter Harun
11 11. Harapan Seorang Ibu
12 12. Amera Dan Arandita
13 13. Lamaran Tiba-Tiba
14 14. Ikut Aku Ke Kamar
15 15. Ruang Kerja Sekretaris Han
16 16. Menginap (Part 1)
17 17. Menginap (Part 2)
18 18. Hidup Normal
19 19. Kecemasan Tuan Saga
20 20. Pertemuan Sangat Penting
21 21. Anak yang Mirip Daniah
22 22. Si Jenius Antarna Group
23 23. Selamat Pagi
24 24. Pristiwa Tak Terduga (Part 1)
25 25. Pristiwa Tidak Terduga (Part 2)
26 26. Dipecat
27 27. Kuliah Panjang Bersama Amera
28 28. Daniah Di Dalam Kamar
29 29. Aran Pergi
30 30. Kesalahan Han (Part 1)
31 31. Kesalahan Han (Part 2)
32 32. Sesuka itu Kau padanya?
33 33. Hidup Baru Arandita Dimulai
34 34. Surat Panggilan Kerja
35 35. Ketulusan
36 36. Karena Sekretaris Han
37 37. Hari persalinan Daniah
38 38. Menuju konfrensi Pers
39 39. Pertemuan Han dan Aran Kembali
40 40. Konfrensi Pers
41 41. Panggilan Kakak (Part 1)
42 42. Panggilan Kakak (Part 2)
43 43. Nama Tuan Putri
44 44. Erina Menangis
45 45. Perasaan firman Untuk Aran
46 46. Makan Malam
47 47. Ibu
48 48. Boleh Aku Menciummu?
49 49. Semua Orang Tahu (Part 1)
50 50. Semua Orang Tahu (Part 2)
51 51. Pertengkaran Kecil
52 52. Mendua Dengan Amera
53 53. Pengakuan Cinta Firman
54 54. Kedatangan Tidak Terduga Han
55 55. Hadiah Untuk Ibu
56 56. Permohonan Maaf
57 57. Hadiah Indah Dari Tuhan
58 58. Pertemuan Firman Dan Sekretaris Han
59 59. Kebaikan Hati Sekretaris Han
60 60. Izin Dari Saga
61 61. Kompaknya Haze dan Sofia (Part 1)
62 62. Kompaknya Haze Dan Sofia (Part 2)
63 63. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 1)
64 64. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 2)
65 65. Calon Penerus Keluarga (Part 1)
66 66. Calon Penerus Keluarga (Part 2)
67 67. Pesona Aran
68 68. Rahasia Terkuak
69 69. Memajukan Hari Pernikahan
70 70. Alasan.
71 71. Firman Sudah Move On
72 72. Tiga Dara Cantik Rumah Utama
73 73. Mempelai Laki-laki
74 74. Mempelai Perempuan
75 75. Final Episode (Janji Pernikahan)
76 76. Spesial Episode (Kejadian Di Pesta)
77 77. Spesial Episode (Malam Pertama)
78 78. Spesial Episode (Malamnya Saga Dan Daniah)
79 79. Spesial Episode (Malam Pertama Yang Tertunda)
80 80. Spesial Episode (Hari Pertama Setelah Menikah)
81 81. Bonus (Grup Chat)
82 82. Epilog (Janji Pernikahan)
83 Terimakasih ^_^
84 LAS Versi Cetak
85 TMTM Musim Spesial
86 83. Setelah Pertengkaran.
87 84. Pindah Tugas Firman
88 85. Hadiah Mobil
89 86. Tidak Pantas
90 87. Rekan Baru
91 88. Main Ke Rumah Erina
92 89. Pamer Kemampuan
93 90. Reka Ulang Adegan
94 91. Sok Kecakepan
95 92. Tendangan Maut
96 93. Masalah selesai
97 97. Pertemuan Di RS
98 98. Tidak Sengaja Curhat
99 99. Pagi Yang Mendung
100 100. Kamu Hamil?
101 101. Final Episode
102 102. Spesial Episode
103 103. Spesial Episode
104 104. Terimakasih
105 Promo Novel
106 Novel Keluarga Franz Fernandez
Episodes

Updated 106 Episodes

1
1. Pengenalan Karakter
2
2. Kisah Dimulai
3
3. Pendidikan Penerus Keluarga
4
4. Calon Keponakan
5
5. Keinginan Daniah
6
6. Gara-Gara Nonton Drama
7
7. Dia Yang Tidak Disebut Namanya
8
8. Ditakuti Tapi Juga Dicintai
9
9. Impian Arandita
10
10. Perasaan Dokter Harun
11
11. Harapan Seorang Ibu
12
12. Amera Dan Arandita
13
13. Lamaran Tiba-Tiba
14
14. Ikut Aku Ke Kamar
15
15. Ruang Kerja Sekretaris Han
16
16. Menginap (Part 1)
17
17. Menginap (Part 2)
18
18. Hidup Normal
19
19. Kecemasan Tuan Saga
20
20. Pertemuan Sangat Penting
21
21. Anak yang Mirip Daniah
22
22. Si Jenius Antarna Group
23
23. Selamat Pagi
24
24. Pristiwa Tak Terduga (Part 1)
25
25. Pristiwa Tidak Terduga (Part 2)
26
26. Dipecat
27
27. Kuliah Panjang Bersama Amera
28
28. Daniah Di Dalam Kamar
29
29. Aran Pergi
30
30. Kesalahan Han (Part 1)
31
31. Kesalahan Han (Part 2)
32
32. Sesuka itu Kau padanya?
33
33. Hidup Baru Arandita Dimulai
34
34. Surat Panggilan Kerja
35
35. Ketulusan
36
36. Karena Sekretaris Han
37
37. Hari persalinan Daniah
38
38. Menuju konfrensi Pers
39
39. Pertemuan Han dan Aran Kembali
40
40. Konfrensi Pers
41
41. Panggilan Kakak (Part 1)
42
42. Panggilan Kakak (Part 2)
43
43. Nama Tuan Putri
44
44. Erina Menangis
45
45. Perasaan firman Untuk Aran
46
46. Makan Malam
47
47. Ibu
48
48. Boleh Aku Menciummu?
49
49. Semua Orang Tahu (Part 1)
50
50. Semua Orang Tahu (Part 2)
51
51. Pertengkaran Kecil
52
52. Mendua Dengan Amera
53
53. Pengakuan Cinta Firman
54
54. Kedatangan Tidak Terduga Han
55
55. Hadiah Untuk Ibu
56
56. Permohonan Maaf
57
57. Hadiah Indah Dari Tuhan
58
58. Pertemuan Firman Dan Sekretaris Han
59
59. Kebaikan Hati Sekretaris Han
60
60. Izin Dari Saga
61
61. Kompaknya Haze dan Sofia (Part 1)
62
62. Kompaknya Haze Dan Sofia (Part 2)
63
63. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 1)
64
64. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 2)
65
65. Calon Penerus Keluarga (Part 1)
66
66. Calon Penerus Keluarga (Part 2)
67
67. Pesona Aran
68
68. Rahasia Terkuak
69
69. Memajukan Hari Pernikahan
70
70. Alasan.
71
71. Firman Sudah Move On
72
72. Tiga Dara Cantik Rumah Utama
73
73. Mempelai Laki-laki
74
74. Mempelai Perempuan
75
75. Final Episode (Janji Pernikahan)
76
76. Spesial Episode (Kejadian Di Pesta)
77
77. Spesial Episode (Malam Pertama)
78
78. Spesial Episode (Malamnya Saga Dan Daniah)
79
79. Spesial Episode (Malam Pertama Yang Tertunda)
80
80. Spesial Episode (Hari Pertama Setelah Menikah)
81
81. Bonus (Grup Chat)
82
82. Epilog (Janji Pernikahan)
83
Terimakasih ^_^
84
LAS Versi Cetak
85
TMTM Musim Spesial
86
83. Setelah Pertengkaran.
87
84. Pindah Tugas Firman
88
85. Hadiah Mobil
89
86. Tidak Pantas
90
87. Rekan Baru
91
88. Main Ke Rumah Erina
92
89. Pamer Kemampuan
93
90. Reka Ulang Adegan
94
91. Sok Kecakepan
95
92. Tendangan Maut
96
93. Masalah selesai
97
97. Pertemuan Di RS
98
98. Tidak Sengaja Curhat
99
99. Pagi Yang Mendung
100
100. Kamu Hamil?
101
101. Final Episode
102
102. Spesial Episode
103
103. Spesial Episode
104
104. Terimakasih
105
Promo Novel
106
Novel Keluarga Franz Fernandez

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!