19. Kecemasan Tuan Saga

Ruang meeting menjelang sore.

Suasana agak tegang di antara semua orang yang ada dalam ruangan. Penanggung jawab acara pesta rakyat mall Antarna Group sedang membacakan laporannya. CEO mall yang duduk di samping  Saga,  pun melirik bergantian ke semua orang. Dia akan ikut bertanggung jawab dengan hasil laporan yang dibacakan itu. Tidak, sebagai pimpinan dialah yang harus maju pertama kali sebelum bawahannya.

Seraut wajah bimbang yang terlihat agak kurang fokus terlihat dengan jelas di wajah Tuan Saga. Ada yang dia risaukan saat ini. Semua orang setiap sepersekian detik selalu melirik ke arah Saga setelah beberapa kalimat  dibacakan. Diam, namun dengan mata sedikit mengkerut.

Saga sedang memikirkan sesuatu, dan entah apa itu. Hanya dia dan Tuhan yang tahu. Caranya diam, terlihat jauh lebih serius daripada  saat mendengar laporan Pak Mun, yang gagal mencegah Daniah keluar rumah. Dan pada akhirnya istrinya keluar hanya ditemani dua pelayan wanita dan Aran. Dia sedikit kesal tadi dengan Pak Mun. Tapi itu bukan sumber kegalauan di matanya sekarang.

Saat ini Saga masih diam, sehingga penanggungjawab itu meneruskan laporannya. Dengan intonasi mengeras namun masih sopan. Tetap tidak membuat laki-laki itu terbangun dari dunianya.

“Penjualan setiap harinya terjadi peningkatan sekitar 50%, semakin menuju hari penutupan semakin ramai.” Laki-laki itu terlihat gamang lagi untuk meneruskan laporannya, melihat ke arah CEOnya. Yang menaikan kedua tangan untuk melanjutkan. “Semuanya berjalan sangat baik sesuai dengan rencana awal.” Memberi intonasi meyakinkan pada kalimat sangat baik sesuai rencana.

Kenapa Tuan Saga diam saja!

Sepertinya bukan hanya dia yang terlihat cukup tegang, semua orang kecuali manusia sedingin salju itu, yang lain juga terlihat pucat. Hanya Sekretaris Han yang terlihat fokus membuka laporan yang ada di tangannya tanpa terganggu sama sekali dengan wajah Tuan Saga yang terlihat acuh.

“Bagus, lakukan sesuai dengan rencana.” Han mengetuk meja tiga kali. Dia tahu semua orang bisa  membaca situasi dengan diamnya Tuan Saga. Dan di ruangan ini cuma dia yang tahu ada apa dengan sikap diamnya Tuan Saga. Tapi, dia pun tidak merasa perlu menjawab rasa penasaran orang-orang.

"Baik!”  Serempak semua menjawab.

“Tuan, apa ada yang ingin Anda sampaikan.” Menutup map yang sama sekali tidak di sentuh Saga, baik dengan tangannya atau tatapannya.

Saga tidak menjawab, dia mendorong kursinya lalu bangun. Semua orang yang ada di ruangan meeting refleks gelagapan ikut bangun.

Mati aku, apa aku membuat kesalahan.

Semua orang, kecuali Han.

“Bereskan semuanya Han.” Tidak menunjukan reaksi apa pun pada laporan yang diberikan. Hanya melihat sekilas ke semua orang lalu mendesah jengah. Membuat semua orang semakin salah paham.

“Baik Tuan.” Han membuka pintu dan membiarkan Saga berlalu dari ruangan.

Kenapa ini, kami melakukan kesalahan apa!

Masih semua orang yang menatap khawatir kearah sekretaris yang tertinggal.

Kalau Tuan Saga melemparkan berkas laporan itu tandanya dia tidak suka, kalau dia diam tak bergeming tapi dengan garis bibir yang sedikit ditarik lalu dia bilang “Bagus, kalian sudah bekerja keras.” Itu artinya dia menyukai hasil kerja mereka. Tapi ini, bahkan sudah sedari awal dia seperti tidak mendengarkan isi laporan yang mereka sampaikan. Padahal kali ini dari segi penjualan dan semua acara berjalan sempurna. Mereka layak untuk mendapatkan pujian.

“Hari ini kalian sudah bekerja dengan baik, teruskan semuanya sesuai dengan rencana. Tuan Saga menunggu hasil kerja keras kalian.” Mereka langsung menarik nafas lega, bahkan bisa menggerakkan tubuh menggeser duduk saat mendengar apa yang disampaikan Sekretaris Han.

“Baik!”

Sampai Han keluar dari ruangan meeting, semua hanya berbisik. Lega karena sesuai target rencana, sekaligus penasaran kenapa Tuan Saga bersikap demikian.

...***...

Setelah keluar dari ruangan meeting.

Han membawa semua berkas laporan menyerahkan pada staf sekretarisnya. Seseorang sudah menunggu membawa nampan berisi satu gelas jus dan sepiring potongan buah. Saat memasuki ruangan, pemilik gedung ini masih terlihat menekuk wajah yang sama saat keluar dari ruangan meeting tadi.

Anda sampai memikirkannya secemas ini.

“Tuan, semua belum bisa dipastikan sebelum hari kelahiran, jadi tidak ada yang perlu Anda khawatirkan sekarang.” Menyerahkan gelas ke tangan Saga. Yang diambil dengan iringan *******. Han yangnselalu tahu apa sumber kecemasan tuannya. “Semua pasti baik-baik saja.” Lanjut Han lagi.

Sejauh ini itulah yang harus ia percayai untuk dirinya sendiri. Jenis kelamin apa pun anak Nona Daniah nanti, dialah pewaris Antarna Group. Tanggung jawab besar setelah Tuan Saga akan ada padanya kelak. Laki-laki atau perempuan itu tidaklah penting.

Suasana hati Tuan Saga cukup baik tadi sebelum kedatangan Dokter Harun dan dokter kandungan yang bertanggungjawab untuk Nona Daniah. Namun seiring selesainya laporan mereka, seraut wajah itu mulai terlihat sedikit cemas.

Hasil USG memang tidak menjamin seratus persen, namun biasanya prediksi dokter tidak akan jauh meleset dari hasil USG. Setelah beberapa kali pemeriksaan, laporan Dokter Harun hasilnya tetap sama.

"Han."

"Ia Tuan Muda."

“Bagaimana kalau dia mirip Niah?" Gamang sendiri. "Tidak, seharusnya aku suka kalau dia mirip Niah, mirip Niah lebih baik, jangan mirip denganku."

Akan lebih mudah kalau dia lebih mirip Anda.

Kalau bisa memilih, Han akan lebih senang dengan opsi yang kedua.

"Benar pasti mirip Niah." Saga kembali meyakinkan diri dengan kata-kata tegas. "Ah, pasti dia mengemaskan kalau dia mirip Niah. Membayangkan saja hatiku rasanya mau meledak. Eh, Tidak!” menolak sepakat dengan pendapatnya sendiri. “Niah yang paling cantik dan mengemaskan. Tentu saja Niahku yang paling mengemaskan.” Tertawa dengan pujiannya pada istrinya sendiri.

Ya, ya sesuka Anda Tuan Muda mau mengatakan apa.

Han hanya bergumam sambil menyerahkan garpu yang.sudah berisi buah merah segar.

Tapi bagaimana kalau sifatnya juga mirip Niah. Gumaman pelan yang tertangkap di telinga Han. Saga melirik laki-laki di sampingnya. Kalau sifatnya seperti Niah, kau harus mendidiknya tentunya.

"Kalau itu, kau yang harus menghadapinya." Tersenyum tidak berperasaan.

Saya tidak mau membayangkannya Tuan Muda. Satu nona seperti Nona Daniah sudah cukup. Kalau hanya wajahnya seperti nona, itu akan lebih baik. Pasti lucu.

Eh....

Hah. Mungkin apa yang sedang mereka resahkan memang terlalu dini untuk dipikirkan. Bayi yang bahkan belum lahir, sudah tertulis rencana hidup masa depannya. Han bahkan mulai kepikiran, apakah dia bisa bersikap setegas itu menghadapi bocah yang wajahnya mirip dengan nona mudanya. Cepat-cepat dia mengusir pikiran itu. Membuatnya merinding sendiri.

“Mereka bisa datang semua?” Melemparkan garpunya ke piring. Han meraihnya lalu gantian menghabiskan apa yang masih ada di piring.

Pertemuan penting membahas sesuatu yang sangat penting. Semua orang dikumpulkan Saga malam ini. Untuk menjawab rasa penasarannya.

“Tuan Ken sudah minta izinbkarena sedang dinas dinluar negri, kalau Tuan Arya, akan datang izin terlambat karena sedang syuting diluar kota. Veron masih menyelesaikan masalah di kota XX. Revan juga akan kembali hari ini.”

“Dia tidak berguna, dia kan jomblo.” Kata-kata tidak berbelas kasih keluar ditujukan untuk seseorang bernama Revan, padahal jelas-jelas orang yang ada di hadapannya juga masih satu kasta. Sama-sama jomblo.

Yang di hadapannya lebih parah, karena alasan kejombloannya adalah pengabdian pada tuannya.

Jomblo itu kan kalau tidak ada yang disuka, tapi, aku kan ada yang aku sukai. Ehem.  Bangga, karena yakin perasaan sukanya tidak masuk kamus bertepuk sebelah tangan.

“Kenapa kau tersenyum?”

“Tidak Tuan Muda.”

Aku pasti sudah gila, tanpa **sad**ar aku tersenyum saat memikirkan gadis itu.

“Kau sudah mulai gila sepertinya, menikah sana!”

Han hanya menoleh sambil mengunyah buah di mulutnya.

"Kau menyukai gadis itu rupayanya, siapa namanya, yang sepanjang hari dibicarakan Niah." Han tidak perlu membuka mulut karena Saga tidak perlu jawaban. " Aku jadi merindukan Niah, mana hpku."

Benar seperti ini saja, jangan cemaskan apa pun sebelum nona melahirkan.

Pertemuan sangat penting membahas sesuatu yang sangat penting, akan berlangsung malam ini. Menjawab semua kecemasannbTuan Saga. Han berharap.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Erni Fitriana

Erni Fitriana

novel yg tidak pernah membosankan👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾

2025-01-27

1

Ida Miswanti

Ida Miswanti

Sekretaris HAN, Dokter HARUN, NOAH, Si genius REVAN, KEANU (Ken Walikota tempat Bulan Madu), Sang Aktor ARYA, BRIAN( Putra Pak Mun), ABRAM (Pak Menteri), dan VERON. 🥳🥳🥳 Akhirnya aku tau THE BEST FRIEND Tuan Muda Saga 😘🫰

2024-06-11

12

Lyn

Lyn

oallaa, ternyata saga malah bimbang karna kapitan anaknya bakal cewe. wkwk

dan lgi pertemuan apa lgi yg saga mo bhas ni, pke yg jonblo kagak penting lgi wkwk penasaran, tapi enth kenapa selalu dehh bikin terkesan Sama Han dan saga, enth krna emng pikiran mereka harus didoktrin jadi 1 makanya apapun tentang Saga Han tau semua tnpa bicara.

2024-01-30

4

lihat semua
Episodes
1 1. Pengenalan Karakter
2 2. Kisah Dimulai
3 3. Pendidikan Penerus Keluarga
4 4. Calon Keponakan
5 5. Keinginan Daniah
6 6. Gara-Gara Nonton Drama
7 7. Dia Yang Tidak Disebut Namanya
8 8. Ditakuti Tapi Juga Dicintai
9 9. Impian Arandita
10 10. Perasaan Dokter Harun
11 11. Harapan Seorang Ibu
12 12. Amera Dan Arandita
13 13. Lamaran Tiba-Tiba
14 14. Ikut Aku Ke Kamar
15 15. Ruang Kerja Sekretaris Han
16 16. Menginap (Part 1)
17 17. Menginap (Part 2)
18 18. Hidup Normal
19 19. Kecemasan Tuan Saga
20 20. Pertemuan Sangat Penting
21 21. Anak yang Mirip Daniah
22 22. Si Jenius Antarna Group
23 23. Selamat Pagi
24 24. Pristiwa Tak Terduga (Part 1)
25 25. Pristiwa Tidak Terduga (Part 2)
26 26. Dipecat
27 27. Kuliah Panjang Bersama Amera
28 28. Daniah Di Dalam Kamar
29 29. Aran Pergi
30 30. Kesalahan Han (Part 1)
31 31. Kesalahan Han (Part 2)
32 32. Sesuka itu Kau padanya?
33 33. Hidup Baru Arandita Dimulai
34 34. Surat Panggilan Kerja
35 35. Ketulusan
36 36. Karena Sekretaris Han
37 37. Hari persalinan Daniah
38 38. Menuju konfrensi Pers
39 39. Pertemuan Han dan Aran Kembali
40 40. Konfrensi Pers
41 41. Panggilan Kakak (Part 1)
42 42. Panggilan Kakak (Part 2)
43 43. Nama Tuan Putri
44 44. Erina Menangis
45 45. Perasaan firman Untuk Aran
46 46. Makan Malam
47 47. Ibu
48 48. Boleh Aku Menciummu?
49 49. Semua Orang Tahu (Part 1)
50 50. Semua Orang Tahu (Part 2)
51 51. Pertengkaran Kecil
52 52. Mendua Dengan Amera
53 53. Pengakuan Cinta Firman
54 54. Kedatangan Tidak Terduga Han
55 55. Hadiah Untuk Ibu
56 56. Permohonan Maaf
57 57. Hadiah Indah Dari Tuhan
58 58. Pertemuan Firman Dan Sekretaris Han
59 59. Kebaikan Hati Sekretaris Han
60 60. Izin Dari Saga
61 61. Kompaknya Haze dan Sofia (Part 1)
62 62. Kompaknya Haze Dan Sofia (Part 2)
63 63. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 1)
64 64. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 2)
65 65. Calon Penerus Keluarga (Part 1)
66 66. Calon Penerus Keluarga (Part 2)
67 67. Pesona Aran
68 68. Rahasia Terkuak
69 69. Memajukan Hari Pernikahan
70 70. Alasan.
71 71. Firman Sudah Move On
72 72. Tiga Dara Cantik Rumah Utama
73 73. Mempelai Laki-laki
74 74. Mempelai Perempuan
75 75. Final Episode (Janji Pernikahan)
76 76. Spesial Episode (Kejadian Di Pesta)
77 77. Spesial Episode (Malam Pertama)
78 78. Spesial Episode (Malamnya Saga Dan Daniah)
79 79. Spesial Episode (Malam Pertama Yang Tertunda)
80 80. Spesial Episode (Hari Pertama Setelah Menikah)
81 81. Bonus (Grup Chat)
82 82. Epilog (Janji Pernikahan)
83 Terimakasih ^_^
84 LAS Versi Cetak
85 TMTM Musim Spesial
86 83. Setelah Pertengkaran.
87 84. Pindah Tugas Firman
88 85. Hadiah Mobil
89 86. Tidak Pantas
90 87. Rekan Baru
91 88. Main Ke Rumah Erina
92 89. Pamer Kemampuan
93 90. Reka Ulang Adegan
94 91. Sok Kecakepan
95 92. Tendangan Maut
96 93. Masalah selesai
97 97. Pertemuan Di RS
98 98. Tidak Sengaja Curhat
99 99. Pagi Yang Mendung
100 100. Kamu Hamil?
101 101. Final Episode
102 102. Spesial Episode
103 103. Spesial Episode
104 104. Terimakasih
105 Promo Novel
106 Novel Keluarga Franz Fernandez
Episodes

Updated 106 Episodes

1
1. Pengenalan Karakter
2
2. Kisah Dimulai
3
3. Pendidikan Penerus Keluarga
4
4. Calon Keponakan
5
5. Keinginan Daniah
6
6. Gara-Gara Nonton Drama
7
7. Dia Yang Tidak Disebut Namanya
8
8. Ditakuti Tapi Juga Dicintai
9
9. Impian Arandita
10
10. Perasaan Dokter Harun
11
11. Harapan Seorang Ibu
12
12. Amera Dan Arandita
13
13. Lamaran Tiba-Tiba
14
14. Ikut Aku Ke Kamar
15
15. Ruang Kerja Sekretaris Han
16
16. Menginap (Part 1)
17
17. Menginap (Part 2)
18
18. Hidup Normal
19
19. Kecemasan Tuan Saga
20
20. Pertemuan Sangat Penting
21
21. Anak yang Mirip Daniah
22
22. Si Jenius Antarna Group
23
23. Selamat Pagi
24
24. Pristiwa Tak Terduga (Part 1)
25
25. Pristiwa Tidak Terduga (Part 2)
26
26. Dipecat
27
27. Kuliah Panjang Bersama Amera
28
28. Daniah Di Dalam Kamar
29
29. Aran Pergi
30
30. Kesalahan Han (Part 1)
31
31. Kesalahan Han (Part 2)
32
32. Sesuka itu Kau padanya?
33
33. Hidup Baru Arandita Dimulai
34
34. Surat Panggilan Kerja
35
35. Ketulusan
36
36. Karena Sekretaris Han
37
37. Hari persalinan Daniah
38
38. Menuju konfrensi Pers
39
39. Pertemuan Han dan Aran Kembali
40
40. Konfrensi Pers
41
41. Panggilan Kakak (Part 1)
42
42. Panggilan Kakak (Part 2)
43
43. Nama Tuan Putri
44
44. Erina Menangis
45
45. Perasaan firman Untuk Aran
46
46. Makan Malam
47
47. Ibu
48
48. Boleh Aku Menciummu?
49
49. Semua Orang Tahu (Part 1)
50
50. Semua Orang Tahu (Part 2)
51
51. Pertengkaran Kecil
52
52. Mendua Dengan Amera
53
53. Pengakuan Cinta Firman
54
54. Kedatangan Tidak Terduga Han
55
55. Hadiah Untuk Ibu
56
56. Permohonan Maaf
57
57. Hadiah Indah Dari Tuhan
58
58. Pertemuan Firman Dan Sekretaris Han
59
59. Kebaikan Hati Sekretaris Han
60
60. Izin Dari Saga
61
61. Kompaknya Haze dan Sofia (Part 1)
62
62. Kompaknya Haze Dan Sofia (Part 2)
63
63. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 1)
64
64. Bertemu Tuan Saga Dan Daniah (Part 2)
65
65. Calon Penerus Keluarga (Part 1)
66
66. Calon Penerus Keluarga (Part 2)
67
67. Pesona Aran
68
68. Rahasia Terkuak
69
69. Memajukan Hari Pernikahan
70
70. Alasan.
71
71. Firman Sudah Move On
72
72. Tiga Dara Cantik Rumah Utama
73
73. Mempelai Laki-laki
74
74. Mempelai Perempuan
75
75. Final Episode (Janji Pernikahan)
76
76. Spesial Episode (Kejadian Di Pesta)
77
77. Spesial Episode (Malam Pertama)
78
78. Spesial Episode (Malamnya Saga Dan Daniah)
79
79. Spesial Episode (Malam Pertama Yang Tertunda)
80
80. Spesial Episode (Hari Pertama Setelah Menikah)
81
81. Bonus (Grup Chat)
82
82. Epilog (Janji Pernikahan)
83
Terimakasih ^_^
84
LAS Versi Cetak
85
TMTM Musim Spesial
86
83. Setelah Pertengkaran.
87
84. Pindah Tugas Firman
88
85. Hadiah Mobil
89
86. Tidak Pantas
90
87. Rekan Baru
91
88. Main Ke Rumah Erina
92
89. Pamer Kemampuan
93
90. Reka Ulang Adegan
94
91. Sok Kecakepan
95
92. Tendangan Maut
96
93. Masalah selesai
97
97. Pertemuan Di RS
98
98. Tidak Sengaja Curhat
99
99. Pagi Yang Mendung
100
100. Kamu Hamil?
101
101. Final Episode
102
102. Spesial Episode
103
103. Spesial Episode
104
104. Terimakasih
105
Promo Novel
106
Novel Keluarga Franz Fernandez

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!