“Mau taruhan.” Saga mencium pipi kanan, lalu mundur bersandar lagi. “Kalau aku menang aku bisa melakukan apapun yang aku suka padamu, termasuk memelukmu saat tidur.” Kali ini mencium bibir tiga kali ketukan lalu mundur lagi ke belakang. Tertawa saat melihat istrinya mendesah dengan kelakuannya. “Kalau kau yang menang.” Diam. Lalu mencium bibir lagi. Tertawa lagi melihat Daniah yang mulai kesal menunggunya menyelesaikan pembicaraan. “Kalau kau yang menang, kau jadi milikku.”
“Oke sepakat.” Menahan bahu Saga yang mau maju. “Sudah hentikan. Aku keluar ya?"
“Hemm.” Tersenyum samar.
Daniah berbalik, berjalan dua langkah lalu terhenti. Memutar tubuh melihat ke arah Saga. Sepertinya ada yang aneh gumamnya sambil berfikir. Sepertinya dia sudah pernah mengalami taruhan seperti ini.
“Sayang, sepertinya ada yang aneh deh.”
“Apa?” Huss, huss, mengusir dengan gerakan tangan supaya Daniah berjalan menuju pintu dengan segera.
“Tadi hadiahnya kalau aku yang menang apa tadi?”
“Kau mau mengganti hadiahnya.” Menarik kerah leher bajunya. Sampai dadanya terlihat. “Mau menggantinya dengan tubuhku.”
“Tidak! Hadiah yang pertama saja.”
Dia ini senang sekali menghadiahkan tubuhnya. Masalahnya bukan apa-apa, dia menyuruhku menikmati tubuhnya sepanjang malam Aaaa, itu sebenarnya hadiahku apa hadiahmu.
Walaupun ada yang mengganjal di hatinya Daniah akhirnya melangkah juga. Sementara Saga duduk melompat lagi di dekat jendela, sambil tergelak senang.
Dia menggemaskan sekali.
Sambil terus melihat Istrinya mendekat ke arah pintu.
"Niah!"
"Ia sayang."
"Kau mau keluar kamar dengan baju itu?"
Eh, benar juga. Buru-buru diambilnya sweater di sofa. Lalu dipakainya menutupi tubuh.
Han berdiri di depan pintu, mana mungkin.
Saat pintu terbuka, handle masih dipegangnya. Daniah mundur selangkah. Di depannya dia benar-benar melihat Han sedang berdiri diam, melihat ke arah pintu. Terlihat terkejut saat pintu terbuka. Raut wajah milik Raksa yang mencemaskannya terlihat jelas di wajah Sekretaris Han saat ini. Benar, ini pertama kalinya Daniah melihat pandangan seperti itu di mata Han.
Dasar gila! Apa dia benar-benar akan berdiri sepanjang malam karena mencemaskan Tuan Saga.
“Nona.” Beberapa kali Han memanggil sampai Daniah tersadar. “Nona, apa terjadi sesuatu?”
Aku ingin memeluknya dan berterimakasih karena benar-benar terharu.
Kesedihan Tuan Saga saat itu bisa tergambar dengan jelas sekarang di pelupuk Daniah, begitupula dengan kesetiaan Han padanya. Malam ini pasti Han mencemaskan hati Tuan Saga.
“Nona.”
“Eh, tidak. Tidak ada apa-apa.”
“Kenapa Anda keluar? Apa tuan muda memerlukan sesuatu.” Han menunggu jawaban sambil melihat ke dalam kamar. Dia tidak melihat keberadaan Saga.
Apa aku boleh menanyakannya ya. Aku penasaran. Daniah berbalik melihat ke dalam kamar. Dia pun tidak menangkap bayangan Saga. Sepertinya aman batinnya.
“Sekretaris Han, apa hari itu Tuan Saga menangis?”
“Apa?”
Sedang membuat kesimpulan, lalu tidak lama terdengar Han bernafas lega. Sepertinya kekhawatiranku terlalu berlebihan gumamnya. Bagaimanapun keberadaan wanita yang ada di hadapannya ini telah merubah hidup laki-laki yang ia layani. Hingga tidak mungkin membuatnya mengingat luka itu kembali. Dia berdiri di depan kamar untuk memastikan itu.
“Masuklah Nona, selamat istirahat.”
Kau tahu maksudku tapi tidak mau mengatakannya kan. Dasar.
“Jawab dulu.”
“Kenapa Anda tidak menanyakannya langsung pada tuan muda.”
“Aku sudah tanya, dia tidak mau menjawab.”
“Kalau tuan muda tidak menjawab, nona berharap saya menjawabnya.” Rasanya sudah lama tidak melihat mereka berdua bersilat lidah.
Haha. Plak, sudah lama tidak memukulmu, Daniah geram. Mendaratkan tangan kanannya keras di bahu Han. Aku kesal padamu, begitu kira-kira sambil memicingkan mata.
“Niah!”
“Ia sayang sebentar.”
“Jaga tanganmu!” Suara dari dalam kamar. Dari Arah Saga duduk memang dia bisa melihat jelas apa yang dilakukan Daniah barusan. Daniah mengusap tangannya di baju. Sambil mencari-cari di mana keberadaan suaminya. Duduk di atas tempat tidur dengan mata menyala.
Ia, ia. Aku lap tanganku!
“Masuklah Nona, tuan muda sudah menunggu.”
“Hah! Sudah lama aku tidak bertengkar denganmu.” Mendengus kesal. Tapi kemudian Daniah berdehem dan merubah intonasi suaranya. “Terimakasih Sekretaris Han, karena sudah menjaga Tuan Saga di saat terberatnya. Walaupun sebenarnya aku benci mengakuinya.” Namun Daniah tersenyum dengan tulus. “Sekarang istirahatlah. Aku yang akan menjaga Tuan Saga malam ini.”
Han terlihat menarik ujung bibirnya penuh makna.
“Apa yang kau pikirkan! Jangan berfikir yang aneh-aneh.” Padahal jelas-jelas lawan bicaranya tidak mengatakan apa pun.
“Masuklah Nona.” Tetap dengan gaya cool yang sama sekali tidak terprovokasi.
“Baiklah karena aku orangnya baik.” Bicara semaunya juga.
Apalagi si Nona, meladeni Anda ini tidak ada habisnya.
Tapi karena Saga bahkan tidak memanggil berarti memang dia harus meladeni bicara Nona yang ada di depannya ini.
“Jadi mau dengar tidak?”
“Ia.”
“Kau penasaran kan?”
“Ia Nona.”
“Kalau begitu, jawab dulu, saat itu Tuan Saga menangis atau tidak.”
“Selamat malam Nona. Silahkan masuk ke dalam kamar.” Mendekat meraih handle pintu, dia menundukkan kepalanya saat melihat ke arah dalam kamar.
“Dih dasar, baiklah, baiklah. Karena aku tersentuh dengan semua yang sudah kau lakukan pada suamiku aku akan mengatakan sebuah rahasia penting.”
Terserahlah Nona, cepat katakan.
Menunggu.
“Aran suka padamu.”
Seharusnya aku menyuruhnya masuk kamar dari tadi. Yang begitu dibilang rahasia.
“Kau sudah tahu ya, haha.”
Tuan muda, bisa Anda urus istri Anda ini.
“Ia, ia, aku tahu kau sudah kesal. Hehe.” Senang sekali melihat Han mulai memicingkan mata. “Tapi selain menyukaimu ada hal yang ingin sekali dilakukan Aran, yaitu kembali bekerja sebagai reporter tv.”
Aku tahu dia terkejut, walaupun dia tidak menunjukannya secara jelas si. Tapi bibirnya berkedut tadi.
“Sudah ya, aku sudah memberimu informasi penting. Selamat malam.”
Aku hanya bisa membantu sampai di sini.
Menutup pintu saat melihat Han masih terlihat memikirkan apa yang ia katakan.
Sepertinya aku terlalu lama bicara dengan Han. Huaaa, lihat wajahnya yang sudah tertekuk seperti baju lecek dipakai seharian itu.
“Maaf sayang aku kelamaan ya bicaranya.”
“Akhir-akhir ini kau benar-benar berani ya.”
“Haha, maaf baiklah aku kalah.” Mendekat dan memeluk pinggang Saga. “Tapi kalau tidur jangan peluk-peluk ya.”
Saga menjentikkan jarinya ke kening Daniah.
“Kau lupa aturannya tadi.”
“Sesak kalau peluk-peluk.”
"Terserah aku." Tak acuh. Meraih pinggang Daniah lalu menaikannya tubuh ibu yang sedang hamil itu pelan di atas tempat tidur. Menarik sweater, membuangnya entah kemana. "Sekarang sudah puas."
Puas apa Han bahkan tidak mengatakan apa pun.
" mSayang ayo dukung hubungan mereka. Aku benar-benar tersentuh saat membuka pintu dan melihat Han berdiri di depan pintu karena mencemaskanmu."
Saga sudah berbaring di samping Daniah, menarik ujung baju tidur.
"Sayang."
"Kalau begitu berhenti menyusahkannya." Menyangga kepala dengan siku tangan.
"Aku memang aku kenapa?"
"Berhenti menyusahkannya dengan ngidammu yang aneh-aneh itu."
"Apaa! aku kan tidak menyusahkannya. Aku kan cuma mau menyusahkanmu. Ups." Memalingkan wajah karena keceplosan. "Haha, ia,ia. Ampun sayang."
Mereka menikmati cinta yang semakin mengikat hati mereka berdua. Sentuhan lembut Saga yang merayap di ujung kulit lembut Daniah. Gerakan bayi yang seirama dengan ******* keduanya.
"Niah, aku mencintaimu."
Jendela kaca menjadi saksi cinta mereka.
Epilog
Sekretaris Han berdiri di rak buku. Di depan lemari kaca. Dia menarik kaca, menemukan buku yang siang tadi di baca Aran. Dia sudah menduganya tadi, dia ingin tidak perduli. Namun saat Nona Daniah mengatakannya, seakan apa yang tidak ingin ia perdulikan malah jadi ia pikirkan.
Reporter TV ya.
Bersambung
Terimakasih yang masih menunggu LAS update, episodenya panjang-panjang ya, semoga mengobati rindu 😍
tambahan: untuk yang mau vote update aplikasi Noveltoon dan Mangatoon kalian ke versi terbaru ya. sekarang vote hadiah pake bunga, bunga ditukar dengan poin. Kalau aplikasi kalian masih yang lama, vote poin kalian akan hangus dan tidak terhitung. jadi update dulu ya. makasih para voter 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Erni Fitriana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣two in one nia
2025-01-25
1
Risna Wati
pengen cari sahabat yang seperti Han
kalau Han untuk ku sainganku pasti saga dan Aran 😀😀
2024-10-04
2
Rin15
sekertaris han anda terbaik, sedihh😭
2024-05-31
2