Dini hari setelah memasak makanan Aldi memanen taman di halamannya untuk dijual di pasar. Dengan menggunakan sepeda Aldi bisa sampai pasar 7 jam dari rumahnya. Dia berencana berangkat pukul 4 pagi sehingga bisa sampai di pasar pukul 11 siang.
Setelah memanen beberapa sayuran Aldi mendapatkan 5 kg cabai, 10 ikat sawi, 10 ikat kangkung dan 5 ikat kacang panjang. Sedangkan untuk jahe dia tidak menjualnya karena dia masih membutuhkannya, lagipula umur tanaman jahe bisa sangat panjang. Semua sayuran diikat dimasukkan ke keranjang yang di belinya dari toko serba ada di desanya dan mengikatnya di boncengan belakang sepedanya.
Tinggi badan Aldi di umur yang hampir 4 tahun ini sudah lebih dari 140cm sehingga dia cukup tinggi jika di bandingkan dengan anak seusianya. Tidak lupa dia berpamitan ke kakek Nui untuk menjual sayurannya. Dengan bermodalkan 1 botol air minum dan 10 koin tembaga Aldi menuju Pasar Pamenang.
Dalam perjalanan hari sangat cerah, sayuran yang ada di keranjang Aldi akan cepat layu. Aldi mencari kresek berwarna putih untuk menutupi sayurannya agar lebih tahan lama. Setelah menutup sayuran itu Aldi mengencangkan tali yang terbuat dari karet ban supaya sayuran itu tidak jatuh.
Sesampainya di pasar Aldi mencari penjual sayuran dan mencoba menawarkan barangnya ke pedagang.
“Pak, saya punya sayuran untuk di jual 5kg cabai dengan 20 tembaga,” Aldi menjual tanpa melihat harga pasar yang ada
“Baiklah, biar ku lihat cabainya, ” pedagang itu langsung menyetujuinya.
“Ini, Pak.” Aldi menyerahkan cabainya yang di bungkus plastik warna putih.
Kemudian dia menerima pembayaran 20 tembaga. Ketika berjalan ke sebuah toko sayuran lainnya untuk menawarkan cabai, dia tercengang ternyata harga cabai setiap kilo nya adalah 7 koin tembaga. Harga itu hampir 2 kali lipat harga yang di tawarkan ke penjual tadi, Aldi melupakan bahwa memeriksa harga pasar hukumnya adalah wajib. Tidak mau mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya dia mencari harga sawi, kangkung dan kacang panjang.
Setelah menjual semua sayurannya Aldi mendapatkan 40 koin tembaga sehingga secara total sekarang Aldi mempunyai 50 koin tembaga. Dalam perjalanan pulang Aldi tidak lupa mencari bahan obat untuk tubuhnya atau mungkin bibit yang bisa dia bawa pulang. Hampir 3 jam dia mencari di pasar dia mendapatkan 2 botol air minum, bibit temulawak, tunas tanaman kelor dan tunas lidah buaya. Pembelian itu semua menghabiskan 10 tembaga sehingga Aldi masih membawa pulang 40 tembaga.
Dalam perjalanan pulang seperti biasa tidak ada yang terjadi apa-apa kecuali Aldi yang telah menghabiskan 2 botol air minum berukuran sedang. Setelah menaruh sepedanya Aldi bergegas mencari tanah untuk menanam bibit temulawak di sebelah tanaman jahe. Dengan pengetahuan yang melimpah, dia menanam bibit temulawak dengan posisi sebaik mungkin. Dilanjukan menanam Lidah buaya dan Tanaman Kelor. Menurut pengetahuannya sebagai ilmuan daun kelor mempunyai banyak khasiat untuk tubuh. Tidak berasa hari sudah pukul 11 malam.
Aldi melakukan perjalananan ke pasar 3 hari sekali karena tubuhnya masih anak berumur kurang dari 4 tahun. Dalam hari-harinya jika tidak ke pasar dia akan mencari kayu bakar dan merawat tanamannya dan menambah banyak tanaman sayuran agar bisa di jual di pasar. Setelah seminggu berlalu dia membeli buah Pepaya, Jambu Biji, dan Mangga serta dia membeli bibit Terong, tunas sirih dan bibit seledri.
Dengan banyaknya sayuran tubuh Aldi sudah siap untuk menaikkan Peringkatnya tepat diusianya yang ke 4 tahun. Kakek Nui merayakan hari ulang tahun Aldi tempat ketika dia menemukannya, walau sebenarnya memang itulah hari kelahirannya. Mereka merayakannya dengan sederhana makan bersama, minum bersama, bercanda bersama dan bercerita pengalamannya.
Malam pun tiba Aldi masuk ke kamarnya dan mengedarkan teknik bela dirinya untuk meningkatkan beladiri ke tingkat 3.
Pada saat itu suhu tubuhnya meningkat drastis. Aldi mencoba tetap mempertahankan kesadarannya, agar peningkatan tingkatnya berjalan dengan lancar. Tubuhnya masih anak berumur 4 tahun, tapi dia pupuk dengan olah raga setiap hari dan makanan yang cukup bergizi makanya tingkat 3 mungkin di dapatkan.
Setelah sekian lama menahan suhu badan yang panas, akhirnya Aldi meningkat menjadi tingkat 3.
“Bmm," hanya Aldi yang dapat mendengar itu. suara itu adalah lonjakan Energi.
“Akhirnya aku dapat mengedarkan energi ku keluar tubuh."
Dapat mengedarkan energinya keluar tubuh artinya dapat menyelamatkannya dari banyak hal seperti mengatur formasi agar tanaman di halaman rumahnya dapat tumbuh dengan sehat. Dengan pengetahuannya soal tumbuhan ditambah dengan hal misterius yang bisa dia lakukan maka tamanan itu akan bertubuh lebih baik dibandingkan dengan lainnya. Serta sering menyusun formasi akan membuatnya berlatih terus menerus dan memperkuat kekuatan jiwanya. Formasi adalah hal misterius yang hanya bisa dilakukan untuk mempertahankan dan menyerang tanpa kelihatan mata telanjang.
Pagi telah tiba hari ini dia tidak ke pasar sebaliknya dia ke toko serba ada di desa. Untuk membeli beras dan sebatang sapu, dalam saku Aldi mempunyai 2 Koin Perak yang tersisa, setelah itu dia membeli pakaian dan kebutuhan sehari-harinya.
Ketika bersepeda ke arah rumah dia melewati panti asuhan dan melihat anak laki-laki itu sendirian dihalaman. Dengan penasaran Aldi menghampirinya.
“Apa yang kamu lakukan sendiri disini?” tanya Aldi
“Bermain, melihat halaman,” jawabnya dengan singkat
“Siapa namamu? Aku Nui Aldi.” Aldi bertanya lagi dengan cara berkenalan yang dia ingat. Kenapa dia memperkenalkan Nui bukan Nur? karena untuk menyembunyikan identitasnya dari banyak orang. Karena kakeknya bernama Nui jadi dia memutuskan menggunakan marga itu dan kakeknya pun setuju.
“Shie,” jawabnya dengan singkat.
“Apa ada orang di dalam panti asuhan? tampak sangat sepi."
“Ada bibi pengasuh.”
Aldi mencoba masuk ke panti asuhan, dia tercengang melihat pengasuh panti asuhan yang sudah sangat tua.
“Nak, apa yang kamu lakukan disini?” tanya pengasuh itu.
"Salam Nyonya, saya Aldi sedang melihat-lihat di panti asuhan ini,” jawab Aldi.
“Kenapa panti asuhan ini tampak sepi? Seingat saya dahulu pertama kali saya kesini begitu banyak anak yang bermain di halaman?” lanjut Aldi bertanya.
“Panti asuhan ini sudah di ujung umurnya, Nak ...”
“Juga anak-anak yang lainnya sudah di pindahkan ke panti asuhan yang lebih baik dan sebagian sudah di adopsi ..."
“Karena persediaan makanan kita sudah tidak memadai untuk hidup, makanya sekarang hanya ada aku dan Shie ...”
“Shie merupakan anak yang baik tapi tidak ada seorang pun yang mau mengadopsinya dan panti asuhan manapun tidak mau menampungnya,” jelas pengasuh panti asuhan itu.
“Kenapa bisa begitu? Nyonya?” tanya Aldi dengan penasaran.
“Shie mempunyai penyakit kulit seperti sisik ular, jadi dia dijauhi oleh teman-temannya."
“Sisik Ular?” Aldi berbalik kearah Shie dan memegang pergelangan tangannya serta mengedarkan teknik bela diri untuk memeriksa kondisi tubuh Shie.
“Bertemanlah denganku?” tanya Aldi dengan senyum manis di bibirnya.
“Hah," Shie terkejut dia tambah bingung.
“Baiklah lupakan.” Aldi langsung merangkul Shie.
Shie mempunyai tubuh naga, bakatnya dalam beladiri sangat istimewa. Menurut ingatan leluhur Chu tubuh naga adalah rahmat dari surga, sehingga jika dia mengelola beladiri apapun dia akan menjadi seorang Raja. Itu membuat Aldi berfikir untuk membuat Shie berdiri disisinya, untuk menghadapi dunia yang kejam ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Sang M
masukk👍🌟👍🌟👍🌟lanjut level puncak
2024-04-18
0
Kav
Aldi sepertinya bisa jadi juragan sayur kalau di dunia nyata.
2023-10-12
0
isla僕和かわい
udah tau lah kenapa
2023-06-20
0