Aldi merasakan kehilangan yang sangat menyiksa dia hanya 2 tahun bersama orang tuanya yang sekarang entah bagaimana kejadian aneh menimpa.
Jiwa seorang leluhur beladiri mendorongnya untuk tetap tegar karena kematian dan kehidupan merupakan anugrah yang diberikan kepada setiap mahluk hidup.
Aldi menenangkan diri, dan langsung mengoperasikan teknik Prinsip Jiwa untuk mempercepat kesembuhan tubuhnya. Hari sudah mulai sore Aldi keluar kamar dan menemui kakek Nui dan menceritakan semua kejadian yang dialaminya dengan tenang, Jiwa seorang Kaisar yang mendorongnya selalu bersikap tenang di setiap keadaan.
“Bakatnya tidak terlihat dia kelak akan menjadi penguasa, dilihat dari ketenangannya sudah mencerminkan seorang pemimpin,” dalam hati kakek Nui berpikir.
“Apa kamu mempunyai keluarga yang tersisa di Provinsi Madya ini?” tanya kakek Nui.
Aldi menggelengkan kepalanya. “Aku hanya tinggal bersama ibu dan ayahku” jawab Aldi dengan logat seperti anak kecil yang baru belajar cara berbicara.
“Ikuti aku, kita akan pergi ke Kota Pare, aku mempunyai sebidang rumah dan cukup banyak ladang di sana. Menuju Kota Pare membutuhkan waktu 1 tahun dengan berjalan kaki” terang kakek Nui.
Dengan anggukan Aldi menjawab.
Sebelum keluar dari Hutan Almost mereka mencari mobil dengan harapan bahwa keluarganya masih hidup. Setelah sekian lama mereka akhirnya mobil keluarganya ditemukan tanpa ada tanda kehidupan. Air mata Aldi jatuh tanpa dia sadari, walaupun dia mempunyai jiwa yang menguatkannya tapi ikatan keluarga tidak bisa dihilangkan.
Perjalanan menuju Kota Pare sangatlah lama, jadi di perjalanan Aldi sudah merencanakan bagaimana dia akan hidup. Seorang laki-laki tidaklah terlambat untuk membalas dendam ketika sepuluh tahun sudah berlalu. Dia akan membuat dirinya menjadi seorang yang dapat mempertahankan kehidupan dan menjadi orang yang cukup terkenal untuk mencari apa yang sebenarnya terjadi pada kelurganya.
Perjalanan di warnai dengan pembicaraan tentang wawasan dah bercanda dengan kakek Nui tanpa terasa sudah 6 Bulan perjalanan.
“Kita sudah sampai pasar Gurah,” tiba-tiba kakek Nui memberitahu Aldi
“Woaah... Besar sekali,” dengan heran Aldi melihat pasar yang sangat besar sekitar puluhan kilometer, yang di setiap sudutnya ada pedagang yang menawarkan barang dagangannya.
Pasar Gurah merupakan pasar tradisional yang menawarkan banyak kebutuhan hidup seperti pakaian, obat-obatan sampai dengan bahan makan setiap hari. Jiwa pedagang Jeff, yang ada dalam diri Aldi membuatnya ingin mencari peluang menghasilkan uang.
“Kita akan menginap disini selama 2 minggu jadi nikmatilah berjalan-jalan jangan sampai tersesat, aku akan menyewa penginapan di sebelah sana,” kakek Nui sambil memberikan uang 3 keping koin tembaga dan menunjuk rumah penginapan.
Uang di Negara ini dibagi menjadi 3 jenis berama adalah tembaga, perak, emas serta ada juga uang yang dipakai dan bisa di tukar di setiap negara bernama Kredit. Kredit merupakan uang kertas yang bisa ditukar dengan 100 Emas di bank setiap penjuru negeri. 3 koin tembaga bisa dibuat untuk membeli sebuah roti karena kakek Nui bukan orang yang mempunyai uang banyak dia hanya memberinya 3 koin tembaga. Uang di setiap negara biasanya mempunyai nilai tukar yang berbeda di pasar gurah ini merupakan salah satu nilai tukar yang rendah dibanding dengan pasar di Provinsi lainnya.
Kakek Nui tahu bahwa Aldi merupakan anak yang cerdas, makanya dia memberikan uang dan membiarkannya berjalan di pasar sendirian. Aldi juga merupakan anak yang tumbuh cukup cepat pada usia kurang dari 3 tahun, tinggi badannya sudah seperti anak 5 tahun dan pola pikirnya sudah cukup baik. Kakek Nui percaya bahwa setiap kejadian pasti membuat seseorang tumbuh menjadi orang yang kuat.
Sekian lama Aldi mengelilingi pasar, dia melihat ada seorang penjual ikan mas yang cukup ramai, dengan tenang dia mendekati penjual ikan tersebut dan mendengar pembicaraan penjual dan pembeli ikan mas.
“Berapa ikannya pak?” kata seorang pria sambil menggendong anak perempuannya.
“3 ekor ikan 1 tembaga”
Pria itu memberikan 1 tembaga kepada penjual, dari situ Aldi mendapatkan informasi bahwa harga pasar 3 ekor ikan mas adalah 1 tembaga.
Aldi melihat ada sebuah kios yang menawarkan permainan Kingyo atau permainan menangkap ikan dengan sebuah jaring yang terbuat dari bahan kertas. Aldi mendekati permainan tersebut, dan melihat bahwa harga permainan tersebut adalah 1 tembaga 3 jaring. Permainan ini sangat sederhana, cukup menangkap ikan dengan jaring yang diberikan pemilik kios, jika jaringnya sobek dan sudah tidak bisa menjaring maka permainan selesai.
Aldi mendekati permainan tersebut sambil melihat beberapa orang yang sedang memainkannya, setelah beberapa saat dia mengawasi bagaimana bermain dengan benar dia mendatangi pemilik kios.
“Aku ingin main 3 tembaga pak,” kata Aldi sambil menyodorkan 3 koin tembaga dengan pakaian seadanya bahkan cenderung lusuh.
“Baiklah,” balas Pemilik Kios dengan menyerahkan 9 jaring untuk di mainkan Aldi
Aldi tau bahwa jaringnya mempunyai kertas yang tipis, makanya dia menggunakan teknik prinsip jiwa untuk memperkuat jaring, sehingga cukup untuk menjaring ikan mas dengan mudah. Dengan santai Aldi mengambil ikan itu dengan jaringnya tanpa rusak sedikitpun, sebenarnya dengan satu jaring Aldi bisa menangkap 3 ekor ikan tapi dia hanya mengambil 2 ikan untuk setiap jaringnya.
Jika seseorang memenangkan ikannya terlalu banyak ada kemungkinan pedagang tidak akan memberikan ikan yang dia dapatkan. Melihat pakaian Aldi saja dia tampak acuh tidak seperti pelanggan sebelumnya yang disambut dengan ramah. Hal itu wajar dilakukan karena pemilik kios juga mempunyai kesusahannya sendiri dalam menghidupi keluarganya.
Sekarang Aldi mempunyai 18 ekor ikan, tanpa peringatan dia langsung membawa ikan itu melewati kerumunan yang ada, sehingga penjual itu tidak memiliki kesempatan untuk melihat berapa banyak yang dia dapatkan. Hal itu dilakukan agar dia tidak terlalu mencolok dan menarik kecurigaan pemilik kios maupun orang disekitarnya. Tujuan Aldi adalah penjual ikan yang ada di sudut persimpangan dalam pasar.
“Pak saya ingin menjual ikan,” kata Aldi.
“Tidak menerima beli ikan, Nak,” jawab Penjual ikan mas.
“Ini murah, 16 ikan 5 tembaga saja, Pak.”
“16 ikan 4 tembaga.”
“ Saya mempunyai 18 Ikan 5 tembaga bagaimana, Pak?.”
Setelah memikirkan sekian detik sang penjual menyetujuinya dan memberikan Aldi seharga 5 tembaga. Sambil tersenyum Aldi berterimakasih kepada penjual ikan tersebut dan mencari peluang lain yang dia dapatkan.
Hari sudah mulai sore, matahari sudah berwarna jingga, dia mulai berjalan ke penginapan yang di tunjuk oleh kakek Nui serta membawa 9 koin tembaga, selama 8 jam waktu yang dia habiskan untuk mendapatkan tembaga tersebut.
Setelah sampai di penginapan kakek Nui ada di depan penginapan setelah melihat Aldi ekspresi tegang, itu membuktikan bahwa Aldi adalah orang yang pantas untuk dia khawatirkan. Kakek Nui mengajak Aldi untuk makan malam di penginapan, wajah bersemangat Aldi tidak tertahankan karena dia sudah lapar, sampainya di meja makan Aldi mengeluarkan 9 koin tembaganya.
“Dari mana kamu mendapatkan uang ini,” tanya kakek Nui dengan serius.
“Aku menjual Ikan, Boneka dan beberapa mainan lainnya,” jawab Aldi dengan tenang.
“Huh,” kakek Nui menghela nafas karena dia tau Aldi bukanlah anak sembarangan, bahkan di usianya yang masih 2 tahun dia sudah bisa menghidupi dirinya sendiri.
“Jadi apa yang akan kau lakukan setelah ini, kita akan cukup lama di pasar ini?” tanya kakek Nui dengan ekspresi serius
“Tentu, aku akan mencari informasi penyebab sebenarnya apa yang terjadi kepada keluargaku, sayangnya sekarang aku masih terlalu lemah untuk mencari tau, karena dalam buku yang aku baca Uang dan Kepercayaan adalah kekuatan yang dapat melakukan segalanya," jawaban sederhana Aldi membuat kakek Nui tercengang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
isla僕和かわい
"bakatnya tidak terlihat, dia kelak akan menjadi penguasa"
setelah re read 3 kali baru engeh
2023-06-20
0
John Singgih
anak kecil yang luar biasa
2022-11-24
0
Tan Koto
itu pasar ukuran panjangnya 1 km x 0,6 km sudah besar untuk orang dewasa berkeliling beberapa jam, ini puluhan km untuk anak 2 tahun tentu saja akan sangat luar biasa besar..😆😆😆😆
2022-07-19
0