Setelah 2 minggu berlalu Aldi mengumpulkan uang yang cukup banyak yaitu 1 Perak 20 tembaga perlu diketahui 100 tembaga itu 1 perak. Dalam kurun waktu itu dia menjual banyak barang dengan banyaknya kios yang menawarkan permainan seperti Kingyo, sehingga setiap kios di seluruh pasar yang menawarkan permainan sudah dia mainkan, hadiahnya dia jual ke kios yang menjual barang-barang tersebut.
Ketika perjalanan ke penginapan ada seseorang yang mengikuti Aldi dari belakang sehingga dia mulai sedikit mempercepat langkahnya. Dalam situasi ini dia tidak langsung melangkah ke penginapan dia masih berputar-putar pasar sampai malam pun datang. Aldi diikuti lebih dari 4 orang sehingga dia dipojokkan kesebuah gang yang disitu sudah ada 3 orang yang menunggunya.
“Anak kecil serahkan semua uangmu,” kata orang yang ada ditengah.
Setelah itu 4 orang yang mengikuti ada dibelakangnya kerena baru sampai.
“Baiklah,” Aldi menyodorkan 20 tembaga di tangganya.
“Kamu pikir aku bodoh, seharunya uangmu lebih dari 1 perak,” orang yang di tengah menggertak.
“Kalau begitu lupakanlah,” sambil berbalik dia berjalan kearah jalan keluar yang dijaga oleh 4 orang yang mengikutinya.
“Hahaha, ” 7 orang disekitarnya tertawa.
“Apa kau tidak tau siapa bos di pasar ini?” pria kurus disebelah kanan sebelah orang sebelah orang yang pertama kali meminta uang Aldi.
Tanpa menjawab Aldi dengan ekspresi tenang dan berbalik ke arah 3 orang tersebut.
“Dialah bos Argo” seorang gendut disebelah kiri bos mereka yang di sebut Argo
“Dia adalah penguasa di pasar ini, jadi jangan kau bantah perintahnya, ” lanjutnya dengan nada penuh ancaman
Tanpa menjawab Aldi langsung lari jalan keluar. Jika dia melawan 7 orang preman dia tidak akan bisa menang. Kekuatannya memang sudah tingkat 2 tapi tubuhnya masih anak berumur 2 tahun presentasi kemenangannya dibawah 10%.
Ketika dia lari kejalan keluar 2 orang preman langsung berlari berlawanan dengannya sehingga dia bertemu. Salah seroang preman menendang dengan kaki kirinya Aldi menghindar kearah kanan dan mengerakkan bahunya bersiap untuk memukul balik.
“Bamm,” suara keras pukulan Aldi mendarat di rahang bagian kiri preman itu.
Preman itu langsung tergeletak seakan akan pingsan karena terkena pukulan cukup keras. Preman lainnya yang menyerang Aldi segera menendang dengan kaki kanannya. Aldi menghindar dengan menundukkan badannya kemudian menerjang rusuk bagian kiri preman tersebut. Preman kedua langsung tersungkur, melihat itu Aldi memanfaatkan momentum itu untuk berlari sekuat tenaga.
Setelah berlari cukup lama dia melihat bahwa dia di kejar oleh 5 orang sedangkan 2 orang yang dipukul olehnya tidak mengejarnya.
Ketika berada di persimpangan pasar dia melihat sebelah kiri ada kios sayuran, dia berniat mengecoh pengelihatan preman itu dengan sayuran. Tanpa di sangka ketika dia berbelok ke kiri ada yang menariknya kebelakang keranjang sayuran. Karena kaget Aldi menyerang balik tapi pemilik sayuran itu lebih kuat darinya yang telah berlari cukup jauh.
“Tenanglah bersembunyi disini” kata pedagang sayuran tersebut.
Ketika para preman datang Argo bertanya ke anak buahnya
“Dimana anak kecil sialan itu?” kata Argo.
“Tidak tau bos, tubuhnya kecil jadi larinya gesit,” jawab seorang di sebelah kanannya.
“Kita harus mencarinya apapun yang terjadi!” perintah Argo ke anak buahnya.
“Baik bos, laksanakan!" pria gendut disebelah Argo menjawab.
Saat itu sudah malam jadi pengelihatan Argo dan teman-temannya terbatas, jadi mereka tidak menemukan Aldi yang sedang bersembunyi disebelah keranjang sayuran.
Setelah mereka pergi pedagang sayur itu berkata, “Sudah aman keluarlah.”
“Terimakasih,” jawab Aldi sambil tersenyum dan menundukkan kepala.
“Hal seperti ini sudah biasa terjadi di pasar... Argo memang orang yang sering membuat masalah tapi bukan dia bos disini jadi tenanglah," kata penjual sayur itu.
“Mau kemana? biarkan aku mengantarmu, ada kemungkinan kau akan ditemukan Argo dan teman-temannya," lanjut pedagang sayur itu melihat Aldi yang masih seorang anak kecil.
“Tidak Paman, biar aku berjalan sendiri ke penginapan, aku juga tidak akan tinggal lama disini, ” jawab Aldi.
“Baiklah, tapi cobalah mencari jalan memutar jika kamu menemui masalah lagi carilah aku Doni,” kata penjual sayur dengan percaya diri dan mengepalkan tangan di dadanya.
“Baik, Paman Doni,” jawab Aldi.
Setelah mengucapakan terimakasih Aldi melanjutkan perjalanannya ke penginapan dengan tenang. Dalam perjalanan dia menemui preman-preman itu tetapi Aldi dengan salah satu jiwanya seorang pembunuh bayaran jadi hal yang mudah untuk meloloskan diri dari mereka.
-Penginapan-
di depan penginapan ada kakek Nui yang sedang menunggunya dengan ekspresi yang tenang. Kemudian dia memegang pergelangan tangan Aldi dan mengajaknya makan malam. Dalam perjalanan untuk makan malam kakek Nui bertanya, “Apa kamu baik-baik saja?”
“Tentu aku sangat baik-baik saja, Kek” dengan semangat Aldi menjawab
“Jangan berbohong aku tau kamu sedang dikejar preman,” kata kakek Nui
Tercengang Aldi mendengar itu “Bagaimana kakek Nui tau tentang itu? Aku yakin kejadian itu cukup jauh dari penginapan? Apa mungkin mendengar dari orang sekitar?” dalam bingung Aldi berfikir
“Sepertinya aku tidak bisa menyembunyikannya terus kepadamu, yang sudah aku anggap cucuku sendiri,” kata kakek Nui dengan ekspresi serius
“Aku adalah seorang yang spesial," ungkap kakek Nui sambil memegang tangan Aldi
“Dulu aku bekerja sebagai prajurit khusus pemerintahan, jadi secara alami aku bisa mencari dirimu,” lanjut penjelasan kakek Nui
“Yang membuatku bingung pukulan mu itu benar-benar membuatku tercengang... "
“...Itu adalah salah satu titik vital dalam melumpuhkan lawan dengan efektif, darimana kamu mempelajari itu?” tanya kakek Nui.
“Aku mempelajarinya dari buku yang aku baca waktu di rumah," jawab Aldi.
Sebenarnya waktu kecil dia banyak membaca buku tentang kelemahan manusia, jadi dia tidak berbohong ke kakek Nui, walaupun sebenarnya dia sudah tau dari lahir.
“Heh,” heran menyelimuti raut wajah Kakek Nui.
“Baiklah, segera istirahat besok pagi kita akan meninggalkan pasar Gurah ini,” kata kakek Nui menyuruhnya istirahat.
Aldi memasuki kamarnya sedangkan kakek Nui masih diluar untuk menghabiskan makanan yang tersisa. Sebelum tidur dia melakukan pemanasan untuk memperkuat tubuhnya sehingga dia bisa naik ke peringkat 3. Dia tidak lupa mengedarkan teknik beladiri nya, tanpa terasa dia sudah merasakan kenaikan, tapi ia tidak terburu-buru karena fisik tubuhnya masih belum bisa, jika dipaksakan dia akan meledak.
“Tubuhku masih terlalu lemah untuk menerobos, sedangkan untuk obat membutuhkan banyak uang,” gumam Aldi melihat keadaanya sekarang.
Uang disaku Aldi masih 1 perak 20 tembaga itu uang cukup untuk seorang anak berusia 2 tahun tapi berbeda dengan Aldi. Dia seorang yang mengelola teknik beladiri jadi uang adalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya.
“sepertinya aku harus mencari uang lebih banyak," kata Aldi dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Sky•X7
aneh ni novel
2024-07-24
0
Sky•X7
jaman Majapahit juga gk ada bocil 2 tahun udah bisa beladiri
2024-07-24
0
Kav
Duit dibutuhkan sih ya
2023-10-12
0