Setelah satu tahun berlalu, Aldi melihat pepohonan disebelah rumahnya tanpa di sadari ternyata rumahnya sangat besar pada tahun pertama dia sudah bisa membaca dan berjalan itu merupakan berkah dari surga. Setahun ini Aldi menggunakan waktunya untuk terus menaikkan kekuatan. Walau begitu, dia masih berumur satu tahun jadi perkembangannya sangat terbatas dan sampai sekarang dia belum bisa meningkatkan kekuatannya ke tingkat 2. Aldi tidak tahu jenis teknik beladiri di dunia ini, setelah membaca banyak buku ia masih tidak dapat menemukan petunjuk tentang beladiri.
Akhirnya Aldi membedakan tingkatan beladiri sesuai dengan angka, setiap kenaikan tingkat dalam hal penanaman beladiri pasti diikuti lonjakan kekuatan yang besar.
Melihat rumahnya yang besar dan halaman yang besar Aldi bermain dihalaman sambil mengedarkan Prinsip Jiwa yang ia ciptakan. Ketika Aldi sedang bergoyang-goyang sebenarnya dia sedang mengembangkan ototnya agar lebih baik tapi di mata ibunya dia sedang bermain.
“Aldi apa yang kau lakukan?” kata Nur Alice
Aldi terus menggoyang-goyangkan badannya dan mengatakan, ”main,” melihat itu ibunya hanya tersenyum.
Ketika malam tiba dibawah bulan purnama Aldi belum tidur tetapi dia melatih pernapasannya. Pernapasan adalah salah satu teknik Prinsip Jiwa tingkat yang lebih rendah karena kekuatan di pupuk sekokoh mungkin, jadi dia tidak bisa terlalu terburu-buru. Tiba – tiba ketika dia melatih pernapasannya lonjakan energi mengakibatkan Aldi berkeringat dingin dia menahan agar tetap tersadarkan karena setiap terobosan adalah hal yang berbahaya bisa saja dia meninggal karena lonjakan energi yang tidak bisa ia kontrol. Setelah sekian lama akhirnya Aldi menjadi Peringkat 2 dalam hal ini dia sudah bisa membuat teknik agar tubuhnya lebih kuat yang setara anak berumur 12 tahun.
Pagi telah datang seperti biasa keadaan rumah yang sepi hanya ada ibu yang selalu mendampingi dan ayahnya jarang pulang. Aldi sarapan sambil membaca buku pengetahuan tentang negara yang ia tinggali saat ini disebut negara Kediri. Negara Kediri mempunyai 2 Pulau dan 29 Provinsi serta 389 Kota jika di bandingkan dengan Bumi yang merupakan tempat tinggal salah satu jiwa Aldi Negara ini setara setengah daratan di Bumi. Sangat besar, bahkan jika kita ingin menyebrangi pulai kita butuh 14 Hari untuk sampai di seberang karena teknologi di dunia ini sangat berbeda dengan teknologi dalam ingatannya. Alat komunikasi hanya melalui surat itupun sangat lama sampai ke tujuannya karena pengirim harus melewati rute yang sangat jauh sedangkan transportasi belum memadai. Walaupun mobil sudah ada tapi kecepatan maksimalnya setara dengan 60km/jam. Dalam beberapa catatan negara Kediri hanyalah negara yang kecil sehingga dia tidak bisa membayangkan berapa luas daratan dan lautan di dunia ini.
1 Tahun Kemudian
Setelah Aldi berumur 2 tahun dia tetap menjalani kehidupannya seperti biasa, ayahnya saat itu pulang membawa sebuah surat. Malam itu hujan deras Aldi ingin memeriksa isi surat itu tetapi tidak diijinkan oleh ayahnya, jadi dia hanya bisa menyerah. Tiba-tiba orang tuanya mengemasi barang dan membawa Aldi menaiki mobil serta menginjak gas dengan sangat cepat.
Hari itu adalah pertama kali Aldi menaiki mobil di hujan yang sangat lebat serta sambaran petir yang menggelegar. Aldi tidak tau dia dibawa kemana sehingga dia berpura-pura tidur untuk menenangkan kedua orang tuanya yang saat berwajah panik. Ketika petir menggelegar, mobil mereka di tabrak dari arah depan, Aldi kaget sehingga secara otomatis dia menggunakan ketrampilan beladiri untuk menguatkan tubuh. Nur Alice memeluknya dengan erat agar tidak terlepas. Kekuatan Aldi masih belum bisa mempengaruhi orang lain hanya bisa digunakan ditubuhnya.
Mobil yang di kendarai oleh keluarga Aldi terjatuh ke jurang berputar-putar kemudian terbakar. Saat mobil berputar-putar pelukan dari ibunya terlepas sehingga Aldi terlempar keluar jendela mobil yang sudah pecah. Mencoba memegang tangan ibunya Aldi menggunakan kekuatan terbaiknya namun nasib berkata lain.
“TIDAK!” teriak Aldi dengan putus asa.
Mobil yang terlempar ke jurang masih berguling-guling kemudian ada suara ledakan dari sebuah senjata. Mobil itupun terbakar dan hancur hanya meninggalkan kerangka yang masih terbakar.
Aldi dengan kekuatannya peringkat 2 hanya dapat menjaga hidupnya walaupun dia terluka parah. Tidak tau berapa waktu telah berlalu kemudian Aldi bangun dengan luka di sekujur tubuhnya. Setelah itu, Aldi langsung mengedarkan teknik Prinsip Jiwa agar dapat mempercepat pemulihannya.
Aldi mulai mencari sisa mobil keluarganya tetapi setelah sekian lama dia tidak menemuka mereka karena memang jurang itu sangat curam. Dalam perjalanan mencari mobil Aldi kelaparan, hal itu wajar bagi anak berumur 2 Tahun untuk kelaparan. Tiba-tiba ada suara seekor serigala yang penghuni hutan, melihatnya dengan kondisinya sekarang dia masih bisa untuk menyelamatkan diri dari seekor serigala. Berbeda dengan harapannya ternyata serigala tersebut tidak sendiri melainkan ada 6 serigala yang ada didepannya, hal itu membuat kepercayaan diri Aldi mulai goyah.
Jiwa seorang kaisar adalah orang tanpa rasa takut, Aldi berfikir tenang dan mencoba mencari cara untuk meloloskan diri.
Aldi mengambil sebuah ranting pohon yang berukuran seperti pedang kecil, dan dia langsung menodongkannya ke arah serigala. Pemahaman Aldi tentang ilmu pedang sangat luar biasa sehingga dia mengedarkan tekniknya untuk memperkuat tubuh dan kayu yang dia pegang.
Seekor serigala berlari dan melompat kearah Aldi secara sigap dia menghindari serangan serigala dengan gerakan ringan. Aldi menyerang balik kearah perut serigala sehingga serigala tersebut terluka parah sedangkan kayu yang dia pegang masih sangat kokoh.
"bagaimana aku bisa lolos dari mereka?." Aldi berkata dengan sangat bingung untungnya dia mempunyai jiwa yang membantunya tetap tenang.
Kelima serigala segera menyerang bersamaan tapi pikiran dan mental Aldi masih tetap sangat kuat. Serangan serigala tida ada yang dapat menggoresnya bahkan dia dapat melukai 4 serigala dengan serangan baliknya.
Stamina Aldi mulai terkuras disisi lain 6 serigala masih hidup dengan 4 terluka dan 2 masih sehat.
Aldi menggunakan semua kekuatannya tapi apalah daya dia hanya bisa membunuh 5 serigala.
“Apakah ini akhir hidupku yang singkat? Sangat menyedihkan,” pikiran Aldi sudah mulai tidak ada harapan tapi tekatnya masih terus ada.
Aldi menghela nafas dan berkata, "Seperti pepatah bilang dua tangan tidak bisa menghadapi dua belas tangan."
"duarr."
Suara tembakan senapan angin mengenai serigala yang ada di depan Aldi sehingga serigala itu mati. Aldi hanya samar-samar melihat ada seseorang lelaki tua membawa sebuah senapan angin tetapi saat itu dia pingsan.
Matahari bersinar terang membuat Aldi sadarkan diri kemudian dia melihat adanya rumah kayu yang sederhana dan sebuah makanan yang ada di meja. Ketika bangun dia langsung menangis, teringat kedua orang tuanya.
Seseorang pria tua membuka pintu.
“Kamu sudah sadar?” kata pria itu
“Hm,” balas Aldi
“Namaku Nui panggil saja aku Kakek Nui, ketika aku melihatmu diserang oleh seekor serigala aku langsung menembaknya tapi tanpa ku duga kamu bertarung dengan 6 serigala, berapa umurmu?” Tanya Kakek Nui
“2 Tahun,” jawab Aldi secara singkat serta mengawasi mimik wajah kakek Nui, karena pengalamannya sebagai seorang Kaisar membantunya dalam menentukan sifat seseorang.
“Istirahatlah, jika sudah mendingan ceritakan lah apa yang terjadi padamu” kata kakek Nui.
“Terima Kasih,” kata Aldi berterimakasih karena sudah menyelamatkannya di situasi yang sangat putus asa.
Kakek Nui hanya tersenyum karena dia tau Aldi mendapatkan sebuh tragedi hidup padahal dia masih 2 tahun jika dia tidak gila berarti dia adalah orang yang kuat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
cancel
jujur saja , umur 2 tahun utu sangat kecil loh , kenapa gk ada yang terkejut ketika masih berumur segitu dapat berbicara dengan santai seolah telah berumur 5 hingga 6 tahun
2024-07-08
1
isla僕和かわい
alenia ke 3 kurang katanya, ditulis penghuni padahal seharusnya menghuni
2024-05-15
0
isla僕和かわい
alenia ke 4 salah tulis, bukan pulau malah jadi pulai
2024-05-15
0