“Anggap ini adalah rasa terima kasihku karena telah menyelamatkan hidupku, Kek,” kata Aldi dengan serius.
“Haha, kamu terlalu serius, Nak,” kakek Nui menjawabnya dengan nada bercandaan.
Melihat Shie yang masih pingsan di tanah kakek Nui berniat membantunya, tapi dihentikan oleh Aldi. Setelah penyegelan jika dia mempunyai tekat yang kuat dia akan bangun lebih cepat sehingga Aldi melarang kakek Nui membantu Shie dalam situasi saat ini. Mendengar penjelasannya Kakek Nui tidak memiliki pendapat lebih lanjut.
Kakek Nui mencoba memahami buku yang tertulis di buku catatan itu. Aldi juga membantu kakek Nui memahaminya.
Setelah berdiskusi untuk memecahkan semua catatan itu akhirnya kakek Nui berhasil memahami tingkat pertama, pengumpulan. Aldi memberikan nasehat untuk membudidayakan metode itu dengan perlahan sehingga pondasi untuk naik akan lebih mantap.
Tidak berasa 2 jam telah berlalu akhirnya Shie bangun dari pingsannya.
“Apa yang terjadi? Apakah segelnya berhasil?” tanya Shie dengan heran.
Melihat kejadian itu Aldi tampak tercengang.
“Wow, sangat mengesankan seperti yang diharapkan dari tubuh naga” kata Aldi dengan semangat.
“Apa yang membuatmu bingung?” tanya kakek Nui.
“Jika orang biasa menerima segel dia akan pingsan selama 1 hari penuh, jika dia berbakat 12 jam, sedangkan jika dia genius sejati dia biasa pingsan selama 6 jam itulah yang dicatat dalam buku sejarah,” kata Aldi tampak terkejut dengan pencapaian Shie.
“Artinya Shie lebih mengesankan dari para jenius beladiri?” kakek Nui mendengar penjelasan Aldi.
“Jika membandingkan bakatnya denganku jelas aku kalah jauh tetapi beladiri tidak berdasarkan bakat saja ada pengalaman, pengamatan, kesempatan dan kerja keras adalah faktor lainnya,” jelas Aldi.
“Aku merasa tubuhku berubah menjadi lebih baik,” kata Shie dengan heran.
“Itu adalah salah satu manfaat penyerahan jiwa,” kata Aldi.
Tanpa berhenti dia menjelaskan “Dalam catatan tidak pernah ada seorang manusia setelah menerima segel hanya pingsan 3 jam.”
“Manusia?” kakek Nui bertanya dengan bingung.
“Dalam catatan leluhurku menyebutkan bahwa manusia bukan mahluk satu-satunya di dunia,” jawab Aldi sesuai dengan teks keluarganya yang dia baca waktu kecil.
Menurut catatan keluarga Nur makhluk di dunia ada banyak jenis. Catatan itu menerangkan pernah melihat ras manusia serigala dan manusia kelelawar.
“Aku percaya itu, ketika aku menjadi prajurit khusus ada seorang yang aneh dia bisa terbang seperti mempunyai sayap. Aku tidak bisa memastikan itu sayap atau bajunya karena hari itu sangat gelap,” pernyataan kakek Nui memberi pencerahan bagi Shie dan Aldi.
“Kalau begitu mungkinkah aku bukan ras manusia?” khawatir Shie bertanya ke kakek Nui.
“Tenanglah, kamu adalah manusia tapi mempunyai bakat dan tubuh yang di berikan oleh surga, walaupun jika kamu bukan manusia tidak merubah bahwa Shie adalah saudaraku," jawab Aldi.
Dengan wajah yang senang Shie berkata, “Setelah mendengar ini membuat wawasanku lebih luas.”
“Haha, dunia ini masihlah lebih luas dari yang kamu bayangkan,” kata Aldi dengan tawanya yang khas.
Tiba-tiba kakek Nui bertanya, “Bukankah sekarang waktu kalian untuk sekolah?”
“Untuk hari ini kita tidak bisa masuk sekolah. Aku harus menstabilkan kondisi Shie,” kata Aldi.
“Baiklah sebelum itu sebaiknya sarapan dalu,” kata kakek Nui dan dia segera masuk ke rumah.
Setelah mereka sarapan Aldi menyuruh Shie untuk bersila di depannya sehingga dia bisa menyalurkan Energi untuk menstabilkan kondisinya. Lebih dari 1 jam akhirnya tubuh Shie sudah stabil sehingga Aldi dapat melangkah lebih lanjut.
“Persyaratan kedua sudah terpenuhi tinggal persyaratan kesatu,” kata Aldi dengan ekspresi yang serius.
Tanpa menunggu lama jari telunjuk Aldi menyentuh dahi dari Shie.
“zziiizzz," tiba-tiba terdengar suara aneh terdengar.
Teknik Prinsip Jiwa yang Aldi kembangkan di kirim melalui telepati sehingga semua informasi tidak terlewatkan.
“Itu adalah metode yang aku berikan nama Teknik Prinsip Jiwa itu mengandalkan jiwa dan pemahaman mu dalam peningkatan. Sekarang kamu masih peringkat 0 jadi coba kembangkan itu, aku berharap sebelum sore kamu dapat menerobos ke peringkat 1. Di kebun ini banyak Energi yang aku susun untuk penanaman,” jelas Aldi.
Tanpa pikir panjang Shie langsung duduk sila dan mempraktikkan Teknik Prinsip Jiwa. Melihat Shie yang sudah berfokus dia mencari kakek Nui tanpa diduga kakek Nui juga mempraktikkan beladiri nya. Karena mereka sudah sangat tertarik denan seni beladiri Aldi memutuskan untuk mengunjungi peternakan.
Didepan gerbang peternakan tidak seperti bulan kemarin itu tampak sepi.
Aldi berjalan ke dalam peternakan melihat pemilik peternakan sedang duduk di lantai dan ada seorang yang sedang duduk di kursi. Aldi bukan orang yang bodoh jadi dia memutuskan untuk tidak langsung muncul melainkan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
“Bagaimana bisa peternakan ini merugi sampai puluhan perak?”
“Maafkan saya bos Elios,” kata paman Shu.
“Bagaimana penjelasan mu tentang ini?” kata bos Elios dengan penuh kemarahan.
“Aku tidak tahu kemana para pengantar itu, sebanyak 2 mobil belum kembali setelah 2 minggu meninggalkan peternakan,” kata paman Shu.
“Jangan bermain denganku, bagaimana jika yang menggelapkan mobil itu adalah kamu dan komplotan mu,” kata bos Elios dengan nada marah lebih dari sebelumnya.
“Sumpah bos, aku tidak tahu apa yang terjadi bahkan sopir yang biasa kita sewa belum kembali ke peternakan,” pembelaan paman Shu.
“Apa yang bisa kamu jaminkan?” kata bos Elios.
“Itu ...” dengan bingung paman Shu ingin menjawabnya.
Mendengar pembicaraan mereka peternakan telah kehilangan 2 mobil penuh dengan ayam membuat mereka mengalami kerugian puluhan perak. Sedangkan yang duduk di kursi adalah bos dari paman shu yang sebelumnya Aldi kira adalah pemilik peternakan.
“Aku tidak mau tahu, cari penyebab hilangnya 2 mobil itu,” kata bos Elios ke paman Shu dengan membentak.
“Baik, Bos,” paman Shu menjawab dengan lesu.
“Salam paman Shu,” tiba-tiba Aldi masuk.
“Siapa ini?” dengan nada marah bos Elios membentak Aldi.
“Bos dia adalah Aldi pelanggan setia kami dan Aldi ini adalah Bos Elios majikan ku,” memperkenalkan mereka
“Salam bos Elios,” sambil sedikit membungkukkan badan dan menyentuh dada dengan tangan kirinya.
“Hoo, etiket yang baik. Ada perlu apa datang kesini nak?” kata bos Elios dengan nada yang santai.
“Tanpa menyembunyikan niat baik sebenarnya saya ingin membeli 50 ekor ayam telur,” kata Aldi.
“Berapa yang kamu tawarkan untuk 50 ekor ayam?” kata bos Elios.
“Seperti penawaran bulan lalu saya membeli per ekor seharga 8 tembaga,” jawab Aldi dengan senyum ramahnya.
Bos Elios melihat paman Shu dengan sedikit senyuman dia menyetujui. Karena harga jual normal adalah 6 tembaga sedangkan untuk dijual di pasar seharga 7 tembaga jika sudah dipotong baru harga akan mencapai 8 tembaga yang artinya itu sangat menguntungkan.
“Baiklah, lakukan penjualan!” perintah bos Shu ke paman Shu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
John Singgih
kayaknya ada pencurian di kandang ayam
2022-11-27
0
seneng moco
👍👍
2022-06-24
0
Semau Gue
..oooO..............
...(....).....Oooo...
....\..(.......(...)....
.....\_).......)../.....
...............(_/......
typo bertebaran 😁
2022-06-17
1