"Helmi ... tiga hari ke depan urus tiket ke Singapura-Malaysia untuk berenam, saya mau liat cabang di sana. Hari besok tolong urus tiket untuk aku dan Jeffy ke Singapura.
"Baik Pak," ucap Helmi sopan. Helmi merasa heran ketika ada sebuah nama asing dan wanita dalam daftar nama yang diberikan bosnya. Namun dia tidak berani bertanya.
"Kenapa? Heran?" ucap tuan Nan melemparkan pandangan tajam pada sekretarisnya.
"Sedikit tuan." Helmi mengakui terus-terang.
"Banyak juga tidak apa," ucapnya santai.
"Ohhh," Helmi masih tidak percaya tuannya sesantai ini. Walau tuannya hampir tak pernah bersikap dingin padanya. Namun wajah tuannya biasa datar. Kini wajah penuh ekspresi hadir.
"Besok kamu juga akan kenal. Tahan rasa penasaran sampai tiga hari ke depan," ujar bosnya .
"Kau membawa wanita itu? Apa ada yang terbakar dengan jaringan syaraf di kepalamu?"
"Bukan wanita, Anitha namanya," desis tuan Nan tak suka dengar nada Jeffy yang menyebut dengan kata wanita itu.
"Terserahlah apa namanya, apa ada yang terbakar dengan jaringan syaraf di kepalamu?" ucap Jeffy mengulangi, masih terdengar nada kesalnya.
"Kau kenapa seperti sangat kesal dengan wanitaku?" pancing tuan Nan ingin tahu.
"Aku memang mengakuinya, tapi aku masih sangat kesal padanya. Dia wanita yang berani menegur aku dengan kejam. Aku tidak bisa membayangkan beberapa hari dengannya berapa banyak silet yang dimuntahkan dari bibirnya! Wanita itu sebenarnya lebih arogan dibandingkan kau, tidakkah kau sadari?"
"Hahahaa ... jadi judulnya kau masih sakit hati gara bel malam itu. Aku tidak melihat dia wanita arogan. Sifatnya mungkin terbentuk karena pengalaman hidup dan untuk bertahan hidup. Namun itu jauh lebih baik di awal jumpa dia sangat kacau," bela tuan Nan.
"Iya sangat kacau sampai bisa-bisa mau dijual kawan sendiri," ejek Jeffy.
"Aku tidak peduli. Bahkan aku bersyukur dari buah derita dia!"
"Sakit kau Nan!"
"Aku mungkin memang sakit. Perasaanku selalu terganggu."
Jeffy tak menyangka kalimat itu bisa keluar dari mulut Nansen Adreyan yang biasanya walau ramah pada sebagian orang namun dingin pada wanita-wanita. Termasuk pada istrinya sendiri.
"Aku memang tidak mencari terlalu jauh infonya, apa kau ingin tahu apa kira-kira yang terjadi pada rumah tangganya?" tawar Jeffy. Memang sudah tugasnya sebagai informan.
"Awalnya aku tidak berkeinginan begitu tahu rumah tangga seperti apa yang dijalankannya, sehingga menjadi janda di usia muda dan sampai membawanya ke kota ini. Namun melihat satu sikap lain dari sisinya, kini aku tergelitik ingin tahu."
"Pulang dari Singapura aku coba cari tahu. Kini fokus pada tujuan ke sana."
"Aku rasa juga bagus begitu."
"Apa yang kau rasa setelah mengenal dia?" Jeffy begitu penasaran.
"Aku bahagia mengenal dia," ucap tuan Nan pasti.
"Kau serius dengannya?" pancing Jeffy.
"Aku tidak main-main dengannya. Jika dia tidak bisa aku dapatkan dengan sukarela, maka aku mendapatkannya secara paksa. Aku sekarang masih memberikan dia kesempatan sesuai dengan perjanjian dia dengan Allea." Perkataan tuan Nan yang serius membuat merinding bulu kuduk Jeffy. Ini baru kali pertama sepanjang hidup Jeffy menemani tuan Nan, tuan Nan begitu serius melabuhkan hati.
"Perjanjian apa?" tanya Jeffy.
"Kau ini apa pura-pura lupa atau aku tak pernah mengatakannya?"
"Entahlah, aku tidak ingat. Perjanjian apa!" desak Jeffy.
"Dia diberi waktu dalam sebulan oleh Allea membuat aku menceraikannya. Aku jadi punya waktu sebulan juga untuk menaklukkan hati Anitha.
"Kalian memang orang-orang sakit, cinta segitiga gila!" Jimmy merutuk.
"Hilangkan umpatan itu, kau besok juga bisa jauh lebih gila kalau jatuh cinta, dan lagi jangan bilang kau tidak menyukai wanitaku?" selidik tuan Nan.
"Awalnya aku tidak suka karena statusnya, banyak gadis lain yang berkelas yang bisa kau dapatkan. Ingat Ibumu! Beliau wanita konglomerat, dan ayahmu juga orang terpandang di negaranya. Kau yakin dia bisa berbaur dengan keluargamu? Yakin ibumu bisa menerima orang biasa dan janda?" Jeffy mengingatkan.
"Aku akan memperjuangkan walau dia belum tentu mau berjuang denganku!" kata tuan Nan tegas.
"Karma!"
"Karma terindah bagiku!"
"Baik kalau itu keinginanmu. Lagian sekarang aku sudah merubah sudut pandang pada wanita itu. Dia memang menarik, dan aku yakin serta berdoa semoga kau bisa bersatu dengannya," ucap Jeffy tulus.
"Hati-hati kau jangan sampai jatuh cinta padanya, aku takkan mengalah padamu!" tegas tuan Nan.
"Dari kau kecil juga tak pernah mengalah denganku, yang ada aku yang selalu mengalah padamu," olok Jeffy yang membuat tuan Nan tersenyum.
"Jadi apa rencanamu jika sebulan ini dia tidak bisa kau taklukkan?" selidik Jeffy ingin tahu.
"Nanti saja aku kasih tahu jika rencanaku tidak berjalan mulus. Namun aku akui, sedikit kesulitan untuk menaklukkan hatinya secara terang-terangan."
"Maksudmu?"
"Wanita kebanyakan pasti sudah bergenit ria padaku, atau tersipu malu jika aku goda. Ini gak ada manis-manisnya jadi wanita," keluh tuan Nan.
"Hahahaha ... yang manis itu ya Allea, tapi tak ada manis-manisnya dia di matamu."
"Dia terlalu jaim dan tertutup, aku tak nyaman dengannya."
"Itu karena hatimu selalu tertutup buatnya."
"Bisa jadi."
"Ngomong-ngomong soal Allea, dia masih di Singapura? dan bagaimana sikap lelaki yang di cintai olehnya itu?" tanya tuan Nan akhirnya.
"Kau tak membaca laporan yang aku berikan?"
"Tidak!"
"Jadi buat apa aku kau suruh mencari info?"
"Buat kau tahu saat aku bertanya seperti sekarang," ucap tuan Nan dengan menyebalkan.
"Dasar tak berperasaan ... kekasih yang dia cinta seorang warga Singapura, dia pengusaha walau jauh di bawahmu namun dia mendapatkan cinta Allea___"
"Tunggu aku juga mendapatkan cintanya ... dulu! Dia yang tidak! Tolong garis bawahi!" tegas tuan Nan.
"Semoga Anitha bukan hukumanmu karena menyakiti hati Allea!"
"Aku tak pernah. Aku selalu penuhi apa yang dia butuhkan. Aku juga tak pernah main kekerasan fisik atau mentalnya, aku hanya kasar ketika dia mengumpan para gadis ke aku," ucap tuan Nan membela diri.
"Tapi kau dingin padanya."
"Itu salahnya kenapa tidak bisa membuat hatiku hangat, dia hanya bisa jadi penghangat ranjangku yang dingin."
"Dasar tak berperasaan ... kau tidak cinta tapi kau tiduri anak orang tiap malam!"
"*** bisa dilakukan tanpa cinta oleh kita kaum pria, apalagi yang aku tiduri itu istri sah aku. Di mana letak salah aku?"
" Di nafsu setanmu!" Jeffy geram sendiri dan tuan Nan hanya tertawa.
"Kau belum selesai bicara, cepatlah. Aku mau kerja. Kalau aku gak kerja, kau siapa yang gaji. Kerja kau ini dipikir-pikir enak juga ya, santai- santai tiap bulan terima gaji," seloroh tuan Nan.
"Mereka saling mencintai___" perkataan Jeffy lagi-lagi disela tuan Nan.
"Jangan bilang aku cemburu kau katakan begitu!"
Jeffy dengan kesal melemparkan bantalan di sofa dan sukses mengenai kepala tuan Nan, belum sempat dia protes Jeffy sudah bersuara, "Tadi kau yang suruh cepat, lagian siapa yang bilang kau cemburu, atau jangan-jangan kau mulai cemburu membayangkan istri elegan itu dicumbu lelaki lain??"
"Ciihh gak ada dalam kamusku. Kalau Anitha baru aku cemburu."
"Makanya kau mau dengar apa tidak?" Jeffy menjadi tidak sabaran melihat kelakuan tuan Nan yang membantah saja.
"Sebaik aku, prianya?"
"Jauh lebih baik dari kau! Kalau tidak mana mungkin Allea berpaling darimu yang tampan dan kaya ini!"
"Kejamnya kau sama aku."
"Kau diam tidak, kalau menyelah juga, kau baca sendiri!" ancam Jeffy kesal.
"Ok."
"Liam Lee namanya, salah satu pengusaha Singapura. Mereka sudah dua tahun menjalin hubungan. Hidup satu atap namun aku tak tahu mereka beda kamar apa tidak. Liam Lee tidak pernah minta Allea untuk mendapatkan harta gono-gini. Allea hanya ingin membantu Liam mengembangkan perusahaannya.
"Ohhh ...." Hanya itu yang keluar dari mulutnya.
"Kenapa cuma ohhh ... kau benar tidak menyesalkan. Putuskan sebelum terlambat.
"Aku tidak menyesal sedikit pun, aku bersyukur dia bisa mendapatkan pria yang tulus padanya. Dia wanita yang baik, tapi hatiku ini yang sulit menerimanya. Aku tak akan mundur untuk mendapatkan Anitha dan menata rumah tangga yang normal dengannya."
"Lalu apa yang kau pikirkan?"
"Aku berpikir tidak ingin terlalu lama menggantungnya, tapi jika aku melepaskan dia maka hanya jalan paksa untuk mendapatkan Anitha yang bisa aku lakukan. Aku tak ingin mendapatkan dia dengan kekerasan Jeff," nada tuan Nan terdengar bimbang.
"Kau mau mendengar ide aku, bagaimana kalau kau tukar posisinya," ucap Jeffy yang belum dipahami oleh tuan Nan.
"Maksudmu tukar posisi?
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments
Farida Wahyuni
uh pemasaran bgt lanjutannya😍
2021-08-20
1
Yoo_Rachel
boom like 10
2021-04-20
0
Fitriani
sebenarnya tuan nan suami yg baik tapi masalah hati siapa yg bisa ngatur
2021-04-07
2