Asisten Rumah Tangga

"Bu ... ini Anitha yang saya ceritakan." Bapak tersebut memperkenalkan dirinya.

"Anitha Bu," Anitha menyalim tangan istri pak Hasan.

"Cantik sekali kamu Nak." Istri ayah angkat Anitha memuji, yang diketahui bernama Lestari.

"Terima kasih Bu, tetapi tidak secantik jalan hidupku Bu," ucap Anitha kepada bu Lestari.

"Sabar Nak ... kamu sudah sarapan?"

"Sudah Bu, tadi diajak bapak sarapan."

"Bapak kalau mau pergi kerja silahkan, Anitha gak apa di sini dulukan?" Anitha bertanya dengan ragu.

"Ya di sini saja dulu, mau ke mana kamu sekarang Nak?" Begitu baik dan lembut istri ayah angkat Anitha.

"Bapak berangkat dulu ya Bu ... Bapak titip Anitha dulu pada ibu ya." Si bapak menitipkan Anitha pada istrinya.

"Iya Pak, anak temanmu sama seperti anakku juga." Anitha bersyukur dia masih ada tempat berteduh di tengah kesulitan yang dijalaninya.

Anitha dan ibu Lestari duduk di sofa usang. Ibu Lestari bertanya apa yang terjadi dengan Anitha. Anitha bercerita mulai dari dia tidak dianggap dan diusir suaminya sampai ditolong temannya dan ternyata hanya untuk dijual.

Tidak hanya Anitha yang meneteskan air mata. Terlihat mata bu Lestari juga berkaca-kaca menahan kesedihan mendengar jalan hidup Anitha.

"Sabar ya Nak, semoga ke depannya kamu jadi lebih baik dan sukses." Ini doa kedua untuk Anitha pada hari yang sama.

"Aamiin ... makasih Bu ... semoga doa ibu dan bapak dikabulkan Allah. Ohhh yaa, Ibu berdua saja sama bapak?" Rumah Pak Hasan tidak terlalu besar cuma ada dua kamar di sana.

"Iya Nak, ibu juga hanya punya anak tunggal, sama sepertimu. Sekarang dia ikut suaminya ke Kalimantan."

"Maafkan aku menyusahkan Ibu dan bapak ya, aku akan secepatnya mencari kerja Bu." Anitha merasa sedikit tidak enak hati karena dilihat sepintas keadaan ekonomi ayah angkatnya tidak terlalu baik.

"Tak usah terlalu banyak pikir Nak, sekarang kamu istirahat dulu di kamar depan. Kamar itu dulunya kamar anak ibu, chacha namanya. Ibu mau masak dulu untuk makan siang kita,"

ujar bu Lestari pada Anitha.

"Aku bantu Ibu saja ya, aku juga gak bisa tidur jam segini Bu." Anitha menolak dengan halus dan menawarkan bantuan pada ibu angkatnya.

"Kalau kamu gak capek, gak apa Nak, kalau capek istirahat saja. Jangan sungkan."

Sore hari Anitha pamit sebentar ke minimarket dekat rumah ibu angkatnya. Dia berniat untuk membeli perlengkapan sabun yang tertinggal di rumah Ajeng.

"Bu ... aku ke minimarket depan gang rumah kita ya Bu." Pamit Anitha pada ibu angkatnya.

"Hati-hati Nak, pakai saja topi untuk menutupi kepalamu, walau jarak dari sini ke rumah kawanmu sangat jauh. Mana tahu dia sedang mencari-cari," ujar Bu Lestari khawatir.

"Iya Bu, Ibu mau titip sesuatu?" Anitha menawarkan walau dana sangat terbatas.

"Tidak ada yang ibu butuhkan Nak, simpan saja untukmu."

Anitha berjalan kaki menuju minimarket depan gang rumah. Belum sampai Anitha ke seberang, sebuah mobil yang lumayan mewah berhenti di depannya. Entah pikiran yang takut atau memang begitu adanya, tanpa pikir panjang Anitha lari kembali ke arah rumah ibu angkatnya, namun dia tidak terus ke rumah ibu angkatnya.

Dia berlari semampu kekuatannya. Ketika ada sebuah gang dia berbelok dan menyandarkan badan dibalik tembok sambil mengatur napas yang tersengal-sengal.

Anitha tak hilang akal, dia bertanya adakah jalan lain ke arah daerah rumah ibu angkatnya. Penduduk setempat menunjukan jalan pintas yang menembus kebun jagung.

Anitha memutuskan bergerak cepat karena bisa jadi mereka suruhan Ajeng. Setelah mengucapkan terima kasih kepada bapak tempat dia bertanya, Anitha langsung menempuh jalan pintas yang ditunjukan.

Anitha menelusuri jalan sesuai arah yang diberikan. Beruntung dia diberi ingatan yang tajam sehingga sekali saja dia mendengar dia ingat dan hapal. Lain jika dia tak menginginkan lebih, memori di kepala seakan bisa dia atur apakah dia harus mengingat sedetail mungkin atau hanya biasa saja. Mana yang tidak dia perlukan akan dia hapus.

Dari jauh Anitha melihat dapur ibu angkat. Dengan mengendap-endap dia memperhatikan sekeliling. Setelah merasa aman Anitha bergerak cepat menuju pintu dapur ibu angkat.

Anitha mengetuk pelan pintu belakang. Bu Lestari datang membuka pintu. "Loh Nak, kenapa kamu bisa lewat dari kebun belakang?" Bu Lestari merasa keheranan.

"Di depan gak ada siapa-siapa Bu? Pintu Ibu kunci?" Anitha sungguh khawatir. Anitha jadi paranoid tingkat dewi.

Bu Lestari terlihat menggeleng kebingungan dengan pertanyaan Anitha. "Ada apa Nak, cepat masuk." Dia jadi ikut-ikutan khawatir.

Anitha menceritakan dengan singkat dan jelas apa yang terjadi. "Tapi gak tahu juga Bu, apa emang cari aku atau bukan, tapi feeling-ku sungguh tak enak ketika mobil itu berhenti tepat di depanku Ibu."

Bu Lestari memeluk putri angkatnya. Dia seperti bisa merasakan ketakutan yang didera Anitha. Dia memberi Anitha minum segelas air putih dan menelpon suaminya untuk pulang lebih awal.

"Pak sebaiknya Bapak cepat pulang, ada yang terjadi Pak dan Anitha sepertinya tidak aman."

"Tidak aman?" Suaminya berteriak sedikit keras karena panik yang melanda. Tak bisa dia bayangkan jika almarhum temannya masih ada, betapa dia akan sedih jika anaknya kenapa-kenapa.

Bu Lestari cepat menjelaskan kepada suaminya dengan rinci.

"Baik bapak akan pulang setelah mengantarkan penumpang bapak."

***

"Maaf, kalau boleh tahu ada apa Pak?" kata seorang ibu muda yang setelan sangat modis. Bertanya kepada pak Hasan.

Pak Hasan pun cerita bagaimana awalnya dia berteriak. "Maafkan saya tadi Bu, sempat mengganggu kenyamanan Ibu."

"Gak apa-apa Pak, saya paham kok mendengar cerita Bapak saya prihatin membayangkan nasib putri angkat Bapak."

Pak Hasan hanya terdiam sambil fokus menyetir. Sampai penumpangnya mengatakan. "Saya rasa saya punya solusi jika putri angkat Bapak mau," katanya kemudian.

"Apa kira-kira Bu?" Pak Hasan memang begitu memikirkan anak kawannya yang kini sudah dianggapnya seperti putri sendiri, Chacha.

"Kakak saya minta carikan asisten rumah tangga, anehnya dia tidak suka yang tua Pak. Dia suka wanita yang tidak terlalu dewasa dan tidak terlalu muda, ya usia sekitar 25 tahun Pak. Suaminya keturunan bule Pak dan sangat berduit.

Dia punya perusahaan besar di beberapa negara. Namun pusatnya di Jakarta, karena ibu mertua kakak saya asli orang Indonesia. Dia ingin anaknya lebih memilih negara ibunya. Walau pada akhirnya ibunya juga diboyong suaminya ke negara asal suami. Namun pusat perusahaan tetap di sini." Penumpang berbicara panjang lebar yang didengar pak Hasan dengan teliti.

"Lalu Bu? Maksud Ibu putri angkat saya kerja di sana?"

"Jika Bapak dan putri Bapak setuju, saya rasa tempat yang aman adalah rumah kakak saya. Saya akan meneleponnya jika Bapak mau."

"Saya coba tanya dia dulu ya Bu, kalau saya bagaimana supaya dia aman saja. Saya kasihan dengannya yang hanya sebatang kara di sini. Ditambah ayahnya sudah tak ada," ujar pak Hasan.

"Bagaimana kalau bapak setuju kita memutar ke rumah Bapak, saya ingin langsung melihat putri Bapak dan bertanya langsung jika Bapak setuju."

Pak Hasan hanya menyetujuinya karena lebih baik jalan ini untuk sementara. Dia hanya berpikir bagaimana agar putri sahabatnya aman dan tidak penuh ketakutan. Diapun setuju membawa pulang konsumen yang bisa memberikan solusi untuk anak angkatnya.

***/

Terpopuler

Comments

🥰🥰 Si Zoy..Zoy..🤩🤩

🥰🥰 Si Zoy..Zoy..🤩🤩

Like..Like..Like..

2021-08-21

1

Nietta Harry

Nietta Harry

tambah keren disertai visual..

2021-08-20

2

Tk Shoes

Tk Shoes

seru,,, seru,,,

2021-06-06

1

lihat semua
Episodes
1 Pergilah
2 Selamat Tinggal
3 Lepaskan dia
4 Di Jual
5 Asisten Rumah Tangga
6 Setuju
7 Bekerja Untukku Bukan Untukmu
8 Tutup Mulut
9 Menyadarinya.
10 Wanita Boneka.
11 Upik Abu
12 Biarkan Saja Apa Maunya.
13 Apa Kabar Ibu?
14 SEMENTARA SILENT MODE
15 Predator Berbahaya.
16 Seperti Apa Dia!
17 Hidup Butuh Perubahan.
18 Makan Malam
19 Tanggung Bohong Berdusta sekalian
20 Tukar Posisi.
21 Aku Mencintainya
22 Terakhir Kalinya
23 Pengalaman Pertama
24 Selagi Bumi Berputar di Porosnya
25 Jual Memori
26 Aku Bisa Mencintaimu
27 Debar Manis di Hatinya
28 Jatuh Hati Padamu
29 Aura Yang Menggelap
30 Tiba-tiba Gelisah
31 Menguasai Diri
32 Memancing Dia Muncul
33 Menumpang Kasihku
34 Hanya Upik Abu
35 Aku Akan Membantu
36 Original Black Card
37 Ingin Memiliki Tanpa Cinta
38 Hati Kosong Anitha
39 Menyerahkan Hatimu Padaku
40 Malam Naas
41 Membuka Tabir Masa Lalu.
42 Bisa Aku Menjumpaimu
43 Melarikan Diri
44 Kehilangan Jejak Anitha
45 Siksa
46 Apa Kabar Sayang?
47 Kembali Ke Masa Lalu
48 Buktinya Surat Perceraiannya
49 Posisi Nyonya CEO
50 Kau Ada Ide?
51 Berhak Atas Dirimu
52 Aku Pasti Melenyapkanmu
53 Melampaui batas
54 Ditawarkan Jadi CEO
55 Pantai Air Manis Saksi Bisu
56 Cara Yang Sama Menghancurkannya
57 Nostalgia Singapura
58 Double Date Berkesan
59 Rencana Perkenalan
60 Perkenalan dan Penolakan
61 Semua Ada Hikmahnya
62 Mengenalkan Dunia Malam
63 Penyesalan Terdalam
64 Respon Anitha
65 Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan
66 Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan.
67 Sekelumit Penjelasan Bab 65 66
68 Membangun Mimpi
69 Tak Ada Faktor Kebetulan
70 Ambisi di Balik Gaun Pengantin
71 Harusnya Jadi Artis Bukan CEO
72 Atas Dasar Latar Belakang
73 Maafi Diriku Readers
74 Rahasia Hati Anitha
75 Ujian Terakhir Cinta Nansen
76 Meminta Memajukan Hari
77 Rintangan Setelah Lamaran
78 Tuan Nan Tercengang
79 Bermain-main Dengan Penghianat
80 Ijab Kabul dan Resepsi
81 Planning Honeymoon
82 Rembulan Malam
83 Tali Nyawa
84 Tak Disangka-sangka
85 Tak Berubah
86 Kabar Terbaru Sahrul
87 Beri Satu Kesempatan
88 Sehati Sejiwa
89 Cemburu Pertama
90 Posesif
91 Tuan dan Wanita Boneka
92 Rencana Pengalihan
93 Anitha Berlapang Hati
94 Cemburu Itu Masih Berlanjut
95 Anitha Memanggil Ajeng
96 Mengajak Ajeng Berbicara
97 Saling Berdamai Dari Masa Lalu
98 Resah
99 Akhir Dari Dendam
100 Wanita Masa Lalu
101 Rencana Ke Dokter
102 Hanya Teman Lama
103 Kesedihan Anitha
104 Menyesal
105 Mujur Belum Bisa Diraih
106 Kesedihan Dalam Diam
107 Rindu Tiada Bertepi
108 Rahasia Jeffy
109 Bersatu dan Saling Menerima
110 Memulai Program
111 Uang dan Kebahagiaan
112 Bukan Karena Bawaan
113 Buah Hati
114 Baby Blues
115 Berlarut dan Berhalusinasi.
116 Postpartum Depression
117 Kesempurnaan Bukan Milik Kita
118 Prinsip
119 Menyambut Suami
120 Kepanikan Tuan Nan
121 Rencana Akhir Pekan.
122 Kabar Bahagia
123 Buat Readers ter love.
124 Mampir donk Sayang. Hihaaaa
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Pergilah
2
Selamat Tinggal
3
Lepaskan dia
4
Di Jual
5
Asisten Rumah Tangga
6
Setuju
7
Bekerja Untukku Bukan Untukmu
8
Tutup Mulut
9
Menyadarinya.
10
Wanita Boneka.
11
Upik Abu
12
Biarkan Saja Apa Maunya.
13
Apa Kabar Ibu?
14
SEMENTARA SILENT MODE
15
Predator Berbahaya.
16
Seperti Apa Dia!
17
Hidup Butuh Perubahan.
18
Makan Malam
19
Tanggung Bohong Berdusta sekalian
20
Tukar Posisi.
21
Aku Mencintainya
22
Terakhir Kalinya
23
Pengalaman Pertama
24
Selagi Bumi Berputar di Porosnya
25
Jual Memori
26
Aku Bisa Mencintaimu
27
Debar Manis di Hatinya
28
Jatuh Hati Padamu
29
Aura Yang Menggelap
30
Tiba-tiba Gelisah
31
Menguasai Diri
32
Memancing Dia Muncul
33
Menumpang Kasihku
34
Hanya Upik Abu
35
Aku Akan Membantu
36
Original Black Card
37
Ingin Memiliki Tanpa Cinta
38
Hati Kosong Anitha
39
Menyerahkan Hatimu Padaku
40
Malam Naas
41
Membuka Tabir Masa Lalu.
42
Bisa Aku Menjumpaimu
43
Melarikan Diri
44
Kehilangan Jejak Anitha
45
Siksa
46
Apa Kabar Sayang?
47
Kembali Ke Masa Lalu
48
Buktinya Surat Perceraiannya
49
Posisi Nyonya CEO
50
Kau Ada Ide?
51
Berhak Atas Dirimu
52
Aku Pasti Melenyapkanmu
53
Melampaui batas
54
Ditawarkan Jadi CEO
55
Pantai Air Manis Saksi Bisu
56
Cara Yang Sama Menghancurkannya
57
Nostalgia Singapura
58
Double Date Berkesan
59
Rencana Perkenalan
60
Perkenalan dan Penolakan
61
Semua Ada Hikmahnya
62
Mengenalkan Dunia Malam
63
Penyesalan Terdalam
64
Respon Anitha
65
Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan
66
Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan.
67
Sekelumit Penjelasan Bab 65 66
68
Membangun Mimpi
69
Tak Ada Faktor Kebetulan
70
Ambisi di Balik Gaun Pengantin
71
Harusnya Jadi Artis Bukan CEO
72
Atas Dasar Latar Belakang
73
Maafi Diriku Readers
74
Rahasia Hati Anitha
75
Ujian Terakhir Cinta Nansen
76
Meminta Memajukan Hari
77
Rintangan Setelah Lamaran
78
Tuan Nan Tercengang
79
Bermain-main Dengan Penghianat
80
Ijab Kabul dan Resepsi
81
Planning Honeymoon
82
Rembulan Malam
83
Tali Nyawa
84
Tak Disangka-sangka
85
Tak Berubah
86
Kabar Terbaru Sahrul
87
Beri Satu Kesempatan
88
Sehati Sejiwa
89
Cemburu Pertama
90
Posesif
91
Tuan dan Wanita Boneka
92
Rencana Pengalihan
93
Anitha Berlapang Hati
94
Cemburu Itu Masih Berlanjut
95
Anitha Memanggil Ajeng
96
Mengajak Ajeng Berbicara
97
Saling Berdamai Dari Masa Lalu
98
Resah
99
Akhir Dari Dendam
100
Wanita Masa Lalu
101
Rencana Ke Dokter
102
Hanya Teman Lama
103
Kesedihan Anitha
104
Menyesal
105
Mujur Belum Bisa Diraih
106
Kesedihan Dalam Diam
107
Rindu Tiada Bertepi
108
Rahasia Jeffy
109
Bersatu dan Saling Menerima
110
Memulai Program
111
Uang dan Kebahagiaan
112
Bukan Karena Bawaan
113
Buah Hati
114
Baby Blues
115
Berlarut dan Berhalusinasi.
116
Postpartum Depression
117
Kesempurnaan Bukan Milik Kita
118
Prinsip
119
Menyambut Suami
120
Kepanikan Tuan Nan
121
Rencana Akhir Pekan.
122
Kabar Bahagia
123
Buat Readers ter love.
124
Mampir donk Sayang. Hihaaaa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!