Wanita Boneka.

Jika Anitha masih termangu di tepi ranjangnya, tidak dengan tuannya. Tuan Nansen sudah mulai bergerak ke kamarnya. Tuan Nan ingin segera mencari tahu siapa Anitha sebenarnya dan apa tujuan dari apa yang terlihat tadi.

Tanpa ragu, tuan Nan berkata, "Kamu ingin memancing saya dengan berpakaian seperti itu?" Terdengar suara sinis tuan Nansen yang berdiri di depan pintu. Anitha langsung berdiri karena begitu kaget dengan apa yang didengar.

Anitha masih shock dan masih berdiri membeku di samping ranjang. Otak cerdas sudah terbang tanpa pamit padanya. Dengan kondisi yang berantakan, ditambah tuduhan kejam tuan Nansen yang mengatakan hendak memancing dirinya, membuat Anitha seperti orang linglung.

Tuan Nansen memperhatikan dengan detail apa yang terjadi dengan Anitha. Wajah shock Anitha dan kebekuan Anitha bukan hasil dari rekayasa untuk merebut simpatinya. Semua murni karena keteledoran Anitha. Itulah penglihatan tuan Nansen.

Hal itu malah menimbulkan ide gila di otak tuan Nansen. Dia ingin mengerjai gadis suruhan istrinya ini. Nansen Adreyan yang terkenal dengan keseriusan, tiba-tiba ingin bermain-main dengan gadis cantik di depannya.

Dia mendekati Anitha yang masih belum sadar, jika dia sudah dipindai oleh tuannya yang ibarat musuh dan akan memangsanya. Walau tuan Nansen tidak berniat demikian. Tuan Nansen hanya ingin mempermainkan Anitha.

Dengan langkah sigap tuan Nansen sudah berada di depan Anitha. Dengan gerakan cepat, dia menarik rambut Anitha sehingga terdongak memandangnya. Tuan Nansen memandang tajam pada bola mata Anitha. Walau sempat getar aneh merambat di hatinya.

Anitha semakin shock dan semakin membuat dia tak berdaya. Seumur hidup dia tak pernah berpenampilan seperti sekarang kecuali di depan suaminya yang kini telah berubah menjadi mantan.

Raut wajah Anitha yang terpampang di depan tuan Nansen, membuat kesenangan tersendiri dalam hati, walau dia bersikap sinis menutupi getar hatinya. Hatinya ingin tertawa walau masih dengan wajah dingin ibarat predator yang hendak memangsa.

"Kamu ingin memancingku agar bisa menjadi kekasihku??" tuduhnya tepat di depan wajah Anitha. Tuan Nansen mendorong lembut tubuh Anitha kembali duduk di tepi ranjangnya, dan melepaskan tangan dari rambut berpindah dengan memegang dagu Anitha.

Posisi yang dekat membuat Anitha mencium wangi tuannya. Anitha tersadar dan mendorong tuan Nansen, namun usahanya gagal. Merasa tubuhnya terdorong, tuan Nansen mengalihkan mencengkram kedua bahu Anitha.

"Kamu ingin apa sebenarnya?" tanya tajam tuan Nansen menatap dalam pada Anitha. Sekali lagi hatinya serasa disengat ribuan volt listrik. Namun dia pantang melihatkan.

"Maaf saya tak sengaja, saya hanya tertidur." Suara Anitha bergetar menahan malu melihat penampilannya sendiri dan merasakan tuan Nansen yang begitu dekat. Mendengar suara Anitha yang bergetar justru membuat getaran aneh di dadanya semakin menjadi.

Namun bukan tuan Nansen namanya jika menunjukkan perasaan. Masih dengan sikap dingin dan sinis dia semakin mendekati Anitha dan menundukkan kepala tepat di samping kepala Anitha dan berbisik, "Aku ingin kau layani di atas ranjang ini," bisik tuan Nansen dengan nada dingin.

Anitha gemetar dan memberikan kepuasan bagi tuan Nansen. Tuan Nansen mengira Anitha malu atau takut, namun dia salah.

Anitha bukan menahan takut tapi menahan amarahnya, dengan tak kalah dingin dia berucap, "Singkirkan tanganmu dari tubuhku Tuan, atau kau akan menyesal sepanjang hidup kau!!"

Tuan Nansen tersentak mendengar nada dingin dan kasar Anitha. "Cepat ganti pakaianmu, lalu masakan makan malam. Bukankah hanya itu tugasmu wanita boneka?" ucapnya, berusaha menetralkan hatinya sendiri.

Dia melangkah meninggalkan kamar Anitha tanpa menunggu jawaban dari Anitha. Seulas senyum tipis terbit di bibirnya. Entah kenapa hatinya merasa sangat puas mengetahui sikap sebenarnya wanita suruhan istrinya yang satu ini.

Jika dia menyunggingkan senyum dibalik Anitha. Anitha justru merasa kesal setengah mati atas perlakuan tuannya. "Awas kamu Nan! Akan aku balas kau malam ini juga!"

Dengan cepat dia menutup pintu dan berganti baju. Lalu menuju dapur. Dia membuat beef steak panggang dan Capcay kuah yang telah dipersiapkannya.

Dengan cepat dia menghidangkan untuk tuannya. Dia tersenyum manis mempersilakan tuannya makan. Namun bukan ucapan terima kasih yang dia terima melainkan kata sindiran.

"Menjauh Wanita Boneka, aku alergi dengan boneka!" Sekali lagi dia mengatakan Anitha boneka. Padahal baru tadi dia memegang Anitha yang dikatakannya boneka.

Anitha menurut dan dengan tetap hormat dia undur diri. Baru saja dia membalikan badan senyum lebar muncul di bibirnya. Namun sudah pasti senyum lebarnya tak akan bertahan lama.

Sebuah suara menggelegar terdengar berteriak kepadanya. " Berhenti kamu Wanita Boneka!!! Apa memasak pun kamu tidak bisa!"

"Rasain kamu. Aku juga punya beribu cara untuk mengerjai kamu. Katakan saja terus aku wanita boneka tuan Nan," Anitha mengumpat dalam hatinya dan berbalik menghadap tuannya.

Lalu Anitha berkata tanpa merasa bersalah "Kenapa Tuan?"

Tuan Nansen lupa selalu mengatakan alergi boneka. "Sini kamu!" Terlukis kemarahan yang besar di wajahnya.

Anitha melangkah mendekati tuannya, tidak ada rasa takut. Setidaknya dia sudah selangkah dalam memancing respon tuannya. Walau bukan respon yang baik. Namun stimulus yang dia berikan berjalan mulus. "Ada apa Tuan?" katanya dengan tampang memelas yang sudah pasti hanya drama.

"Sini coba masakanmu. Asin sekali!" Tanpa sadar dia menarik tangan Anitha. Jelas Anitha bertambah senang. Mulut dan hati tuannya tidak sejalan.

"Maaf Tuan, saya alergi dengan daging sapi." Jelas dia berbohong untuk menghindari sepotong daging sapi panggang yang dia beri lebih banyak garam dan penyedap rasa dari takaran seharusnya.

Tuan Nansen memandang raut muka Anitha mencari kebohongan di wajahnya. Namun dia tidak menemukannya. Justru yang dilihatnya wajah ketakutan seakan dipaksa makan daging tersebut.

Wow ... begitu lihai Anitha memainkan perannya. Dia memasang persona dalam raut wajah yang takut.

Tuan Nansen tidak sadar jika dikerjai sekali lagi. Dia menganggap asumsinya diawal melihat Anitha benar adanya. Gadis cantik putih mulus tersebut memang tidak becus kerja rumah dan kini dia ketakutan jika dipaksa makan.

"Kamu buat lagi dan kurangi garam dan penyedap rasanya. Jika kamu gagal ... awas kamu!" Dia memerintahkan ulang dan mengancam Anitha dengan ancaman yang tak jelas.

"Baik Tuan." Anitha melepaskan tangan yang dipegang tuannya dan jelas membuat tuannya terkejut. Tuan Nansen tidak sadar jika telah memegang tangan Anitha.

Anitha membawa hidangan steaknya kembali ke dapur. Dia menghangatkan sedikit steak yang diasingkan dengan bumbu yang semestinya.

Bibirnya tak lepas dari senyum. Dia senang di hari pertama nyonya Allea pergi, perkembangannya lumayan terlihat. Anitha sungguh berharap bisa mendapatkan apa yang nyonya Allea janjikan. Dia ingin segera membangun hidupnya dan membawa ibunya hidup bersamanya. "Sabar ya bu.. aku akan jemput ibu untuk kita bisa hidup bersama."

Jika Anitha tersenyum berbeda dengan tuan Nansen, dia justru tercenung dengan kejadian tadi. Dia sampai tidak sadar telah menarik Anitha dan tak melepaskan genggaman tangannya. Sekuat apapun marah dengan orang, tubuhnya tidak akan berkontak fisik dengan orang asing kecuali jabat tangan dengan relasi bisnisnya. Itupun jika dianggap perlu. Kini sudah dua kali dia menyentuh Anitha.

"Ahhh ada apa denganku, jangan bilang aku mulai terseret dalam permainan gadis ini. Dia hanya alat dari istriku untuk mewujudkan apa yang istriku inginkan!" batin tuan Nansen dengan kesal.

Tak lama Anitha kembali membawakan steak yang telah dihangatkan. Dia kembali menghidangkan kepada tuan Nansen. "Silahkan Tuan, dan maafkan saya," kata Anitha berpura merasa bersalah.

Lagi-lagi Anitha tersenyum karena sekali lagi tuan Nansen diam saja ketika dia meletakan hidangannya, Anitha sengaja pura-pura menyenggol tangannya yang berada di atas meja.

Tuan Nansen seakan tak respon disentuh dengan sengaja oleh Anitha. Dia bukannya tidak sadar dengan kelakuan Anitha. Tanpa Anitha sadari, tuan Nan menikmati hidangan steaknya.

"Hmmm pandai juga wanita boneka itu masak. Apa tadi dia mengerjai aku?" Gumam tuan Nansen yang tidak didengar Anitha, karena Anitha telah kembali ke dapur membereskan sisa-sisa masakan tadi.

***/

Terpopuler

Comments

Tk Shoes

Tk Shoes

sempat menghayal jd anitha yg duduk dipinggi ranjang,,, wwkkakkwkkk

2021-06-06

1

🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ

🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ

anitha jail😁✌

2021-05-07

0

Yoo_Rachel

Yoo_Rachel

Nice....Fightinggg

2021-04-20

0

lihat semua
Episodes
1 Pergilah
2 Selamat Tinggal
3 Lepaskan dia
4 Di Jual
5 Asisten Rumah Tangga
6 Setuju
7 Bekerja Untukku Bukan Untukmu
8 Tutup Mulut
9 Menyadarinya.
10 Wanita Boneka.
11 Upik Abu
12 Biarkan Saja Apa Maunya.
13 Apa Kabar Ibu?
14 SEMENTARA SILENT MODE
15 Predator Berbahaya.
16 Seperti Apa Dia!
17 Hidup Butuh Perubahan.
18 Makan Malam
19 Tanggung Bohong Berdusta sekalian
20 Tukar Posisi.
21 Aku Mencintainya
22 Terakhir Kalinya
23 Pengalaman Pertama
24 Selagi Bumi Berputar di Porosnya
25 Jual Memori
26 Aku Bisa Mencintaimu
27 Debar Manis di Hatinya
28 Jatuh Hati Padamu
29 Aura Yang Menggelap
30 Tiba-tiba Gelisah
31 Menguasai Diri
32 Memancing Dia Muncul
33 Menumpang Kasihku
34 Hanya Upik Abu
35 Aku Akan Membantu
36 Original Black Card
37 Ingin Memiliki Tanpa Cinta
38 Hati Kosong Anitha
39 Menyerahkan Hatimu Padaku
40 Malam Naas
41 Membuka Tabir Masa Lalu.
42 Bisa Aku Menjumpaimu
43 Melarikan Diri
44 Kehilangan Jejak Anitha
45 Siksa
46 Apa Kabar Sayang?
47 Kembali Ke Masa Lalu
48 Buktinya Surat Perceraiannya
49 Posisi Nyonya CEO
50 Kau Ada Ide?
51 Berhak Atas Dirimu
52 Aku Pasti Melenyapkanmu
53 Melampaui batas
54 Ditawarkan Jadi CEO
55 Pantai Air Manis Saksi Bisu
56 Cara Yang Sama Menghancurkannya
57 Nostalgia Singapura
58 Double Date Berkesan
59 Rencana Perkenalan
60 Perkenalan dan Penolakan
61 Semua Ada Hikmahnya
62 Mengenalkan Dunia Malam
63 Penyesalan Terdalam
64 Respon Anitha
65 Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan
66 Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan.
67 Sekelumit Penjelasan Bab 65 66
68 Membangun Mimpi
69 Tak Ada Faktor Kebetulan
70 Ambisi di Balik Gaun Pengantin
71 Harusnya Jadi Artis Bukan CEO
72 Atas Dasar Latar Belakang
73 Maafi Diriku Readers
74 Rahasia Hati Anitha
75 Ujian Terakhir Cinta Nansen
76 Meminta Memajukan Hari
77 Rintangan Setelah Lamaran
78 Tuan Nan Tercengang
79 Bermain-main Dengan Penghianat
80 Ijab Kabul dan Resepsi
81 Planning Honeymoon
82 Rembulan Malam
83 Tali Nyawa
84 Tak Disangka-sangka
85 Tak Berubah
86 Kabar Terbaru Sahrul
87 Beri Satu Kesempatan
88 Sehati Sejiwa
89 Cemburu Pertama
90 Posesif
91 Tuan dan Wanita Boneka
92 Rencana Pengalihan
93 Anitha Berlapang Hati
94 Cemburu Itu Masih Berlanjut
95 Anitha Memanggil Ajeng
96 Mengajak Ajeng Berbicara
97 Saling Berdamai Dari Masa Lalu
98 Resah
99 Akhir Dari Dendam
100 Wanita Masa Lalu
101 Rencana Ke Dokter
102 Hanya Teman Lama
103 Kesedihan Anitha
104 Menyesal
105 Mujur Belum Bisa Diraih
106 Kesedihan Dalam Diam
107 Rindu Tiada Bertepi
108 Rahasia Jeffy
109 Bersatu dan Saling Menerima
110 Memulai Program
111 Uang dan Kebahagiaan
112 Bukan Karena Bawaan
113 Buah Hati
114 Baby Blues
115 Berlarut dan Berhalusinasi.
116 Postpartum Depression
117 Kesempurnaan Bukan Milik Kita
118 Prinsip
119 Menyambut Suami
120 Kepanikan Tuan Nan
121 Rencana Akhir Pekan.
122 Kabar Bahagia
123 Buat Readers ter love.
124 Mampir donk Sayang. Hihaaaa
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Pergilah
2
Selamat Tinggal
3
Lepaskan dia
4
Di Jual
5
Asisten Rumah Tangga
6
Setuju
7
Bekerja Untukku Bukan Untukmu
8
Tutup Mulut
9
Menyadarinya.
10
Wanita Boneka.
11
Upik Abu
12
Biarkan Saja Apa Maunya.
13
Apa Kabar Ibu?
14
SEMENTARA SILENT MODE
15
Predator Berbahaya.
16
Seperti Apa Dia!
17
Hidup Butuh Perubahan.
18
Makan Malam
19
Tanggung Bohong Berdusta sekalian
20
Tukar Posisi.
21
Aku Mencintainya
22
Terakhir Kalinya
23
Pengalaman Pertama
24
Selagi Bumi Berputar di Porosnya
25
Jual Memori
26
Aku Bisa Mencintaimu
27
Debar Manis di Hatinya
28
Jatuh Hati Padamu
29
Aura Yang Menggelap
30
Tiba-tiba Gelisah
31
Menguasai Diri
32
Memancing Dia Muncul
33
Menumpang Kasihku
34
Hanya Upik Abu
35
Aku Akan Membantu
36
Original Black Card
37
Ingin Memiliki Tanpa Cinta
38
Hati Kosong Anitha
39
Menyerahkan Hatimu Padaku
40
Malam Naas
41
Membuka Tabir Masa Lalu.
42
Bisa Aku Menjumpaimu
43
Melarikan Diri
44
Kehilangan Jejak Anitha
45
Siksa
46
Apa Kabar Sayang?
47
Kembali Ke Masa Lalu
48
Buktinya Surat Perceraiannya
49
Posisi Nyonya CEO
50
Kau Ada Ide?
51
Berhak Atas Dirimu
52
Aku Pasti Melenyapkanmu
53
Melampaui batas
54
Ditawarkan Jadi CEO
55
Pantai Air Manis Saksi Bisu
56
Cara Yang Sama Menghancurkannya
57
Nostalgia Singapura
58
Double Date Berkesan
59
Rencana Perkenalan
60
Perkenalan dan Penolakan
61
Semua Ada Hikmahnya
62
Mengenalkan Dunia Malam
63
Penyesalan Terdalam
64
Respon Anitha
65
Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan
66
Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan.
67
Sekelumit Penjelasan Bab 65 66
68
Membangun Mimpi
69
Tak Ada Faktor Kebetulan
70
Ambisi di Balik Gaun Pengantin
71
Harusnya Jadi Artis Bukan CEO
72
Atas Dasar Latar Belakang
73
Maafi Diriku Readers
74
Rahasia Hati Anitha
75
Ujian Terakhir Cinta Nansen
76
Meminta Memajukan Hari
77
Rintangan Setelah Lamaran
78
Tuan Nan Tercengang
79
Bermain-main Dengan Penghianat
80
Ijab Kabul dan Resepsi
81
Planning Honeymoon
82
Rembulan Malam
83
Tali Nyawa
84
Tak Disangka-sangka
85
Tak Berubah
86
Kabar Terbaru Sahrul
87
Beri Satu Kesempatan
88
Sehati Sejiwa
89
Cemburu Pertama
90
Posesif
91
Tuan dan Wanita Boneka
92
Rencana Pengalihan
93
Anitha Berlapang Hati
94
Cemburu Itu Masih Berlanjut
95
Anitha Memanggil Ajeng
96
Mengajak Ajeng Berbicara
97
Saling Berdamai Dari Masa Lalu
98
Resah
99
Akhir Dari Dendam
100
Wanita Masa Lalu
101
Rencana Ke Dokter
102
Hanya Teman Lama
103
Kesedihan Anitha
104
Menyesal
105
Mujur Belum Bisa Diraih
106
Kesedihan Dalam Diam
107
Rindu Tiada Bertepi
108
Rahasia Jeffy
109
Bersatu dan Saling Menerima
110
Memulai Program
111
Uang dan Kebahagiaan
112
Bukan Karena Bawaan
113
Buah Hati
114
Baby Blues
115
Berlarut dan Berhalusinasi.
116
Postpartum Depression
117
Kesempurnaan Bukan Milik Kita
118
Prinsip
119
Menyambut Suami
120
Kepanikan Tuan Nan
121
Rencana Akhir Pekan.
122
Kabar Bahagia
123
Buat Readers ter love.
124
Mampir donk Sayang. Hihaaaa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!