Di Jual

Ajeng pulang saat makan malam telah lewat. Anitha makan hanya sendiri, bibi Imas tidak mau diajak makan malam. Begitu pulang, Ajeng langsung menemui Anitha di kamar.

"Hai An ...."

Anitha bangkit dari tempat tidur dan menyambut kedatangan Ajeng, "Baru pulang Jeng?"

Ajeng lalu menghempas duduk di kasur Anitha tempati." Iya ... apa yang terjadi denganmu?"

Anitha menceritakan dengan ringkas apa yang terjadi. "Jadi apa rencana ke depan?" Tanya Ajeng pada Anitha.

"Aku akan cari kerja dan akan pindah dan cari kontrakan sendiri, tetapi sebelum itu izinkan aku tinggal di sini. Aku tak akan merepotkan, biar aku bantu bibi untuk kerjaan rumahnya."

"Tak masalah, santai saja dulu. Sekarang aku ingin istirahat, kamu istirahatlah atau buatlah apa yang bisa membuatmu senang. Besok saat aku libur kerja kita membicarakan apa yang bisa kau kerjakan di Jakarta ini An." Ajeng pamit ke kamar.

Tak lama, Anitha menyusul Ajeng karena ada yang terlupa dia bahas. Saat akan mengetuk pintu kamar Ajeng, Anitha mendengar Ajeng sedang berbicara pada seseorang.

Tangan yang tadi hendak mengetuk pintu tergantung di udara. Anitha tak ada pilihan lain selain balik ke kamar. Saat hendak memutar badan, tak sengaja dia mendengar arah pembicaraan Ajeng yang seakan menyebutkan dirinya.

"Hello ... aku ada wanita cantik Bos ...."

..........

"Bukan gadis, tapi tanpa anak dan baru cerai dengan suaminya ...."

..........

"Cantik banget Bos ... kulitnya putih bak ubi dibuka, walau dia jendes tapi gak kalah sama anak gadis ... terawat ...."

Anitha sudah tidak perlu tahu mendengar kelanjutan. Ke mana arah pembicaraan Ajeng. Anitha tahu betul dirinya yang akan dijual Ajeng.

"Teganya dia padaku. Ternyata benar kejam ibu tiri lebih kejam ibu kota," batin Anitha.

Selama ini Anitha tak menyangka dia akan diperlakukan begini oleh orang-orang yang dia sayang dan orang yang dia percaya.

Dengan langkah pelan Anitha kembali ke kamar. Anitha berusaha menenangkan diri. Dia tak mungkin untuk gegabah dalam memutuskan langkahnya.

Ternyata di dunia ini memang tak ada yang gratis. Dana yang dikirim Ajeng ada imbalannya. Anitha tak menyesali. Tak ada guna sesal dipelihara lama-lama. Cukup dia jadikan pelajaran untuk ke depan. Itu paham yang dianut oleh seorang Anitha Putri. Wanita cantik lulusan Manajemen Bisnis. Namun nasib masih menguji untuk terus berjuang.

Anitha memutuskan pergi di malam buta. Setelah penghuni rumah terlelap dia nekat akan menyelinap keluar. Duit yang tersisa dia pakai untuk bertahan hidup setelah dia menulis pesan singkat di kertas. Dia meminjam dan akan mengembalikan utuh suatu saat nanti.

Dengan bekal ijazah, dia tetap nekad akan mengadu nasib di kota besar ini. Tak akan dia buat beban untuk ibunya yang telah menguliahkan dia dengan bersusah payah.

Ketika hari menunjukan pukul 01.00 dini hari. Anitha bergerak perlahan. Dia sengaja tidak mengunci kamar, agar di tengah malam sunyi tidak menimbulkan suara yang mengganggu rencana.

Perlahan dia beranjak dari kamar dan menuju ruang tamu. Dia memutar kunci pintu depan pelan-pelan sambil merapal doa dalam hati "Ya Allah ... izinkan aku keluar dari rumah terkutuk ini. Aku lebih rela menjadi asisten rumah tangga dari pada harus menjual tubuh ini."

Anitha telah berhasil keluar jauh dari rumah Ajeng. Namun untuk berjalan di waktu dini hari, sangat tidak memungkinkan. Anitha membuka aplikasi di ponsel dan memesan taksi online.

Setelah itu Anitha meminta supir taksi untuk mencarikan hotel murah saja. Dia tak bisa mengandalkan sisa duitnya. Hanya bisa bertahan beberapa minggu ke depan saja.

Untuk menanti hari esok dia hanya bisa berserah diri pada Yang Esa. Selagi ada usaha dan doa, dia yakin akan bisa melewati semua ini.

Sesampai di sebuah hotel biasa dia masuk dan merebahkan badan yang lelah. Kartu di ponsel tidak bisa diaktifkan lagi, dia memutuskan mematahkan kartunya setelah menyalin dua nomor yang dianggap penting.

Anitha tak ingin Ajeng melacak di mana dirinya. Jika Ajeng berkecimpung di dunia prostitusi online atau apalah namanya yang dia tidak pahami, bisa saja dia punya jaringan yang kuat. Anitha tak bisa ambil resiko. Dia juga mematikan GPS ponsel bahkan ponsel itu sendiri.

Jam 12 siang besok dia sudah harus cek off dari kamar hotel tersebut. Ke mana dia harus pergi dengan duit yang hampir tak cukup. Dia teringat pada teman ayahnya. Besok dia akan meminjam telepon di resepsionis dan meminta tolong pada orang yang telah dianggap ayah angkatnya.

Tak ada lagi yang bisa dia hubungi selain ayah angkatnya. Dia akan minta solusi apa yang terbaik menurut ayah angkatnya. Setidaknya menjelang dia mendapat kerja, dia mempunyai tempat berteduh.

Pagi hari ....

"Maaf Mas ... bisa saya meminjam telepon untuk menghubungi ayah saya? Ponsel saya hilang sewaktu di taksi tadi malam." Anitha memilih berbohong dari pada terlalu banyak pertanyaan nantinya.

"Silahkan Bu." Dia mempersilakan Anitha dengan hormat.

"Halo .... " Terdengar suara berat khas bapak- bapak.

"Halo Pak, ini Anitha Pak. Masih ingatkah Pak?"

"Masih Nak, ini bukan nomor ponselmu."

"Bisa tolong Anitha Pak, tolong jemput Anitha di hotel ini." Anitha menyebutkan lengkap alamat hotelnya.

"Kenapa kamu tiba-tiba di sana, itu sangat jauh dari tempat bapak antar kamu tadi malam." Nada beliau keheranan.

"Pak ... tolong Anitha Pak ... Anitha melarikan diri dari tempat tersebut, Anitha mau dijual Pak." Suara Anitha bergetar menahan isak tangis.

"Ya Allah Nak ... iya kamu tunggu di sana, bapak akan jemput kamu. Kamu tunggu di lobi hotel saja ya biar bapak mudah mencari."

Dua jam dia menunggu, terlihat ayah angkat nya tergopoh-gopoh masuk ke lobi hotel. Anitha langsung berdiri dan memeluk sang ayah angkatnya.

Tangis Anitha pecah, dia tak malu lagi menangis di depan umum. Sang ayah angkat memeluk erat memberi kekuatan padanya.

"Sudah Nak ... sudah ... " sang ayah angkat Anitha menepuk lembut punggungnya.

"Ayo kita ke mobil," lanjutnya kemudian.

Anitha menyeka sisa air mata, dan mengikuti ayah angkat. "Apa yang terjadi padamu Nak?" kata ayah angkat.

Anitha menceritakan apa yang dia dengar dan bagaimana dia kabur sambil kembali berurai air mata.

"Benar kata bapak, betapa kejamnya ibu kota ini, tapi aku tidak mau dikalahkan olehnya Pak!"

"Sabar ya Nak ... semoga setelah semua yang telah kamu lalui bisa membuat kamu menjadi orang yang lebih sukses dari orang-orang yang menganiaya kamu."

Anitha hanya mengucapkan aamiin di dalam hatin. Batinnya sungguh pedih, pedih dia diperlakukan mantan suaminya lebih pedih dia diperlakukan sahabat satu-satunya. Anitha sungguh tak menyangka waktu bisa mengubah sahabatnya menjadi orang yang tak berperasaan.

"Kamu sudah makan Nak?"

"Belum Pak."

"Yah sudah kita cari sarapan dulu ya nanti bapak antar kamu ke rumah, istri bapak sudah menunggu."

***/

Terpopuler

Comments

Yati Yati

Yati Yati

awas anita klo udah sukses si jeng buang ke laut

2023-02-06

1

🥰🥰 Si Zoy..Zoy..🤩🤩

🥰🥰 Si Zoy..Zoy..🤩🤩

Ajeng oh Ajeng...ternyata ada udang di balik batu..🤦‍♀🤦‍♀
Kasian Anitha..😢😢

2021-08-21

1

Nietta Harry

Nietta Harry

bagus alur ceritanya..😊

2021-08-20

1

lihat semua
Episodes
1 Pergilah
2 Selamat Tinggal
3 Lepaskan dia
4 Di Jual
5 Asisten Rumah Tangga
6 Setuju
7 Bekerja Untukku Bukan Untukmu
8 Tutup Mulut
9 Menyadarinya.
10 Wanita Boneka.
11 Upik Abu
12 Biarkan Saja Apa Maunya.
13 Apa Kabar Ibu?
14 SEMENTARA SILENT MODE
15 Predator Berbahaya.
16 Seperti Apa Dia!
17 Hidup Butuh Perubahan.
18 Makan Malam
19 Tanggung Bohong Berdusta sekalian
20 Tukar Posisi.
21 Aku Mencintainya
22 Terakhir Kalinya
23 Pengalaman Pertama
24 Selagi Bumi Berputar di Porosnya
25 Jual Memori
26 Aku Bisa Mencintaimu
27 Debar Manis di Hatinya
28 Jatuh Hati Padamu
29 Aura Yang Menggelap
30 Tiba-tiba Gelisah
31 Menguasai Diri
32 Memancing Dia Muncul
33 Menumpang Kasihku
34 Hanya Upik Abu
35 Aku Akan Membantu
36 Original Black Card
37 Ingin Memiliki Tanpa Cinta
38 Hati Kosong Anitha
39 Menyerahkan Hatimu Padaku
40 Malam Naas
41 Membuka Tabir Masa Lalu.
42 Bisa Aku Menjumpaimu
43 Melarikan Diri
44 Kehilangan Jejak Anitha
45 Siksa
46 Apa Kabar Sayang?
47 Kembali Ke Masa Lalu
48 Buktinya Surat Perceraiannya
49 Posisi Nyonya CEO
50 Kau Ada Ide?
51 Berhak Atas Dirimu
52 Aku Pasti Melenyapkanmu
53 Melampaui batas
54 Ditawarkan Jadi CEO
55 Pantai Air Manis Saksi Bisu
56 Cara Yang Sama Menghancurkannya
57 Nostalgia Singapura
58 Double Date Berkesan
59 Rencana Perkenalan
60 Perkenalan dan Penolakan
61 Semua Ada Hikmahnya
62 Mengenalkan Dunia Malam
63 Penyesalan Terdalam
64 Respon Anitha
65 Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan
66 Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan.
67 Sekelumit Penjelasan Bab 65 66
68 Membangun Mimpi
69 Tak Ada Faktor Kebetulan
70 Ambisi di Balik Gaun Pengantin
71 Harusnya Jadi Artis Bukan CEO
72 Atas Dasar Latar Belakang
73 Maafi Diriku Readers
74 Rahasia Hati Anitha
75 Ujian Terakhir Cinta Nansen
76 Meminta Memajukan Hari
77 Rintangan Setelah Lamaran
78 Tuan Nan Tercengang
79 Bermain-main Dengan Penghianat
80 Ijab Kabul dan Resepsi
81 Planning Honeymoon
82 Rembulan Malam
83 Tali Nyawa
84 Tak Disangka-sangka
85 Tak Berubah
86 Kabar Terbaru Sahrul
87 Beri Satu Kesempatan
88 Sehati Sejiwa
89 Cemburu Pertama
90 Posesif
91 Tuan dan Wanita Boneka
92 Rencana Pengalihan
93 Anitha Berlapang Hati
94 Cemburu Itu Masih Berlanjut
95 Anitha Memanggil Ajeng
96 Mengajak Ajeng Berbicara
97 Saling Berdamai Dari Masa Lalu
98 Resah
99 Akhir Dari Dendam
100 Wanita Masa Lalu
101 Rencana Ke Dokter
102 Hanya Teman Lama
103 Kesedihan Anitha
104 Menyesal
105 Mujur Belum Bisa Diraih
106 Kesedihan Dalam Diam
107 Rindu Tiada Bertepi
108 Rahasia Jeffy
109 Bersatu dan Saling Menerima
110 Memulai Program
111 Uang dan Kebahagiaan
112 Bukan Karena Bawaan
113 Buah Hati
114 Baby Blues
115 Berlarut dan Berhalusinasi.
116 Postpartum Depression
117 Kesempurnaan Bukan Milik Kita
118 Prinsip
119 Menyambut Suami
120 Kepanikan Tuan Nan
121 Rencana Akhir Pekan.
122 Kabar Bahagia
123 Buat Readers ter love.
124 Mampir donk Sayang. Hihaaaa
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Pergilah
2
Selamat Tinggal
3
Lepaskan dia
4
Di Jual
5
Asisten Rumah Tangga
6
Setuju
7
Bekerja Untukku Bukan Untukmu
8
Tutup Mulut
9
Menyadarinya.
10
Wanita Boneka.
11
Upik Abu
12
Biarkan Saja Apa Maunya.
13
Apa Kabar Ibu?
14
SEMENTARA SILENT MODE
15
Predator Berbahaya.
16
Seperti Apa Dia!
17
Hidup Butuh Perubahan.
18
Makan Malam
19
Tanggung Bohong Berdusta sekalian
20
Tukar Posisi.
21
Aku Mencintainya
22
Terakhir Kalinya
23
Pengalaman Pertama
24
Selagi Bumi Berputar di Porosnya
25
Jual Memori
26
Aku Bisa Mencintaimu
27
Debar Manis di Hatinya
28
Jatuh Hati Padamu
29
Aura Yang Menggelap
30
Tiba-tiba Gelisah
31
Menguasai Diri
32
Memancing Dia Muncul
33
Menumpang Kasihku
34
Hanya Upik Abu
35
Aku Akan Membantu
36
Original Black Card
37
Ingin Memiliki Tanpa Cinta
38
Hati Kosong Anitha
39
Menyerahkan Hatimu Padaku
40
Malam Naas
41
Membuka Tabir Masa Lalu.
42
Bisa Aku Menjumpaimu
43
Melarikan Diri
44
Kehilangan Jejak Anitha
45
Siksa
46
Apa Kabar Sayang?
47
Kembali Ke Masa Lalu
48
Buktinya Surat Perceraiannya
49
Posisi Nyonya CEO
50
Kau Ada Ide?
51
Berhak Atas Dirimu
52
Aku Pasti Melenyapkanmu
53
Melampaui batas
54
Ditawarkan Jadi CEO
55
Pantai Air Manis Saksi Bisu
56
Cara Yang Sama Menghancurkannya
57
Nostalgia Singapura
58
Double Date Berkesan
59
Rencana Perkenalan
60
Perkenalan dan Penolakan
61
Semua Ada Hikmahnya
62
Mengenalkan Dunia Malam
63
Penyesalan Terdalam
64
Respon Anitha
65
Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan
66
Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan.
67
Sekelumit Penjelasan Bab 65 66
68
Membangun Mimpi
69
Tak Ada Faktor Kebetulan
70
Ambisi di Balik Gaun Pengantin
71
Harusnya Jadi Artis Bukan CEO
72
Atas Dasar Latar Belakang
73
Maafi Diriku Readers
74
Rahasia Hati Anitha
75
Ujian Terakhir Cinta Nansen
76
Meminta Memajukan Hari
77
Rintangan Setelah Lamaran
78
Tuan Nan Tercengang
79
Bermain-main Dengan Penghianat
80
Ijab Kabul dan Resepsi
81
Planning Honeymoon
82
Rembulan Malam
83
Tali Nyawa
84
Tak Disangka-sangka
85
Tak Berubah
86
Kabar Terbaru Sahrul
87
Beri Satu Kesempatan
88
Sehati Sejiwa
89
Cemburu Pertama
90
Posesif
91
Tuan dan Wanita Boneka
92
Rencana Pengalihan
93
Anitha Berlapang Hati
94
Cemburu Itu Masih Berlanjut
95
Anitha Memanggil Ajeng
96
Mengajak Ajeng Berbicara
97
Saling Berdamai Dari Masa Lalu
98
Resah
99
Akhir Dari Dendam
100
Wanita Masa Lalu
101
Rencana Ke Dokter
102
Hanya Teman Lama
103
Kesedihan Anitha
104
Menyesal
105
Mujur Belum Bisa Diraih
106
Kesedihan Dalam Diam
107
Rindu Tiada Bertepi
108
Rahasia Jeffy
109
Bersatu dan Saling Menerima
110
Memulai Program
111
Uang dan Kebahagiaan
112
Bukan Karena Bawaan
113
Buah Hati
114
Baby Blues
115
Berlarut dan Berhalusinasi.
116
Postpartum Depression
117
Kesempurnaan Bukan Milik Kita
118
Prinsip
119
Menyambut Suami
120
Kepanikan Tuan Nan
121
Rencana Akhir Pekan.
122
Kabar Bahagia
123
Buat Readers ter love.
124
Mampir donk Sayang. Hihaaaa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!