Upik Abu

Setelah itu dia kembali ke meja makan tuannya, ingin melihat apakah tuannya sudah selesai makan. Ketika dilihat tuannya tidak ada, dia mengambil piring bekas makan tuannya dan membawa ke dapur lalu mencuci.

Anitha tidak sadar jika dari tingkat dua rumah, tuannya masih melihat ke meja makan. Tingkat dua rumah itu modelnya memang terbuka ke lantai satu. Tuannya tidak bisa memungkiri perasaan aneh dalam hati sejak bertemu Anitha. Dia mulai memperhatikan gerak-gerik Anitha.

Anitha yang sudah selesai merapikan dapur kembali ke kamar. Misi hari ini dianggap selesai dan telah ada kemajuan.

"Hmmmm sayang belum membeli kartu untuk ponsel. Gak bisa nelfon ibu. Apa kabar ibu ya? Sehat-sehat ya bu semoga kita cepat berkumpul." Anitha hanya bisa membatin dan merapal doa dalam hati.

Anitha lalu mencoba berbaring dan memejamkan mata. Anitha kini sering tidur jika hari sudah mulai larut malam, namun dia tetap bangun di pagi hari.

Jam 6 pagi.

Anitha telah bangun dan berkutat buat sarapan. Dia menyiapkan sepotong roti bakar berlapis kacang kesukaan tuannya dan segelas susu putih hangat. Nyonya Allea sudah berpesan untuk mengganti minuman suaminya. Kopi cukup dua kali dalam seminggu. Selebihnya Anitha harus memberikan susu putih hangat. Susu sapi bermerk keluaran negara New Zealand. Dia juga sudah membuat sarapan untuk para bibi yang akan datang membantunya nanti.

Anitha menghidangkan seperti biasa. Ketika dia hendak berbalik, terdengar suara tuannya menyapa. "Mau ke mana kamu?"

Anitha hanya menunjuk dengan sopan ke arah dapur. Tingkahnya yang lucu sanggup membuat jantung tuannya berdebar, mungkin karena memang pada dasarnya sudah menyukai Anitha dari awal jumpa.

Sikap itu justru membuat keuntungan di pihak Anitha. Usahanya akan semakin ada kemajuan tanpa terlalu buang energi. Sayang Anitha sudah tidak peka terhadap arti sebuah rasa. Dia tidak menyadari perubahan wajah tuan Nansen sepintas.

"Siapa yang tahu jika kamu akan mengerjai saya lagi!" Kata-kata tuannya membuat Anitha sadar bahwa tuannya tahu dikerjai semalam.

Namun Anitha tidak peduli. "Baik tuan," jawabnya singkat.

Tuannya menikmati hidangan dengan pelan. Dia memandang Anitha sekilas yang tegak seperti patung boneka lilin yang cantik. Ya cantik di mata tuan Nansen.

"Apa yang ada sama wanita ini ya, sehingga membuat aku ingin mengetahui segala tingkah lakunya. Padahal dia jauh berbeda dengan Allea," batin tuan Nansen sambil menikmati sarapannya.

Anitha mulai melancarkan jurusnya. Dengan tampang sendu di buat-buat dia tegak masih seperti boneka. Walau tampangnya sendu dia seakan acuh tak acuh saat tuannya melirik sekali lagi. Seakan dia berada di dunia lain dan memikirkan sesuatu yang menyedihkan.

"Kau kenapa pasang wajah begitu?" Walau masih terdengar tak bersahabat. Anitha tak peduli sama sekali.

"Kena kau tuan, " katanya senang dalam hati tanpa merubah topeng sendunya. "Aku tak punya kartu ponsel untuk menelpon ibuku. Aku sangat merindukan beliau. Aku ingin tahu kabar ibuku," dengan nada memelas yang tidak terlihat dibuat-buat.

"Hanya ibu?" kata tuannya menelisik ingin tahu.

"Hanya ibu ... hanya ibu yang aku punya." Anitha akhirnya melepas topengnya dan benar sedih mengingat ibunya.

Tuan Nansen melihat wajah sedih Anitha. Dia tak pernah merasa jantungnya sakit ketika melihat reaksi sedih istrinya, akan tetapi kini jantungnya serasa diremas melihat kesedihan wanita yang hanya menyamar jadi asisten di rumahnya.

"Teleponlah pakai ponselku," katanya sambil mengeluarkan ponselnya dari saku jas mahal. Tuan Nansen tidak bisa tidak berbuat baik pada Anitha.

Walau dalam hati terkejut, Anitha menampilkan sikap tenang. "Tetapi saya takut dan melibatkan Tuan pada akhirnya." Anitha berkata tulus. Dia sudah tidak ingin menyusahkan orang-orang di sekitarnya karena ulah dan keinginan sepihak.

Ketulusan yang dipancarkan oleh wajah Anitha, mampu menembus relung hati tuan Nansen yang terdalam. Dia menampilkan dengan sikap pongahnya, "Kamu kira saya tidak terlibat? Dari awal kamu masuk rumah ini kamu sudah membawa masalah dalam hidup saya!"

"Tuan sudah menyelesaikannya?"

"Kamu kira saya tidak punya uang! Kawan kamu itu dan jaringannya belum ada apa-apanya dengan kekayaan saya!" Dia berkata dengan sombongnya.

"Hmmm ...." Ide cemerlang timbul di dalam hati Anitha. Dia bisa berhenti dari sini dan pulang kampung saja hidup biasa saja dengan ibunya. Tiba-tiba dia ingin mengubur mimpinya.

Tuannya seakan mengetahui jalan pikiran Anitha. "Kamu jangan senang dulu, kamu pikir siapa dirimu. Kau bukan istri saya bukan pula pacar atau kekasih simpanan, yang bisa membuang uang saya begitu banyak hanya untuk kebebasan wanita boneka sepertimu," katanya dengan kejam.

Antara kesal dan bersyukur dengan kejadian yang ada. Dia cukup tahu diri. "Jadi apa yang harus saya lakukan TUAN BESAR yang kaya??" Dia menekankan kata tuan besar.

Senyum yang tak pernah terlihat sejak awal Anitha bertemu, kini walau sepintas, Anitha melihatnya terukir di bibir menawan tuannya.

"Hmmm, ganteng juga singa jantan ini kalau tersenyum," batin Anitha.

"Lakukan apa yang menjadi misi dengan nyonya. Seolah saya tidak tahu. Bukankah dia menjanjikan seperempat aset dari harta gono-gini?" Perkataan tuannya yang tanpa ditutup-tutupi mampu membuat Anitha melongo. Dia tak percaya pada pendengarannya. Sepintas dia merasa hanya berhalusinasi. Namun halusinasi itu buyar ketika tuannya kembali berkata.

"Kamu memerlukannya ketika pulang nanti, bukankah kamu ingin membahagiakan ibumu?" Dia masih terus berbicara tanpa peduli jika Anitha terkejut.

"Kamu kira saya tidak tahukan? Percuma saya punya harta dan kekuasaan, jika hal sepele yang ada dalam rumah saja saya tak tahu," ucapnya seperti meremehkan.

Anitha benar-benar tercengang. Dia bukan tidak tahu tuannya akan bisa saja mengetahui semuanya. Anitha hanya berpikir tidak mungkin dia mencari tahu dibalik sikap acuh pada istrinya.

"Saya mempunyai tawaran yang lebih menarik dari istri yang mungkin sebentar lagi berganti status dengan mantan istri! Bukankah itu yang kalian berdua inginkan?!" katanya tegas.

Bagai kerbau dicucuk hidungnya. Anitha bertanya "Tawaran apa Tuan?" katanya begitu penasaran.

"Jika kamu berhasil menaklukkan hati saya, dan membuat saya suka padamu, akan saya bagi satu miliar. Bagaimana? Apa senang mendengarnya?"

Anitha sungguh tak menduga tawaran gila yang diberikan pasangan suami istri kaya ini. Anitha tak sempat banyak bertanya karena tuannya sudah berlalu dari hadapan Anitha sambil melemparkan senyum mengejek yang kental.

Tuan Nansen menantang Anitha dengan senyum mengejeknya. Anitha yang cerdas memahami apa yang ditampilkan senyum tuannya. Tuannya mengajak dia bertaruh untuk membuat dia jatuh cinta pada Anitha.

"Baik tuan Nansen yang sombong, akan aku taklukkan kau dan nyonya Allea dan akan dapatkan janjimu padaku! " Tekad Anitha begitu menggebu-gebu.

Bagaimana tidak satu miliar yang dijanjikannya membuat dia yang hanya upik abu berambisi untuk memilikinya. Jangankan satu M, seratus juta saja tak pernah dia punya karena suaminya hanya menjatah dia perbulan.

Di dalam mobil tuan Nansen tersenyum penuh kemenangan. Tanpa ditaklukkan Anitha pun dia sudah takluk di dalam pesona wanita malang yang cerdas itu. Dia tidak ingin dikerjai lagi oleh wanita muda itu. Dia ingin menikmati perhatian Anitha tanpa diminta. Dia bersembunyi dibalik persona angkuh.

Selama ini tuan Nansen merasa hatinya kosong, walau istrinya cantik dan termasuk golongan yang berada namun lima tahun hidup bersamanya tidak bisa menimbulkan warna dalam hidupnya. Hanya ada hitam dan putih. Berbeda dengan Anitha awal jumpa saja hati tuan Nan sudah berdetak melihat wajah dan tingkah Anitha. Serasa ada sejuta rasa dalam hati tuan Nan

***/

Terpopuler

Comments

🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ

🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ

cinta pada pandangan pertama donk🤭🙏

2021-05-19

1

Aries0480

Aries0480

kutunggu kebucinan mu tuan Nan HA HA HA HA 😂

2021-05-05

0

ZEN KAMIL

ZEN KAMIL

Next upnya Thor

2021-01-24

1

lihat semua
Episodes
1 Pergilah
2 Selamat Tinggal
3 Lepaskan dia
4 Di Jual
5 Asisten Rumah Tangga
6 Setuju
7 Bekerja Untukku Bukan Untukmu
8 Tutup Mulut
9 Menyadarinya.
10 Wanita Boneka.
11 Upik Abu
12 Biarkan Saja Apa Maunya.
13 Apa Kabar Ibu?
14 SEMENTARA SILENT MODE
15 Predator Berbahaya.
16 Seperti Apa Dia!
17 Hidup Butuh Perubahan.
18 Makan Malam
19 Tanggung Bohong Berdusta sekalian
20 Tukar Posisi.
21 Aku Mencintainya
22 Terakhir Kalinya
23 Pengalaman Pertama
24 Selagi Bumi Berputar di Porosnya
25 Jual Memori
26 Aku Bisa Mencintaimu
27 Debar Manis di Hatinya
28 Jatuh Hati Padamu
29 Aura Yang Menggelap
30 Tiba-tiba Gelisah
31 Menguasai Diri
32 Memancing Dia Muncul
33 Menumpang Kasihku
34 Hanya Upik Abu
35 Aku Akan Membantu
36 Original Black Card
37 Ingin Memiliki Tanpa Cinta
38 Hati Kosong Anitha
39 Menyerahkan Hatimu Padaku
40 Malam Naas
41 Membuka Tabir Masa Lalu.
42 Bisa Aku Menjumpaimu
43 Melarikan Diri
44 Kehilangan Jejak Anitha
45 Siksa
46 Apa Kabar Sayang?
47 Kembali Ke Masa Lalu
48 Buktinya Surat Perceraiannya
49 Posisi Nyonya CEO
50 Kau Ada Ide?
51 Berhak Atas Dirimu
52 Aku Pasti Melenyapkanmu
53 Melampaui batas
54 Ditawarkan Jadi CEO
55 Pantai Air Manis Saksi Bisu
56 Cara Yang Sama Menghancurkannya
57 Nostalgia Singapura
58 Double Date Berkesan
59 Rencana Perkenalan
60 Perkenalan dan Penolakan
61 Semua Ada Hikmahnya
62 Mengenalkan Dunia Malam
63 Penyesalan Terdalam
64 Respon Anitha
65 Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan
66 Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan.
67 Sekelumit Penjelasan Bab 65 66
68 Membangun Mimpi
69 Tak Ada Faktor Kebetulan
70 Ambisi di Balik Gaun Pengantin
71 Harusnya Jadi Artis Bukan CEO
72 Atas Dasar Latar Belakang
73 Maafi Diriku Readers
74 Rahasia Hati Anitha
75 Ujian Terakhir Cinta Nansen
76 Meminta Memajukan Hari
77 Rintangan Setelah Lamaran
78 Tuan Nan Tercengang
79 Bermain-main Dengan Penghianat
80 Ijab Kabul dan Resepsi
81 Planning Honeymoon
82 Rembulan Malam
83 Tali Nyawa
84 Tak Disangka-sangka
85 Tak Berubah
86 Kabar Terbaru Sahrul
87 Beri Satu Kesempatan
88 Sehati Sejiwa
89 Cemburu Pertama
90 Posesif
91 Tuan dan Wanita Boneka
92 Rencana Pengalihan
93 Anitha Berlapang Hati
94 Cemburu Itu Masih Berlanjut
95 Anitha Memanggil Ajeng
96 Mengajak Ajeng Berbicara
97 Saling Berdamai Dari Masa Lalu
98 Resah
99 Akhir Dari Dendam
100 Wanita Masa Lalu
101 Rencana Ke Dokter
102 Hanya Teman Lama
103 Kesedihan Anitha
104 Menyesal
105 Mujur Belum Bisa Diraih
106 Kesedihan Dalam Diam
107 Rindu Tiada Bertepi
108 Rahasia Jeffy
109 Bersatu dan Saling Menerima
110 Memulai Program
111 Uang dan Kebahagiaan
112 Bukan Karena Bawaan
113 Buah Hati
114 Baby Blues
115 Berlarut dan Berhalusinasi.
116 Postpartum Depression
117 Kesempurnaan Bukan Milik Kita
118 Prinsip
119 Menyambut Suami
120 Kepanikan Tuan Nan
121 Rencana Akhir Pekan.
122 Kabar Bahagia
123 Buat Readers ter love.
124 Mampir donk Sayang. Hihaaaa
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Pergilah
2
Selamat Tinggal
3
Lepaskan dia
4
Di Jual
5
Asisten Rumah Tangga
6
Setuju
7
Bekerja Untukku Bukan Untukmu
8
Tutup Mulut
9
Menyadarinya.
10
Wanita Boneka.
11
Upik Abu
12
Biarkan Saja Apa Maunya.
13
Apa Kabar Ibu?
14
SEMENTARA SILENT MODE
15
Predator Berbahaya.
16
Seperti Apa Dia!
17
Hidup Butuh Perubahan.
18
Makan Malam
19
Tanggung Bohong Berdusta sekalian
20
Tukar Posisi.
21
Aku Mencintainya
22
Terakhir Kalinya
23
Pengalaman Pertama
24
Selagi Bumi Berputar di Porosnya
25
Jual Memori
26
Aku Bisa Mencintaimu
27
Debar Manis di Hatinya
28
Jatuh Hati Padamu
29
Aura Yang Menggelap
30
Tiba-tiba Gelisah
31
Menguasai Diri
32
Memancing Dia Muncul
33
Menumpang Kasihku
34
Hanya Upik Abu
35
Aku Akan Membantu
36
Original Black Card
37
Ingin Memiliki Tanpa Cinta
38
Hati Kosong Anitha
39
Menyerahkan Hatimu Padaku
40
Malam Naas
41
Membuka Tabir Masa Lalu.
42
Bisa Aku Menjumpaimu
43
Melarikan Diri
44
Kehilangan Jejak Anitha
45
Siksa
46
Apa Kabar Sayang?
47
Kembali Ke Masa Lalu
48
Buktinya Surat Perceraiannya
49
Posisi Nyonya CEO
50
Kau Ada Ide?
51
Berhak Atas Dirimu
52
Aku Pasti Melenyapkanmu
53
Melampaui batas
54
Ditawarkan Jadi CEO
55
Pantai Air Manis Saksi Bisu
56
Cara Yang Sama Menghancurkannya
57
Nostalgia Singapura
58
Double Date Berkesan
59
Rencana Perkenalan
60
Perkenalan dan Penolakan
61
Semua Ada Hikmahnya
62
Mengenalkan Dunia Malam
63
Penyesalan Terdalam
64
Respon Anitha
65
Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan
66
Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan.
67
Sekelumit Penjelasan Bab 65 66
68
Membangun Mimpi
69
Tak Ada Faktor Kebetulan
70
Ambisi di Balik Gaun Pengantin
71
Harusnya Jadi Artis Bukan CEO
72
Atas Dasar Latar Belakang
73
Maafi Diriku Readers
74
Rahasia Hati Anitha
75
Ujian Terakhir Cinta Nansen
76
Meminta Memajukan Hari
77
Rintangan Setelah Lamaran
78
Tuan Nan Tercengang
79
Bermain-main Dengan Penghianat
80
Ijab Kabul dan Resepsi
81
Planning Honeymoon
82
Rembulan Malam
83
Tali Nyawa
84
Tak Disangka-sangka
85
Tak Berubah
86
Kabar Terbaru Sahrul
87
Beri Satu Kesempatan
88
Sehati Sejiwa
89
Cemburu Pertama
90
Posesif
91
Tuan dan Wanita Boneka
92
Rencana Pengalihan
93
Anitha Berlapang Hati
94
Cemburu Itu Masih Berlanjut
95
Anitha Memanggil Ajeng
96
Mengajak Ajeng Berbicara
97
Saling Berdamai Dari Masa Lalu
98
Resah
99
Akhir Dari Dendam
100
Wanita Masa Lalu
101
Rencana Ke Dokter
102
Hanya Teman Lama
103
Kesedihan Anitha
104
Menyesal
105
Mujur Belum Bisa Diraih
106
Kesedihan Dalam Diam
107
Rindu Tiada Bertepi
108
Rahasia Jeffy
109
Bersatu dan Saling Menerima
110
Memulai Program
111
Uang dan Kebahagiaan
112
Bukan Karena Bawaan
113
Buah Hati
114
Baby Blues
115
Berlarut dan Berhalusinasi.
116
Postpartum Depression
117
Kesempurnaan Bukan Milik Kita
118
Prinsip
119
Menyambut Suami
120
Kepanikan Tuan Nan
121
Rencana Akhir Pekan.
122
Kabar Bahagia
123
Buat Readers ter love.
124
Mampir donk Sayang. Hihaaaa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!