Seperti Apa Dia!

"Pagi Tuan," sapa Anitha basa-basi.

"Pagi," jawab tuan Nansen singkat. Anitha menarik kursi untuk tuannya.

Tuan Nan ingin tertawa, namun tak ingin membuat Anitha besar kepala. Dia ingin tanpa Anitha sadari kehadiran dirinya mampu meninggalkan kesan di hati Anitha, sehingga Anitha akan merasa ada yang kurang ketika dirinya tidak ada.

"Apa misi hari ini Putri Boneka?"

"Gak ada Tuan, apa saya langsung rayu Tuan saja?"

"Huu, dengan kemampuan minim kamu ingin merayuku? Jangan mimpi kamu." Tuan Nansen ingin memprovokasi Anitha.

"Aku tidak tidur, bagaimana aku dikatakan bermimpi?" Anitha menjawab santai.

"Jadi kamu ingin saya ajak tidur? Atau mungkin saya tiduri?" Tuannya semakin memprovokasi Anitha.

Anitha bukan gadis kemaren sore. Tiada rona melukis di pipi mendengar kata-kata berbau ****. Anitha menjawab dengan ringan provokasi tuannya, "Saya bukan anak kecil lagi Tuan, yang harus anda temani tidur untuk mendengar dongeng indahmu. Saya bisa tidur sendiri tanpa anda tiduri."

"Kamu wanita tidak ada malu-malunya. Bisa tidak feminim sedikit!" Tuannya malah merasa terpancing dengan kalimat provokasi Anitha.

"Setidaknya saya tidak malu-maluin anda Tuan," jawab Anitha kembali.

Tuan Nan enggan membalas. Wanita di depannya jika diperturut maka bisa menjadi. Dia takut lepas kontrol dan bersikap mengalah. Bukan itu tujuan utamanya.

Anitha kembali ke dapur, dan menyiapkan bekal makan siang. Dimakan atau tidak, Anitha tidak ambil pusing. Usaha adalah jalan yang lebih nyata dari pada berdiam diri. Dia ingin tuannya merasa diperhatikan. Lelaki bukannya suka goyah dengan perhatian lawan jenisnya. Menurut Anitha, nyonya Allea mungkin lupa poin ini atau tuan Nansen pada dasar memang keras hati.

Tepat ketika tuannya berdiri meninggalkan meja makan, Anitha menyodorkan bekal yang telah dipersiapkan, yaitu nasi putih ditambah daging sapi saus pedas manis dan wortel rebus serta kentang panggang dengan potongan unik-unik. Anitha sengaja membuat potongan lucu-lucu.

"Apa ini?" tanya tuan Nan sedikit mengernyitkan dahi.

"Bekal makan siang," sahut Anitha datar.

"Kamu pikir saya anak Taman Kanak-kanak."

"Dasar picik," ucap Anitha memancing kekesalan.

"Maksudmu?"

"Anggap saja aku istri salehah yang membuatkan bekal buat suami. Selain higenis, bekal ini juga sedap dan pas di lidah Tuan."

Tuan Nansen menerima dengan raut malas dan membuat Anitha tersenyum manis. Tuan Nan berlalu dan masuk ke dalam mobil. Tak lama terdengar deru mobil menjauh.

"Yes," batin Anitha.

Jika Anitha bersorak kegirangan dalam hati berbeda dengan tuan Nan. Masih dengan memandang kotak bekal di samping, dia bergumam, "Akan aku buat engkau memberikan kotak bekal ini karena cintamu padaku, bukan karena misi semata Anitha Putri."

Gumaman tuan Nan terdengar oleh sopir. Wajah keheranan terpapar jelas di wajah sang sopir. Sambil melirik sebentar ke kaca spion sang sopir memperhatikan tuannya.

Tuan Nan menyadari tatapan heran sopir. Dia bertanya, "Kenapa? Heran kamu," ucap tuan Nan kepada sopir yang bernama Harri. Pria berusia 27 tahun. Lajang.

"Maaf Tuan," ucap Harri. Bukannya menjawab, dia justru minta maaf.

"Kamu suatu saat akan merasakan apa yang saya rasakan sekarang," ucapnya singkat.

***

"Selamat pagi Pak," sapa Helmi, sekretaris pribadinya. Helmi hanya berdiri saat mengucapkan salam. Helmi melirik Harri yang mengikuti tuan Nan sambil menenteng kotak bekal dengan heran.

Selama dia bekerja pada tuan Nansen ini kali pertama sopir tuan Nan ikut naik ke kantor dan itupun sambil menenteng kotak makanan.

"Terima kasih Ri, silahkan taruh di atas meja, "

Harri meletakan dan pamit keluar dari ruangan. Tuan Nan memandang kembali kotak bekal yang dikemas Anitha. Ada sebuah perasaan hangat yang mengalir dalam hati.

Tok ... tok ... tok ....

"Masuk," terdengar suara tegas tuan Nansen.

"Hari ini kita ada agenda untuk rapat Pak, ada investor dari negara orang tua Bapak," ucap Helmi.

"Ok."

"Saya permisi dulu Pak, nanti akan saya panggil Bapak jika mereka sudah sampai."

Negara Indonesia adalah sebuah negara yang berkembang. Banyak pihak luar yang berupaya bisa berinvestasi ke negara ini. Mereka memprediksikan sepuluh tahun ke depan negara ini akan makin berkembang, baik itu bidang teknologi informatika maupun dunia pendidikan dan kebudayaan.

Nansen Adreyan pria blasteran ayah Andorra dan ibu Solo.Ibunya menjodohkan tuan Nansen dan nyonya Allea. Nyonya Allea adalah anak dari teman ibunya, yang juga termasuk keluarga berada. Tuan Nansen awalnya sudah menolak, namun ibunya sudah terlanjur berjanji untuk mau menjodohkan anak mereka.

Harga diri ibunya terlalu tinggi untuk membatalkan. Tuan Nan yang pada dasarnya termasuk penurut, akhirnya tidak menolak. Tuan Nan berharap sering bersama bisa membuat dia jatuh hati dan cinta pada istrinya seperti yang ibunya katakan. Namun tuan Nan tidak merasa getaran apapun di hati. Dia gagal.

Sekian tahun sudah menjalankan biduk rumah tangga, tetap tidak ada perasaan cinta di hatinya. Bagaimana pun dia tidak menyesali sudah membuat perjanjian pranikah. Ini yang dia takutkan, dia tidak bisa memberikan apa yang nyonya Allea mau, namun dia tidak bisa membiarkan istrinya melepaskan diri begitu saja. Egois. Itu satu kata yang cocok buatnya.

Hanya saja tuan Nan tidak menyangka nyonya Allea punya rencana begitu licik. Tuan Nan lebih tak menyangka akan jatuh cinta pada sosok wanita yang begitu sederhana dan hanya dari kalangan biasa. Wanita berbeda tipikal dari istrinya.

"Ahhh... inikah rasanya jika kita mencintai seseorang, " batin tuan Nan yang masih duduk santai di kursi kebesaran.

Di hati tuan Nan selalu ingin merasa cepat pulang. Namun dia harus lebih tenang. Dia tak ingin Anitha mengetahui isi hatinya dan makin di atas angin.

Berbekal informasi yang baru didapatnya, tuan Nan yakin sedikit banyak ada terselip trauma di hati Anitha dengan perjalanan hidup dia yang berputar begitu saja. Itu akan sulit untuk dia menerima rasa cinta begitu saja.

***

Rapat telah selesai dan tuan Nan telah kembali ke ruangan. Dia termangu sambil memutar-mutar ponsel di atas meja. Pemandangan ini membuat Jeffy mengernyitkan dahi.

"Pemandangan macam apa ini," teriak Jeffy menggodanya.

"Kebiasaan tidak bisa mengetuk pintu!"

Jeffy tak memperdulikan protes tuan Nan. Dia mendekati tuan Nan dan duduk di depan meja kerja tuan Nan. "Ada apa sampai ponselmu jadi bulan-bulanan," ejek Jeffy.

"Apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan dia," ucap tuan Nan.

"Hahahahaha ...." tawa lepas Jeffy membahana di ruangan tuan Nan.

"Aku tidak butuh tertawamu!"

"Aku penasaran, seperti apa dia!" tegas Jeffy.

"Kalau kau penasaran, ikut aku untuk makan malam di rumah."

"Kenapa tidak kau beri saja kemewahan bukankah wanita mudah luluh karena itu?" solusi Jeffy.

"Sudah, aku janjikan satu milyar. Dia setuju tetapi tanpa cintanya!"

"Apa maksudmu? Jika begitu dia wanita materialistis atau bahkan tak sehat."

"Jaga ucapan Jeff, jangan kau kata wanitaku jika tidak tahu duduk soalnya. Seingat aku, bukankah sudah pernah cerita padamu tentang hal ini?"

"Entah, aku lupa."

"Dia melakukan itu atas izin aku dan Allea, dengan waktu yang berbeda dan tujuan berbeda. Aku harus mendapatkan dia menjadi wanitaku," ungkap tuan Nan penuh tekad.

"Kalau begitu kalian bertiga sama gila," kata Jeffy berdecak heran.

"Sudahlah jangan banyak protes, aku butuh saran bukan kritikan."

"Oke nanti aku makan malam di rumah."

"Good, jadi ada alasan aku menelpon dan mendengar suaranya," kata tuan Nan penuh kesenangan.

"Gila kau, cuma ini alasan kau memainkan ponselmu di atas meja. Kelakuanmu tadi ibarat anak remaja cinta monyet bukan bule separuh, apalagi seorang CEO," omel Jeffy. Namun tuan Nan sudah tidak menggubris omongan Jeffy. Dia fokus menunggu Anitha mengangkat ponsel.

"Halo Tuan, ada apa?" Anitha berkata dengan tidak menutupi nada heran.

"Nanti malam siapkan makanan dengan porsi lebih, temanku ada yang mau numpang makan di rumah. Aku harap kamu tidak mempermalukan aku Wanita Boneka."

Tanpa menunggu Anitha menjawab dia memutuskan sambungan telepon, dia sengaja agar Anitha merasa kesal.

"Ciihh ... tak ingat umur! MABUK CINTA!"

"Hahahaha kau itu juga sudah tua, cari lagi pasangan, biar tidak sensi liat orang jatuh cinta." Tuan Nansen balik mengejek Jeffy.

***/

Cie-cie yang lagi teleponan jangan lupa tinggalkan LiVoRa ya pada Author yang susah bergadang demi menghibur readers tersayang terkasih. 😘

Terpopuler

Comments

Adin Da

Adin Da

crtny mnglir enk mdh d selmi

2024-07-31

0

🥰🥰 Si Zoy..Zoy..🤩🤩

🥰🥰 Si Zoy..Zoy..🤩🤩

Ceritanya Bagus banget Thor..JUARA..😘😘

2021-08-21

1

Farida Wahyuni

Farida Wahyuni

lucu nih pasangan ini. anitha jangan mudaj luluh ya, biar dia berjuang dengan keras dahulu.

2021-08-20

1

lihat semua
Episodes
1 Pergilah
2 Selamat Tinggal
3 Lepaskan dia
4 Di Jual
5 Asisten Rumah Tangga
6 Setuju
7 Bekerja Untukku Bukan Untukmu
8 Tutup Mulut
9 Menyadarinya.
10 Wanita Boneka.
11 Upik Abu
12 Biarkan Saja Apa Maunya.
13 Apa Kabar Ibu?
14 SEMENTARA SILENT MODE
15 Predator Berbahaya.
16 Seperti Apa Dia!
17 Hidup Butuh Perubahan.
18 Makan Malam
19 Tanggung Bohong Berdusta sekalian
20 Tukar Posisi.
21 Aku Mencintainya
22 Terakhir Kalinya
23 Pengalaman Pertama
24 Selagi Bumi Berputar di Porosnya
25 Jual Memori
26 Aku Bisa Mencintaimu
27 Debar Manis di Hatinya
28 Jatuh Hati Padamu
29 Aura Yang Menggelap
30 Tiba-tiba Gelisah
31 Menguasai Diri
32 Memancing Dia Muncul
33 Menumpang Kasihku
34 Hanya Upik Abu
35 Aku Akan Membantu
36 Original Black Card
37 Ingin Memiliki Tanpa Cinta
38 Hati Kosong Anitha
39 Menyerahkan Hatimu Padaku
40 Malam Naas
41 Membuka Tabir Masa Lalu.
42 Bisa Aku Menjumpaimu
43 Melarikan Diri
44 Kehilangan Jejak Anitha
45 Siksa
46 Apa Kabar Sayang?
47 Kembali Ke Masa Lalu
48 Buktinya Surat Perceraiannya
49 Posisi Nyonya CEO
50 Kau Ada Ide?
51 Berhak Atas Dirimu
52 Aku Pasti Melenyapkanmu
53 Melampaui batas
54 Ditawarkan Jadi CEO
55 Pantai Air Manis Saksi Bisu
56 Cara Yang Sama Menghancurkannya
57 Nostalgia Singapura
58 Double Date Berkesan
59 Rencana Perkenalan
60 Perkenalan dan Penolakan
61 Semua Ada Hikmahnya
62 Mengenalkan Dunia Malam
63 Penyesalan Terdalam
64 Respon Anitha
65 Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan
66 Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan.
67 Sekelumit Penjelasan Bab 65 66
68 Membangun Mimpi
69 Tak Ada Faktor Kebetulan
70 Ambisi di Balik Gaun Pengantin
71 Harusnya Jadi Artis Bukan CEO
72 Atas Dasar Latar Belakang
73 Maafi Diriku Readers
74 Rahasia Hati Anitha
75 Ujian Terakhir Cinta Nansen
76 Meminta Memajukan Hari
77 Rintangan Setelah Lamaran
78 Tuan Nan Tercengang
79 Bermain-main Dengan Penghianat
80 Ijab Kabul dan Resepsi
81 Planning Honeymoon
82 Rembulan Malam
83 Tali Nyawa
84 Tak Disangka-sangka
85 Tak Berubah
86 Kabar Terbaru Sahrul
87 Beri Satu Kesempatan
88 Sehati Sejiwa
89 Cemburu Pertama
90 Posesif
91 Tuan dan Wanita Boneka
92 Rencana Pengalihan
93 Anitha Berlapang Hati
94 Cemburu Itu Masih Berlanjut
95 Anitha Memanggil Ajeng
96 Mengajak Ajeng Berbicara
97 Saling Berdamai Dari Masa Lalu
98 Resah
99 Akhir Dari Dendam
100 Wanita Masa Lalu
101 Rencana Ke Dokter
102 Hanya Teman Lama
103 Kesedihan Anitha
104 Menyesal
105 Mujur Belum Bisa Diraih
106 Kesedihan Dalam Diam
107 Rindu Tiada Bertepi
108 Rahasia Jeffy
109 Bersatu dan Saling Menerima
110 Memulai Program
111 Uang dan Kebahagiaan
112 Bukan Karena Bawaan
113 Buah Hati
114 Baby Blues
115 Berlarut dan Berhalusinasi.
116 Postpartum Depression
117 Kesempurnaan Bukan Milik Kita
118 Prinsip
119 Menyambut Suami
120 Kepanikan Tuan Nan
121 Rencana Akhir Pekan.
122 Kabar Bahagia
123 Buat Readers ter love.
124 Mampir donk Sayang. Hihaaaa
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Pergilah
2
Selamat Tinggal
3
Lepaskan dia
4
Di Jual
5
Asisten Rumah Tangga
6
Setuju
7
Bekerja Untukku Bukan Untukmu
8
Tutup Mulut
9
Menyadarinya.
10
Wanita Boneka.
11
Upik Abu
12
Biarkan Saja Apa Maunya.
13
Apa Kabar Ibu?
14
SEMENTARA SILENT MODE
15
Predator Berbahaya.
16
Seperti Apa Dia!
17
Hidup Butuh Perubahan.
18
Makan Malam
19
Tanggung Bohong Berdusta sekalian
20
Tukar Posisi.
21
Aku Mencintainya
22
Terakhir Kalinya
23
Pengalaman Pertama
24
Selagi Bumi Berputar di Porosnya
25
Jual Memori
26
Aku Bisa Mencintaimu
27
Debar Manis di Hatinya
28
Jatuh Hati Padamu
29
Aura Yang Menggelap
30
Tiba-tiba Gelisah
31
Menguasai Diri
32
Memancing Dia Muncul
33
Menumpang Kasihku
34
Hanya Upik Abu
35
Aku Akan Membantu
36
Original Black Card
37
Ingin Memiliki Tanpa Cinta
38
Hati Kosong Anitha
39
Menyerahkan Hatimu Padaku
40
Malam Naas
41
Membuka Tabir Masa Lalu.
42
Bisa Aku Menjumpaimu
43
Melarikan Diri
44
Kehilangan Jejak Anitha
45
Siksa
46
Apa Kabar Sayang?
47
Kembali Ke Masa Lalu
48
Buktinya Surat Perceraiannya
49
Posisi Nyonya CEO
50
Kau Ada Ide?
51
Berhak Atas Dirimu
52
Aku Pasti Melenyapkanmu
53
Melampaui batas
54
Ditawarkan Jadi CEO
55
Pantai Air Manis Saksi Bisu
56
Cara Yang Sama Menghancurkannya
57
Nostalgia Singapura
58
Double Date Berkesan
59
Rencana Perkenalan
60
Perkenalan dan Penolakan
61
Semua Ada Hikmahnya
62
Mengenalkan Dunia Malam
63
Penyesalan Terdalam
64
Respon Anitha
65
Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan
66
Hukuman Untuk Nyonya Bangsawan.
67
Sekelumit Penjelasan Bab 65 66
68
Membangun Mimpi
69
Tak Ada Faktor Kebetulan
70
Ambisi di Balik Gaun Pengantin
71
Harusnya Jadi Artis Bukan CEO
72
Atas Dasar Latar Belakang
73
Maafi Diriku Readers
74
Rahasia Hati Anitha
75
Ujian Terakhir Cinta Nansen
76
Meminta Memajukan Hari
77
Rintangan Setelah Lamaran
78
Tuan Nan Tercengang
79
Bermain-main Dengan Penghianat
80
Ijab Kabul dan Resepsi
81
Planning Honeymoon
82
Rembulan Malam
83
Tali Nyawa
84
Tak Disangka-sangka
85
Tak Berubah
86
Kabar Terbaru Sahrul
87
Beri Satu Kesempatan
88
Sehati Sejiwa
89
Cemburu Pertama
90
Posesif
91
Tuan dan Wanita Boneka
92
Rencana Pengalihan
93
Anitha Berlapang Hati
94
Cemburu Itu Masih Berlanjut
95
Anitha Memanggil Ajeng
96
Mengajak Ajeng Berbicara
97
Saling Berdamai Dari Masa Lalu
98
Resah
99
Akhir Dari Dendam
100
Wanita Masa Lalu
101
Rencana Ke Dokter
102
Hanya Teman Lama
103
Kesedihan Anitha
104
Menyesal
105
Mujur Belum Bisa Diraih
106
Kesedihan Dalam Diam
107
Rindu Tiada Bertepi
108
Rahasia Jeffy
109
Bersatu dan Saling Menerima
110
Memulai Program
111
Uang dan Kebahagiaan
112
Bukan Karena Bawaan
113
Buah Hati
114
Baby Blues
115
Berlarut dan Berhalusinasi.
116
Postpartum Depression
117
Kesempurnaan Bukan Milik Kita
118
Prinsip
119
Menyambut Suami
120
Kepanikan Tuan Nan
121
Rencana Akhir Pekan.
122
Kabar Bahagia
123
Buat Readers ter love.
124
Mampir donk Sayang. Hihaaaa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!