Kemarahan tak berdasar

Hujan gerimis masih melanda kota ditengah kesibukan penghuninya. Terlihat seorang laki-laki dengan gusarnya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata, mengacuhkan umpatan dan makian pengemudi lain. Persetan dengan itu. Ia menggeram marah sambil mencengkram setir kemudi dengan erat ketika mengingat sosok laki-laki tadi. Ia melirik seorang gadis disampingnya yang tidak sadarkan diri, akibat dari obat bius yang diberikannya tadi.

Gadisnya masih tidak sadarkan diri. Matanya kemudian mengarah pada tangan gadisnya yang ia borgol. Terdapat darah dan itu membuat sesuatu dalam dirinya bangkit. Bukan nafsu. Melainkan hasrat membunuh. Steve kembali mencengkram erat kemudi mobilnya. Ia harus ingat, bahwa gadis di sampingnya ini adalah bagian dari hidupnya.

Mobil terhenti di parkiran sebuah apartemen, Steve langsung turun mengitari mobilnya dan membawa tubuh Carla yang lemah ke dalam dekapannya. Dengan cepat ia memasukkan pin, dan membuka pintu. Steve masuk ke kamarnya dan membaringkan Carla dengan pelan di kasur king size nya.

Lelaki itu mengamati wajah kekasihnya cukup lama, sambil menyingkirkan beberapa helaian anak rambut yang menutupi wajah cantiknya. Ia akan menanyakan perihal di koridor sekolah tadi, setelah kekasihnya itu bangun. Mengingat itu membuat Steve menggeram marah, tangannya mengepal kuat dan melempar lampu tidur di sebelahnya dengan kuat hingga hancur.

Steve berdiri dan membuka baju seragamnya dengan kasar dan menyisakan celana bahannya. Ia merasa sangat panas sekarang. Terutama hatinya. Tidak puas dengan itu ia menjambak rambutnya sendiri untuk meluapkan emosinya. Kepalanya berputar mengingat kejadian tadi, yang membuatnya semakin marah kala panggilan yang laki-laki itu berikan pada kekasihnya terngiang-ngiang di telingannya.

Valee.

Nama apa itu? ia bahkan tidak pernah mendengarnya, dan nama itu terdengar begitu menggemaskan untuk kekasihnya.

"Arghh! Damn it! Arghh Carla is mine. Mine alone. Only one, that is me?!" teriaknya marah sambil melempar barang dengan kasar. Meja sampai sofanya sudah tidak pada tempatya. Benda itu terguling mengenaskan. Segalanya telah hancur berkeping-keping. Gadis yang sedang terbaring lemah itu, cukup beruntung untuk tidak menghadapi kemarahan kekasihnya yang seperti monster.

Nafasnya menderu hebat, lelaki itu terduduk dilantai dengan keadaan yang kacau. Nafasnya masih memburu menahan amarah. Kemudian ia berdiri dan pergi ke kamar mandi untuk mendinginkan kepalanya. Steve menghidupkan shower hingga tetesan air perlahan mengguyur tubuhnya yang panas.

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Steve memukul dinding kamar mandinya dengan keras dan berkali-kali. Hingga tangannya memar dan darah segar mengalir di lantai. Air masih saja mengalir yang kini telah menjadi merah. Seketika ia teringat dengan luka di pergelangan tangan gadisnya akibat borgol tadi dan dahinya yang memar. Dengan cepat ia mematikan shower dan beranjak keluar kamar mandi tanpa berganti pakaian dengan keadaan basah kuyup. Ia melihat gadisnya masih belum bangun.

Akibat kemarahannya itu, ia lupa dengan luka gadisnya. Dengan segera ia mengambil kotak obat. Bukan lebih tepatnya mencari. Entah dimana kotak obat itu terlempar akibat amukannya tadi. Setelah ketemu di dapur. Steve langsung menuju kamarnya, melangkahi barang yang berserakan.

Dengan sangat pelan Steve membuka borgol yang masih melekat di tangan Carla. Kemudian melemparnya dengan kasar, lalu mulai mengobati luka gadisnya. Setelah sentuhan terakhir dengan memberikan perban, Steve beralih ke dahi Carla dan memberikan salep pada dahinya yang memar. Lalu sentuhan terakhirnya yaitu mengecup semua luka yang sempat ia torehkan. Steve menghela nafas pelan melihat Carla belum juga bangun. Lalu ia beranjak bangun untuk mengganti pakaiannya yang basah.

Setelah selesai ia naik ke ranjangnya, dan ikut berbaring di samping gadisnya sambil mendekap tubuh mungil Carla.

"Baby," lirihnya pelan.

"You are mine, only mine now and forever."

Steve menarik selimut dan mendekap Carla dengan erat. Suasana diluar yang dingin dan masih terlihat gerimis, membuatnya ikut menutup mata dan menyelami mimpi yang indah.

***

Keisya tidak henti - hentinya menggerutu dan mengumpat. Kakinya terus saja berjalan mondar - mandir di kelas. Sekarang sudah jam istirahat. Tapi sahabatnya itu tidak kunjung datang, ataupun memberi kabar padanya. Handphone sahabatnya itu bahkan tidak aktif. Keisya sangat cemas, pasti terjadi sesuatu. Ia yakin itu. Bahkan sampai sekarang sinar matahari tidak menampakkan dirinya.

Hujan masih saja gerimis dan udara dingin yang sangat menusuk. Keisya mengeratkan jaketnya ia sangat tidak tenang. Kalau seperti ini, pasti ada hubungannya dengan kekasih temprament sahabatnya itu. Sebenarnya ia tidak suka Carla berhubungan dengan Steve yang menyeramkan itu. Tapi ya cinta, mau bagaimana lagi. Sudah sangat sering ia melihat sahabatnya itu di kasari ataupun dibentak. Memang Steve tidak peduli akan tempat, bahkan di tempat ramai sekalipun.

Duk!

Keisya memegang keningnya yang berdenyut ia seperti menabrak sesuatu.

"Aduhh, siapa sih yang nabrak?!" pekik Keisya sambil memegang keningnya yang berdenyut.

"Makannya jangan mondar-mandir nggak jelas!"

"Udah nabrak juga." kesal Keisya menggerutu sambil melihat laki-laki yang menabraknya itu. Lalu ia berlalu pergi ke tempat duduknya. Ia akan menelfon Carla setelah pulang sekolah nanti.

"Dasar cewek aneh." gumam laki-laki itu sambil tersenyum simpul.

***

"Uhh."

Carla membuka matanya pelan, kepalanya terasa sangat pusing. Badannya terasa sangat berat seperti tertimpa sesuatu, lalu ia melihat tangan kekar yang melilit pinggangnya dengan sangat erat. Carla menatap keluar jendela, hujan masih turun rupanya. Entah berapa lama ia tidur. Bukan lebih tepatnya dibius. Ia melihat suasana kamar, ternyata ia berada di apartemen Steve. Dan yang lebih mengejutkan lagi kamar ini sudah seperti terkena badai topan.

"Apa yang terjadi?" gumam Carla pelan, sambil melirik kesana kemari. Carla merasakan nyeri pada pergelangan tangannya. Seketika ia teringat kejadian di koridor sekolah. Sampai-sampai ia di borgol, dan juga dibius karena memberontak. Carla menghela nafas pelan. Pasti ini hancurnya apartemen ini ulah Steve. Steve memang seperti itu ia tidak akan mendengarkan penjelasan dirinya terlebih dahulu. Kemarahan dalam diri lelaki itu lebih mendominasi.

Carla melepas pelukan Steve dengan pelan, ia ingin ke kamar mandi. Bahkan ia masih mengenakan seragam sekolah. Setelah terlepas ia segera bangkit, kekasihnya itu terlihat sangat pulas. Dengan cepat Carla bangkit, sebelum Steve bangun. Ia juga akan berganti pakaian, karena pakaiannya terdapat noda darah dari tangannya. Baju Carla memang ada di apartemen itu. Karena kekasihnya itu melengkapi kebutuhannya disana dari pakaian sampai ke make up. Ia sangat lelah berkata, kalau ia tidak perlu semua itu. Tapi siapa yang bisa menentang Steve yang otoriter.

Setelah kepergian Carla, seseorang terlihat tidak nyaman dalam tidurnya, karena yang berada di sampingnya telah kosong. Steve mengucek matanya pelan, sembari duduk. Seketika matanya melotot tidak menemukan Carla disisinya. Tangannya mengepal dengan erat. Apa kekasihnya itu kabur? Kemudian ia dengan segera bangkit. Steve membuka kamar mandi dan kosong. Ia menyugar rambutnya frustasi.

"CARLA!?" teriaknya marah dan menyambar kunci mobil. Lalu kakinya melangkah keluar dengan tidak sabarnya. Namun ketika sampai di ambang pintu, seketika ia tertegun.

"Sudah bangun?"

...tbc....

...voment...

Terpopuler

Comments

queen

queen

gilaaaa ngga kebayang kalo beneran ad di dunia nyata, cukup di dunia perhaluan ajah wkwkwk

2023-03-26

3

zien

zien

aku hadir disini dan memberimu like 👍😘

mampir juga di novelku JODOHKU YANG LUAR BIASA 😊😘

mari kita saling mendukung karya kita 👍😘

2021-03-05

1

Migraine•ZeE

Migraine•ZeE

Aduh keknya novelku kalah sama ini, jdi syg :v

2020-12-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!