Drama di pagi hari

Waktu berlalu dan tidak terasa sudah dua jam lebih guru yang akrab disapa Mr. Hadwin itu menerangkan materinya. Waktu istirahat pun sudah lewat sejak lima menit yang lalu. Namun nampaknya seorang pria paruh baya itu belum mau mengakhiri pelajarannya.

"Mr. Ini sudah lewat dan seharusnya kelas sudah berakhir!" celetuk salah satu siswa laki-laki yang duduk paling belakang yang terlihat menguap lebar.

Carla yang penasaran menolehkan kepalanya, namun matanya seketika ditutup oleh seseorang.

"Lupa hm?"

"Sorry i'm reflecting." cicit Carla sambil menyengir.

"Jangan lihat orang itu, nanti virusnya nular!"

"Hah?" tanya Carla cengo.

"Virus malas."

"Dekat kamu juga aku virusan. Virus anti sosial." seru Carla cepat yang sayangnya hanya bisa ia ucapkan dalam hati.

"Berakhir? Kalian ini akan segera ujian. Seharusnya kalian bersyukur saya berikan jam belajar tambahan!"

sungut Mr. Hadwin sambil menatap tajam Galen. Siswa yang berani mengkritik dirinya.

"Bersyukur apanya, perut udah keroncongan gini!" sanggah siswa yang bernama Galen itu. Sontak saja perkataannya mengundang tawa semua siswa siswi. Namun masih di tahannya, karna tatapan dari Mr. Hadwin yang terasa begitu menusuk.

"Ya sudah kita lanjutkan minggu depan!" Ujar Mr. Hadwin akhirnya. Ia malas berdebat, lagipula yang di katakan siswanya itu benar. Ini sudah jamnya istirahat.

"Masa mau dilanjutin tahun depan!" celetuk Galen lagi dan segera melengos pergi.

Mr. Hadwin tidak menanggapinya lagi. Berurusan dengan siswa tidak jelas itu memang tidak ada habisnya.

Carla merapikan bukunya dan kemudian dimasukkan ke dalam tas. Ia menghela nafas lelah karna pelajaran yang diajarkan gurunya terasa sangat ngebut yang membuat kepalanya terasa pusing. Maklum saja sebentar lagi ia akan segera lulus dan mengikuti ujian akhir. Tidak terasa hampir 3 tahun Carla menjalani hubungannya dengan Steve. Selama itu ia sabar menghadapi sifat kekasihnya yang dibilang abnormal dan sangat possesive.

Meski kadang Carla berada di puncak emosi dan sangat muak dan tidak tahan. Namun hubungannya dengan laki-laki itu tidak pernah putus nyambung. Aneh bukan? jawabannya sederhana. Karena ia tidak mempunyai nyali yang cukup untuk mengatakan hal itu.

Walaupun sifat kekasihnya yang begitu kasar, arogant, serta possesive. Tetapi dia sangat perhatian, romantis, dan kadang ada kalanya sifat manja dari lelaki arogant itu keluar. Itu yang membuat Carla semakin mencintainya.

Aneh memang.

Steve bangkit dari duduknya sambil menarik tangan gadisnya.

"Ayo!"

Carla dengan cepat bangkit dan mengikuti Steve. "kemana?"

"Makan."

"Tapi aku tidak lapar."

Mendengar ucapan gadisnya, Steve menghentikan langkahnya secara tiba-tiba yang membuat Carla menabrak punggung tegap itu.

Carla meringis sambil memegang keningnya. "Aww..."

"Katakan sekali lagi!"

"A-aku tidak lapar." lirih Carla terbata dengan suara yang hampir tidak bisa didengar. Mereka sedang berada di koridor. Meski ramai, karena jam istirahat. Tapi tidak seorangpun yang berani menatap apalagi melerai mereka.

Laki - laki itu tidak menanggapi perkataan Carla. Ia melanjutkan langkahnya sambil menarik tangan gadisnya dan mencengkramnya kuat.

Carla tidak mengatakan sepatah katapun dan tetap mengikuti langkah lebar Steve. Tangannya yang dicengkram kuat terasa begitu ngilu. Ia dapat melihat tatapan-tatapan siswa siswi yang berlalu lalang mengarah padanya. Tatapan seperti itu sudah seperti makanan sehari-harinya. Tatapan iba dan kagum.

"Duduk!"

Carla hanya mengikuti saja, karna ia sudah lelah untuk berdebat. Yah, meskipun bisa dibilang bukan berdebat. Laki-laki itu lah yang justru marah-marah padanya.Tidak lama kemudian seorang wanita paruh baya berseragam pelayan datang, dan menghidangkan seporsi risotto. Wanita itu membungkuk hormat, yang membuat Carla tersenyum hangat.

Carla mengambil sendok dan mulai menyuapi dirinya sendiri. Meski ia tidak lapar, tapi ia tetap akan menghabiskannya. Namun Carla tersentak ketika seseorang mengambil alih sendoknya.

"Apa lagi?" tanya Carla sambil menghela nafas lelah.

"Kita makan berdua dan aku yang akan menyuapi!"

"Ta-Tapi disini banyak orang Steve," lirih Carla dengan memelas berharap laki-laki itu mau mendengarkannya setidaknya kali ini saja. Meski juga tidak ada yang memperhatikannya. Namun tetap saja ia malu. Suap-suapan di depan umum, terlebih ini adalah area sekolah bukanlah hal yang benar.

Steve tiba-tiba beranjak dari duduknya, yang membuat jantung Carla berlarian karna takut lelaki itu akan marah. Segala fikiran buruk telah menghantuinya. Apakah ia akan diseret dan dihukum?

"Semuanya pergi dari sini. Kosongkan tempat ini dalam 10 detik?!"

Perkataan yang menggelegar bak petir itu membuat Carla terkejut. Ini sungguh berlebihan. Suasana seketika hening dalam 2 detik. Namun setelahnya semua siswa siswi berhamburan pergi. Mungkin jiwa mereka ikut terguncang, dan perlu untuk mencerna perintah itu.

Cafetaria kosong, tidak sampai dalam hitungan 10 detik. Carla hanya bisa menghela nafas, menghentikan pun rasanya ia tidak berani. Jika sudah laki-laki itu yang berbicara semua akan mati kutu dibuatnya. Auranya yang begitu dominan mampu membuat orang ketakutan, jika hanya mendengar namanya saja. Jangankan para siswa siswi akan bertegur sapa dengannya. Menatap pun rasanya mereka akan berfikir ratusan kali.

"Steve ti-tidak perlu sampai begitu," lirih Carla takut-takut.

Laki-laki itu tidak menanggapinya, ia beralih mengambil sendok dan menyuapi gadisnya. Namun Carla mengatupkan mulutnya rapat sambil menunduk. Ia merasa tidak enak pada siswa siswi yang di usir oleh kekasihnya itu.

"Buka mulutmu!" desis Steve tajam, yang membuat Carla merinding dan langsung membuka mulutnya.

Steve tersenyum puas melihatnya. Ia terus menyuapi Carla dan juga menyuapi dirinya sendiri dalam diam. Hanya dentingan sendok yang terdengar di tengah keheningan suasana Cafetaria, yang hanya diisi oleh dirinya dan gadisnya.

Terpopuler

Comments

queen

queen

masih pacaran ajh kek gitu, apalagi udh nikah nanti bisa² disiksa ruh kalo ngga nuruti

2023-03-26

1

pat_pat

pat_pat

aw mau jg disuapin

2022-12-24

1

pat_pat

pat_pat

seperti aku dong

2022-12-24

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!