Kehangatan yang tidak kekal

...Cinta adalah sebuah kata kecil yang sederhana, namun perjalanannya yang membuatnya sulit....

...________...

Setelah selesai makan, tanpa bicara sepatah katapun Steve langsung memegang tangan Carla erat dan membawanya pergi dari cafetaria sekolah yang masih terlihat begitu sepi.

Carla melirik Steve ragu, lelaki itu benar-benar datar.

"Steve aku mau ke toilet sebentar," ujarnya sambil menatap raut datar kekasihnya itu.

Melihat tidak ada respon apapun dari Steve, membuat Carla menghela nafas sabar. Namun nampaknya laki-laki itu tiba-tiba berbelok arah, membuat Carla mengernyit bingung.

"Steve kita mau kema-?"

Laki-laki itu kembali tak menanggapi ucapannya. Namun Carla urung bertanya lagi karena sekarang mereka tengah berada di depan pintu toilet.

"Ayo!"

Carla diam saja namun ia menatap kekasihnya itu dengan tatapan aneh.

Merasa ditatap seperti itu Steve mengernyit heran. "Ada apa?"

"Ini toilet perempuan, kau tidak boleh ikut masuk." seru Carla cepat berusaha menjelaskannya dengan hati-hati, namun sepertinya lelaki itu hanya acuh.

"Masuk atau tidak sama sekali!" seru Steve menatap Carla intens.

Sekali lagi Carla hanya bisa menghela nafas lelah. Gadis itu mulai membuka pintu pelan yang membuat para perempuan disana memekik karna tiba-tiba seorang laki-laki ikut memasuki toilet perempuan. Sedangkan Carla hanya acuh dan mulai memasuki bilik toilet.

Steve tidak peduli sama sekali, akan pekikan histeris itu. Laki-laki itu hanya senantiasa menunjukkan datapan datar dan dinginnya, dan tetap berada di depan pintu sambil bersedekap dada untuk menunggu kekasihnya. Ia dapat melihat para perempuan di toilet itu saling membenahi make up nya yang telah luntur. Steve berdecak sinis dan memandangnya rendah.

"Cih. Dasar ******!" cemoohnya tanpa dosa.

Mendengar ucapan sinis itu membuat perempuan disana mengumpat. Namun sepertinya ia urungkan karna melihat tatapan membunuh dari laki-laki itu. Bukan umpatan kasar yang akan terucap, tapi umpatan manis. Bagaimana tidak? Laki-laki yang di kagumi seluruh kaum hawa itu, sekarang tengah berada di dekat mereka. Membuat mereka berlomba-lomba untuk memoles wajah di hadapan laki-laki itu. Namun bukannya pujian malah ucapan yang begitu kejam yang mereka dengar.

"Aku paling senang menghabisi ******!" celetuk Steve sambil menyeringai lalu mengeluarkan pisau lipat dari sakunya.

Para perempuan itu melotot tak percaya. Mereka yang tadinya berlomba-lomba memoles wajah, kini berlarian keluar. Dan yang ingin memasuki toilet mengurungkan niat dan segera mencari toilet lain. Setelah mendengar seseorang yang dijuluki the prince of darkness itu tengah berada di dalam.

Steve menyeringai melihatnya, ia begitu menikmati pemandangan yang penuh ketakutan itu. Laki - laki itu mulai menggosokkan pisau lipat itu di telapak tangannya sambil tersenyum mengerikan. Pintu terbuka dan dengan segera ia kembali memasukkan pisaunya ke saku. Sebelum benda itu mulai mencari mangsanya.

"Sudah?" tanya Steve dan menatap kekasihnya sambil tersenyum.

Carla yang melihatnya mengernyit heran, ia juga dapat melihat toilet yang tadinya ramai kini terlihat sepi. Entah apa yang sempat terjadi.

"Iya."

"Ayo."

Laki - laki itu mendekat dan merangkul kekasihnya hangat, lalu menyematkan kecupan di pipi gadisnya.

"Ada apa?" tanya Carla penasaran,  karna jarang - jarang bahkan tidak biasanya laki - laki itu bersikap manis seperti ini padanya. Memang sikap manjanya kadang keluar yang membuat Carla semakin luluh dibuatnya.

"Tidak ada." jawabnya singkat dan menggandeng tangan Carla menuju kelas.

Carla hanya tersenyum melihatnya dan membalas menggenggam tangan kekasihnya hangat.

"Andai saja kau selalu bersikap manis  seperti ini Steve, dan bukannya selalu dipenuhi dengan kepahitan."

"Kau tau baby? The reason i live only for you."

Steve menyunggingkan senyumnya kala melihat senyuman yang begitu manis terukir  di wajah kekasihnya. Serta genggaman tangannya yang dibalas hangat. Keduanya beriringan menuju kelas dengan senyum yang masih terpatri.

***

Kelas telah berakhir dan seluruh siswa siswi dengan cepat membereskan bukunya untuk segera pulang.

Keisya melirik sahabatnya dan seperti biasa sosok itu selalu berada di samping Carla.

Seperti bayangan saja.

"Carla aku duluan ya." seru Keisya sambil berjalan meninggalkan kelas, dan melambaikan tangannya pada Carla.

"Bye Keisya!" sahut Carla membalas sambil lambaian tangan sahabatnya. Ia tau Keisya ingin menghampiri dirinya. Namun diurungkan oleh gadis itu karna melihat Steve yang menatap Keisya garang. Seolah mengatakan 'cepatlah pergi dari sini!'

"Ayo."

"Tunggu." ujar Carla sambil memasukkan bukunya ke dalam tas.

Melihat gadisnya yang terasa begitu lamban, tanpa bicara sepatah katapun Steve segera mengambil tas Carla dan merapikannya dengan cepat. Kemudian menarik lembut tangan kekasihnya menuju parkiran. Ia tahu Carla sangat lelah hari ini, terlebih menghadapi sikapnya yang membuat siapapun jenuh. Steve sangat sadar akan hal itu, dan ia merasa sangat beruntung memiliki Carla dalam hidupnya. Gadis yang dikirim Tuhan untuknya, yang selalu sabar menghadapinya.

Sampai parkiran Steve menaruh tasnya dan tas Carla ke kursi belakang mobilnya. Kemudian membukakan pintu untuk kekasihnya, yang dibalas senyuman hangat. Dengan cepat Steve mengitari mobilnya dan duduk di tempat kemudi. Laki - laki itu mengemudikan mobilnya dengan lambat, tidak seperti biasanya. Karna ia ingin menikmati perjalanan ini.

"Apa kau mengantuk?" tanya Steve ketika melihat gadisnya menguap. Ia beralih menggenggam lembut tangan Carla. Gadisnya terlihat menyandarkan kepalanya pada jendela mobil, sambil melihat pemandangan langit sore yang terlihat begitu indah.

"Tidak." Carla menoleh sambil menggeleng pelan dan tersenyum manis. Ia juga membalas genggaman tangan Steve dengan lembut.

"Kemarilah." ujar Steve sambil menarik tangan Carla pelan dan membaringkan kekasihnya di pangkuannya dengan lembut.

"Tidurlah sebentar."

Steve mengelus surai gadisnya dengan lembut, yang tengah berbaring di pangkuannya itu. Carla tidak mengeluarkan sepatah katapun, ia tidak mau bicara apapun saat ini. Rasanya ia hanya ingin menikmati perlakuan manis Steve yang sangat jarang didapatnya. Carla tersenyum sambil memeluk pinggang Steve dengan erat, aroma yang menenangkan itu perlahan membuat matanya tertutup.

Laki - laki itu tersenyum lembut melihat kekasihnya yang terbaring di pangkuannya sambil memeluk pinggangnya begitu erat. Ia semakin melengkungkan senyumnya ketika mendengar dengkuran halus dan nafas teratur kekasihnya yang dalam sekejap sudah terlelap. Ia semakin memelankan laju mobilnya, namun nampaknya mereka akan segera sampai. Moment yang dilalui dengan indah, memang tidak akan terasa. Hingga kini mereka telah sampai pada sebuah mansion yang indah.

Steve menghentikan mobilnya, lalu ia melihat kekasihnya yang terlihat begitu terlelap. Laki - laki itu merengkuh Carla erat, sambil  mencium rambut gadisnya dan meresapi aromanya dengan dalam.

Merasa sesak ketika dipeluk begitu erat Carla membuka matanya. "sudah sampai?"

"Sudah baby." sahut Steve sambil mengecup pipi Carla yang masih terbaring di pangkuannya.

Carla tersenyum dan bangkit dari pangkuan Steve. Gadis itu mengucek matanya pelan, sambil menormalkan detak jantungnya yang menggila. Entah ada angin apa, sikap Steve padanya hari ini begitu manis.

Carla segera membuka pintu mobil, dan diikuti oleh Steve.

"Masuklah." ujar Steve pada Carla setelah keduanya berdiri di halaman mansion.

"Mampir dulu?" tanya Carla.

"Lain kali."

"Baiklah bye." ujar Carla berlalu sambil melambaikan tangan. Namun Steve kembali mendekat dan menarik pinggang Carla dan mencium kening kekasihnya dengan sayang.

"Masuklah. Makan lalu istirahat!"

Carla mengecup pipi Steve cepat dan langsung masuk, lalu ia kembali menoleh dan tersenyum ke arah kekasihnya. Steve ikut tersenyum lalu melambaikan tangannya. Setelah melihat punggung kekasihnya menghilang, ia segera memasuki mobilnya dan melenggang pergi.

Karna ada sesuatu yang harus ditanganinya.

...TBC...

...Voment!!...

Terpopuler

Comments

queen

queen

pekerjaan apa ya ??
memangsa manusia mungkin

2023-03-26

0

pat_pat

pat_pat

oh dasar bintang-bintang?

2023-01-04

1

pat_pat

pat_pat

kemah?

2023-01-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!