Entah ini keputusan gila atau bukan. Pada akhirnya Farhan memberanikan diri untuk mengajak Lisa menikah. Berbekal keyakinan, ia mengambil secarik kertas tuntutan dari cucu Prawira untuk membuat tekanan financial pada gadis itu. Maka Farhan yakin, Lisa tidak akan berkutik setelah berhasil menanda tangani semua itu.
Ah, ternyata gadis itu memang sebodoh yang Farhan pikirkan. Buktinya, Lisa langsung tanda tangan tanpa mencari tahu berapa total kerugian rumah tuan Skala yang dikacaukan oleh si kembar. Maka dengan percaya dirinya, Farhan mengatakan sesuatu yang membuat Lisa merasa dunia akan segera kiamat.
"Menikahlah denganku."
Mata Lisa membola sempurna. Gadis itu mengerjap sambil menelan saliva. Rico yang ikut terkejut segera menimpali.
"Tuan, apakah anda baik-baik saja?" tanya Rico tanpa mengalihkan pandangannya pada Farhan. Dalam hati, Rico ingin melakukan tindakan kurangajar sekali-kali. Yaitu mengecek suhu tubuh dan kewarasan otak seorang Farhan.
"Tentu saja aku baik-baik saja." Farhan bangkit dari posisi jongkok, lantas duduk di samping Rico.
Sekarang gantian Lisa yang bersuara. "Apa yang Anda bicarakan tadi benar, Tuan? Sepertinya saya paham dengan tujuan jelek Anda. Tuan Farhan ingin menjadikanku sebagai pengasuh si kembar 'kan? Dengan menjadikanku istri kedua. Agar Tuan Farhan dan istri dapat menikmati hidup tanpa beban anak." Suara Lisa sedikit teriak.
Kesalahpahaman pada gadis itu semakin berputar-putar. Rico sungguh geregetan melihat tuannya yang nampak santai dengan tuduhan Lisa. Tentu saja, semua gadis yang melihat Farhan dipanggil ayah oleh si kembar akan salah paham. Pastinya Lisa mengira bahwa Farhan sudah menikah.
"Asal Anda tahu, Tuan! Saya memang gadis matre yang berharap mendapatkan suami kaya raya, tapi saya tidak ingin menjadi istri kedua." Lisa menahan sebongkah amarah yang bersarang di dada.
"Apa kau sudah pernah melihat istriku?" Farhan buka suara. Matanya menatap serius tanpa rasa sungkan.
"Mungkin saja istrimu sedang jalan-jalan ke luar negeri," tandas Lisa semakin berkilah.
"Cukup!"
Kali ini Rico berteriak. Membuat Lisa dan Farhan berjinjit kaget mendengar lengkingan suaranya. Demi apapun, pria itu sudah tidak tahan dengan kesalahpahaman yang terjadi di antara Lisa dan bossnya.
"Kau berani membentakku?" Farhan melotot kesal. Wajahnya terlihat lucu saat sedang marah.
"Bukannya saya bermaksud lancang. Tapi saya sungguh tidak kuat melihat kesalahpahaman di antara kalian berdua."
Rico membenarkan posisi duduknya. Menatap Lisa dengan wajah serius. "Jadi begini Lis, tuan Farhan adalah ayah angkat dari si kembar. Tuan Farhan belum menikah. Belum pernah pacaran. Saya sudah mengenalnya selama dua belas tahun. Bahkan, saya yakin bahwa bibir atas dan gagang gayungnya masih origonal. Belum ada yang berani menjamahnya."
"Iskh" Farhan menendang kaki Rico karena mulutnya yang kurangajar. Sementara Rico mengedipkan matanya—nakal.
"Jangan marah Tuan, sekertarismu selalu berada di pihakmu."
"Lalu ke mana orang tua mereka?" Lisa tertegun menelan saliva. Untuk masalah Farhan yang masih original, percaya sih, tuan Farhan memang spesies langka. Mungkin hanya ada satu di dunia.
"Apa kau tahu kecelakaan pesawat yang terjadi beberapa bulan lalu?"
"KOI AIR?" (Korea-Indonesia)
"Ya, benar. Orang tua mereka adalah korban dari kecelakaan tersebut. Jasadnya abadi dan tidak dapat di temukan sampai saat ini."
"Ya Tuhan." Hati Lisa bergetar sedih. Gadis itu memegang bagian dada kirinya yang mendadak sesak.
Penjelasan Rico mengundang selaksa penyesalan. Ia menyesal karena telah memarahi si kecil Cilla. Bahkan, Lisa mencubit lengannya karena gadis kecil itu sempat membantah saat diasuhnya tadi siang.
"Jadi mereka yatim piatu? Sama sepertiku!" Tatap Lisa mengarah pada Farhan.
"Hemm." Farhan mengkonfirmasi pertanyaan Lisa dengan dehaman.
"Andai tuan Farhan anak perawan, saya pasti akan memberikan hasil tes bahwa beliau masih perawan. Sayangnya, tuan Farhan laki-laki, tidak berbekas."
"Co!" Pria di sebelah Rico murka. Bukannya membantu yang baik-baik, Rico malah bersenda gurau tidak jelas.
"Jadi Anda ingin menikah denganku demi si kembar?" tanya Lisa yang mulai kembali pada topik utama.
"Ya," jawab Farhan datar.
"Ada banyak wanita lain, kenapa harus saya?" Pertanyaan Lisa membuat Rico ikut mengangguk. Benar yang dikatakan gadis itu, kenapa harus Lisa?
"Saya sudah menentukan kamu," jawan Farhan logis.
Tidak mungkin juga ia menjelaskan kalau Farhan ingin menikahi Lisa karena perihal mimpi. Gadis itu akan mengatai Farhan gila pastinya.
"Oke. Apakah Anda mencintai saya?" tanya Lisa. Karena ia tahu, pernikahan di atas kertas tanpa rasa cinta tidak akan semuluh jalannya novel tentang perjodohan atau kontrak.
"Tidak!" jawab Farhan kaku.
"Hahaha," tawa Lisa miris. "Apa Anda sedang mabuk Tuan? Jika kau tidak cinta, mengapa ingin menikahiku?"
Jangan tanya seperti apa ekspreai wajah Rico saat ini. Sebodoh-bodohnya Patrick di serial Spongebob, tetap Farhan lebih bodoh perihal cinta.
Apa Anda tidak bisa berbohong, Tuan? Rico menggeram frustasi. Kenapa pula ia harus melihat acara live sialan seperti ini.
Melihat tatapan Rico, Farhan paham dan memperbaiki omongannya.
"Aku memang belum mencintaimu, tidak tahu kalau besok."
"Buahahah." Lisa tak bisa menahan tawanya. "Apa Anda sedang menjadi Dylan yang menggombali Milea? Pasaran sekali kata-katamu, Tuan."
"Saya tidak mengenal siapa itu Milea."
Ah, Lisa sudah tidak kuat menahan tawanya. "Tentu saja Anda tidak kenal."
"Apa dia temanmu?"
"Bukan. tapi gombalan itu berasal dari film Dylan Milea. Jadi, Dylan yang menciptakan gombalan itu," tutur Lisan menjelaskan. Wajah Farhan mendadak cengo.
"Aku tidak menonton film."
Sialan! Farhan mendesah berat tanpa kata. Itu kata jujurku bodoh! Ucapnya dalam hati.
Terjadi jeda sesaat. Sampai akhirnya Lisa memberanikan diri buka suara kembali.
"Saya sangat menghargai lamaran tuan Farhan. Tapi, merasa bahwa tuan Farhan tidak serius dan terkesan main-main. Untuk masalah tuntutan, saya akan menyelesaikannya dengan jalur pengadilan. Kebetulan mantan pacar saya seorang pengacar. Dia pasti mau membantu saya." Lisa berdiri.
"Besok saya akan bekerja di kantor Anda. Permisi," pamit Lisa sambil menyeret kakinya.
"Jadi kau berani menolakku."
"Tuan!" Rico memegang bahu Farhan. Rasanya ingin mati saja daripada melihat cara Farhan melamar wanita. "Biacaralah yang lembut pada seorang gadis," ucap Rico menasehati.
"Hei! Berhenti atau kau mati!" Farhan berteriak kesal. Tidak peduli dengan saran Rico barusan.
"Ya, Lisa...!"
Gadis itu berjalan menuju pintu keluar. Rico menepuk jidatnya sambil menahan leher yang seperti dicekik setan. Jika Rico jadi Farhan, mungkin ia akan pensiun menjadi laki-laki. Malu pada kejantanan yang berdiru tegak di bawah sana.
"Aku sungguh ingin menikah denganmu bodoh!" Farhan mencegah Lisa saat ia hendak keluar.
"Lalu, mana cincinnya? Jangan bilang Anda berniat melamar seorang gadis tanpa ada cincin," ejek Lisa sambil melipat tangannya di depan dada. Gadis itu berbalik dengan gaya arogan.
"Anggap saja aku berhutang padamu. Besok kubelikan 30 jenis cincin agar kau bisa mengganti modelnya setiap hari."
Jiwa sultan Farhan bicara. Sayangnya bukan seperti itu cara mainnya, wahai Tuan Farhan. Melamar gadis hanya butuh satu cincin. Satu—untuk selamanya.
"Tuan." Rico mencoba untuk mencegah kekonyolan seorang Farhan. Tingkah pria itu sangat memalukan. Bahkan Rico yang menjadi penonton setia saja ikut malu berat.
Percayalah! Detik itu juga, Rico langsung terpuruk sambil menggigit bantal sofa.
"Saya tetap menolak. Terima kasih," jawab Lisa dengan senyuman.
"Tunggu dulu." Farhan menarik tangan gadis itu saat hendak berbalik.
"Cincin yang melingkar di jarimu, itu juga pemberian dariku. Anggap saja itu cincin lamarah."
"Cincin ini?" Lisa menganggak jemarinya. "Kikir sekali Anda menjadi cincin pelacak sebagai cincin lamaran."
Itu bukan cincin pelacak. Itu cincin yang kuberikan untukmu sebagai hadiah ulang tahun. Ingin sekali Farhan berkata seperti itu. Namun bicaranya tertahan karena gengsi.
***
Perjuangan Farhan masih panjang. Ini belum seberapa. Jangan lupa like dan komen...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 281 Episodes
Comments
jumirah slavina
🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2024-11-21
2
Jumiroh Miroh
ya ampun ya ampun ya ampun...itu nglamar kenapa pakai ancaman ya babang farhan, bener bener dech, gadis mana pun pasti menolak lah kalau cara nglamar nya model gitu😂😂😂😂
2023-02-12
1
Farida Wahyuni
laki2 sombing memang harus diberi pelajaran.
2022-12-16
0