Menghirup udara dalam-dalam, lalu melepaskannya perlahan. Sungguh, Lisa masih tidak menyangka kalau ia dapat menyelesaikan S1-nya di Harvard Univercity dengan predikat cumlaude. Apa yang menjadi usahanya selama ini tidak sia-sia. Kedisiplinan dan ketegasan yang Farhan ajarkan merubah Lisa dari anak liar menjadi gadis bermakna yang punya cita-cita.
Maka di sinilah ia serang, menatap sekeliling dengan rasa bangga sekaligus haru. Akhirnya, ia dapat mengobati rasa rindunya pada tanah air. Indonesia sudah di depan mata, hari baru Lisa telah tiba.
"Ah, apa kabar dengan tuan Farhan? Beberapa bulan tidak bertemu, apakah ia masih sama? Misophobia. Tsk!" Lisa tertawa dalam hati. Tiba-tiba ia rindu dimarahi karena kecerobohan dan kelalaiannya. Padahal, dulu Lisa sangat kesal setiap kali mendapat omelan dari Farhan. Begitulah hidup, jauh sangat wangi, dekat bau kotoran.
Tak berapa lama, sebuah mobil sedan berwarna hitam datang tepat di depan muka Lisa. Rico, sekertaris Farhan datang menyemputnya di bandara.
"Lisa! Ayo masuk!" seru Rico. Pria itu tidak turun, hanya membuka kaca dan menunggu Lisa masuk.
"Baik, Tuan!" Lisa membungkuk sopan. Menyeret koper di tangannya, lantas memasukkannya ke dalam bagasi.
"Kamu duduk di depan saja, Lis. Biar aku tidak seperti supir." Rico tergelak. Jika tidak ada Farhan, pria itu sedikit lebih ramah pada Lisa. Menyiratkan bahwa Farhan begitu menyeramkan. Sampai orang tidak bisa leluasa ketika ada di samping.
Berdekatan dengan Farhan, setara dengan maut di depan mata.
"Iya, Tuan." Lantas duduk di kursi depan samping Farhan. Mobil mulai melaju dengan kecepatan normal. Menyibak jalan raya yang mulai dipadati para pengendara.
"Selamat ya, Lis! Akhirnya kamu terbebas dari jerat maut tuan Farhan."
Lisa menyerngit, melempar tatapan bingung pada pria yang menyetir di sampingnya. "Maksudnya gimana, Tuan?"
"Jangan panggil aku tuan, satu-satunya Tuan kita hanya Farhan. Panggil saja aku pak Rico." Pria itu menoleh pada Lisa sekilas, lantas kembali menyetir dengan kecepatan sedang.
"Maksudku adalah, mulai saat ini kamu dapat menjalani kehidupanmu sedikit lebih bebas. Setidaknya, tuan Farhan tidak menjadikanmu pembantu lagi. Tuan Farhan bilang, beliau merasa puas dengan predikat cumlaude yang kamu dapat. Apalagi kamu lulusan Harvard. Tentu saja tuan Farhan bangga padamu. Bahkan, ia sudah memberi hadiah apartemen khusus sebagai fasilitas dari pekerjaan. Lisa, kamu adalah juniorku serang. Kita bertiga akan bekerja bersama di Revical Grup. Aku, kamu, dan juga Katty."
Glek. Lisa menelan saliva. Jujur saja, Lisa merasa bingung dengan kebaikan Farhan. Meskipun statusnya terpaksa menjadi pembantu, namun Lisa paham betul bahwa kebaikan Farhan melebih seorang majikan pada pembantu.
Awal mula pertemuan mereka adalah lima tahun yang lalu. Bermula saat Farhan murka dengan pelayanan buruk di hotel pribadi milik Revical Grup. Lisa, gadis itu menggunakan identitas temannya sebagai pegawai part time untuk bekerja di hotel tersebut. Nahas, Lisa melakukan kesalahan fatal karena membuat bibir Farhan lonyot terkena air panas yang ia berikan. Dari situlah identitas kariawan part rime gadungan Lisa ketahuan. Gadis itu disidang, dan temannya terancam dipecat.
Karena sangat membutuhkan uang, Lisa terpaksa menggunakan identitas temannya saat bekerja. Jujur saja, ia butuh uang untuk kembali ke Jakarta. Ia harus mengambil ijasahnya di rumah yang sudah ditempati oleh paman dan bibinya yang jahat. Lisa sudah kabur dari rumah berhari-hari karena tak tahan disiksa oleh bibinya. Gadis itu sudah cukup menderita selama ini. Waktunya untuk kabur setelah mendapat pendidikan yang cukup untuk mencari kerja. Nahasnya, saat itu ia lupa membawa ijasah SMA-nya. Maka bertemulah Lisa dengan Farhan di hotel itu. Gadis tak berpengalaman yang hendak mencari uang untuk kembali ke Jakarta.
"Saya akan memecat temanmu." Farhan berseru dengan wajah marah.
"Tuan, tolong ampuni saya, dan jangan pecat teman saya Bella. Ini semua salah saya, tidak seharunya saya menggantikan pekerjaan Bella, saya akan sangat senang jika Tuan mau memaafkan saya." Lisa menunduk takut. meremas jari-jemarinya dengan tubuh gemetar.
"Siapa kamu? Apa kita teman dekat sebelumnya? Untuk apa aku menyenangkan gadis ceroboh sepertimu. Apa lagi kita tidak saling kenal. Hei Nona, sayangnya aku bukan orang sebaik itu." Farhan bicara acuh tak acuh. Bahkan tidak melirik gadis itu sama sekali.
"Hehehe. Barang kali suatu saat nanti kita berjodoh Tuan," cengir Lisa sok jenaka. Padahal dalam hatinya takut sekali.
"Jaga bicaramu jika masih ingin hidup, Nona!" bentak Farhan emosi. "Arghghhh!" Farhan memegangi kepalanya yang mendadak kambuh sakit lagi.
"Tu-tuan ... Anda kenapa?" Lisa langsung mendekat. Gadis itu panik melihat Farhan yang seperti orang mau mati.
"Kepalaku sakit sekali," keluh Farhan sambil menggemerutukan giginya karena terlalu sakit.
"Saya punya obat sakit kepala, tunggu sebentar Tuan!" Lisa berlari mengambil air putih, lalu memberikan obat sakit kepala yang ia rogoh dari saku baju seragamnya pada Farhan. "Minum obat ini saja, Tuan."
Tanpa pikir panjang Farhan langsung meraih obat yang Lisa berikan. Namun naasnya, obat yang Lisa beri di warung itu sudah kedaluwarsa. Gadis itu juga tidak tahu prihal obat yang kedaluwarsa.
Tak berapa lama kemudian, Farhan tiba-tiba muntah, ada bercak kemerahan di seluruh tubuhnya. Pria itu langsung dilarikan ke rumah sakit saat itu juga.
Sejak saat itu, Lisa harus menebus kesalahannya dengan cara menjadi pembantu. Namun ia tidak menyangka, menjadi pembantu Farhan akan semujur ini. Pria itu menanggung semua kebutuhan dan pendidikan Lisa. Kebetulan juga, Farhan harus menyelesaikan bisnisnya di Amerika. Jadi, Lisa diboyong Farhan dan ikut pindah kesana. Bersekolah sekaligus menjadi pembantu Farhan.
Setelah berpikir tujuh kali, memutar jari-jemari dengan telapak tangannya, akhirnya Lisa memberanikan diri untuk bertanya lebih lanjut tentang rasa penasarannya. "Eum, Pak Rico, bolehkah saya bertanya sesuatu?"
"Apa itu Lisa?" balas Rico dengan antusias. Pria itu menurunkan laju kemudinya. Lantas fokus pada Lisa yang sepertinya ragu untuk bertanya.
"Kalau boleh tahu, apakah Pak Rico tahu, tentang alasan tuan Farhan baik kepada saya. " Lisa mengerjam gugup dengan jari jemari yang saling bertaut kencang. Lantas berdeham sedikit untuk menutupi kegugupannya. Ingatan Lisa kembali pada saat ia tak sengaja meracuni Farhan dengan obat warung.
"Ma-maksud saya begini, Pak. Saya merasa aneh saja, kenapa tuan Farhan baik sekali terhadap saya. Sedangkan saya adalah orang yang pernah berbuat salah terhadap tuan Farhan tempo dulu. Kalau saya pikir-pikir, tidak mungkin 'kan, tuan Farhan baik terhadap saya karena jatuh cinta?"
Mendengar itu, Rico ingin tertawa sambil guling-guling di atas pasir.
"Ehm. Begini Lisa, jangan salah paham dulu. Awalnya aku juga satu pemikiran dengan kamu, kupikir tuan Farhan menyukai. Ternyata, ia hanya kasihan padamu."
"Kasihan?" Lisa menyerngit heran.
"Maaf Lisa, saya tidak bermaksud menyinggung kamu. Sebenarnya kamu dan tuan Farhan memiliki nasib yang beda tipis. Kalian berdua sama-sama dicampahkan oleh keluarga. Maaf, saya tidak berani menceritakan kehidupan tuan Farhan lebih lanjut. Intinya, kalian berdua memiliki nasib yang sama."
Lisa menohok mendengar penjelasan Rico. Walaupun penasaran, ia tidak berani menanyakan kehidupan Farhan. Lebih baik ia fokus terhadap masalahnya.
"Jadi, tuan Farhan sudah tahu kalau aku tidak pernah diperlakukan dengan baik oleh paman dan bibiku selama ini? Maka dari itu dia " tanya Lisa yang masih terheran-heran.
"Tentu saja tahu, bisa dibilang, tuan Farha ln berniat mengadopsimu dengan kedok menjadi pembantu."
"Anda serius, Pak?" teriak Lisa sampai Rico kaget.
"Eh, iya Lisa, tapi tolong jangan bicarakan hal ini dengan tuan Farhan. Ini hanya pemikiranku saja. Soalnya tadi kamu tanya kenapa tuan Farhan baik padamu. Mungkin itu alsannya.
Lagi-lagi Lisa dibuat geleng kepala. Pantas saja waktu itu Farhan pernah mengatakan bahwa ia menganggap Lisa seperti anak sendiri.
Ah, sepertinya perjalanan masih panjang. Harapan Lisa tentang hadirnya sebuah skandal antara bos dan pembantu telah sirna. Kehidupan nyata memang tidak pernah sama dengan yang ada di dalam komik.
***
Part Cilla dan Cello besok ya, gengs... belum di reviuw.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 281 Episodes
Comments
JELITA🌠🌠
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2024-09-05
1
👻Yusuf🦖
kangen cila
2024-08-13
0
Aishyandra Junia
kayak nya aku pernah baca novel ini udah lama bgt tapi s farhan nikah SMA Lisa tp g tau aja kalau pernah ini shbat nya Zian
2024-06-22
0