Hari semakin larut. Lisa benar-benar dibuat lelah karena insiden hilangnya si kembar. Badannya remuk, kakinya sakit, apa lagi bagian dadanya lecet karena dicengkram kuat oleh Cello.
"Tuan...," lirih Lisa yang baru saja keluar dari kamar si kembar. Gadis itu berjalan menghampiri Rico dan Farhan. Mereka berdua sedang mengerjakan laporan yang tertunda karena kejadian tadi siang.
"Ada yang saya ingin bicarakan," ucap gadis itu sambil meremas jemarinya—takut. Surai hitamnya terlihat berantakan karena tidak di sisir seharian. Lisa duduk di hadapan Farhan dan Rico. Menatap mereka dalam-dalam.
"Bicaralah, apa ada yang ingin kau tanyakan?" Rico yang menjawab. "Apakah itumu baik-baik saja?" Tertuju pada dada Lisa yang dicengkram kuat oleh Cello saat gadis itu hendak melepasnya. Farhan dan Rico yang melihat kejadian itu meringis ngilu. Untung saja aset berharga Lisa tidak putus.
"Hanya lecet, Pak," ucap Lisa malu-malu. Gadis itu tidak bisa menyembunyikan wajah meronanya di hadapan Farhan. Bisa-bisanya Rico menanyakan hal intim seperti itu.
"Oh, jangan lupa dikasih salep, Lis."
Cukup, Pak! Kenapa Anda membahas hal ini terus, sih? Lisa menggeram kesal.
"Semoga besok anumu cepat sembuh ya, Lis."
Bapak Rico sepertinya sedang cari mati ya, batin Lisa kesal.
"Eh, tadi kamu mau bicara apa?"
Lisa menghembuskan napasnya pelan. "Saya ingin mengundurkan diri dari Revical Grup. Saya rasa, menjadi pembantu tuan Farhan sudah lebih dari cukup untuk menebus kesalahan saya di masa lalu. Mengenai biaya kuliah saya selama ini, saya janji akan mencicilnya jika sudah mendapatkan pekerjaan baru," tutur Lisa serius.
"Jadi itu maumu?" Farhan menatap Lisa dengan mata menyalang. "Begitu caramu membalas budi seseorang?"
"Bukan begitu, Tuan. Maksud say—"
"Pergilah!" potong Farhan cepat. Pria itu tampak kesal seperti anak kecil yang hendak ditinggal ibunya. Membuat nyali Lisa menciut bersamaan dengan tubuhnya yang gemetaran.
"Bagaimana bisa kau mengundurkan diri sebelum mencoba?" tanya Rico saat Farhan tiba-tiba pergi. Meninggalkan ruang keluarga itu setelah marah-marah.
Bahkan, pria itu tidak ingin mendengar penjelasan Lisa sama sekali. Raut wajah Farhan tidak bisa ditebak oleh Lisa.
"Tungg sebentar, Lis. Saya selesaikan dulu pekerjaan ini." Mata Rico kembali teralihkan ke layar laptopnya. Jari-jarinya yang lihai memainkan tombol demi tombol pada keyboardnya. Setelah tujuh menit, Rico menggeser laptopnya. Lalu memfokuskan dirinya pada Lisa.
Rico bertanya, "Kamu kenapa? Apa ada sesuatu yang membebani pikiranmu? Biar nanti kusampaikan pada tuan Farhan. Jangan keluar ya, Lis," rayu Rico.
"Saya hanya tidak suka dengan cara tuan Farhan yang kasar. Padahal saya sudah menjaga si kembar sampai mengabaikan sakit pada kakiku. Bapak juga bersalah karena melimpahkan tanggung jawab si kembar pada orang tidak berpengalaman seperti. Tapi semua tetap memandang aku sebagai orang yang palong bersalah dalam kejadian ini. Apakah itu adil?" Ingatan Lisa kembali pada saat anak kembar itu hilang. Di mana Farhan hendak menampar Lisa di depan semua orang.
"Lis, aku sungguh minta maaf atas namaku dan tuan Farhan. Beliau begitu menyayangi si kembar. Makannya tak pandang bulu sampai hilang kendali seperti itu. Tolong maafkan aku dan tuan Farhan, Lis." Rico memohon penuh penekanan.
"Tapi, Pak." Lisa tidak menerima alasan. "Terus terang saya malu diperlakukan seperti itu oleh tuan Farhan. Semua yang ada di lobi gedung Revical Group memandang saya seperti orang jahat. Bagaimana saya bisa menjalani pekerjaan saya nanti? Sedangkan citra saya sudah terkenal buruk sebelum saya mulai bekerja."
"Aku minta maaf!"
Tiba-tiba terdengar seruan yang tak terduga dari belakang Lisa. Rico dan Lisa saling memandang. Tubuh mereka masih mematung dengan asumsinya masing-masing.
Seumur hidup Rico, ia tidak pernah melihat Farhan meminta maaf pada siapapun. Pria itu jarang sekali berbuat asalah. Adapun orang yang meminta maaf, ialah Rico dan kariawan lainnya ketika salah.
"Aku minta maaf atas kejadian tadi," ulang Farhan sekali lagi. "Besok aku akan membersihkan namamu. Tidak akan ada satu orangpun yang berani menjelekanmu di kantorku." Wajah Farhan nampak serius.
Lisa masih termangu, bingung harus menjawab apa.
"Jika kau tidak ingin bergabung dengan Revical Grup, tidak masalah! Tapi kau harus mengganti semua kerugianku hari ini."Farhan melempar daftar kerusakan rumah Skala dan Bianca yang dirusak oleh si kembar. Juga wine mahal milik cucu Prawira yang arogan.
"A-apa ini, Tuan?" tanya Lisa, tangannya meraih selebaran mengerikan itu. Namun matanya terus menatap Farhan. Tidak berani melirik daftar itu sama sekali.
"Bacalah, itu adalah kerugianku hari ini. Kuberi kau waktu satu minggu untuk melunasinya." Gemetar-gemetar takut, Lisa mencoba melihat daftar itu. Daftar barang-barang yang dirusak oleh si kembar. Semua barang beserta merknya ada, namun nominal dari harga barang-barang tersebut tidak ada.
Belum sempat Lisa membaca, tiba-tiba Farhan berjongkok. Meraih pergelangan kaki kiri Lisa yang terkilir. "Apakah ini sakit? Tanda tanganlah dikertas itu."
Farhan menaruh kaki Lisa di pahanya. Memijit lembut permukaan kulit kaki Lisa yang membiru.
"Ja-ja-ngan, Tuan!" cegah Lisa gugup. Gadis itu langsung tanda tangan tanpa berpikir lima kali. Lisa mendadak lupa daratan.
Suasana mendadak canggung. Rico nyaris terkena serangan jantung melihat pria gunung es itu berubah lembut. Matanya mengedar dengan pikiran berkecamuk. Apakah tuan Farhan sedang kesurupan jin Prince Charming? Kenapa tingkahnya mendadak aneh. Tidak mungkin juga, Farhan jatuh cinta secepat itu pada Lisa.
"Tu-tuan, saya malu," pekik Lisa sambil melirik Rico. Gadis itu menyikut lengan Rico yang masih terus menganga sedari tadi.
"Co! Silahkan kamu unjukkan total kerugian kita hari ini. Kau digaji bukan untuk melamun," ucap Farhan kesal. Matanya masih tak beralih dari kaki Lisa. Namun ia tahu bahwa Rico salah tingkah melihat kelakuannya.
"Co," decak Farhan.
"Eh ... eh ... iya, Tuan!"
Cih, kau membuatku nyaris berhenti bernapas dengan sikapmu yang sok manis itu, Tuan, umpat Farhan dalam hati.
Selagi Farhan membuka file pada laptopnya. Lisa berdoa berkali-kali dalam hati. Semoga saja kerugian yang disebabkan oleh kekacauan si kembar tidak seberapa.
Matanya masih menatap punggung lebar Farhan. Pria itu memijit kaki Lisa dengan telaten.
"Silahkan dilihat, Lis. Total kerugian 3, 84 Milyar. Tuan muda kecil memecahkan wine langka seharga 3 Milyar, yang baru saja kami dapat dengan harga lelang 3,5 M. Sementara kerusakan rumah tidak seberapa, hanya 340 juta."
"Pa-pak, Rico," lirih Lisa terbata-bata. Anda tidak bercanda kan? Ini hanya bohongan, kan? Mana ada Wine semahal itu. Bahkan ginjalku tak semahal itu."
Rico tersenyum kuda. "Wine bermerk shipwrecked 1907 Heidisieck sangat langka, Lis. Sejarahnya di tahun 1916 kapal yang membawa wine itu diterjang kapal selam Jerman saat perang dunia pertama. Akibatnya, kapal itu tenggelam dan ditemukan setelah delapan puluh tahun tepatnya pada tahun 1997. Wine itu adalah salah satu dari dua ribu botol wine yang ditemukan utuh di dalam kapal itu. Saya baru saja mendapat wine itu dengan harga lelang 3,5 Milyar. Jika kau tidak percaya, silahkan cek sendiri di situs internet. Saya yakin Lisa bukan orang bodoh apalagi gagap teknologi," tutur Rico.
Hatinya bertanya-tanya kenapa Farhan melimpahkan kerugian itu pada Lisa. Ia juga sedikit kasihan, akan tetapi Rico harus terlihat keren seperti sekertaris kekinian.
"Jadi kau memijit kakiku karena hendak memerasku, Tuan?" Lisa bertanya dengan nada sinis. "Aku pikir kau kasihan padaku, ternyata kau si kaya kikir yang suka memeras rakyat jelata sepertiku."
Dalam diam, Farhan menyunggingkan senyum tipis. Ia sudah memiliki rencana terselubung yang hanya diketahui olehnya.
"Apa kau ingin balas dendam karena aku tidak mau bergabung dengan perusahaanmu, Tuan?" tandas Lisa kesal. Gadis itu ingin menangis, tapi ditahan sebisa mungkin demi harga diri.
"Tidak. Kau mau bergabung atau pun tidak, aku akan tetap melimpahkan tuntutan itu padamu. Dan juga, kau sudah menandatangani surah di atas materai itu."
"Sialan! Kau menjebakku?" ditendangnya paha Farhan menggunakan kakinya yang terluka.
"Tapi aku memiliki penawaran yang bagus untukmu."
"Penawaran apa? Menjadi pembantumu seumur hidup?" Bicara Lisa semakin kasar. Muak sekali dengan otak Licik seorang Farhan.
"Menikahlah denganku."
"Uhukk!" Rico terselak ludahnya sendiri. "Tuan, apa Anda baik-baik saja?"
Sementara Lisa masih mematung tidak percaya. Apakah dunia akan segera kiamat?
***
Tebak donk, kenapa Farhan berubah dan pengin nikahin Lisa? Kalo tebakannya bener dan pas, aku isiin pulsa 50 ribu nih. 🤣
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 281 Episodes
Comments
Just Rara
si farhan ngajak lisa nikah supaya ada jagain cello klu mau tdr🤣🤣🤣,liciknya km farhan
2022-06-03
2
Siti Solikah
wah Farhan licik ya ha ha ha
2022-03-12
1
Mata Air
ya dg maksud jagain si duo C.
apalagi si Cello sangat nyaman sama Lisa.
2022-02-16
1