"Ups ... Hadeuh ni mulut licin amat" Kak Arif berkata lirih sambil menutup mulutnya.
"Kak jelasin ke Uqi ! Apa maksud dari perkataan Kakak barusan .?" Aku masih memaksa Kak Arif menjelaskan semuanya.
"Udah jangan nanya lagi entar kamu bakal tau sendiri ." Kak Arif masih enggan untuk menjelaskan yang sebenarnya
"Atau jangan - jangan orang yang ayah maksud tadi pas makan itu Mas Zham ?" Aku mulai menebak memikirkan ucapan dan obrolanku dengan semua anggota keluargaku
"Uqi ... sudah malam kamu belum sembuh total istirahatlah !" Suara tegas Ayah menyela pembicaraanku dan Kak Arif.
"Ayah aku hanya ingin tahu maksud dari semua ini .?" Aku masih belum bisa terima dan masih ingin tau kebenarannya
"Jika memang semua itu benar ... Bagaimana ?" Kali ini Ibu yang bertanya membuatku terkejut dan langsung menoleh ke arahnya.
"Apakah kamu menerima atau menolaknya .?" sambung Ibu
Pertanyaan Ibu berhasil membuatku kaget dan bengong.
"Uqi kok malah bengong .? Ibu tanya tu ... jawab donk .!" Suara Kak Arif membuyarkan lamunanku.
"Kalian bercanda ya .?" ucapku
"Hahahha... Udah jangan di fikirin kamu baru sembuh masuk kamar sana bobok cantik" jawab Kak Arif
"Uqi istirahat saja soal itu di fikir nanti kalau Uqi sudah sembuh, baru kita bicara lagi."
Aku pergi ke kamar dengan hati yang masih bingung, semua obrolanku dengan mereka masih terngiang - ngiang di kepalaku
Di dalam kamar
Ku rebahkan tubuh lelahku di atas kasur setelah mengambil hand phone di atas nakas tadi, untuk menghilangkan bingung ku alihkan fikiranku ke hand phone yang aku pegang mulai berselancar melihat - lihat sosmed yang udah lama gak aku buka .
Saat asyik berselancar di facebook aku melihat ada pesan dibawah foto lamaku bersama Rifki .
"Rifki" lirihku
Aku sungguh terkejut membuka pesan yang dia tulis ....
" Miss you my lovely , wait for me to come back 😘😘😘"
Ku lihat di foto yang lain dia juga menulis pesan .
"Sya Desember tahun ini aku pulang ke indonesia nomor kamu udah ganti ya hubungi aku di nomor ini 081354××××××"
Tanpa banyak berfikir aku mengambil buku dan bolpoin di meja belajar, menulis nomor yang tertera di layar hand phoneku
Me
ping
satu chat sudah terkirim tak butuh waktu lama hand phoneku berdering Rifki menghubungiku dengan video call
lumayan lama aku terdiam saat panggilan hampir berakhir ku geser tombol hijau ke atas menampakkan wajah laki laki yang sudah lama aku rindukan.
"Sya ... Gimana kabarmu ?" Suara yang sudah lama ingin ku dengar, aku masih termenung menatapnya di sebrang sana .
"Uqi are you okey .?" Rifki melambaikan tangannya melihatku termenung menatapnya .
Bukannya menjawab ucapannya aku langsung mengahiri video call yang sedang berlangsung, menarik nafas dalam - dalam bergelut dengan segala fikiran yang berkecambuk di benakku.
Hand phone yang ku pegang kembali berdering ku lihat Rifki menghubungiku .
aku masih syok dengan apa yang terjadi ku biarkan hand phone itu berdering sampai mati dengan sendirinya .
Me
'Maaf Rifki aku gak bisa angkat video call darimu Ibuku memanggilku, aku sedang sibuk di rumah lagi ada acara '
Terpaksa aku berbohong padanya karena sebenarnya aku masih belum siap untuk berkomunikasi dengannya lagi setelah sekian lama dia menghilang tanpa kabar.
Banyak hal yang terjadi hari ini membuatku sungguh lelah aku terbaring di atas kasur merenung memikirkan segalanya sampai tertidur .
Suara Adzan samar samar terdengar membangunkanku dari alam tidur, mungkin sekarang aku sudah terbiasa bangun subuh tanpa harus di bangunkan.
Ku ambil handuk berjalan menuju kamar mandi bersiap siap sholat usai sholat aku menuju dapur terlihat Ibu sedang berkutat dengan peralatan dapur memasak untuk sarapan .
"Ibu ..." panggilku
Ibu yang sedang serius memasak pun menoleh tersenyum melihatku
"Uqi sudah bangun .?"
"Iya bu ... Ibu masak apa biar Uqi bantu."
"Ini Ibu lagi masak sayur kangkung sama pepes tongkol juga tempe kesukaanmu ." jawab Ibu dengan terus tersenyum penuh arti menatapku
"Ibu kenapa menatap Uqi seperti itu .?" tanyaku penasaran melihat tingkah Ibu yang berbeda hari ini.
"Ibu bahagia Uqi sudah berubah lebih baik ." jawabnya
"Maksud Ibu Uqi berubah gimana .?"
"Dulu kamu gak bakalan bangun kalau gak di bangunin dan kamu jarang sekali mau membantu Ibu di dapur, tapi sekarang kamu berubah dan Ibu senang dengan perubahanmu." jelas Ibu
"Ibu aku sayang Ibu " ucapku memeluk Ibu dari belakang
Setelah drama sayang sayangan aku membantu Ibu memasak dan menyajikannya di meja.
"Uqi panggil Kakakmu di kamarnya kita sarapan bareng" titah Ibu
"Iya Ibu" jawabku
Tok..tok ..tok
"Kak sarapan yuk .!"
Ceklek...
"ayuk ..." Kak Arif keluar dari kamar merangkul pundakku berjalan beriringan menuju dapur
Kami makan bersama duduk bersila melingkar dengan makanan di tengahnya.
Usai makan aku mengajak Kak Arif untuk pergi ke danau.
"Kak main yuk ." Rengekku bergelayut manja di lengan Kak Arif
"Kemana Uqi .?" tanya Kak Arif
"Gimana kalau kita main ke danau sekalian jogging ?" usulku
"Gayamu Uqi joging segala, emang kamu udah bener bener sehat.?"
"Udah Kak, Uqi kangen pengen main ke sana ." Ku tunjukkan wajah memelas andalanku berharap Kak Arif mengabulkan keinginanaku.
"Yaudah sana ganti baju siap - siap kita berangkat !"
"Yeahhh ... lope lope segudang buat Kakak" ucapku berlari kecil menuju kamar.
Usai berganti pakaian aku berlari kecil menyusul Kak Arif yang sudah stand by di atas motor depan rumah.
"hemmm ... rasanya udah lama banget aku gak ngerasain jalan - jalan kayak gini" gumamku
Aku merentangkan tangan menghirup udara dan menghembuskannya perlahan untung jalanan masih sepi, saking seriusnya aku nikmati perjalanan terasa sangat singkat .
"Makasih kak ." Kata pertama yang terucap setelah Kak Arif memakirkan sepeda motornya.
"Sama - sama adekku sayang" Sahut kak Arif mengusap pucuk kepalaku lembut.
Kami berjalan beriringan lari - lari kecil mengelilingi danau setengah jam sudah kami berlari kecil denga peluh yang menetes.
"Uqi Kakak tinggal dulu ya.?" Kak Arif berdiri hendak pergi
"Kakak mau kemana .?" tanyaku.
"Kakak mau ke toilet sekalian cari minum dan camilan" jelasnya.
"Jangan lama - lama ya Kak !" pintaku, Kak Arif hanya mengangguk
"Uqi ..." Seseorang memanggil dan menepuk bahuku
"Astaghfirullah ..." kagetku mengelus dada
"Maaf aku mengejutkanmu ya .?" ucapnya
"Kak Anam." Panggilku dia hanya tersenyum menanggapinya sembari ikut duduk berselonjor si sampingku.
"Katanya kamu nyantri kok bisa ada di sini .?" tanya Kak Anam
"Kemaren aku pulang Kak badanku kurang sehat"
"Kamu sakit Uqi .?" tanyanya, hendak memegang dahiku sebelum tangannya sampai aku mundur menjauhkannya.
"Maaf Kak bukan muhrim, alhamdulillah aku sudah sembuh kok ..." jelasku
Kak Anam hanya tersenyum melihat perubahan sikapku, hening sesaat setelah kejadian tadi tidak ada yang memulai bicara.
"Uqi ada yang mau Kakak omongin ." Suara Kak Anam memecahkan kesunyian.
"Mau ngomong apa Kak ? Ngomong aja !"
"Uqi ..." Kak Arif memanggilku melambaikan tangan dengan sekantong penuh makanan dan minuman menghentikan percakapan di antara aku dan Kak Anam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
zhana qizief
maaf kak koreksi dikit , kata muhrim itu kan istilah untuk orang yang memakai kain ihram,nah kan untuk hal ini kata yang benar itu mahram yang artinya haram dinikahi👌
2023-02-10
0
bung@ter@t@i
eh itu kak Arif blom nikah y ,apa jodoh ny Imah hihihi
2023-01-08
0
Inda Anti
visual nya thor biar mkin grget
2021-08-20
0