TOK..TOK..TOK
"Assalamualaikum ..." Mbak imah mengetuk pintu dan berucap salam .
"Masuklah gak di kunci." Suara bariton terdengar dari dalam rumah .
"Permisi Mas Zham ..." Mbk Imah meminta izin untuk masuk ke dapur dengan aku yang masih setia membuntutinya di belakang .
"Hemm ..." Mas Zham menoleh sebentar dan hanya berdehem sebagai jawaban .
'Huft dingin banget tu sifat udah kayam kutub utara' batinku.
Kami melangkah ke dapur ku lihat sudah tersedia nasi di dalam wadah nasi yang terbuat dari bambu (Bakul) Mbak Imah membuka kulkas dan mengambil satu telur sedang aku masih sibuk menyiapkan bumbu untuk di uleg.
"Imah kamu masak semua nasi di bakul itu, berikan satu piring untukku sisanya kamu makanlah sama temanmu itu." Suara yang sudah aku hafal tiba tiba terdengar sontak membuat kami menoleh entah sejak kapan dia ada di situ, di tengah pintu pembatas ruang tengah dan dapur.
"Iya mas Zham." jawab mbk Imah singkat.
'Ternyata masih punya hati juga tu orang' gumamku dalam hati.
"Ternyata tu orang masih punya hati ya Mbak ." ucapku spontan
"Hust ... gak boeh gitu ! bagaimanapun sikap dan perilakunya dia tetap putera guru kita, otomatis kita harus menghormatinya." ucap mbak Imah menasehatiku .
"Astaghfirullah, maaf Mbak ... Khiilaf ." sesalku
Tak butuh waktu lama Nasi goreng dengan telor ceplok setengah matang sudah selesai kita buat setelah tertata rapi di meja makan beserta air putihnya mbak Imah bergegas memanggil Mas Zham.
"Mas Zham Nasi gorengnya sudah jadi ." seru mbak Imah .
"Temanmu mana Imah ?" tanya Mas Zham
"Saya Mas Zham ." Jawabku singkat sembari mendekat mensejajari Mbak Imah .
"Siapa Namamu ?" tanyanya lagi.
"Saya Uqi Mas Zham."
"Nama panjangmu ?" Mas Zham masih setia bertanya.
"Aisyatus sauqillah." jawabku singkat berharap dia tak bertanya lagi.
"Ambilkan makanannya kemari, jangan lupa minumnya juga." titahnya kemudian.
"Iya Mas Zham " Dengan malas aku berjalan mengambil makanan dan minuman untuknya .
Ku letakkan Nasi goreng dan air putihnya di meja depan dia duduk , Spontan dia menutup laptop dan merapikan, berkas berkas di depannya menyediakan ruang untuk Nasi goreng dan air putih yang ku bawa.
"Kamu dan Imah makanlah dulu sebelum kembali ke Asrama ." ucapnya .
Spontan aku mendongak dan tanpa sengaja ku lihat dia yang sedang melihatku .
"Iya Mas Zham " Jawabku .
Aku kembali ke dapur ku lihat Mbak Imah sudah menungguku di meja makan dengan dua porsi Nasi goreng lengkap dengan air putihnya .
"Uqi ayo makan ." ajak mbak Imah
"Iya mbak." sahutku
Aku berjalan gontai tak bersemangat untuk makan mengingat jam menontonku harus hilang hanya karena Nasi goreng ,Kami makan dengan tenang hingga selesai , setelah makan aku berdiri hendak mencuci piring sisaku makan, Aku mengantri menunggu Mbak Imah selesai mencuci piring.
Setelah mbak Imah selesai aku meletakkan piring dan hendak mencucinya .
"Uqi tinggalkan saja tidak usah di cuci, Kembalilah ke Asrama " Suara Mas Zham lagi lagi mengejutkanku .
"Tapi Mas Zham ..."
"Sudah kembalilah ke Asrama ini sudah malam ." titah Mas Zham tak ter elakkan, dia berucap dengan kedua tangan membawa piring dan gelas yang sudah kosong.
"Baiklah Mas Zham Aku permisi ..." Jawabku sembari menggandeng tangan Mbak Imah keluar dari rumah Mas Zham.
"Kamu kenapa Uqi ." Setelah lumayan jauh Mbak Imah bertanya.
"Ehh gak papa Mbak ..."
"Mbak lihat kamu seperti orang yang sedang menahan kesal." Ternyata mimik wajahku mudah di tebak.
"Mbak ini tau aja" jawabku cengengesan
"Mbak perhatikan dari tadi kamu cemberut." jelas Mbak Imah
"Hehehe ... Kelihatan banget ya mbak ?"
"Iya Uqi."
" Maaf Mbak aku masih belum bisa seperti Mbak yang selalu ikhlas dalam setiap hal" jujurku pada Mbak Imah
"Uqi semuanya bertahap gk bisa instan, maka dari itu mulai dari sekarang Uqi harus belajar menahan amarah dan berusaha ikhlas." Nasihat Mbak Imah
" Iya mbak Uqi bakal usahain ..." jawabku
"Makasih ya mbak nasehatnya ..." ucapku lagi seraya memeluk pundak Mbak Imah .
" Iya udah ... Kita balik ke kamar aja atau kamu mau lanjut nonton TV, sepertinya jam menontonnya masih ada." tawar Mbak Imah .
"Langsung balik ke Kamar aja mbak, aku udah pengen bersih bersih badan terus tidur." jawabku
Setelah sampai di kamar aku langsung mengambil pakaian baru dan pergi kekamar mandi tentunya dengan di temani Mbak Imah kalau sudah jam menonton seperti ini kamar mandi akan sepi dan aku takkan berani ke kamar mandi sendiri dengan sedikit memohon akhirnya Mbak Imah mau mengantarku.
"Mbak jangan kemana mana ya tunggu bentar aku mau ganti baju dan cuci muka juga tangan." ucapku dari dalam kamar mandi .
"Iya udah buruan Mbak ngantuk ini ..." jawab Mbak Imah
Aku memang suka risih jika badan dan bajuku terasa lengket atau bau asap habis masak, dari dulu kalau habis masak aku selalu mengganti pakaian mencuci muka dan tangan juga mengganti baju dan memakai hand body .
Tanpa basa basi aku menata tempat tidur dan bantal untuk aku dan teman temanku yang lain.
'Ahhh dari pada nunggu mereka balik mending aku tidur' batinku
Setelah melewati hari libur ya itu hari jum'at
semua kembali beraktifitas seperti semula ....
Malam berganti pagi rembulan kembali ketempatnya tergantikan oleh mentari pagi yang menghangatkan.
"Uqi kita berangkat ya ... Jangan rindu kami ya say" Icha bersuara dengan tas punggung yg ia bawa.
" Icha ... Sekolah yang pinter, semangat ya Balasku memberinya semangat .
Setelah Trio I sudah berangkat langsung aku sahut handuk dan pergi mandi sejak aku tau kalau kamar mandi akan sepi setelah para santri berangkat sekolah aku selalu mandi setelah mereka berangkat jadi kalau pagi aku aman tak perlu susah susah cari antrian.
Di dalam kelas ....
"Uqi sini buruan bentar lg bell masuk bunyi ..." ucap Titin sembari melambaikan tangan pada ku.
Aku langsung masuk dan bergabung duduk di samping Titin.
"Eh hari ini Ustad manis kamu gak datang" jelas Titin .
"Yah hari ini gak ketemu Ustad manis ganteng plus ramah donk ..."
"Elah hari ini aja nanti juga bakal ketemu " jawab Titin singkat .
"Hehehehe maklumlah aku kan ngefens ke dia."
Aku memang ngefens ke Ustad ganteng bin ramah itu tapi cuma sebatas ngefens aja gak lebih.
Kami terus mengobrol membahas masa lalu Titin dan aku waktu kecil, kami bercerita banyak hal dari yang lucu sampai yang nyeremin .
Ustad pengganti memang selalu telat datang, mungkin kepala madrasahnya masih mencari Ustad yang bisa mengganti Ustad yang izin gak masuk .
"Uqi enak ya jadi kamu ... udah pernah ngerasain sekolah SMA di luar pesantren " Tiba tiba Titin menunduk dan mulai mengeluarkan air mata yang aku tau dia emang cengeng jika menyangkut perasaan .
" Sabar Titin Semua pasti ada hikmanya, dan kamu harus terus bersyukur karena setap peristiwa pasti ada hikmanya ..." ucapku menenangkan Titin .
Titin memang tak seberuntung aku dia tak bisa melanjutkan sekolah SMA katanya orang tuanya tidak mampu untuk membiayai mereka hanya mampu menjadikannya seorang santri .
"Assalamualaikum ... " Suara bariton terdengar berjalan menuju meja guru .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
Entahlah
Seneng aku baca y gx bosen 😍
2021-04-20
7
Jusmiati
itu suara mas zam ya....😀😀😀😀
2021-03-27
3
Elly Supriaty
seneng bangeet thor ,ih nggak jelas ya thor ,itu kaya nya sura putra nya pa kiayi 😁
2021-03-05
1