Mentari pagi mulai bersinar memberi kehangatan menggantikan dinginnya malam.
Setelah drama sholat subuh dan antri kamar mandi juga antri sarapan pagi, kini semua kembali beraktifitas seperti biasa karena hari ini hari sabtu Trio I mulai bersekolah tinggallah aku dan mbk Imah di dalam kamar.
"Uqi nanti jam setengah 8 kamu siap siap ya kita berangkat sekolah ." ucap mbak Imah
"Sekolah mbk ?" tanyaku seraya mengernyitkan dahi tanda tak mengerti,
"Sekolah apa mbak ?" tanyaku lagi , aku masih merasa heran, Yang aku tau di sekolahan ini gak ada fakultas atau semacamnya pendidikan di sini hanya sampai tingkat SMA.
"Sekolah salaf Uqi, di sini kalau ada santri yang tidak sekolah formal maka iya bisa mengikuti sekolah salaf ."Jelas mbk Ima
"Sekolah salaf itu sekolah macam apa mbak ?" tanyaku lagi .
Aku memang benar benar tidak mengerti masalah sekolah agama sejak masuk SMP aku sudah tidak pernah belajar agama, meskipun aku pernah sekolah diniyah atau madrasah tapi tidak sampai lulus.
"Sekolah yang khusus mengajarkan masalah agama seperti nahwu fiqih dan yang lain ."
"000hh ... Seperti madrasah atau diniyah gitu ya mbak ?"
"Iya ... setengah jam lagi Uqi harus siap dan ikut mbak ya, sekarang mbak mau mandi dan siap siap ..."
"Oke mbak ..." jawabku singkat .
Setelah kepergian mbak Imah perutku terasa sakit dan aku pergi ke kamar mandi .
'Eh sepi ...' batinku ,
Kamar mandi tak seramai tadi mungkin karena banyak yang bersekolah Formal keadaan kamar mandi jadi sepi cuma beberapa kamar mandi yang terisi .
"Hadech tau gini tadi gak desak desakan ikut Trio I nyari gantian kamar mandi, besok aku bakal mandi setelah yang lain pada sekolah aja biar sepi... " Aku menggerutu dalam hati .
Usai dari kamar mandi aku masih setia menunggu mbk Imah yang masih berdandan dan menyiapkan buku bertulisan arab.
"mbak Imah buku yang mbak Imah pegang itu apa namanya kok beda sama buku buku yang aku temui ?" tanyaku yang memang penasaran dengan buku itu.
"Ini namanya kitab Uqi ." jelasnya
"Loh bukannya kitab itu Al-qur'an ya mbak ?" tanyaku lagi, memang yang aku tau kitab itu seperti Al-qur'an injil taurot dan zabur.
"Ini juga bisa di bilang kitab Uqi, setiap kitab ini berbeda beda tergantung judul di sampulnya isinya juga berbeda beda, kalau Al-qur'an itu Firman Allah tapi kalau kitab yang mbak pelajari ini karangan manusia yang mengambil dari sabda nabi juga para imam dan Firman dalam Al-qur'an ." jelas mbk Imah
"Oh ... gitu ." Aku hanya ber O riya
"Kamu ngerti maksud saya ?" tanya mbk Imah
"Iya mbak Uqi ngerti imam yang mbak maksud itu seperti Imam Syafi'i kan ?" Aku balik bertanya
"bener Uqi."
Setelah selesai kami berjalan beriringan menuju ruangan sebelah kantin tempat kami sarapan tadi pagi ruangan ini terdapat di belakang rumah yang awal ku lihat ruangan itu berada di antara keduanya.
"Assalamualaikum..." ucap mbk Imah sembari mengetuk ruangan yang bertuliskan 'KANTOR'.
"Waalaikumsalam ..." Sahut seorang laki laki muda dia duduk di kursi dengan memegang kitab di depan meja, kursi dan meja berjejer terdapat tiga pasang juga ada tiga pasang meja kursi lagi di depannya dan ada satu meja kursi yang ada di tengah persis seperti meja kursi di ruang rapat .
"Maaf mengganggu ustad saya kesini mengantarkan murid baru untuk di tes masuk kelas ." Mbak Imah menjelaskan maksud kedatangan kami.
'Gila ustadnya ganteng bakal tambah betah ni aku' hatiku bergumam .
Ustad itu duduk di kursi tengah tempat pemimpin di saat rapat.
"Uqi ..." Panggil mbak Imah seraya menyikut lenganku yang termenung melihat ustad di hadapanku.
"Ehh ... iya mbak" sahutku kikuk
"Ayo masuk ..." ajaknya
Aku duduk di kursi depan meja sedang Mbak Imah mengambil kursi yang lain untuk di pakai duduk di sebelahku.
"Nama kamu siapa ?" tanya ustad tampan itu
"Nama saya Uqi ustad " jawabku dengan senyum lebar
"Sebelumnya Uqi pernah sekolah madrasah ?" tanyanya lagi.
"Pernah ustad tapi waktu saya masih SD ..." jawabku jujur.
"Emm ... Apakah Uqi masih ingat apa yang Uqi pelajari dulu ?" tanyanya lagi.
"Emmm ... sedikit ustad"
"Coba katakan pelajaran apa yang Uqi ingat ?"
"Alkalamu huwa lafdu almurokkabu ,fa'ala yufa'ilu fa'lan wamaf'alan fahuwa faaa'ilun wadaaka maf'ulun ahh saya lupanjutannya ustad ." Aku menjawab apa adanya karena memang itu yang aku ingat .
"Oh ya aku ingat hadist da'ma yuriibuka ilamaa yuribuk ..." ucapku lagi
"kamu mengertikah apa maksud dari penggalan hadist itu ?" tanya ustad lagi.
"Iya ustad maksud dari penggalan hadist itu kita harus meninggalkan sesuatu yang meragukan "jelasku .
"Bagus ... Uqi bisa masuk kelas 6 diniyah" jelas ustad
"Maaf sebelumnya nama ustad siapa ?" Aku masih penasaran dengan orang yang ada di hadapanku, Ku lihat umurnya tidak jauh beda denganku tapi dia hebat di usia muda dia sudah jadi ustad.
"Nama saya Ali ..." jawabnya singkat, dan aku hanya mengangguk.
"Ya sudah kalian bisa kembali kekelas " titahnya.
Aku dan Mbak Imah melangkah pergi,
Mbak Imah mengantarku ke kelas sedang dia berpamitan pergi kekelasnya sendiri, aku sempat bertanya dan ternyata Mbak Imah sudah kelas 1 ULYA kalau di samakan dengan sekolah Formal setingkat dengan kelas satu SMA .
Tingkatan dalam sekolah salaf itu 6 tahun Diniyah, 3 tahun Wustho dan 3 tahun Ulya sama dengan tingkatan SD SMP dan SMA,
Dan aku masuk kelas 6 Diniyah itu artinya sama dengan kelas 6 SD astaga kalau aku ingat itu rasanya lucu aku yang udah 17 thn masih kelas 6 Diniyah.
Sampai di kelas
"Assalamualaikum" ucapku sembari memperhatikan semua anggota kelas ternyata tak seburuk yang aku sangka rata rata mereka seperti seusia denganku 'Alhamdulillah ' batinku berucap
"Waalaikumsalam" jawab mereka serempak,
Dalam satu kelas ini hanya terdapat sepuluh orang mungkin karena kebanyakan santri sekolah Formal makanya yang sekolah salaf hanya sebagian kecil saja.
"Permisi ... Perkenalkan nama saya Aisyatus Sauqillah kalian bisa panggil sata Uqi" Aku memperkenalkan diri .
"Hai Uqi" sahut mereka serempak.
"Uqi ada di kamar mana ?" Seorang gadis manis yang juga memiliki lesung pipi sama sepertiku bedanya dia di kanan punyaku di pipi kiri .
"Aku di kamar B3." jawabku sembari tersenyum .
"Sini duduk di sebelahku kebetulan di sebelahku kosong ." tawar gadis manis itu .
"Bolehkah ?" tanyaku sopan dengan senyum lebar yang tak pernah lepas.
"Tentu ... sini !" Gandis itu melambaikan tangan mengisyaratkanku untuk duduk.
"Hai kenalin aku Titin nama panjangku Suuuuuumiyatin ..." Dia mengenalkan diri mengulurkan tangan bersamaan dengan cengiran di bibirnya.
"Uqi ..." jawabku singkat .
Aku menjabat tangannya dan sedikit tertawa karena sikap Titin yang menurutku lucu.
"Aku di B8 kamar kita deketan ..." lanjutnya.
"Assalamualaikum..." Suara bariton laki laki terdengar di meja guru mengejutkanku yang masih asyik berkenalan dengan teman yang lain.
'Dia...'batinku
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 303 Episodes
Comments
Susan Shanty
kok sama kya punya sebelah yah cuma beda nama aja.
judul nya lupa.
2022-02-05
0
MDTL _04
,syuka bgtt uqii❤
2021-03-10
4
Dinasti22
Fighting, Author 💪🏻
2020-12-21
0